• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kompetensi PPL

Dalam dokumen I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 114-119)

VII IMPLEMENTASI SI KATAM TERPADU

(%) Setelah PPL menyampaikan informasi SI Katam 73.97

5. Tahap konfirmasi

7.2 Perilaku dan permasalahan yang dihadapi PPL dalam mendukung implementasi SI Katam Terpadu

7.2.1 Kompetensi PPL

Kompetensi merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan (Anwas 2011). Penyuluh sebagai agen pemerintah di lapangan perlu ditingkatkan kompetensinya sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Penilaian kompetensi PPL dalam penelitian ini hanya ditekankan pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap PPL dalam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu. Pengetahuan tentang pertanian bagi PPL sudah menjadi dasar yang harus dikuasai agar permasalahan di lapangan dapat diberikan solusi dengan cepat. Persentase pengetahuan dan

115 penguasaan PPL terhadap rekomendasi SI Katam Terpadu disajikan pada Gambar 30.

Gambar 30 Persentase pengetahuan dan penguasaan PPL terhadap teknologi SI Katam Terpadu berdasarkan persepsi petani Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (54 persen) menilai PPL sangat menguasai dan mengetahui tentang SI Katam Terpadu. Sejumlah 37 persen responden menyatakan bahwa PPL sudah menguasai tentang SI Katam Terpadu dan hanya sebagian kecil responden (3 persen) yang menyatakan PPL tidak menguasai materi SI Katam Terpadu. Berdasarkan hasil survei tersebut, secara umum pengetahuan dan penguasaan PPL terhadap SI Katam Terpadu sudah baik bahkan sangat baik. Hasil wawancara dengan responden yaitu adanya anggapan bahwa PPL merupakan sumber ilmu di bidang pertanian dan tempat menyampaikan permasalahan pertanian di lapangan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Adesiji et al. (2010) yang mengemukakan bahwa petani di daerah Ogun, Nigeria sebagian besar sering berkomunikasi dengan penyuluh untuk mendapatkan informasi dan solusi permasalahan yang terjadi di lapangan. Sebagian besar petani menilai bahwa penyuluh yang terdapat di wilayahnya sudah bagus dalam penguasaan materi penyuluhan yang terkait dengan pertanian dari mulai budidaya sampai dengan penanganan pascapanen. Dalam kasus pemanfaatan SI Katam Terpadu, sebagian besar responden memberikan penilaian bahwa PPL sudah menguasai penggunaan alat komunikasi HP baik yang model biasa maupun yang bisa online (smartphone). Dengan penguasaan alat komunikasi tersebut, responden menganggap para PPL dapat mengoperasikan dan menguasai aplikasi SI Katam Terpadu sebagai metode mengantisipasi perubahan iklim. Secara umum hal ini karena PPL sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang kuat tentang konsep ilmu dasar perubahan iklim global (Wang et al. 2019). Selain itu, responden mengemukakan bahwa PPL juga mengetahui dan menguasai rekomendasi yang terdapat pada SI Katam Terpadu. Responden yang menyatakan bahwa PPL tidak menguasai materi SI Katam Terpadu dikarenakan mereka merasa kurang puas terhadap jawaban PPL pada pertanyaan yang disampaikan oleh petani. Contohnya yaitu pada saat petani menanyakan ketersediaan alsintan yang kurang mencukupi di suatu

Tidak menjawab 6% Tidak menguasai 3% Menguasai 37% Sangat menguasai 54%

116

wilayah, PPL tidak memberikan respon yang meyakinkan mereka karena PPL masih belum yakin ketersediaan alsintan sudah mencukupi di wilayah tersebut. Sedangkan responden yang tidak menjawab (6 persen) merasa sudah lupa dengan kegiatan penyuluhan SI Katam Terpadu yang dilakukan oleh PPL dan Sebagian dari mereka lebih cenderung acuh terhadap PPL.

Tingkat kompetensi PPL juga dapat dilihat dari sudut pandang keterampilan PPL. Keterampilan merupakan kemampuan PPL dalam menjalankan beberapa tugas terutama dalam mengaplikasikan SI Katam Terpadu. Tingkat keterampilan PPL terhadap SI Katam Terpadu dapat dilihat pada Gambar 31.

Gambar 31 Persentase keterampilan PPL terhadap aplikasi SI Katam Terpadu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 71.58 persen responden menyatakan PPL yang bertugas di wilayahnya sudah sangat terampil dalam menggunakan alat komunikasi elektronik berbasis TI dan mengoperasikan aplikasi SI Katam Terpadu. Beberapa responden (18.15 persen) menyatakan bahwa PPL sudah terampil dalam mengaplikasikan SI Katam Terpadu dan hanya 5.48 persen responden yang menyatakan PPL tidak terampil. Sedangkan responden yang tidak menjawab sebesar 4.79 persen. Dengan demikian, secara umum PPL yang mendampingi petani dalam implementasi SI Katam Terpadu sudah sangat terampil dan terampil mengoperasikan aplikasi teknologi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, responden menyampaikan bahwa hampir semua PPL di daerah sudah mempunyai dan menggunakan HP yang berinternet atau jenis android serta terampil dalam mencari informasi yang terkait dengan pertanian. Hal ini dikuatkan dengan hasil penelitian Listiana et al. (2019) yang menyatakan bahwa hampir semua PPL memiliki perangkat komunikasi yang terhubung dengan internet dan aplikasi berbasis internet. PPL juga mampu mencari solusi permasalahan di lapangan dengan menggunakan HP. Dengan demikian responden menganggap PPL juga sudah mahir mengaplikasikan SI Katam Terpadu. Hal ini relevan dengan hasil penelitian Tata dan McNamara (2018) yang mengemukakan bahwa jumlah petugas penyuluh yang menggunakan alat teknologi informasi dan komunikasi untuk penyuluhan semakin meningkat. Namun demikian terdapat beberapa responden yang

0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 Tidak menjawab Tidak terampil Terampil Sangat terampil 4,79 5.48 18.15 71.58 Juml ah re sponden (% )

117 mengemukakan bahwa PPL kurang terampil dalam mengaplikasikan SI Katam Terpadu karena pada saat melakukan sosialisasi dan mempraktekkan SI Katam Terpadu kondisi jaringan internet tidak lancar sehingga akses ke aplikasi SI Katam Terpadu terhambat. Sementara petani yang tidak menjawab dikarenakan mereka kurang focus dalam mengikuti bimtek penggunaan aplikasi SI Katam Terpadu dan sebagian responden lagi menyatakan sudah lupa dengan kegiatan SI Katam Terpadu.

Penilaian kompetensi PPL juga dapat dilihat dari sikap PPL dalam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada para petani. Sikap merupakan suatu keadaan mental di dalam jiwa dan diri seseorang individu untuk bereaksi terhadap lingkungannya baik masyarakat, alam, maupun fisiknya (Koentjaraningrat 2004). Penilaian sikap PPL dalam mendiseminasikan SI Katam Terpadu menurut perspektif petani dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12 Perspektif petani terhadap sikap PPL dalam mendiseminasikan SI Katam Terpadu

Jenis rekomendasi SI Katam Terpadu

Sikap PPL dalam diseminasi SI Katam (%) Tidak menjawab Tidak baik Baik Sangat Baik Waktu tanam 5.48 1.71 37.33 55.48

Alat dan mesin pertanian 9.93 3.08 28.77 58.22

Pemupukan 9.25 0.68 28.42 61.64

Varietas 9.93 0.68 27.74 61.64

Organisme pengganggu tanaman

9.59 1.03 27.74 61.64

Hasil survei pada Tabel 12 menunjukkan bahwa berkisar antara 55.48 persen sampai dengan 61.64 persen responden menilai bahwa PPL yang bertugas di wilayahnya mempunyai sikap yang sangat baik dan sebanyak 27.74 persen sampai dengan 37.33 persen responden menyatakan bahwa PPL sudah baik dalam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu. Hanya 0.68 persen sampai dengan 3.08 persen responden yang menyatakan sikap PPL tidak baik. Kemudian responden yang tidak menjawab sebesar 5.48 persen sampai 9.93 persen. Berdasarkan data tersebut mengindikasikan bahwa sikap PPL dalam mendiseminasikan SI Katam Terpadu sudah sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa PPL sudah menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada petani dengan baik. Menurut responden, dalam setiap pertemuan rutin yang dilakukan Poktan, rata-rata PPL selalu hadir dalam pertemuan yang dilakukan pada waktu siang maupun malam hari. PPL selalu mendampingi petani dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di lapagan. Selain itu, PPL juga bersikap ramah dan sopan dalam berkomunikasi dengan responden. Hasil penelitian Permana et al. (2016); Ali et al. (2018) menyatakan bahwa persepsi petani terhadap sikap dan kemampuan PPL berada pada kategori sangat baik. PPL memiliki sikap yang sangat ramah dan komunikatif kepada semua petani. Tiraieyari et al.

118

(2013) menyatakan bahwa sikap dan persepsi PPL terhadap teknologi berpengaruh terhadap transfer teknologi yang dilakukan penyuluh. Sikap dan persepsi PPL yang baik akan meningkatkan transfer teknologi kepada pengguna. Sedangkan pernyataan responden terhadap sikap PPL yang tidak baik dikarenakan sebagian kecil dari PPL jarang melakukan penyuluhan dan menghadiri pertemuan rutin. Selanjutnya sebagian responden yang memilih tidak menjawab disebabkan mereka merasa tidak bisa dan tidak enak menilai orang lain. Selain itu juga sebagian dari mereka sudah tidak ingat lagi kegiatan penyuluhan SI Katam Terpadu.

Kompetensi PPL dapat dilihat dari kinerjanya secara menyeluruh. Kinerja PPL dalam memberikan penyuluhan kepada petani dapat dinilai melalui persepsi petani. Dalam kasus diseminasi inovasi teknologi SI Katam Terpadu, gambaran persepsi petani terhadap kinerja PPL dapat dilihat pada Gambar 32.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (53.42 persen) responden menyatakan kinerja PPL sangat baik dan 42.81 persen responden menyatakan baik. Sejumlah 2.40 persen responden yang menyatakan kinerja PPL kurang baik. Hal ini menggambarkan bahwa secara umum kinerja PPL dalam menyampaikan SI Katam Terpadu ke petani sudah sangat baik. Responden mengemukakan bahwa respon PPL terhadap permasalahan di lapangan sudah cepat dan tanggap serta adanya penguasaan berbagai bidang pertanian yang baik. Selain itu PPL juga menguasai teknologi informasi yang semakin hari semakin berkembang serta adanya sikap PPL terhadap responden yang baik. Kondisi ini sesuai dengan yang disampaikan Daulay et al. (2014) bahwa persepsi petani terhadap kinerja dan kompetensi penyuluh pertanian sudah baik. Tingkat kompetensi PPL yang baik akan berpengaruh pada respon sikap petani yang positif dan diharapkan dapat mengadopsi teknologi yang disampaikan kepada petani. Responden yang menyatakan bahwa kinerja PPL kurang baik dikarenakan terdapat sebagian kecil dari PPL yang kurang intensif dalam melakukan penyuluhan ke petani dan tidak memberikan informasi yang lengkap tentang SI Katam Terpadu. Kemudian bagi responden yang tidak menjawab yaitu sebesar 1.37 persen disebabkan

Gambar 32 Kinerja PPL dalam persepsi responden 0,00 20,00 40,00 60,00 Tidak menjawab Kurang baik Baik Sangat baik 1.37 2.40 42.81 53.42 Ju m lah r esp on d en (% )

119 mereka sudah lupa dengan kegiatan SI Katam Terpadu dan sebagian dari mereka tidak mau memberikan penilaian kepada orang lain.

Dalam dokumen I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 114-119)