Menurut Sirait (2010), Balanced Scorecard terdiri dari dua kata: kartu skor (scorecard) dan berimbang (balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan. Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan organisasi/individu di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja organisasi/individu yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja organisasi/individu diukur secara berimbang
dari dua aspek: keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, internal dan eksternal.
Balanced Scorecard pertama kali dipublikasikan dalam artikel Robert S. Kaplan dan David. P. Norton di Harvaard Business Review tahun 1992 dalam sebuah artikel yang berjudul “Balanced Scorecard - Measures that Drive Performance” Intinya scorecard terdiri atas tolok ukur keuangan yang menunjukkan hasil dari tindakan yang diambil sebagaimana ditunjukkan pada tiga perspektif tolak ukur operasional lainnya: kepuasan pelanggan, proses internal dan kemampuan berorganisasi untuk belajar dan melakukan perbaikan. “…. A set of measures that gives top managers a fase but comprehensive view of the business… includes financial measures that tell the results of actions already taken..complements the financial measures with operational measuers on customer satisfaction, internal processes, and the organization’s innovation and improvement activities-operational measures that are the drivers of of future financial performance”.
Balanced Scorecard lebih dari sekedar sistem pengukuran taktis atau operasional (Sipayung,2009). Perusahaan yang inovatif menggunakan scorecard sebagai sebuah sistem manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang. Perusahaan menggunakan fokus pengukuran scorecard untuk menghasilkan berbagai proses manajemen penting seperti memperjelas dan menerjemahkan visi dan strategi, mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis, merencanakan, menetapkan sasaran dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis, meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis.
Dalam perkembangannya BSC lebih dimanfaatkan sebagai alat yang efektif untuk perencanaan strategis, yaitu sebagai alat untuk menterjemahkan misi, visi, peran kunci, faktor penentu keberhasilan, tujuan, tolok ukur dan target kinerja serta tindakan perbaikan yang komprehensip, koheren, terukur dan berimbang (Wahyu, 2014). Balance Scorecard adalah sistem penilaian kinerja yang menunjang kelangsungan hidup dan sustainability of growth organisasi. Balance Scorecard merupakan sistem penilaian kinerja yang dikembangkan berdasarkan strategi organisasi. Balance Scorecard yaitu sistem penilaian kinerja yang mengintegrasikan aspek finansial dengan aspek lain yang penting bagi organisasi.
Pemaparan yang disampaikan Prabowo (2007) bahwa terdapat 4 (empat) perspektif dalam IT Balanced Scorecard, yaitu Corporate Contribution, User Orientation, Operational Excellence, dan Future Orientation. Perspektif Corporate Contribution berisi ukuran yang menunjukkan bagaimana manajemen (pimpinan) menilai/melihat organisasi TIK, perspektif User Orientation berisi ukuran yang menunjukkan bagaimana user menilai/melihat hasil-hasil organisasi TIK, perspektif Operational Excellence berisi ukuran efektifitas dan efisiensi proses TIK, sedangkan perspektif Future Orientation berisi ukuran yang menggambarkan bagaimana posisi TIK dalam tantangan kedepan. Secara umum, empat perpektif yang ada dalam IT Balanced Scorecard mampu menggambarkan keterkaitan strategi TIK dengan strategi organisasi.
Lainnya halnya yang dipaparkan oleh Adam (2014), Beberapa riset dan pemikiran tentang manajemen perguruan tinggi memerlukan pengembangan pengukuran kinerja integralistik melalui internalisasi 4 (empat) prespektif BSC.
Kecenderungan di organisasi bisnis untuk mengukur kinerja hanya berbasis keuangan, akan sulit terjadi pada organisasi nirlaba seperti perguruan tinggi. Modifikasi teknik pengukuran kinerja tradisional di perguruan tinggi hanya bisa diterima dengan menggunakan prespektif yang integral, mengingat perguruan tinggi menyangkut kepentingan sosial masyarakat banyak, dan bukan untuk memperkaya pemiliknya.
Dengan demikian Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performansi bisnis. Pengukuran kinerja tersebut memandang unit bisnis dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan serta proses pembelajaran dan pertumbuhan.
Keuangan 1. Tujuan 2. Uraian 3. Sasaran 4. Indikator Pelanggan 1. Tujuan 2. Uraian 3. Sasaran 4. Indikator Pembelajaran dan Berkembang 1. Tujuan 2. Uraian 3. Sasaran 4. Indikator Internal 1. Tujuan 2. Uraian 3. Sasaran 4. Indikator
VISI dan STRATEGI
(Sumber: Sarnoto dan Hasibuan, Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol. 3 – No. 2 –
Oktober 2007)
Perspektif Balanced Scorecard dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Perspektif Finansial, mengukur hasil tertinggi yang dapat diberikan kepada organisasi. Finansial dibutuhkan untuk memberikan ringkasan dari konsekuensi ekonomi akibat dari kebijakan yang telah diambil.
2. Perspektif Pelanggan, fokus terhadap kebutuhan calon mahasiswa termasuk peluang kerja.
3. Perspektif Internal, memfokuskan perhatian pada kinerja dalam proses internal yang mendorong kemajuan universitas.
4. Pembelajaran dan Berkembang, memperhatikan langsung seluruh kemungkinan untuk berhasil . Belajar dan pertumbuhan dibutuhkan untuk mengidentifikasi infrastruktur dari organisasi yang harus dibangun untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang.
2.6 Analisis (PEST)
Menurut Ward dan Peppard (2002), analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi.
A. Faktor Politik
Faktor politik meliputi kebijakan-kebijakan pemerintah, masalah hukum serta mencakup aturan-aturan formal dan informal dari lingkungan dimana universitas melakukan kegiatannya. Contoh : - Kebijakan Dinas Pendidikan
- Peraturan Ketenagakerjaan - Undang-Undang Pendidikan
B. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi kemampuan calon mahasiswa dalam mengikuti suatu program yang ditawarkan. Contoh :
- Pertumbuhan ekonomi
- Besarnya biaya yang ditawarkan C. Faktor Sosial
Faktor sosial meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi peluang ketenagakerjaan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya peluang yang ada. Contoh:
- Kondisi lingkungan sosial - Kondisi lingkungan kerja - Tingkat pertumbuhan penduduk
D. Faktor Teknologi meliputi semua hal yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan program dan mendukung efesiensi proses pendidikan. Contoh :
- Kemudahan dalam proses pendidikan - Kecepatan transfer teknologi
- Ketersediaan sarana dan prasarana TIK
PEST digunakan untuk menilai pasar dari suatu unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis PEST adalah kerangka untuk menilai sebuah situasi, dan menilai strategi atau posisi, arah perusahaan, rencana pemasaran, atau ide. Dimana analisis ini cukup mempengaruhi perusahaan, karena melalui analisis ini dapat diambil suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan.
40
Metode penelitian adalah investigasi sistematik, terkendali dan empiris terhadap suatu set hipotesis-hipotesis yang dibangun dari struktur teori. Penelitian ini berlandaskan teori-teori yang berhubungan dengan obyek penelitian. Selain menggunakan teori dan teknik perencanaan strategis sistem informasi promosi, dalam penelitian ini juga di ambil teori-teori bidang ilmu komunikasi dan pemasaran. Pada metode penelitian akan dijelaskan tentang kerangka penelitian, jenis data, subyek penelitian, pengumpulan data dan instrumen penelitian, dan analisis data. Manfaat dari teori-teori tersebut dalam kajian ini untuk mempermudah dalam memahami karakteristik dari lembaga pendidikan. Sementara BOS dan BSC sebagai inti dari pemodelan perencanaan strategis sistem informasi promosi ini, menampung apa saja yang menjadi faktor penentu dalam lembaga pendidikan ini.