• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Utama pada Proses Keputusan Pembelian Kopi Bubuki Instan Instan

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI INSTAN

8.5. Komponen Utama pada Proses Keputusan Pembelian Kopi Bubuki Instan Instan

Tabel 39. Tujuh Komponen Utama Pada Proses Pembelian Kopi Bubuk Instan 4in1

Komponen Utama Variabel Penciri Nilai Loading

X5 = Iklan 0.649

X9 = Kemudahan memperoleh produk 0.504

X21 = Rasa manis 0.552

X23 = Kekentalan kopi 0.871

X26 = Aroma kopi 0.672

X16 = Penghilang rasa kantuk 0.722 Pengetahuan

X28 = Gingseng/tongkat ali/jahe 0.739

Harga X1 = Harga -0.695

X20 = Rasa manis 0.705

Jenis Kopi

X25 = Krimernya terasa 0.864

Kemasan X17 = Jenis kemasan 0.609

8.5.1. Komponen Utama Pertama

Variabel penciri komponen utama pertama (Bauran pemasaran) tersusun atas enam variabel yaitu: iklan (X5), kemudahan memperoleh produk (X9), rasa manis (X21), kekentalan kopi (X23), aroma kopi (X26), dan kualitas kopi (X27).

Kelima variabel tersebut saling berkorelasi positif dan mampu menerangkan keragaman data komponen utama sebesar 14,64 persen.

Iklan merupakan faktor penting bagi responden untuk dapat mengenal produk yang saat ini mereka konsumsi. Sebanyak 40 persen responden menyatakan bahwa mereka mengetahui kopi bubuk instan 4in1 yang mereka beli

dari televisi. Media televisi mengemas informasi dengan semenarik mungkin, sehingga menarik minat responden untuk mencoba produk yang ditawarkannya.

Kemudahan memperoleh produk merupakan syarat lainnya bagi responden. 33,33 persen responden menyatakan kemudahan memperoleh produk adalah penting, 58,33 persen menyatakan sangat penting. Kemudahan memperoleh produk diperlukan, karena 48,33 persen responden akan membeli merek lain apabila merek kopi instan 4in1 yang biasa dibeli tidak tersedia.

Responden biasanya membeli kopi 4in1 juga meskipun dengan merek yang berbeda.

Rasa manis dinilai penting oleh sebagian kecil responden. Responden lainnya tidak menyukai rasa manis yang terlalu kental. Responden kopi bubuk instan 4in1 menyeduh kopi rata-rata hanya dengan gelas kopi yang ukurannya 200 ml. Sehingga responden tidak terlalu membutuhkan rasa manis yang kuat dalam cangkir kopinya.

Kekentalan kopi memberikan pengaruh tersendiri bagi responden.

Responden menyukai kopi bubuk instan yang bubuk kopinya lebih banyak.

Kekentalan kopi dapat dirasa. Kopi yang kental akan memberikan citarasa kopi yang kuat.

Responden kopi instan 4in1 merasa bahwa aroma kopi instan 4in1 lebih terasa daripada aroma kopi 3in1. Mayoritas responden menyukai kopi alicafe, pilihan kedua responden adalah kopi gingseng miwon.

Kualitas kopi memberikan kepuasan tersendiri bagi responden. Kopi yang berkualitas akan memberikan citarasa yang lebih baik. Responden kopi bubuk instan menjadikan rasa sebagai indikator kualitas.

115

8.5.2. Komponen Utama Kedua

Variabel penciri kedua (manfaat produk) adalah rasa (X2), praktis (X7), dan tidak menyisakan ampas (X8). Ketiga variabel tersebut saling berkolerasi positif dan mampu menerangkan keragaman data komponen utama sebesar 12,24 persen.

Rasa merupakan alasan kedua, mengapa 38,33 responden membeli kopi bubuk instan. Selain itu, rasa juga merupakan pertimbangan awal dari 86,67 responden memilih satu dari beberapa merek kopi bubuk instan.

Motivasi/alasan pembelian kopi instan 4in1 oleh 45 persen responden dikarenakan praktis/kecepatan penyajiannya (Tabel 19). Selain itu kopi yang praktis merupakan pilihan manfaat yang dicari responden dari kopi bubuk instan 4in1 oleh 56,67 persen responden (Tabel 20).

Tidak menyisakan ampas menurut responden penting dalam menentukan pemilihan jenis kopi instan yang mereka pilih. Kopi yang berampas perlu disaring, sehingga merepotkan dan dapat menghabiskan waktu. Kesan yang memerlukan waktu lama, menyebabkan responden memilih untuk tidak memilih kopi dengan ampas.

8.5.3. Komponen Utama Ketiga

Variabel penciri ketiga (pengetahuan) adalah pengaruh teman (X12), penghilang rasa kantuk (X16), dan gingseng/tongkat ali/jahe (X28). Variabel tersebut mampu menerangkan keragaman data komponen utama sebesar 10,72 persen.

Pengaruh teman memberikan tambahan informasi kepada responden mengenai kopi bubuk instan. Hanya 11,67 persen responden mengetahui kopi bubuk instan dari teman. Responden ingin mencoba kopi yang mereka ketahui, saat teman kerja responden sedang mengkonsumsi kopi bubuk instan 4in1.

Setelah mencoba, responden melakukan pembelian lanjutan.

Penghilang rasa kantuk merupakan variabel tersendiri yang dipilih oleh 20 persen responden, sebagai manfaat yang dicari oleh responden dari kopi bubuk instan 4in1. Oleh karena itu kopi bubuk instan 4in1 dapat menghilangkan rasa kantuk, disela-sela aktivitas responden.

Gingseng/tongkat ali merupakan campuran yang dinilai dapat memberikan kesegaran tersendiri dirasa oleh responden. Aroma yang ditimbulkan dari kopi gingseng juga lebih kuat daripada aroma kopi bubuk instan pada umumnya. Rasa yang berbeda ini membuat responden menilai bahwa kopi bubuk instan dengan campuran gingseng/tongkat ali merupakan variabel yang penting.

8.5.4. Komponen Utama Keempat

Variabel penciri keempat (harga) adalah harga (X1). Variabel tersebut mampu menerangkan keragaman data komponen utama sebesar 10,71 persen.

Tabel 40. Pengaruh Kenaikan Harga Kopi Bubuk Instan 4in1

Pengaruh Kenaikan Harga Jumlah Responden Persentase (%)

Tetap membeli 44 73.33

Mencari merek lain 13 21.67

Tidak jadi membeli 3 5.00

Jumlah 60 100.00

Harga tidak terlalu berpengaruh terhadap responden. Berdasarkan tabel 40 jika kopi bubuk instan 4in1 yang biasa mereka beli mengalami kenaikan harga,

117

maka 73,33 persen akan tetap membeli. Tetapi dengan nilai loading yang negatif dapat disimpulkan bahwa, jika harga terus mengalami kenaikan, responden kopi instan 4in1 akan mengurangi jumlah pembeliannya.

Harga kopi bubuk instan menurut 46,67 persen responden, lebih mahal dari kopi bubuk instan lainnya. Sementara 41,67 persen mengatakan sama saja dengan kopi bubuk instan yang lain. Terdapat beberapa responden yang menyatakan bahwa lebih murah mengkonsumsi kopi bubuk instan 4in1 daripada mengkonsumsi produk kopi yang pernah mereka konsumsi sebelumnya, dengan harga yang lebih mahal, seperti kopi bubuk instan dengan merek white coffee ataupun kopi bubuk instan lainnya yang lebih mahal. Namun beberapa responden lainnya tidak mengetahui berapa harga kopi yang biasanya mereka beli, sehingga mereka menganggap harganya lebih murah.

Tabel 41. Harga Kopi Bubuk Instan 4in1 yang Dibeli Responden Dibanding Harga Kopi Bubuk Instan 4in1 yang Lain

Harga kopi bubuk instan Jumlah Responden Persentase (%)

Lebih mahal 28 46.67

Lebih murah 7 11.67

Sama saja 25 41.67

Jumlah 60 100.00

8.5.5. Komponen Utama Kelima

Variabel penciri kelima (jenis kopi) adalah rasa manis (X20) dan krimernya terasa (X25). Kedua variabel tersebut saling berkolerasi positif dan mampu menerangkan keragaman data komponen utama sebesar 8,99 persen.

Rasa manis dinilai penting oleh sebagian kecil responden. Responden lainnya tidak menyukai rasa manis yang terlalu kental. Responden kopi bubuk instan 4in1 menyeduh kopi rata-rata hanya dengan gelas kopi yang ukurannya 200

ml. Sehingga responden tidak terlalu membutuhkan rasa manis yang kuat dalam cangkir kopinya.

Krimer yang terasa merupakan pilihan pertama di komponen utama kedua oleh responden. Krimer merupakan bagian dari campuran kopi bubuk instan 4in1.

Sehingga kopi bubuk instan 4in1 yang mengandung krimer lebih terasa, akan lebih disukai oleh responden.

8.5.6. Komponen Utama Keenam

Variabel penciri keenam (kemasan) adalah jenis kemasan (X17). Variabel tersebut mampu menerangkan keragaman data komponen utama sebesar 8,85 persen.

Jenis kemasan dinilai penting oleh responden. Pada umumnya responden kopi bubuk instan 4in1 membeli kemasan besar, sehingga responden tidak sering melakukan pembelian ulang. Namun pada awalnya responden ragu mencoba kopi bubuk instan 4in1 yang tidak tersedia persatuan. Sehingga diperlukan penjualan persatuan yang tersedia di supermarket/hypermarket. Data input analisis faktor kopi bubuk instan 3in1 dan 4in1 dari masing – masing 60 responden dapat dilihat pada Lampiran 3 dan Lampiran 4.

BAB IX