• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

AND CONTINGENCIES (continued)

Uang Muka Pembelian Tanah (lanjutan) Advances for Land Acquisitions (continued)

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2016, telah terjadi penyelesaian atas sebagian uang muka melalui penyerahan aset senilai Rp25.057 (2015: Rp25.057 dan 2014: Rp25.057) dan penyelesaian secara tunai sebesar Rp51.481 (2015: Rp51.481 dan 2014: Rp48.981). Saldo uang muka pada tanggal 31 Desember 2016, yang disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tidak Lancar - Aset Tidak Lancar Lainnya”, adalah sebesar Rp14.713 (2015: Rp14.713 dan 2014: Rp17.213) Manajemen berkeyakinan bahwa nilai tercatat uang muka tersebut dapat dipulihkan sepenuhnya.

Up to December 31, 2016, a portion of the said advances were settled through the transfer of land valued at Rp25,057 (2015: Rp25,057 and 2014: Rp25,057) and cash payment settlement amounting to Rp51,481 (2015: Rp51,481 and 2014: Rp48,981). As of December 31, 2016, the outstanding advances, which was presented as part of “Non-current Assets - Other Non-current Assets”, amounting to Rp14,713 (2015: Rp14,713 and 2014: Rp17,213). The management believes that the carrying amount of the advance is fully recoverable.

Selanjutnya pada bulan Februari 2017, LSIP

menerima penyelesaian kas sebesar Rp14.713. Subsequently in February 2017, LSIP received cash settlement amounting to Rp14,713.

Perjanjian lisensi License Agreement

NICI memiliki perjanjian lisensi merek dengan Nestle S.A. dimana NICI mendapatkan lisensi secara non- exclusive untuk menggunakan merek “Maggi” untuk produk-produk kuliner yang diproduksi, baik langsung maupun tidak langsung, oleh NICI di Indonesia, untuk jangka waktu yang tidak terbatas selama Nestle S.A. tetap merupakan pemegang saham NICI. Sebagai kompensasi, NICI dikenakan royalti sebesar persentase tertentu yang disepakati dari penjualan netonya.

NICI has a license trademark agreement with Nestle S.A. whereby NICI is granted with a non-exclusive license for the “Maggi” trademark for culinary products produced directly or indirectly by NICI in Indonesia, for an indefinite term as long as Nestle S.A. is a shareholder of NICI. As compensation, NICI is charged with royalty fee at a certain agreed percentage of its net sales.

Perjanjian pemasokan Supply Agreement

IDLK memiliki perjanjian pemasokan dengan Amberston dimana Amberston menyediakan bahan baku antara lain berupa skimmed milk powder dan butter milk powder dengan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak. Perjanjian tersebut telah diperbaharui dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.

IDLK has a supply agreement with Amberston whereby Amberston agreed to provide raw materials to IDLK, among others, skimmed milk powder and butter milk powder, at the prices agreed by both parties. The said agreement has been renewed and will expire on December 31, 2017.

Pengembangan Perkebunan Plasma Development of Plasma Plantations

Entitas Anak tertentu memiliki perjanjian pengembangan perkebunan plasma dengan beberapa KUD yang mewadahi petani plasma. Lihat Catatan 37 untuk rincian perjanjian tersebut.

Certain Subsidiaries have plasma plantations development agreement with several KUD representing the plasma farmers. See Note 37 for the details of the said agreement.

(lanjutan)

Perjanjian Konsultasi Manajemen Kelompok Usaha ICBP

Management Consultant Agreement of ICBP Group

IDLK memiliki perjanjian manajemen dengan PT Marison Nauli Ventura (MNV), dimana MNV memberikan kepada IDLK nasehat, pendapat, petunjuk, konsultasi dan informasi yang berkaitan

dengan kegiatan usaha, khususnya yang

berhubungan dengan sumber daya manusia dan manajemen. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu satu tahun dan akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu yang sama, kecuali apabila salah satu pihak menyatakan secara tertulis untuk mengakhiri perjanjian tersebut. Kompensasi yang dibayarkan kepada MNV disajikan sebagai bagian dari “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

IDLK has a management agreement with PT Marison Nauli Ventura (MNV), whereby MNV provides to IDLK business advice, suggestion, guidance, consultation and information relevant to operational activities, especially those related with human resources and management. This agreement is valid for a one-year period and shall be automatically renewed for the same period, unless terminated by either party in writing. Compensation paid to MNV is presented as part of “General and Administrative Expenses” in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

Program Euro Medium Term Note Euro Medium Term Note Programme

Pada tanggal 30 September 2013, IFAR telah membuat program Euro Medium Term Note sebesar SGD500.000.000 (“Program”). Melalui Program tersebut, IFAR dari waktu ke waktu dapat menerbitkan notes (“Notes”) secara berseri atau tranches. Masing-masing seri atau tranche dari Notes dapat diterbitkan dalam berbagai mata uang, dalam berbagai jumlah dan tenor, dan dapat dikenakan bunga tetap, floating, variabel atau hybrid rates yang nantinya akan disepakati antara IFAR dengan dealer yang bersangkutan.

On September 30, 2013, IFAR has established a SGD500,000,000 Euro Medium Term Note programme (“Programme”). Under the Programme, IFAR may from time to time issue notes (“Notes”) in series or tranches. Each series or tranche of Notes may be issued in any currency, in various amounts and tenors, and may bear interest at a fixed, floating, variable or hybrid rates, as agreed between IFAR and the relevant dealer.

Dana yang diperoleh dari penerbitan Notes akan digunakan oleh IFAR sebagai modal kerja atau keperluan perusahaan lainnya dari IFAR dan Entitas Anak.

The net proceeds from the issue of the Notes under the Programme will be used by IFAR for working capital or generate corporate purposes of IFAR and its Subsidiaries.

Persetujuan prinsip atas Program tersebut telah diperoleh dari Singapore Exchange Securities Trading Limited (“SGX-ST”) dan permohonan pencatatan Notes di SGX-ST akan dilakukan pada saat penerbitan setiap Notes. Pencatatan Notes baru berlaku apabila Notes yang bersangkutan telah masuk ke dalam Official List SGX-ST.

Approval in principle has been received from the Singapore Exchange Securities Trading Limited (“SGX-ST”) for the establishment of the Programme and application will be made for the listing and quotation of Notes which will be agreed at the time of issue thereof to be listed on the SGX-ST.

KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

AND CONTINGENCIES (continued)

Exclusive Bottling Agreement Exclusive Bottling Agreement

Pada saat penyelesaian transaksi akuisisi PCIB oleh AIBM dan IASB tanggal 12 September 2013, melalui Exclusive Bottling Agreement, IASB diberikan hak oleh PepsiCo, Inc. (PepsiCo) dan perusahaan afiliasinya, untuk memproduksi, menjual dan mendistribusikan secara ekslusif produk minuman non-alkohol dengan menggunakan merek-merek milik PepsiCo di wilayah Indonesia.

At the closing of the acquisition transaction of PCIB by AIBM and IASB dated September 12, 2013, under Exclusive Bottling Agreement, IASB is granted by PepsiCo, Inc. (PepsiCo) and its affiliated company, an exclusive right to produce, sell and distribute non-alcohol beverages products under PepsiCo’s brand in Indonesia.

Perjanjian tersebut akan berakhir dalam jangka

waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal efektif. This agreement shall expire 5 (five) years from the effective date.

Pada tanggal 1 Oktober 2013, IASB

menandatangani perjanjian produksi dengan PCIB, dimana PCIB memproduksi dan mengemas produk minuman dalam botol sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam kontrak dan IASB membeli produk-produk minuman dari waktu ke waktu dari PCIB pada harga yang tercantum dalam kontrak tersebut.

On October 1, 2013, IASB signed a manufacturing agreement with PCIB, whereby PCIB produces and bottles the beverage products under the condition stipulated in the agreement and IASB purchases the beverage products from time to time from PCIB at prices stipulated in the said contract.

IASB IASB

IASB memiliki perjanjian supply dengan

PT Calpis Indonesia (CI) untuk memasok dan mendistribusikan secara ekslusif produk minuman “Calpico” kepada CI. CI setuju bahwa IASB akan menunjuk sub-kontraktor lain untuk menjalankan kewajiban yang sama dengan IASB. Sebagaimana diatur dalam perjanjian tersebut, dalam hal ini, IASB telah menunjuk PCIB dan AIBM sebagai sub- kontraktor. Sebagai kompensasi, CI akan dikenakan beban tooling oleh IASB dengan persentase tertentu dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan Operasi Lain” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan kedua belah pihak.

IASB has a supply agreement with PT Calpis Indonesia (CI) to supply and distribute beverage product “Calpico”, exclusively to CI. CI agreed that IASB may appoint any other sub-contractor to undertake the same obligation as IASB. As stipulated in the said agreement, IASB appointed PCIB and AIBM as its sub-contractor. As a compensation, CI was charged with a tooling fee at a certain percentage by IASB. The said tooling fee is presented as part of “Other Operating Income” in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. The said agreement will expire on June 30, 2017 and can be extended, subject to the agreement of both parties.

ICBP ICBP