• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Keterampilan Kerjasama

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Keterampilan Kerjasama

a. Pengertian Keterampilan Kerjasama

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2008: 681), kerjasama merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb) untuk mencapai tujuan bersama. Pareek (1991:187) juga mengungkapkan bahwa kerjasama dapat didefinisikan dalam kaitan dengan seseorang yang bekerja dengan seorang lain atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap dapat dibagi. Dengan begitu kerjasama dapat dikatakan sebagai bentuk kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Johnson dan Johnson (dalam Apriono, 2011:162) menyatakan bahwa kerjasama adalah bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Sedangkan Apriono (2011:162) sendiri mendefinisikan kerjasama sebagai kumpulan/kelompok yang terdiri dari beberapa orang anggota yang saling membantu dan saling tergantung satu sama lain dalam melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Individu-individu yang ada dalam kelompok tersebut mempunyai

tanggung jawab yang sama, sehingga tujuan yang diinginkan akan bisa dicapai oleh mereka, apabila mereka saling bekerjasama. Jadi kerjasama itu ada apabila setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama dalam rangka mencapai tujuan.

Dari pernyataan yang telah diungkapkan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kerjasama merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Sekelompok orang yang melakukan kerjasama dapat terdiri dari dua orang atau lebih yang disebut sebagai anggota kelompok dan yang saling membantu dan saling bergantung untuk mencapai tujuan.

b. Indikator Keterampilan Kerjasama

Apriono (2011:162) mengemukakan bahwa kerjasama terjadi apabila setiap anggota memiliki tanggungjawab yang sama. Seperti yang diungkapkan oleh Pareek (1991:188) bahwa kriteria pokok untuk perilaku kerjasama adalah persepsi tentang tujuan. Apabila tujuannya dianggap dapat dibagi, maka bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan itu merupakan perilaku kerjasama.

Menurut Johnson dan Johnson (dalam Apriono, 2011:162), karakteristik suatu kelompok kerjasama terlihat dari adanya lima komponen yang melekat pada program kerjasama tersebut. Komponen tersebut yaitu, (1) adanya saling ketergantungan yang

positif antara individu-individu dalam kelompok tersebut untuk mencapai tujuan, (2) adanya interaksi tatap muka yang dapat meningkatkan sukses satu sama lain antara anggota kelompok, (3) adanya akuntabilitas dan tanggung jawab personal individu, (4) adanya keterampilan komunikasi interpersonal dan kelompok kecil, dan (5) adanya keterampilan bekerja dalam kelompok. Dari komponen tersebut, maka dapat terlihat apakah suatu kelompok melakukan kerjasama.

Kreitner dan Knicki (2005:137) menetapkan delapan kriteria suatu kelompok yang melakukan kerjasama dengan baik. Kriteria pertama, kepemimpinan partisipatif yaitu menciptakan saling ketergantungan dengan memberikan kewenangan, pembebasan, dan melayani orang lain. Kedua, berbagi tanggung jawab, yaitu dengan mendirikan sebuah lingkungan di mana semua anggota merasa bertanggung jawab seperti halnya manajer atas kinerja unit kerja. Ketiga, menjajarkan tujuan, yaitu memiliki rasa tujuan bersama mengapa tim hadir dan fungsi yang diembankan. Keempat, komunikasi yang tinggi yaitu menciptakan sebuah iklim kepercayaan dan komunikasi yang terbuka dan jujur. Kelima, fokus pada masa depan yaitu melihat perubahan sebagai sebuah kesempatan bagi pertumbuhan. Keenam, fokus pada tugas yaitu menjaga pertemuan-pertemuan agar tetap berfokus pada hasil. Ketujuh, bakat kreatif yaitu menerapkan bakat dan kreativitas

individual sebagai sumbang sih dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kedelapan, respon cepat yaitu dapat mengidentifikasi dan menjalankan peluang.

Berdasarkan indikator kerjasama dari para ahli di atas, dapat disimpulkan beberapa indikator kerjasama yaitu, (1) adanya interaksi antar anggota kelompok, (2) berbagi tanggung jawab, (3) fokus pada tujuan atau tugas, (4) berpartisipasi aktif, dan (5) adanya komunikasi yang tinggi.

c. Peran Keterampilan Kerjasama

Pareek (1991:192) menjelaskan beberapa peran utama dari kerjasama. Peran yang pertama yaitu membangun kebersamaan. Kerjasama dapat membentuk pembinaan hubungan kebersamaan dan pengakuan atas kekuatan masing-masing.

Kedua, membangkitkan ide-ide dan alternatif. Dalam kerjasama orang-orang saling merangsang pembentukan ide-ide, pemikiran masalah dan ancang-ancangan serta pemecahan alternatif. Semua anggota memberikan sumbangan ide untuk pemecahan masalah.

Ketiga, membangun dukungan dan penguatan bersama. Dalam kerjasama orang-orang yang menyumbangkan kepada suatu masalah tertentu mendapatkan umpan balik langsung dari para rekan kerjanya, dan hal ini tidak saja membantu mereka menggunakan umpan balik itu, tetapi juga memberikan umpan

balik kepada rekan-rekan tersebut. Dari proses tersebut, maka tujuan yang akan dicapai akan lebih berhasil serta akan membangun kelompok yang kuat.

Keempat yaitu mengembangkan sinergi. Karena adanya rangsangan terus menerus, ide-ide yang dihasilkan dalam kerjasama mungkin jauh lebih besar daripada jumlah ide yang masing-masing dapat disumbangkan secara perorangan. Jadi, sinergi dapat membangkitkan lebih banyak sumber daya yang kuat dalam kelompok, dan ini dapat mempengaruhi pelipatgandaan sumber daya suatu organisasi atau kelompok.

Kelima, mengembangkan tindakan bersama. Orang-orang yang bekerja dalam satu kelompok maka keterikatan mereka kepada tujuan akan meningkat, dan keberanian mereka untuk mempertahankan tujuan serta mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan jauh lebih tinggi lagi. Dengan kata lain, apabila semakin tinggi tingkat kerjasama maka semakin besar kekuatan suatu kelompok untuk bertindak bersama.

Peran yang keenam adalah menambah keahlian. Kelompok yang bekerjasama mampu menentukan penyelesaian-penyelesaian multidimensional, dan tidak terbatas pada satu dimensi saja, yang mungkin akan terjadi jika seseorang bekerja sendiri dalam memecahkan persoalan. Dengan demikian, maka kerja sama akan mempermudah menemukan penyelesaian suatu masalah.

Dari uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa kerjasama sangat penting bagi siswa untuk mencapai tujuan secara maksimal. dengan kerjasama maka persoalan-persoalan dapat diselesaikan melalui penyelesaian yang multidimensional. Selain itu kerjasama juga dapat membuat siswa membangun kebersamaan dengan bersinergi untuk saling memberi penguatan dan ide-ide yang akan menambah pengetahuannya sehingga dapat menentukan tindakan bersama demi tercapainya suatu tujuan.

Dokumen terkait