Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan sumur bor. Rencana peningkatan sistem prasarana air bersih, meliputi :
a. Sumber air baku Kota Malang berasal dari 6 (enam) mata air dan 4 (empat) sumur bor, sehingga lokasi dari tiap sumber mata air meliputi Mata Air Wendit, Binangun, Banyuning, Karangan, Sumbersari, dan Sumberpitu. Sedangkan sumber air baku yang berasal dari sumur bor antara lain Badut, Istana Dieng, TPA Supiturang, dan Sumbersari;
b. Pengembangan wilayah pelayanan diarahkan ke kelurahan yang sebagian dan/atau seluruhnya belum dilayani oleh sistem perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yaitu : Kelurahan Tlogomas, Merjosari, Karangbesuki, Bandulan, Mulyorejo, Bandungrejosari, Bakalankrajan, Bumiayu, Arjowinangun, Tlogowaru, Wonokoyo, Buring, Kedungkandang, Lesanpuro, Madyopuro, Cemorokandang, Tunjungsekar, Tasikmadu, dan Tunggulwulung;
c. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru;
d. Pembatasan penyediaan air bersih non Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang memanfaatkan sumur, sumur bor dan pompa.
2.5.2 Drainase Perkotaan
Rencana peningkatan sistem drainase, meliputi :
1. Penanganan saluran drainase dengan basis Daerah Pengaliran Sungai (DPS)/Daerah Aliran Sungai (DAS);
2. Perbaikan saluran drainase pada Jalan Raya Langsep (DAS Metro), Jalan Gajayana sampai Jalan MT Haryono (DAS Brantas), Jalan Sukarno Hatta (DAS Bango), Jalan Terusan Borobudur sampai Kawasan Pasar Blimbing (DAS Bango); 3. Pembuatan sudetan dari saluran drainase yang bermasalah menuju ke drainase
yang lebih besar atau saluran drainase primer (sungai) terdekat, Jalan DI. Panjaitan dan Jalan MT. Haryono perlu dibuat sudetan ke Sungai Brantas, Jalan Ki Ageng Gribig perlu sudetan ke Sungai Amprong, sudetan ke Sungai Brantas dari Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudanco Supriadi ke Sungai Metro;
4. Penanganan saluran-saluran yang berfungsi ganda sebagai saluran drainase dan saluran irigasi;
5. Penanganan saluran drainase yang bermasalah dengan adanya utilitas pipa air minum, kabel telekomunikasi, dan sejenisnya;
6. Pembuatan sumur resapan.
2.5.3 Air Limbah
Rencana sistem pengelolaan air limbah di Kota Malang meliputi :
1. Pengelolaan limbah secara On Site System diprioritaskan dalam penanganan sanitasi pada kawasan permukiman dengan kepadatan penduduk rendah sampai sedang.
2. Pengelolaan limbah secara Off Site System pada kawasan permukiman dengan kepadatan penduduk sedang sampai tinggi, terutama pada kawasan kumuh, supaya limbah tidak langsung dibuang ke sungai.
2.5.4 Jalan dan Sarana Transportasi
Adapun beberapa rencana pengembangan jaringan transportasi dan sektor pembangunan lainnya yang akan merangsang pertumbuhan wilayah Kota Malang secara merata. Percepatan/fasilitasi pembangunan infrastruktur besar yang sudah direncanakan, persiapan dan fasilitasi kawasan pengembangan pariwisata, kawasan industri dan perdagangan jasa serta pada bidang pangan. Infrastruktur skala besar yang menjadi fokus pembangunan Kota Malang adalah :
1) Membangun Jalan Lingkar Timur, Lingkar Barat dan Jalan Tembus a. Jalan Lingkar Barat, dengan jalur pergerakan meliputi :
1. Perempatan Institut Teknologi Nasional (ITN) – Pertigaan Sigura-gura (Poharin); 2. Pertigaan Sigura-gura (Poharin) – Gasek (batas permukiman);
3. Gasek (batas permukiman) – Karang Besuki; 4. Karang Besuki – Merjosari Sawah;
5. Merjosari Sawah – Merjosari (dekat Kantor perumahan Graha Dewata); 6. Merjosari (dekat Kantor perumahan Graha Dewata) – Genting Utara; 7. Genting Utara – Perumahan Vila Bukit Sengkaling;
8. Perumahan Vila Bukit Sengkaling – Pertigaan Mulyoagung; 9. Pertigaan Mulyoagung – Pertigaan Sengkaling.
b. Jalan Lingkar Timur dengan jalur pergerakan, meliputi : 1. Jalan Kebon Sari;
3. Jalan Gadang - Bumiayu; 4. Jalan Mayjen. Sungkono; 5. Jalan Raya Ki Ageng Gribig; 6. Jalan Terusan Ki Ageng Gribig;
7. Jalan Raya Bamban, tembus ke pertigaan Karanglo.
c. Rencana pembangunan jalan tembus, dengan jalur pergerakan meliputi :
rute jalan belakang Universitas Muhamadiyah – Jalan Saxophon – Tunggul Wulung – Jalan Candi Panggung – masuk sampai ruas Jalan Soekarno-Hatta.
2) Pembangunan Jalan Layang Kedung Kandang (Pelebaran Jalan Ki Ageng Gribig dari 8 meter menjadi 30 meter) untuk menyambut interchange Tol Malang – Pandaan dan sekaligus sebagai fokus pembangunan BWP Malang Timur dan Malang Tenggara. 3) Membangun Monorel
Pengembangan rekayasa jalur dapat diterapkan menjadi tiga macam yaitu : a) Jalur Timur
Arjosari Jalan Panji Suroso – Jl. Tumenggung Suryo- Jl. Ranugrati – Jl. Danau Toba – Jl. Ki Ageng Gribig – Jl. Mayjen Sungkono – Terminal Hamid Rusdi
b) Jalur Tengah
Arjosari Jalan A. Yani – Jl. S. Parman- Jl. Suprapto – Jl. Basuki Rahmad – Jl. Alun-alun – Jl. A. Margono – Jl. S supriadi – Jl. Kepuh – Jl. Samsuit Tubun - Terminal Hamid Rusdi
c) Jalur Barat
Arjosari Jalan A. Yani – Jl. Borobudur- Jl. Soekarno-Hatta – Jl. Candi Panggung – Jl. Saxofon – Jl. Tlogomas – Jl. MT. Haryonno – Jl. Sumbersari – Jl. Galunggung – Jl. Langsep – Jl. Mergan Lor – Jl. S. Supriadi – Jl. Kepuh – Jl. Satsuit Tubun - Terminal Hamid Rusdi
d) Dilengkapi dengan 3 sub stasiun yang berada di Tlogo Mas, Jalan Veteran (Simpangan) dan mergan (simpangan)
4) Mengembangkan kereta gantung
5) Mengembangkan Sarana dan Prasarana Transportasi Bandara
Proyek-proyek pembangunan kepariwisataan yang perlu ditinjau status perkembangan dan percepatan realisasinya, meliputi: pembangunan daya tarik wisata baru, revitalisasi kawasan pariwisata, dan fasilitas pendukung kepariwisataan. Proyek-proyek yang perlu dipercepat realisasinya meliputi:
→ Mengembangkan pusat perbenihan (seed centre) di beberapa kawasan potensial di Kota Malang.
2) Bidang Bangunan dan Pengembangan Real Estate
→ Pembangunan Malang Expo dan Pusat UMKM dan Koperasi
→ Revitalisasi Pasar Bunga dan Pasar Burung (Pasar Splindid Jalan Brawijaya-Jalan Tumapel)
3) Mengembangkan dan penataan kawasan perdagangan jasa. 4) Perumahan, dengan alternatif lokasi berada di :
→ Jalan Simpang LA Sucipto Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing
→ Kelurahan Arjowinangun, Kelurahan Buring, Kelurahan Cemorokandang, dan Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang
→ Kelurahan Mulyorejo, Kelurahan Bakalan Krajan dan Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun
5) Apartemen
6) Hotel, dengan alternatif lokasi berada di :
→ Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru → Jalan R. Panji Suroso, Kecamatan Blimbing
7) Mengembangan potensi pengembangan sektor pangan → Pengembangan pusat penelitian dan pengembangan bibit
→ Pengolahan hasil-hasil pertanian sehinga nilai ekonomi menjadi tinggi melalui pengembangan UMKM
→ Penggemukan Sapi Potong Kelurahan Ceorokandang dan Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang
→ Pengembangan Pasar Agribisnis : revitalisasi Pasar Madyopuro 8) Mengembangkan Industri
→ Industri Gas Mektan, Air Accu dan kompos di TPA Supit Urang
→ Industri Pakan Ternak (Mini Feed Fill) Kelurahan Ceorokandang, Kecamatan Kedungkandang
→ Industri Bio Ethanol
9) Mengembangkan dan penataan kawasan sentra industri, yang terdiri dari: a. Sentra industri tempe sanan
b. Sentra industri batik Malangan
c. Sentra industri kayu dan rotan Kelurahan Balearjosari dan Kelurahan Tunjungsekar d. Sentra industri keramik Dinoyo dan Betek
10) Mengembangkan Daya Tarik Wisata baru yang berbasis kebudayaan, pendidikan, citywalk, kuliner dan belanja, seperti:
→ Pengembangan Wisata Malam Malang Atas Bukit Buring
→ Pengembangan Wisata Alam Arung Jeram/ Raffting di Sungai Bango
→ Revitalisasi Taman Rekreasi Kota dan Danau Kota Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen
→ Revitalisasi Pasar Bareng Sebagai Pasar Seni
→ Citywalk mengelilingi pusat-pusat kegiatan Kota Malang serta potensi kawasan-kaswasan bersejarah
11) Pengembangan sektor ekonomi kreatif
→ Mengembangkan industri kreatif kerajinan, industri kreatif berbasis teknologi informasi, dan industri kreatif kebudayaan dan pariwisata yang meningkatkan nilai tambah kebudayaan dan pariwisata.
2.6. KONTRIBUSI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DALAM PROGRAM