• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

H. Validitas dan Reliabilitas

3. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Instrumen yang diuji validitas dan reabilitasnya diantaranya adalah instrumen pembelajaran, instrumen pengumpulan data, dan instrumen soal evaluasi.

a. Uji Validitas Instrumen Pembelajaran

Dalam penelitian ini dilakukan validitas pada instrumen pembelajaran yaitu pada silabus, RPP, dan soal evaluasi untuk siswa. Untuk mengukur instrumen pembelajaran tersebut ada 2 jenis validitas yang digunakan oleh peneliti yaitu validitas isi (content validity) dan validitas kontruks (construct validity). Peneliti melakukan validitas isi pada instrumen pembelajaran yang akan digunakan untuk penelitian karena peneliti ingin mengetahui sejauh mana isi instrumen pembelajaran dan tes yang disusun oleh peneliti benar-benar sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur. Pada validitas isi peneliti melakukan validasi instrumen pembelajaran kepada ahli (expert judgment) dalam hal ini guru kelas V sesuai dengan kelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Uji validitas isi (content validity) dan validitas kontruks (contruct validity) dilakukan oleh peneliti kepada guru dengan cara expert judgment. Adapun yang divalidasi adalah instrumen pembelajaran yang berupa silabus, RPP dan soal evaluasi. Berdasarkan hasil validasi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa instrumen pembelajaran yang disusun oleh peneliti sudah valid

sehingga layak untuk digunakan untuk mengajar dalam proses penelitian. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan yang telah dilakukan oleh peneliti dengan mencari rata-rata (mean) dari setiap komponen pada instrumen pembelajaran berupa silabus dan RPP yang divalidasi guru. Berikut adalah tabel hasil penilaian silabus:

Tabel 3.6 Penilaian Silabus

No. KOMPONEN PENILAIAN Nilai

1. Kelengkapan komponen silabus 4

2. Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator 5

3. Kesistematisan langkah-langkah

pembelajaran 5

4. Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran 5

5. Kelengkapan sumber belajar yang

digunakan 4

6. Kesesuaian teknik penilaian dengan

indikator 5

7. Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis

baku 4

Total 32

Rerata 4,57

Tabel 3.7 Penilaian RPP

NO. KOMPONEN PENILAIAN

Nila i

1. Kelengkapan komponen RPP 5

2. Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD 5

3. Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 5

4. Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5

5. Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran 5

6. Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode 5

7. Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai 4

8. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 4

9. Kelengkapan instrumen penilaian 5

10. Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku 4

Total 47

Tabel 3.8 Penilaian Evaluasi

No. KOMPONEN PENILAIAN Nilai

1 Kesesuaian soal evaluasi dengan

indikator 5

2 Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi 5 3 Kesesuaian tingkat kesukaran soal

dengan tahap perkembangan siswa 5 4 Pembobotan item soal dan

penyebarannya 5

5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata

tulis baku 4

6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban 5

Total 29

Rerata 4,8

b. Uji Validitas Instrumen Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, instrumen non tes diuji menggunakan validitas isi. Peneliti melakukan validasi kepada guru kelas. Peneliti memilih guru kelas sebagai validator karena guru kelas tersebut sudah pernah mengajar di kelas atas maupun bawah sehingga mampu memahami karakteristik siswa.

Dalam meneliti instrumen observasi untuk mengukur kerjasama siswa, guru memberi penilaian bahwa instrumen sudah layak. Guru memberikan saran agar pada kriteria penilaian untuk kuantitas siswa melakukan kerjasama lebih diperbanyak. Hasil tabulasi validasi instrumen non tes oleh guru kelas diperoleh rerata 3,7.

c. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Soal

Setelah melakukan revisi terhadap soal evaluasi, peneliti melakukan uji coba soal evaluasi tersebut kepada siswa. Uji coba

soal inilah yang disebut validitas empiris, di mana peneliti mengujikan soal evaluasi kepada siswa lain yang bukan subjek penelitian. Peneliti melakukan uji coba soal kepada siswa yang mempunyai kemampuan setara dengan subjek penelitian, yaitu pada siswa kelas VI SD N Tukangan Yogyakarta yang berjumlah 31 siswa. Peneliti memilih melakukan uji coba soal pada siswa kelas VI SD N Tukangan Yogyakarta karena sekolah tersebut masih dalam satu wilayah kota madya dengan subjek penelitian dan memiliki akreditasi yang sama dengan SD Kanisius Kintelan Yogyakarta. Alasan pemilihan kelas VI karena siswa kelas VI pernah mengalami materi tersebut. Peneliti membuat soal evaluasi sebanyak 30 soal dengan kisi-kisi sebagai berikut.

Tabel 3.9 Kisi-Kisi Soal Evaluasi

No. Indikator Jumlah Nomor

Soal Bobot 1 Menyebutkan tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan 8 2, 3, 6, 12, 14, 16, 22, 24 26,7% 2

Menjelaskan perjuangan para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan 7 1, 5,13, 15, 25, 26, 29 23,3% 3

Menyebutkan proses perumusan dasar Negara 8 4, 7, 9, 11, 18, 27, 19, 28 26,7% 4

Menyebutkan sikap menghargai usaha para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan 7 8, 10, 17, 20, 21, 23, 30 23,3% Total 30 100%

Setelah uji coba soal dilakukan, kemudian peneliti melakukan penghitungan skor yang diperoleh setiap siswa per item. Peneliti melakukan validasi soal tersebut dengan menggunakan bantuan SPSS 16 dengan rumus korelasi Product-Moment dari Pearson. Selain itu, SPPS juga digunakan oleh peneliti untuk menghitung reliabilitas soal tersebut. Hal ini karena ada beberapa pertimbangan, di antaranya adalah keakuratan hasil penghitungan dan waktu penghitungan yang cepat sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menghitung. Adapun untuk hasil penghitungan validitas soal evaluasi yang sudah dilakukan oleh peneliti pada siswa kelas VI SD N Tukangan Yogyakarta dengan menggunakan SPSS 16 dapat dilihat pada lampiran.

Setelah melakukan perhitungan dengan SPSS 16, peneliti kemudian menentukan soal yang valid dengan membandingkan nilai hitung dalam hal ini Pearson Corellation dengan r tabel. Dikatakan valid jika r hitung > r tabel, sebaliknya jika r hitung < r tabel maka dikatakan tidak valid. Nilai r tabel Product Moment dari Pearson dalam Azwar (2003:61) dengan taraf signifikan 5% untuk n=31 adalah 0,25. Hasil validitas soal pilihan ganda siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi Pilihan Ganda No. item Soal r Hitung Keterangan 1 0,278 Valid 2 0,214 tidak valid 3 0,214 tidak valid 4 0,363 Valid 5 0,078 tidak valid 6 0,182 tidak valid 7 0,182 tidak valid 8 0,399 Valid 9 0,451 Valid 10 0,450 Valid 11 0,263 Valid 12 0,216 tidak valid 13 0,105 tidak valid 14 0,196 tidak valid 15 0,416 tidak valid 16 0,117 tidak valid 17 0,516 Valid 18 0,260 Valid 19 0,375 Valid 20 0,233 tidak valid 21 0,081 tidak valid 22 0,074 tidak valid 23 0,148 tidak valid 24 0,261 Valid 25 0,585 Valid 26 0,085 tidak valid 27 0,316 Valid 28 0,537 Valid 29 0,615 Valid 30 0,282 Valid

Dari hasil uji validitas soal tes pilihan ganda pada tabel di atas menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan kepada 31 siswa terdapat 15 soal yang valid. Kelima belas soal yang valid tersebut telah mewakili indikator-indikator yang dibuat oleh peneliti sehingga peneliti memutuskan untuk menggunakan 15 soal yang valid untuk

mengukur prestasi belajar siswa. Kisi-kisi soal pilihan ganda setelah validitas dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.11 Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda Setelah Validitas

No. Indikator Item Nomor Soal

1 Menyebutkankemerdekaan tokoh-tokoh persiapan 1 24

2 Menjelaskandalam mempersiapkan kemerdekaanperjuangan para tokoh 3 1, 25, 29

3 Menyebutkan proses perumusan dasarNegara 7 4, 9, 11, 18,27, 19, 28

4

Menyebutkan sikap menghargai usaha para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan

4

8, 10, 17, 30

Total 15

Di samping menghitung validitas soal dengan menggunakan SPSS 16, peneliti juga menghitung reliabilitas soal tersebut. Adapun soal yang dihitung reliabilitasnya adalah soal yang telah valid yakni sebanyak 15 soal. Hasil perhitungan reliabilitas 15 soal tersebut, didapatcronbach’s alphasebesar 0,664. Hasil tersebut termasuk dalam kualifikasi reliabilitas cukup karena berada pada koefisien korelasi antara 0,41-0,70.

Dokumen terkait