• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi massa dalam implementasi SI Katam Terpadu

Dalam dokumen I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 97-101)

VI PROSES KOMUNIKASI DALAM IMPLEMENTASI SI KATAM TERPADU DI TINGKAT PETANI

6.2 Bentuk Komunikasi dalam Implementasi SI Katam Terpadu

6.2.3 Komunikasi massa dalam implementasi SI Katam Terpadu

Gambar 23 Alur komunikasi kelompok dalam implementasi SI Katam Terpadu

Hasil survei menunjukkan bahwa TGT Katam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada kelompok BPP/PPL dan Gapoktan/Poktan. Begitu juga BPP/PPL mempunyai tanggungjawab untuk menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada Gapoktan/Poktan di wilayahnya masing-masing. Berdasarkan wawancara dengan salah satu petani menyatakan bahwa:

“Penyuluh…ngasih sarannya cuma penanamannya…melalui datang aja ke acara gitu lah…kumpul ke kelompok tani…dia datang kasih saran …”.

Pernyataan petani tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan PPL kepada petani yaitu secara kelompok. PPL datang ke lokasi kelompok tani dan dihadiri oleh anggota kelompok tani untuk memberikan arahan dan saran yang terkait dengan pola tanam, waktu tanam, serta hal lainnya yang berhubungan dengan pertanian. Namun demikian walaupun PPL sudah menyampaikan informasi ke Gapoktan/Poktan, keputusan implementasi SI Katam Terpadu didasarkan pada rapat dan kesepakatan Poktan. Sebagai ilustrasi berdasarkan hasil wawancara dengan ketua dan anggota Poktan bahwa dalam menentukan mulai waktu tanam mereka melakukan rapat dan menetapkannya berdasarkan kesepakatan bersama. Walaupun PPL sudah memberikan informasi kapan waktu tanam berdasarkan SI Katam Terpadu tetapi mereka konsisten mengacu pada kesepakatan Poktan. Keputusan penggunaan rekomendasi yang lain seperti varietas, pupuk, alat dan mesin pertanian dilakukan dengan menyampaikan usulan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dari Poktan kepada PPL. PPL kemudian merekap semua usulan dari Poktan dan diajukan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani. Laporan penyusunan RDK/RDKK oleh PPL kemudian disampaikan kepada Balai Penyuluh Kecamatan/BP3K dan dilanjutkan kepada BPP sebagai bahan informasi dan perencanaan pembinaan lebih lanjut.

6.2.3 Komunikasi massa dalam implementasi SI Katam Terpadu

Komunikasi massa merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada khalayak yang mempunyai latar belakang heterogen. Komunikasi massa dalam implementasi SI Katam Terpadu dilakukan oleh TGT Katam Terpadu kepada Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian

BPP/PPL

TGT Katam Gapoktan/Poktan

98

Kabupaten/Kota. TGT Katam mengundang Kepala Dinas Pertanian baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh pegawai dari Dinas Pertanian terkait, perwakilan dari BPP, PPL, dan sebagian petani sehingga dapat disimpulkan peserta sosialisasi berlatar belakang yang berbeda. Dalam kegiatan pertemuan tersebut, TGT Katam Terpadu menyampaikan materinya dalam bentuk paparan dan sekaligus membagikan leaflet dan brosur. Hasil wawancara dengan salah satu Dinas Pertanian Kabupaten menyatakan bahwa:

“Sosialisasi melalui pertemuan….sebagian kemarin, saya kira dari BPTP langsung mengasih materinya…ada juga kalau ga salah semacam leaflet atau brosur…”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa TGT Katam Terpadu melakukan komunikasi massa melalui media leaflet dan brosur. Namun demikian paparan yang disampaikan TGT Katam Terpadu hanya bersifat memberitahukan kepada khalayak. Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota hanya memfasilitasi tempat untuk pertemuan dengan menghadirkan PPL.

TGT Katam Terpadu berkomunikasi dengan BPP/PPL dalam rangka menyampaikan informasi SI Katam Terpadu. Komunikasi yang dilakukan melalui media massa seperti poster, leaflet, dan brosur. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu TGT Katam Terpadu menyatakan bahwa:

“kemudian kalau saya saat ini salah satu caranya dengan membagikan kaya apa…poster-poster, leaflet, brosur…itupun cuma ditempel di BPP mereka...yang jelas bener… bahwa poster-poster itu yang pertama harus menarik kemudian jangan terlampau banyak tulisan karena kalau banyak tulisan yang lihat aja males…jadi poin-poinnya aja…”.

Alur komunikasi massa yang dilakukan TGT Katam Terpadu, Dinas Pertanian, dan BPP/PPL dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24 Komunikasi massa dalam implementasi SI Katam Terpadu oleh petani

Penyebaran informasi SI Katam Terpadu dengan menggunakan leaflet, brosur, video, compact disk (CD), dan buletin dilakukan juga oleh TGT Katam Terpadu pada pertemuan dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota. Hal ini untuk menambah pemberian gambaran dan pemahaman kepada peserta sosialisasi. Diharapkan dengan media leaflet, brosur, video, CD, dan buletin dapat menjadi motivasi peserta dalam mengingat SI Katam Terpadu secara visual. Penyebaran media komunikasi

Dinas Pertanian Provinsi Dinas Pertanian Kab/Kota TGT Katam BPP/PPL Poktan/Petani Gapoktan/

99 massa juga dilakukan TGT Katam Terpadu kepada BPP/PPL dan petani yang ikut hadir dalam pertemuan di Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/ Kota. Brosur, leaflet, video, CD, dan buletin disampaikan juga dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota kepada BPP/PPL. Penggunaan metode transfer informasi melalui media massa berpotensi dapat membantu dan memengaruhi komunitas pertanian dalam menerapkan informasi yang diperoleh (Ali 2011). Upaya diseminasi yang dilakukan dengan memanfaatkan media massa dan memaksimalkan penyebaran informasi melalui media sosial dapat memengaruhi khalayak dalam menggunakan teknologi yang dihasilkan oleh suatu organisasi (Kusumajanti et al. 2018). Selain itu, di beberapa Provinsi, seperti Sumatera Utara, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan NTB menyampaikan informasi SI Katam Terpadu melalui siaran televisi dan radio lokal dengan tujuan agar PPL dan petani dapat mengetahui adanya teknologi SI Katam Terpadu sebagai adaptasi perubahan iklim di Indonesia. Hasil penelitian Prathap dan Ponnusamy (2006); Ani et al. (2015) menyatakan bahwa media massa televisi, radio, surat kabar, dan internet sebagai media yang efektif dalam memperoleh informasi dan pengetahuan, menimbulkan kesadaran untuk menerapkan serta menyebarkan inovasi bagi petani dan wanita di pedesaan. Hal yang sama juga terjadi di India dimana media radio dan majalah merupakan media yang sering digunakan petani wanita untuk mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi (Lekshmi et al. 2015).

Komunikasi massa yang dilakukan dalam diseminasi SI Katam Terpadu mempunyai pengaruh terhadap pemanfaatan teknologi tersebut. Hasil wawancara dengan salah satu TGT Katam Terpadu menyatakan bahwa:

“respon penyuluh ya…mereka suka aja…dan rata-rata kalau di Kalsel semua tertempel aja di setiap BPP… hanya saja apakah hal itu diperhatikan dan dijadikan rekomendasi mereka…saya ngga tau…pernah saya coba ukur itu… bikin tulisan kan, terkait dengan itu…ya jawaban mereka sih…ya mereka gunakan…cuma realisasi di lapangan tidak banyak juga dilakukan…”.

Berdasarkan pernyataan tersebut, mengindikasikan bahwa media komunikasi massa brosur dan leaflet mempunyai pengaruh dalam pemanfaatan SI Katam Terpadu oleh PPL. Sebagian dari PPL sudah menggunakan SI Katam Terpadu untuk memperoleh informasi pola tanam, waktu tanam, rekomendasi varietas, pemupukan, hama dan penyakit yang akan mengganggu, serta alat mesin pertanian untuk disampaikan kepada petani. Namun demikian dalam kenyataannya belum semua petani memanfaatkan dan menerapkan SI Katam Terpadu dalam berusahatani. 6.2.4 Komunikasi antarpribadi dalam implementasi SI Katam Terpadu

Kegiatan diseminasi SI Katam Terpadu kepada para petani dilakukan oleh PPL secara antarpribadi. Sebagai ujung tombak di lapangan, PPL selalu berhubungan dengan petani untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, penjelasan, dan informasi SI Katam Terpadu. PPL sebagai penggerak pertanian di tingkat Kecamatan dan desa, juga selalu mengajak dan

100

memengaruhi petani agar memajukan pertanian di daerah dengan cara memanfaatkan teknologi SI Katam Terpadu dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi hasil pertaniannya. Penyampaian informasi tersebut dilakukan secara bertatap muka sehingga petani lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Komunikasi tatap muka diyakini oleh PPL dapat mempercepat petani menerima teknologi karena petani dapat langsung bertanya sampai benar-benar jelas dan paham. Komunikasi tatap muka ini dilakukan oleh PPL pada saat mengawal dan mendampingi petani serta menjalankan tugasnya dalam mengontrol kondisi persawahan petani yang menjadi wilayah binaannya. Jika menjumpai petani sedang berada di sawah, PPL tersebut menghampiri petani dan umumnya membicarakan terkait dengan usahatani secara menyeluruh yang dilakukan petani. Namun demikian informasi SI Katam Terpadu tidak luput dari apa yang disampaikan PPL kepada petani.

Komunikasi antarpribadi dari PPL ke petani pada umumnya dilakukan secara informal. PPL bertemu petani dalam kondisi sedang bekerja di sawah, di rumah, di warung kopi, atau bertemu di jalanan. Hal ini yang diyakini PPL bahwa dengan berbicara secara bertatap muka akan dapat meyakinkan dan memengaruhi petani dalam mengimplementasi semua teknologi terutama teknologi SI Katam Terpadu. Berdasarkan wawancara dengan petani bahwa PPL dan petani bertemu di sawah sambil mendiskusikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Mereka membicarakan perkembangan bidang pertanian yang terbaru seperti jenis varietas yang bagus baik lokal maupun unggul. Komunikasi antarpribadi dalam implementasi SI Katam Terpadu dapat dilihat pada Gambar 25.

Gambar 25 Komunikasi antarpribadi dalam implementasi SI Katam Terpadu

Gambar 25 menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi dilakukan juga oleh TGT Katam Terpadu kepada petani. Walaupun dalam keputusan Kepala Balitbangtan tahun 2012 TGT Katam Terpadu tidak secara langsung menyampaikan sosialisasi kepada petani, namun di lapangan kenyataannya TGT Katam Terpadu harus menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada petani. Hal ini disebabkan bagi sebagian PPL yang belum memahami SI Katam Terpadu secara menyeluruh, mereka menyampaikan SI Katam Terpadu dengan didampingi oleh TGT Katam Terpadu. Kondisi ini untuk mengantisipasi jika terdapat pertanyaan dari petani yang tidak dapat diselesaikan oleh PPL, maka TGT Katam Terpadu dapat memberikan penjelasan secara maksimal. Di samping itu, komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh TGT Katam Terpadu kepada petani dilakukan pada saat TGT

PPL

Petani TGT Katam

101 Katam Terpadu melakukan kegiatan penelitian atau pengkajian yang menjadi mandat institusi BPTP. Di sela-sela melaksanakan tugas ke lapangan, TGT Katam Terpadu selalu menyampaikan informasi SI Katam Terpadu dengan cara berkomunikasi tatap muka dengan petani di lapangan. Selain tatap muka, komunikasi TGT Katam dengan petani juga dilakukan melalui alat komunikasi. Hasil wawancara dengan petani menyatakan bahwa terkadang dalam mengatasi permasalahan di lapangan petani menghubungi TGT Katam untuk mendapatkan solusi. Hal ini dilakukan jika tidak ada solusi dari PPL dalam mengatasi permasalahan di lapangan. Pada saat berkomunikasi, TGT Katam menjelaskan waktu tanam yang ideal, varietas yang cocok dibudidayakan, pemberian pupuk yang ideal, dan prediksi hama yang akan menyerang tanaman padi. Selain itu, terkadang TGT Katam juga menghubungi ketua poktan atau petani yang sudah dikenal untuk menyampaikan rekomendasi SI Katam Terpadu pada saat sudah waktunya musim tanam.

6.2.5 Keterlibatan TGT Katam dalam Diseminasi SI Katam Terpadu

Dalam dokumen I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 97-101)