• Tidak ada hasil yang ditemukan

KIMIA DASAR PADA PENDIDIKAN FISIKA 1 Oleh:

La Rudi2

Abstrak. Telah dilakukan penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matakuliah Kimia Dasar pada program studi pendidikan fisika FKIP Unhalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kimia Dasar. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2012-2013 pada program studi pendidikan Fisika Konsentrasi keteknikan jurusan P.MIPA FKIP Unhalu.

Teknik pelaksanaan penelitian ini dilaksankan dengan dua sesi atau dengan memvaiasikan model pembelajaran yang dilakukan. Pada 3 kali pertemuan pertama dilaksanakan dengan model pembelajaran biasa (pembelajaran berpusat pada dosen) sebagai kelas kontrol dan 3 kali pertemuan selanjutnya dengan menerapkan model pembelajaran kooperaif tipe two stay two stray.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Kimia Dasar, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya rata-rata aktivitas siswa setiap kelompok dari pertemuan pertama hingga pada pertemuan ketiga.

Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen pada pre-test sebesar 55 dengan nilai minimum 26 dan nilai maksimum 52. Sedangkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol pada pre-test sebesar 60 dengan nilai minimum 25 dan nilai maksimum 60. Selanjutnya, rata-rata hasil belajar kelas eksperimen pada post-test sebesar 75.57 dengan nilai minimum 57 dan nilai maksimum 89. sedangkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol pada post-test sebesar 69.78 dengan nilai minimum 50 dan nilai maksimum 90.

Kata Kunci: Hasil belajar Kimia,Aktivitas belajar Kimia dasar, two stay two stray

1 Ringkasan hasil penelitian

2 Dosen Pendidikan Kimia FKIP Unhalu LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan, manusia berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya, mengubah tingkah laku ke arah yang lebih baik dan dapat mencetak manusia menjadi sumber daya manusia yang handal dan terampil di bidangnya. Didalam dunia pendidikan, antara belajar dan mengajar tidak dapat dipisahkan.

Matakuliah Kimia Dasar adalah ilmu yang berkenaan dengan konsep abstrak dan perhitungan perhitungan yang membutuhkan keterkaitan pemahaman secara bertahap antara pemahaman konsep dan rumus-rumus kimia. Hal ini biasanya menjadi kendala dalam

pembelajaran bagi mahasiswa yang memprogramkan kimia dasar I, khususnya program studi selain program studi/jurusan Kimia. Berdasarkan pengalaman penulis selama mengajar kimia dasar pada program- program studi pendidikan Kimia, ditemukan banyak kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalm memahami materi-materi kimia dasar. Kendala utama yang dihadapi oleh mahasiswa adalah mahasiswa sulit memahami rumus- rumus dan perhitungan kimia yang diakibatkan oleh tingkat pemahaman mereka terhadap rumus-rumus dan perhitungan kimia.

Berdasarkan hasil analisa hasil ujian kimia dasar mahasiswa diperoleh, nilai rata-rata ketuntasan hasil belajar matakuliah Kimia

dasar I pada program studi Pendidikan Fisika tahun ajaran 2010/2011 dan 2011/2012, diperoleh bahwa rata-rata ketuntasan belajar sebesar 68 untuk tahun 2010 dan 75 untuk tahun ajaran 2011. Jika diiterpolasi kedalam perumusan nilai kelulusan sesuai standar penilaian yang belaku di Unhalu (standar SIAKAD), maka rata-rata kelulusan mahasiswa adalah ā€œCā€.

Berdasarkan identifikasi dan kuisioner yang diberikan kepada mahasiswa, ditemukan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap kimia adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa sulit memahami kimia karena mereka susah menghafal dan memahami rumus-rumus kimia

2. Materi yang diajarkan sering dilupa cara- cara perhitungannya

3. Selama proses perkuliahan, mahasiswa banyak yang tidak aktif dalam menjawab soal-soal yang diberikan, dimana kebanyakan sebagai pendengar dan menyontek hasil pekerjaan temanya.

Oleh karena itu, perlu diupayakan model pembelajaran yang efektif dan efisien, sebagai alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dalam memahami konsep Kimia agar hasil belajar mahasiswa dapat meningkat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar Kimia dan meningkatkan mutu pendidikan diantaranya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang baru dan bervariasi sehingga mahasiswa terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan. Model pembelajaran biasanya dijadikan sebagai parameter untuk melihat sejauh mana mahasiswa dapat menerima dan menerapkan materi yang disampaikan oleh dosen dengan mudah dan menyenangkan terhadap model yang diterapkan tersebut. Oleh sebab itu, diharapkan dosen dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa khususnya pada pembelajaran Kimia dengan menggunakan berbagai macam model pembelajaran yang berkembang saat ini.

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Kimia diantaranya adalah model

pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, dimana model ini lebih mengaktifkan mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan pembentukan kelompok terdiri dari 4 orang kemudian memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil serta informasi pada kelompok lain.

Penerapan model pembelajaran yang bervariasi akan mengatasi kejenuhan mahasiswa sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar mahasiswa. Kegiatan belajar dipandang sebagai kegiatan komunikasi antara mahasiswa dan guru. Kegiatan komunikasi ini tidak akan tercapai apabila mahasiswa tidak dapat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya keaktifan mahasiswa dalam proses belajar mengajar kemungkinan besar hasil belajar yang dicapai akan memuaskan.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul: ā€œPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matakuliah Kimia Dasar pada Pendidikan Fisika

Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar Kimia Dasar I mahasiswa pendidikan Fisika angkatan 2012 konsentrasi keteknikan yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray.

2. Untuk mendeskripsikan hasil belajar Kimia Dasar I mahasiswa pendidikan Fisika yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;

1. Untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray matakuliah kimia dasar pada mahaiswa pendidikan Fisika

2. Sebagai bahan masukan bagi pengajar Kimia Dasar dalam upaya peningkatan aktivitas dan mutu kemampuan mahasiswa khususnya mata pelajaran Kimia Dasar I.

STUDI PUSTAKA