• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model komunikasi SI Katam Terpadu di tingkat PPL

Dalam dokumen I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 150-154)

VIII PENGEMBANGAN MODEL KOMUNIKASI INOVASI DALAM PENERAPAN SI KATAM TERPADU

2. Hambatan petani dalam implementasi SI Katam Terpadu

8.3.4 Model komunikasi SI Katam Terpadu di tingkat PPL

Sumber informasi SI Katam Terpadu yang diperoleh PPL berasal dari TGT Katam dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Pada tingkat ini, komunikasi inovasi SI Katam Terpadu dilakukan dari TGT Katam Terpadu kepada PPL. Sejumlah 47.71 persen responden mengemukakan bahwa TGT Katam memberikan informasi SI Katam Terpadu kepada PPL. Kemudian 35.78 persen PPL menyatakan bahwa mereka mendapatkan informasi SI Katam Terpadu dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Hal ini dikarenakan TGT Katam Terpadu juga memberikan informasi kepada Dinas Pertanian

151 Kabupaten/Kota sehingga Dinas Pertanian Kabupaten/Kota meneruskan informasi SI Katam Terpadu kepada BPP/PPL. Model komunikasi yang terjadi pada tingkat PPL dapat dilihat pada Gambar 46.

Gambar 46 Model komunikasi SI Katam Terpadu di tingkat PPL Pada Gambar 46 terlihat bahwa pesan SI Katam Terpadu yang disampaikan oleh TGT Katam Terpadu kepada PPL sudah lengkap. TGT Katam Terpadu menyampaikan informasi tersebut secara menyeluruh agar PPL dapat memahami SI Katam Terpadu secara utuh. Informasi yang disampaikan yaitu terkait dengan penentuan waktu tanam, penggunaan varietas yang sesuai dengan wilayah tertentu, pemberian pupuk berimbang yang disesuaikan dengan kondisi lahan, pemanfaatan alsintan yang dapat mempercepat dan memperlancar proses usahatani, dan prediksi serangan hama penyakit yang akan menyerang tanaman. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan PPL di daerah Sambung Makmur, Kalimantan Selatan yang menyatakan bahwa:

“saya dapat sosialisasi dari BPTP 2 tahun yang lalu….dan materi yang disampaikan lengkap…”.

Demikian juga PPL di wilayah Stabat, Sumatera Utara yang menyampaikan bahwa:

“BPP mendapat Katam dari BPTP pada saat pertemuan posko…dan materinya disampaikan semua…”.

Sedangkan PPL di Wilayah Gunungkidul menyatakan “Kita itu berbasis pada semua apa yang disampaikan oleh BPTP terkait Katam…BPTP menyampaikan Katam ya…lengkap…”.

Penyampaian informasi SI Katam Terpadu dari TGT Katam Terpadu kepada PPL dilakukan melalui kelompok dan tatap muka. TGT Katam Terpadu mengundang PPL untuk diberikan sosialisasi SI Katam Terpadu.

TGT Katam Rekomendasi PPL SI Katam Terpadu: - Waktu tanam - Varietas - Pupuk - Alsintan - OPT • Komunikasi Kelompok • Media tatap muka

- Perlu ditambahkan informasi pemasaran hasil dan harga - SI Katam Terpadu menarik - SI Katam sesuai dengan kebutuhan petani Hambatan TGT Katam dan PPL: • Kurangnya modal petani • Banyaknya beban tugas PPL • Sinyal jaringan internet yang lemah • Adanya program

152

Media komunikasi yang digunakan TGT Katam Terpadu untuk menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada PPL dapat dilihat pada Gambar 47.

Gambar 47 Media komunikasi TGT Katam Terpadu dalam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada PPL Hasil survei yang terlihat pada Gambar 47 menunjukkan bahwa 65.14 persen responden menyatakan TGT Katam Terpadu melakukan sosialisasi SI Katam Terpadu dengan cara tatap muka dan kelompok. Cara ini dilakukan agar PPL dapat mengetahui, mengerti, dan memahami SI Katam Terpadu secara menyeluruh. Melalui tatap muka dengan kelompok PPL, TGT Katam Terpadu dapat menjelaskan dengan sejelas-jelasnya dan PPL dapat merespon langsung apa yang belum dimengerti. Selain itu, penyampaian informasi SI Katam Terpadu juga dilakukan secara tercetak melalui brosur, leaflet, poster, dan printout hasil rekomendasi SI Katam Terpadu. Hal ini sebagaimana yang disampaikan beberapa PPL dalam wawancara di Kalimantan Selatan yaitu:

“BPTP menyampaikannya materi dengan LCD dan membagikan leaflet, poster…penyampaian materi sesuai itu…”.

Sedangkan responden yang menyatakan media komunikasi TGT Katam Terpadu kepada PPL dilakukan melalui cara lainnya yaitu 14.68 persen. Media lainnya menurut responden antara lain kombinasi antara tatap muka dengan tercetak maupun tatap muka dengan video. Hal ini dikemukakan oleh PPL di wilayah Sambung Makmur, Kalimantan Selatan yang menyatakan bahwa:

“penyampaian SI Katam dengan printout dan disampaikan dengan tatap muka…jadi petani pegang printout terus saya jelasin…”.

Aplikasi dan rekomendasi SI Katam Terpadu sudah dapat diakses oleh PPL yang selanjutnya disampaikan kepada petani. Namun demikian masih banyak kendala atau hambatan yang terjadi dalam mengimplementasi SI Katam Terpadu. Sebagian PPL menyatakan bahwa hambatan dalam mengimplementasikan SI Katam Terpadu oleh petani yaitu PPL merasa

8,26 65,14 10,09 1,83 14,68 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 Tidak menjawab Tatap muka dan kelompok Tercetak Elektronik Video Lainnya Jum lah res ponden (% )

153 beban tugas yang diberikan semakin berat. Hal ini dirasakan oleh sebagian PPL seperti yang disampaikan PPL di wilayah Kalimantan Selatan sebagai berikut:

“Penyuluhan berat banget bagi saya karena harus merubah sikap….kemudian juga tugas mengawal LTT yang setiap hari harus melapor…”.

Hambatan lain yaitu sinyal jaringan internet yang lambat bahkan sering tidak ada sinyal di lapangan. PPL di wilayah Kalimantan Selatan mengemukakan bahwa hambatan lain dalam mengimplementasikan SI Katam Terpadu yaitu jaringan internet yang lambat. Masalah ini sering dikeluhkan oleh PPL yang mempunyai lokasi wilayah binaannya jauh dari pusat kota seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi.

Sedangkan hambatan yang dirasakan TGT Katam salah satunya yaitu kurangnya modal bagi petani. Menurut TGT Katam untuk wilayah Kalimantan Selatan menyatakan bahwa:

“…sebenarnya mereka tahu pak…mereka tahu…dosis pupuk semakin banyak semakin bagus…namun dalam Katam rekomendasinya misalkan 250 NPK itupun sama dengan tahun-tahun sebelumnya…mereka tidak menerapkan semuanya rekomendasi Katam…karena dananya mereka terbatas…”.

Kemajuan SI Katam Terpadu tergantung pada umpan balik dari para penggunanya. Respon yang dilakukan PPL bahwa SI Katam Terpadu tersebut menarik untuk dipelajari dan diimplementasikan ke petani. Kemudian SI Katam juga sudah sesuai dengan kebutuhan petani dan informasinya jelas. Hasil survei menunjukkan bahwa 79.82 persen dari responden menyatakan aplikasi SI Katam Terpadu itu menarik. Kemudian 62.39 persen dari jumlah responden menyatakan SI Katam Terpadu sudah sesuai dengan kebutuhan petani serta 67.89 persen responden menyatakan informasi SI Katam Terpadu sudah jelas sehingga PPL dapat membaca dan mengerti apa yang diinformasikan oleh SI Katam Terpadu. Selain itu, umpan balik yang lain yaitu adanya informasi harga dan pemasaran hasil. Hal ini senada dengan pendapat PPL di wilayah Kalimantan Selatan yang menyatakan:

“…mungkin susahnya itu pas panen justru harganya turun…itu kadang yang kendala petani…iya…informasi pasar…ditambahkan…”

Sedangkan PPL di wilayah NTB pada saat FGD mengemukakan bahwa: “Informasi tentang harga pasar tentu dipengaruhi oleh iklim. Artinya penanaman komoditas tertentu. Opsi komoditas apa yang mengalami kenaikan harga di bulan tertentu…komoditas apa yang pada waktu tertentu akan menuai harga yang tinggi sehingga petani dapat menanamnya…”. “Kami sangat setuju jika SI Katam dilengkapi dengan informasi harga dan pengembangan komoditas…”.

Melalui pengembangan informasi harga pasar pada SI Katam Terpadu, diharapkan petani dapat mengetahui harga suatu komoditas di pasaran sehingga petani dapat menjual sesuai dengan harga di pasar.

154

8.3.5 Model komunikasi SI Katam Terpadu di tingkat Pemerintah

Dalam dokumen I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 150-154)