• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Blue Ocean Strategy (BOS) yang Mempengaruhi Lembaga Pendidikan

2. Analisis Faktor Eksternal. Analisa PEST digunakan untuk menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi kegiatan

4.4. Komponen Blue Ocean Strategy (BOS) yang Mempengaruhi Lembaga Pendidikan

Dalam BOS, perusahaan memiliki sebuah kelebihan untuk melakukan penguasaan pasar karena para pesaing belum memasuki daerah yang perusahaan kuasai saat ini. Prinsip dasar yang dikenalkan dalam model BOS ini adalah mencari daerah baru yang belum dimasuki oleh para pesaing yang sudah ada pada saat ini. Untuk dapat menerapkan BOS ini dibutuhkan beberapa hal yaitu

menemukan dan membangaun daerah ataupun pasar yang baru, dan kedua adalah mengeksploitasi pasar yang belum dimasuki oleh pesaing dan melindunginya sehingga tidak ada pihak lain yang dapat masuk lagi. Dengan digunakannya BOS dalam lembaga pendidikan dan melihat kondisi persaingan lembaga pendidikan saat ini. Maka terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persaingan lembaga pendidikan, antara lain:

1. Reputasi akademik, adalah keseluruhan atas obyek atau proses yang memberikan berbagai nilai bagi mahasiswa. Sub-sub faktor yang terkait dengan produk jasa pendidikan yang dapat mempengaruhi mahasiswa dalam keputusan memilih perguruan tinggi adalah kurikulum, status akreditasi dan citra/image.

2. Pendidikan yang ditawarkan, adalah program studi atau fakultas yang ditawarkan terhadap calon mahasiswa. Hal tersebut sangat penting karena akan menjadi pilihan mahasiswa dalam menentuka masa depan mereka.

3. Harga, merupakan nilai barang atau jasa yang ditetapkan oleh perguruan tinggi dalam bentuk jumlah nominal yang ditawarkan. 4. Pelayanan, peran orang–orang dalam penyajian pelayanan sangat

mempengaruhi calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi. 5. Ketersediaan bantuan keuangan/beasiswa, bantuan keuangan baik

berupa beasiswa akademik maupun non akademik menjadi tarik bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan.

6. Fasilitas pendukung, ketersediaan fasilitas pendukung universitas seperti laboratorium, perpustakaan, fasilitas olah raga, cafetaria, dll

sangat berpengaruh dalam kenyamanan mahasiswa selama melaksanakan perkuliahan.

7. Promosi, strategi promosi merupakan hal yang penting dalam perekrutan mahasiswa, strategi yang digunakan berdasarkan segmen calon mahasiswa yang menjadi target sasaran.

8. Biaya promosi, penentuan biaya dalam pelaksanaan promosi biasanya menjadi salah satu kendala dalam penetuan startegi promosi.

Berdasarkan kondisi persaingan pada lembaga pendidikan, untuk menerapkan Blue Ocean Strategy perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk berpindah dari kondisi Samudera Merah ke Samudera Biru. Karena itu membuat sebuah kanvas strategi dilakukan kerangkah kerja 4 langkah menuju Blue Ocean Strategy yaitu:

Hapuskan:

- Menghapuskan strategi promosi yang tidak sesuai dengan target sasaran.

- Menghapuskan biaya promosi yang tidak sesuai dengan target sasaran.

Ciptakan:

- Index keberhasilan iklan promosi berdasarkan target calon mahasiswa.

- Research dan development yang memadukan antara research method dan research pasar untuk menilai tingkat keberhasilan promosi yang dilaksanakan.

- Sistem Informasi yang mempermudah calon mahasiswa untuk mengakses dan mendapatkan informasi.

- Interaksi dengan calon mahasiswa maupun mahasiswa UT baik berupa testimoni mahasiwa tentang pelayanan di UT maupun keunggulan perkuliahan UT oleh tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh atau menjadi panutan.

Kurangi:

- Mengurangi tingkat ketergantungan perekrutan calon mahasiwa kepada pengurus pokjar (perwakilan setiap daerah).

- Mengurangi metode promosi yang sama dengan universitas kompetitor.

- Mengurangi metode promosi pada media cetak dan dan lebih menciptakan metode promosi dengan memanfaat media sosial dan teknologi informasi.

- Mengurangi target promosi yang menyasar kalangan secara luas, dengan kata lain kita harus mempersempit pasar yang ditargetkan.

Tingkatkan:

 Hubungan dengan sekolah-sekolah untuk membentuk jaringan dan menciptakan virtual integration.

 Peran bagian sosialisasi dan promosi untuk menciptakan inovasi-inovasi dan terobosan-terobosan dalam hal pelaksanaan promosi.

 Kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk memperolah data tentang hal-hal yang mempengaruhi minat siswa atau calon mahassiwa dalam memilih universitas.

Gambar 4.5. Penyerapan Nilai Kerangka Kerja 4 Langkah

Pada gambar 4.5 menunjukkan kurva nilai hasil dari penyerapan kerangka kerja 4 langkah BOS yang menghasilkan 8 komponen faktor kompetisi pada lembaga pendidikan, yaitu:

1. Segmentasi, melakukan pengelompokkan calon mahasiswa menjadi bagian-bagian kecil yang sesuai dengan karakteristik calon mahasiswa seperti dari segi demografis (usia, pendidikan), psikografis (sosial), geografis (wilayah), dan behavioristik (perilaku). Dengan kata lain, dari masyarakat yang bermacam-macam dan memiliki keheterogenan yang tinggi, lembaga pendidikan melakukan pemilihan calon mahasiswa dengan cara mengelompokkannya.

2. Harga, Salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat calon mahasiswa adalah dengan cara menentukan harga atau besaran biaya perkuliahan yang tepat. Namun untuk di UT, mengenai besaran biaya perkuliahan menjadi wewenang pusat (UT Pusat). Oleh karena itu kebijakan mengenai penentuan besaran biaya perkuliahan mengikuti aturan yang sudah ditentukan oleh UT Pusat.

segmentasi pasar. Strategi promosi yang dilakukan harus sesuai dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak dituju.

4. Research dan Development, Salah satu langkah untuk research dan development adalah pertama, mengevaluasi daya tarik masing-masing seperti kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi lembaga pendidikan dan peluang sasaran. Kedua, memilih segmen berdasarkan potensi dan kesesuaiannya dengan strategi promosi.

5. Interaksi, hubungan secara langsung dengan stakeholder ataupun sekolah-sekolah dengan membentuk suatu jaringan yang saling terkoordinasi untuk kemudahan dalam berkoordinasi.

6. Virtual integration, sebuah konsep kerjasama untuk memaksimalkan value chain dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk sharing informasi yang dibutuhkan antar pihak – pihak yang terlibat. 7. Inovasi dan terobosan. Lembaga pendidikan dituntut untuk memiliki

keberanian dan kreatifitas dalam melakukan inovasi dan terobosan untuk persaingan saat ini yang begitu ketat dengan upaya identifikasi, pengembangan, dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik. Dengan demikian, produk dan jasa yang ditawarkan dipersepsikan lebih khusus (distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa kompetitor dalam persepsi calon mahasiswa.

8. Cooperation. Dengan adanya hubungan kerjasama dengan sekolah-sekolah maupun instansi-instansi terkait tentang hal-hal yang mempengaruhi minat calon mahasiswa dalam memilih universitas.