BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Keterbatasan Penelitian
Penelitian tindakan bimbingan dan konseling, peneliti laksanakan pada kelas B1 TK Tarakanita Bumijo Yogyakarta mengalami keterbatasan antara lain:
1. Peneliti hanya mempunyai waktu yang singkat untuk mengadakan evaluasi dan refleksi bersama guru kelas setelah bimbingan selesai dilaksanakan, karena anak harus masuk
kelas lagi untuk melanjutkan pembelajaran. Peneliti mencari hari lain untuk mengadakan evaluasi dan refleksi.
2. Pengamat pada saat peneliti melakukan tindakan penelitian hanya terdiri dari satu orang (guru kelas), sehingga hasil evaluasi hanya terdiri dari satu pendapat dan tidak ada pendapat pembanding
3. Peneliti dalam melaksanakan tindakan bimbingan dibantu satu mahasiswa sebagai teknisi. Satu teknisi bagi peneliti itu kurang, karena dalam bimbingan dengan menggunakan permainan, ada adengan permainan yang harus menyediakan bahan atau alat untuk bermain dengan cepat.
4. Peneliti mengalami kesulitan dalam mencari sumber pustaka mengenai pembiasaan.
Penelitian yang peneliti lakukan adalah mengembangkan karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan dengan media permainan.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan bimbingan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa karakter disiplin anak usia dini di TK B 1 Tarakanita Bumijo Yogyakarta dapat dikembangkan melalui penerapan metode pembiasaan dengan media permainan. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan dari setiap siklus.
Perkembangan karakter disiplin dari 25 anak dapat dilihat dari peningkatan hasil dari setiap tindakan bimbingan yang dilaksanakan oleh peneliti. Pada pra tindakan jumlah rata-rata 60%, masuk dalam kategori cukup. Pada siklus I mengalami perkembangan 78%, masuk dalam kategori baik, dan pada siklus II mengalami perkembangan 96% masuk dalam kategori sangat baik. Dari data tersebut terdapat perkembangan dari pra tindakan meningkat ke siklus I ke siklus II.
Perkembangan karakter disiplin anak berdasarkan analisis mengalami perkembangan yang sangat baik. Hal ini terlihat dari perilaku-perilaku baik yang ditunjukkan anak dalam pergaulannya di sekolah. Akhirnya, kembali peneliti dapat menyimpulkan bahwa karakter disiplin anak usia dini di TK B 1 Tarakanita Bumijo Yogyakarta dapat dikembangkan melalui metode pembiasaan dengan media permainan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dari tindakan bimbingan yang telah diuraikan diatas peneliti ingin memberikan saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan pembiasaan bagi anak usia dini. Saran yang dapat peneliti memberikan adalah:
1. Bagi guru
Guru dalam pelaksanaan pembelajaran diharapkan lebih intensif dalam membiasakan anak berperilaku disiplin sampai anak memahami sebab dan akibat dari tindakan disiplin. Di dalam pembelajaran pengembangan pembiasaan, guru diharapkan dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini, yaitu pembelajaran disampaikan dengan media permainan yang dilakukan di luar kelas. Media permainan dapat dijadikan sebagai sarana bimbingan, mengingat bahwa usia anak adalah usia bermain, sehingga bimbingan atau pembelajaran pengembangan pembiasaan akan lebih mudah dipahami anak. Bimbingan atau pembelajaran yang dilakukan di luar kelas dimaksudkan supaya anak-anak merasakan suasana baru, di mana bimbingan atau pembelajaran tidak harus selalu dilakukan di kelas. Sesekali perlu dilakukan di luar kelas dengan menggunakan media permainan.
2. Bagi Peneliti Lain
Bagi peneliti lain diharapkan dapat menggunakan metode pembiasaan dengan media permainan untuk melakukan pelayanan bimbingan, dan dapat mengambil hasil penelitian sebagai acuan untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut dengan lebih bervariatif. Bagi peneliti lain yang akan menggunakan metode pembiasaan dalam penelitian, diharapkan mengadakan observasi dan pencatatan tidak hanya sekali, tetapi harus berulang kali dilakukan. Selain itu peneliti turut membuat observasi, dan juga melakukan wawancara terhadap siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Adistyasari, Ria. 2013. “Meningkatkan keterampilan Sosial dan Kerja sama Anak dalam Bermain Angin Puyuh”. Program Sarjana. Universitas Negeri Semarang.
Direktur Urusan Agama Katolik, 1994. Peraturan Perundang-undangan yang
menghubungkan dengan pendidikan. Jakarta: Direktoriat Jenderal Bimas Katolik.
Departemen Pendidikan Nasional, 2007. Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Pembiasaan di Taman kanak. Jakarta: Direktorat Pembianaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.
Hurlock, E. B., 1992. Perkembangan Anak Jilid 2 (Edisi 6). Jakarta : Erlangga.
Hidayat, dede Rahmat & Aip Badrujaman. 2012. Penelitian Tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta : PT. Indeks.
Geldard, Kathry. 2012. Konseling Anak-anak (Edisi 3). Jakarta : PT. Indeks.
Hamalik, O. 1994. Media Pendidikan. Bandug: Citra Aditya bakti.
Isjoni, H. 2010. Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta.
Iskandar, 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Referensi.
Jawaris, M. 2006. Perkembangan dan Pengembangan Anak. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
Kunjana Rahardi, 2009. Penyuntingan Bahasa Indonesia untuk Karang-Mengarang. Jakarta:
Erlangga.
Lickona, T. 2012. Pendidikan karakter. Bantul: Kreasi Wacana.
Latuheru, J. D. 1988. Media Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan &
kebudayaan.
Moeslichatoen. 2004. Metode Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyasa. 2012. Manajemen PAUD. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nursalim, M. 2103. Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta:
Akademik Permata.
Padmonodewo, S. 2008. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Depdikbud.
Riduwan. 2013. Skala Pengukuran varibel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Rae Pica. 2012. Permainan-permainan Pengembang Karakter Anak-anak. Jakarta: PT.
Indeks
Setiyaningsih, Atmadi, 2000. Transformasi Pendidikan.Yogyakarta: Kanisius.
Suyadi. 2010. Psikologi Belajar PAUD. Yogyakarta: PT. Bintang Pustaka Abadi.
Sudijono, A. 2001. Pengantar Statistik pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Wasik, Seefeldt. 2008. Pendidikan Anak usia dini. Jakarta: PT. Indeks.
Wibowo, A. 2010. Pendidikan karakter Anak Usia dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yulianti, D. 2010. Bermain sambil belajar Sains. Jakarta: PT. Indeks.
LAMPIRAN 1
Program Rancangan Kegiatan Tindakan
Program Rancangan Kegiatan Tindakan
Nama Kegiatan Rincian Kegiatan Keterangan
FGD Pengumpulan data awal melalui:
1. Wawancara.
Hasil wawancara dengan guru kelas terkait dengan perilaku disiplin anak dan metode pembelajaran yang cocok untuk anak usia dini, yaitu:
kurangnya anak mendengarkan orang lain, anak-anak juga kurang perhatian dan tidak memelihara peralatan milik sendiri, anak-anak masih kurang juga dalam menjaga kebersihan diri sendiri, belum ada kesediaan untuk bermain bersama, seringnya
menganggu teman, berebut mainan, kurang peka untuk menolong teman, keluar kelas tanpa ijin, kurang tenang dalam berdo'a, dan anak-anak juga
Pengumpulan data dari hasil Focus Group Discussion (FGD) dijadikan dasar untuk menentukan tema dan menyusun panduan observasi dalam penelitian
Siklus I 1. Perencanaan:
Perencanaan tindakan merupakan serangkaian tindakan terencana untuk mengembangkan karakter disiplin anak dalam aspek sosial, emosional, moral dan agama. Perencanaan dalam penelitian ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pra tindakan.
Perencanaan tindakan juga didasari hasil observasi pada pelaksanaan pembiasaan dalam kehidupan konkrit di sekolah terhadap pengembangan karakter disiplin anak.
1. Merencanakan tindakan yang akan diterapkan dalam kegiatan
- Peneliti mempersiapkan bahan yang dibutuhkan dalam
- Peneliti dan mitra kolaboratif menentukan jadwal pertemuan dan jadwal observasi harian 2. Mengembangkan SPB, topik,
permainan
- Peneliti menetapkan satuan layanan (SPB) dengn topik
“Peduli terhadap sesama”
- Peneliti menetapkan permainan dengan judul “Ini teman saya”
- Peneliti menetapkan bahan permainan seperti, kertas bergambar foto anak-anak satu kelas, bingkai yang terbuat dari kardus bekas, lem, piring kecil untuk tempat lem.
3. Menyiapkan instrument
Interactional Group Disccusion (IGD)
Peneliti memperoleh data melalui observasi check list, pedoman wawancara, dokumentasi.
4. Menetapkan indikator keberhasilan Siklus I.
Observasi, wawancara,
dokumentasi untuk mengetahui sejauhmana perkembangan karakter disiplin anak, sebagai bahan acuan untuk melakukan refleksi
2. Tindakan:
Hasil wawancara dengan guru kelas terkait dengan karakter disiplin anak, yaitu: kurang perhatian dengan miliki sendiri, berebut mainan, berebut saat berbaris, tidak sabar menunggu giliran, memukul teman, saat berdoa belum tenang, anak belum