• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

E. Hak dan Kewajiban Murid

2. Kewajiban Murid

Menurut Hamka, seorang murid merupakan orang yang berada dalam bimbingan gurunya, selayaknya ia memperhatikan adab atau etika dalam berhubungan dengan gurunya. Berikut adalah adab murid yang merupakan kewajiban murid sebagai berikut:

a. Tulus

Tulus merupakan keadaan hati yang bersih tanpa adanya pretensi atau prasangka apapun. Pada saat ia datang untuk belajar atau menuntut ilmu, murid tidak boleh mempunyai persepsi apapun tentang pelajaran yang akan diterimanya.

b. Sopan Santun

Sopan menginsyaratkan adanya rasa hormat dan penghargaan terhadap hal-hal yang baik. Sedangkan santun merupakan sikap yang muncul dari kehalusan budi pekerti dan penuh kasih.

62 Ibid., h.39.

63 Hamka, op. cit., h. 74.

35

c. Rajin

Rajin artinya giat, bersungguh-sungguh, dan semangat dalam mengerjakan suatu hal. Dalam hal ini berarti murid melakukan kegiatan belajar dengan giat, semngat dan bersungguh-sungguh.

d. Pantang menyerah

Pantang menyerah merupakan sikap yang dimiliki seseorang ketika menemukan hambatan dan persoalan dalam kondisi tertentu tidak menjadikannya berhenti dan mundur, malah menjadikannya sebagai tantangan dan cambuk untuk dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas dirinya. Seorang murid juga hendaknya tidak malas, mundur dan menyerah ketika menmukan kesulitan dan hambatan dalam proses pembelajaran, tapi justru menjadikannya cambuk untuk terus meningkatkan potensi dan kemampuannya.

e. Tekun

Tekun berbeda dengan rajin, tekun merupakan sikap dari kematangan emosi. Oleh karenanya orang yang tekun biasa lebih sabar dan pandai mengendalikan diri. Ia juga teliti dan sangat memperhatikan segala sesuatunya secara detail. Termasuk juga dalam konteks pembelajaran.

f. Fokus

Fokus artinya tertuju hanya pada satu titik atau satu persoalan. Orang yang fokus tidak terpengaruh dengan hal lain di luar yang sedang dihadapi. Fokus berarti tingkat konsentrasi yang tinggi terhadap suatu objek yang sedang diamati agar membuahkan hasil yang maksimal dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran, seorang murid harus fokus mengamati apa yang sedang dipelajari guna menghasilkan pemahaman yang sempurna dan mampu mengembangnnya. Proses tersebut juga melatih kemampuan murid memaksimalkan potensi yang dimilikinya.64

64 Hamka, op. cit., h. 74-76.

F. Hasil Peneltian yang Relevan

Dalam sebuah penelitian, diperlukan hasil-hasil penelitian yang relevan untuk mendukung serta memperkuat pentingnya penelitian yang dilakukan.

Penulis telah menelaah beberapa kajian atau hasil penelitian yang terkait dengan judul “Relasi Guru dan Murid Perspektif Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid” yaitu sebagai berikut:

1. Jurnal Kodifikasia, Vol. 9, No. 1, “Relasi Guru Dan Murid (Pemikiran Ibnu ‘Athaillah Dalam Tinjauan Kapitalisme Pendidikan)” oleh Muhamad Nurdin, Muhammad Harir Muzakki, dan Sutoyo, dosen STAIN Ponorogo, 2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan Ibnu ‘Athaillah tentang relasi guru-murid secara khusus dan hakekat pendidikan secara umum perlu direvitalisasi di masa sekarang, karena kapitalisme pendidikan dalam beberapa segi telah menghilangkan spirit ruhaniah dalam pendidikan dan justru mendukung proses-proses yang mengarah kepada dehumanisasi

Jurnal ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian penulis. Persamaannya adalah sama-sama meneliti tentang relasi guru dan murid. Sedangkan perbedaannya, jurnal tersebut menganalisis pemikiran tokoh Ibnu ‘Athaillah, sedangkan penulis menganalisis pemikiran Habib Abdullah bin Alawi al-Hadad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid.

2. Tesis “Relasi Guru Dengan Murid Perspektif Kh. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim” oleh Dewi Hamalatin Ni’mah, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2019.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Hasyim Asy’ari menekanan pada perbaikan moral spiritual melalui suri tauladan dari guru dengan menanamkan pada anak didik nilai-nilai moral dengan menekankan sikap hormat dan menjauhkan diri dari hawa nafsu serta menyadarkan bahwa pendidik dan peserta didik harus selalu bertaut pada Allah SWT dalam setiap aktifitas belajar mengajar. Dimana prinsip-prinsip itu penting untuk diterapkan dalam pendidikan saat ini ditengah kemajuan teknologi dan informasi saat ini.

37

Tesis ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian penulis. Persamaannya adalah sama-sama meneliti tentang relasi guru dan murid. Sedangkan perbedaannya, tesis tersebut menganalisis pemikiran tokoh Kh. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim, sedangkan penulis menganalisis pemikiran Habib Abdullah bin Alawi al-Hadad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid.

3. Skripsi “Konsep dan Nilai-nilai Pendidikan Karakter Perspektif Al-habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Dalam Kitab Risalah Adab Sulukil Murid”

oleh M. Iqbal Dayyani Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2020. Hasil peneltian ini menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid adalah tasawuf akhlaqi.

Sedangkan konsep pendidikan karakter menurut Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad adalah hak dan kewajiban peserta didik serta syarat dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik. Adapun nilai-nilai karakter dalam kitab tersebut antara lain: religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau cinta tanah air, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Skripsi ini memiliki persamaan dengan penelitian penulis ialah sama-sama menganalisis pemikirian Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid. Adapun perbedaannya, skripsi tersebut menganalisis konsep dan nilai-nilai pendidikan karakter, sedangkan penulis menganalisis relasi guru dan murid.

4. Skripsi “Konsep Pendidikan Tasawuf Menurut Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad (Studi Analisis Kitab Nashoihud Diniyyah)” oleh Muhammad Sya’roni. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tasawwuf yang ada dalam kitab Nashoihud Diniyyah karya Al-Habib Abdullah bin Alwi bin

Muhammad Al-Haddad menunjukkan bahwa tasawwuf adalah penjelmaan dari ihsan. Dalam penafsirannya tasawwuf mempunyai tiga aspek yaitu:

tasawwuf akhlaki, tasawwuf amali, dan tasawwuf tauhid. Adapun tasawwuf tersebut sangat dibutuhkan sebagai pedoman masyarakat saat ini yang belum mencerminkan perilaku akhlak tasawwuf yang sesuai dengan tuntunan, menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Dalam mencapai akhlak yang mulia baik di sisi Allah, manusia harus berusaha melelui dua aspek yaitu: Aspek perbuatan yang dilakukan oleh bathin (jiwa) yang berupa penyucian hati. Dan Aspek perbuatan yang dilakukan oleh dhohir (anggota tubuh) yang berupa budi pekerti yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadits. Konsep pendidikan tasawwuf dalam kitab Nashoihud Diniyyah bisa dibilang praktis dan berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Hadits. Yang dari setiap uraiannya disertakan dasar-dasar (dalil-dalilnya).

Dengan demikian, memberikan motivasi untuk melaksanakan kebaikan baik itu dihadapan manusia maupun dihadapan Allah.

Persamaan dalam skripsi ini yakni sama-sama menganalisis pemikiran habib Abdullah bin Alawi al-Haddad. Adapun perbedaannya, skripsi ini menganalisis tentang konsep pendidikan tasawuf dalam kitab Nashoihud Diniyyah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, sedangkan penulis meneliti tentang relasi guru dan murid menurut Abdullah bin Alwi al-Haddad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid.

5. Skripsi “Studi Komparasi Pemikiran Al-Zarnuji dan KH Hasyim Asy’ari tentang Relasi Guru dan Murid dalam Konteks Pembelajaran” oleh Syamsiatun Rofi’ah. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, 2018. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang relasi guru dan murid dalam konteks pembelajaran menurut al-Zarnuji, bagaimana relasi guru dan murid dalam konteks pembelajaran menurut KH. Hasyim Asy’ari dan bagaimana persamaan dan perbedaan relasi guru dan murid dalam konteks pembelajaran menurut al-Zarnuji dan KH. Hasyim Asy’ari.

39

Skripsi ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian penulis. Persamaannya ialah sama-sama meneliti tentang relasi guru dan murid. Sedangkan perbedaannya, skripsi ini menganalisis pemikiran tokoh al-Zarnuji dan KH. Hasyim Asy’ari, sedangkan penulis menganalisis pemikiran Habib Abdullah bin Alawi al-Hadad dalam kitab Risalah Adab Sulukil Murid.