• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama Lengkap : Win Konadi

Tempat Tanggal Lahir : Takengon, 19 Desember 1970

Alamat : Kampung Kuala Dua Kecamaan

Bintang

Istri : Misdaini

Anak : 1. Salmiandi Menye

2. Haryanti Simehate 3. Sofyan Ranggayo 4. Bilvana Saskia

Pendidikan : SMA

Partai politik : Nasional Demokrat (NASDEM)

Fraksi : Nasonal Demokrat (NASDEM)

No. Hp : 082272876199

Dapil : Aceh Tengah 1

Jumlah Suara : 805

Pengalaman kerja : -

Tanda jasa : -

Ayahnya bernama H Mursaluddin dan Ibu Hj Jauhari. Ia terlahir sebagai anak ke empat dari sebelas bersaudara. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ia tamatkan di SDN 6 Takengon. SMPN 2 Takengon dan SMA Muhammadiyah 5 lulus tahun 1990. Keseharian, masa kecilnya selalu bergelut dengan dinginnya air Danau Lut Tawar. Demikian sosok bernama Win Konadi, Anggota DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), daerah pemilihan Aceh Tengah Satu (Kebayakan, Lut Tawar dan Bintang) dengan perolehan 805 suara.

Lahir di Bom, kampung tepian danau. Sejak kecil hingga remaja tidak terlepas dari mengayuh perahu sebagai pencari ikan.

Sebagai nelayan, Win pernah memiliki perahu tapi karena bahan baku kayu yang digunakan kurang bagus, perahu pun rusak dan lebih sering menggunakan perahu kepada orang lain. “Kalau dapat banyak, ikan jual ke pasar. Kalau sedikit bawa pulang ke rumah,” kenang Win Konadi yang pernah mencari ikan saat masa kanak-kanak bersama Amir Hamzah (kini asisten II, Setdakab Aceh Tengah).

Setelah lulus SMA, Win tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi meski dorongan dari ibu sangat kuat. “Hanya saudara perempuan saja yang mau bersekolah,” kata Konadi. Dirinya lebih

80

81

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

memilih menjadi pemuda kampung, apa adanya dan bekerja sesuai dengan keinginannya. Ia menjadi pemuda biasa di kampung, sesekali ikut pertandingan olahraga dan pernah meraih penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik di Kecamatan Bintang.

Dua tahun meninggalkan bangku sekolah, Win menikahi Misdaini pada tahun 1993, wanita asal Kampung Genuren Kecamatan Bintang. Sebagai kepala keluarg, Win Konadi berdagang mengikuti jejak orang tuanya berjualan tembakau dan kopi. Sejak tahun 2002, mulai berusaha mandiri, jual beli kerbau. Ia tidak lagi terikat dengan orang tua soal urusan dagang. Menjadi pembeli kerbau di Kecamatan Bintang, menjadi pekerjaan setiap hari baginya. Mengambil sendiri hewan ternak (kerbau) ke daerah peternakan di Serampah, Serule, Uyem Ratus, Layong Serule, Gerpa dan Kawasan perueren (kawasan peternakan) lainnya, untuk dibawa ke Kota Takengon.

Sebagai pembeli kerbau, terkadang menginap di jalan karena menghalau kerbau dengan berjalan kaki ratusan kilometer. Dimana, lokasi perueren sangat sulit dijangkau dengan kendaraan. “Kadang kerbau sulit ditarik. Sehingga matanya harus ditutup dengan upih (pelepah pinang) Sehingga harus bermalam di jalan,” kata Win Konadi.

Bila kerbau mengalami stress saat digiring ke kota dari perewuren, maka Win harus menanggung resiko untuk memulihkan kondisi fisik kerbau. Mencari rumput pun dilakoninya agar berat badan kerbau kembali naik sebelum dijual ke pedagang daging di pasar. Win melihat kerbau bukanlah pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga, tapi menjadi investasi. Saat warga bergantung pada hasil bumi, maka akan sulit mencari orang menjual kerbau, sehingga kebutuhan akan daging di Aceh Tengah bergantung pada daerah luar Takengon.

Sebagai pedagang kerbau, Win sudah memiliki konsumen tetap. Ternak yang dibeli dari peternak sudah ada yang menampung untuk dipotong di pasar setiap harinya. Namun, tidak semua kerbau dapat segera dijual karena ada berat kerbau yang diluar prediksi.

“Saat membeli kerbau kita tidak lihat langsung hanya modal kepercayaan. Saat dilihat ternyata berat kerbau tidak seperti yang diperkirakan. Untuk itu perlu dipelihara sementara waktu untuk penggemukkan,” jelas Konadi, ayah empat orang anak tersebut.

Tahun 2006 sampai 2013, Win Konadi pernah bekerja dibidang jasa konstruksi dengan lebel CV Bintang Kecana. Ia percaya, berdasarkan pengalaman bekerja bersama kakeknya, Rahmadsyah, tahun 1988, ia yakin mampu menjadi direktur. Sebagai perusahaan yang harus mencari keuntungan besar, Win tidak pernah mengandalkan pertemanan untuk mendapatkan pekerjaan secara illegal. “Menjaga hubungan baik dengan teman lebih penting. Tidak mau menyakiti teman. Kalau keinginan kita tidak bisa dipenuhi teman, kita akan sakit hati. Lebih baik kita tidak minta,” kata Win Konadi soal prinsip pertemanan baik yang telah lama kenal maupun sesama politikus.

Sejak berurusan dengan bidang konstruksi, Win Konadi melihat banyak ketimpangan pembangunan di beberapa daerah sehingga muncul niat untuk memperjuangkan asprasi masyarakat dengan langkah maju menjadi calon anggota legislatif. Diiringi, masuk menjadi pengurus DPC Partai Nasional Demokrat Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah tahun 2013, sebagai wakil ketua. “Bathin tidak terima, perkembangan pembangunan infrastruktur tidak merata,” sebut Win Konadi alasan terjun ke politik praktis.

82

83

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Berdasarkan niat awalnya, Win Konadi kini selalu fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Selalu mengikuti kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan guna mengetahui program yang langsung diusulkan masyarakat agar dalam pembahasan anggaran di DPRK bisa dikawalnya. Persoalan irigasi, jalan perdesaan dan perkebunan menjadi program yang sering diusulkan kepadanya secara peribadi oleh konstituen. “Target memperbaiki infrastruktur di Kecamatan Bintang,” tegas Win Konadi, Sekretaris Komisi C DPRK Aceh Tengah.

Kini, Win Konadi sudah merasakan sendiri bahwa politik itu kejam, tidak tahu mana kawan mana lawan. Orang yang kita anggap teman bisa menjadi lawan. tapi ia pegang teguh pendirian bahwa siapapun teman dan lawan harus membela kebenaran dan yang lemah. “Tidak perlu jabatan di DPRK Aceh Tengah. Terpenting bisa menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga kekompakkan dan kesetiakawanan,” pungkas Win Konadi.

84

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

11. WAHYUDDIN

Nama Lengkap : Wahyuddin

Tempat Tanggal Lahir : Celala, 17 Juni 1974

Alamat : Melala Kecamatan Celala

Istri : Darti

Anak : 1. Desi Rejeki

2. Filja

3. Muhammad Sarif 4. Mirja Ikbal

Pendidikan : STM Negeri Langsa

Partai politik : Nasional Demokrat (NASDEM)

Fraksi : Nasional Demokrat (NASDEM)

No. Hp : 085361204828

Dapil : Aceh Tengah 3

Jumlah Suara : 1.892

Pengalaman kerja : Reje

Tanda jasa : -

Duduk di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah untuk periode pertama. Politisi muda ini mendapatkan kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Tengah 3, yang meliputi Kecamatan Sili Nara, Celala, Ketol, dan Rusip Antara.

Wahyuddin ikut Pemilihan Legislatif tahun 2014 dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Dia berhasil memperoleh perolehan suara cukup fantastis yakni 1.892 suara. Dengan itu ia resmi dilantik sebagai wakil rakyat, untuk masa bhakti 2014-2019.

Karir politiknya di dewan tergolong manis. Pria ini dipercaya menjabat Ketua Komisi B DPRK Aceh Tengah untuk membidangi perekonomian.Sejak duduk di lembaga dewan, Wahyuddin getol menyuarakan peningkatan ekonomi kerakyatan untuk mendatangkan kemakmuran di tengah masyarakat. Dalam hal ini ia terus memperjuangkan agar alokasi anggaran di sektor pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Aceh Tengah yang hanya sebesar 6 persen, agar dapat ditingkatkan minimal 20 persen dari total anggaran daerah, untuk dapat mendongkrak ekonomi di tengah masyarakat.

85 86

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Alokasi anggaran minimal 20 persen di sektor pemberdayaan ekonomi, sebut Wahyuddin, sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat terkait peningkatan ekonomi daerah. Menurutnya, jika pemerintah selalu mengalokasikan anggaran yang besar pada pembangunan fisik maka ekonomi daerah akan sulit meningkat.

Selain itu, Wahyuddin juga kerap menyuarakan pemerataan bantuan pemerintah terhadap kelompok tani serta penyebaran pupuk bersubsidi yang harus tepat sasaran. Dia melihat seringnya terjadi penyebaran pupuk bersubsidi hanya dikawasan perkotaan dan tidak sampai menyentuh masyarakat di kampung-kampung yang notabene mayoritas penduduknya adalah petani. Menurutnya, dengan kondisi yang terjadi maka para petani di kampung tetap membeli pupuk dengan harga mahal, karena harus mengeluarkan biaya transportasi menuju ke kota.

Kondisi yang sama sebut politisi ini juga terjadi pada subsidi gas. Dia melihat penyebaran gas bersubsidi yang hanya terjadi di kawasan perkotaan saja telah merugikan masyarakat ekonomi lemah yang ada di pedesaan. Gas bersubsidi, sebutnya, kerap dijual kembali dengan harga mahal ketika sampai di pedesaan.

Sebelum terjun ke dunia politik, Wahuddin adalah seorang pedagang yang sukses di bidangnya. Dia menggeluti bisnis ekspor kopi gayo sejak tahun 1998.Semasa kecil, Wahyuddin punya cita-cita untuk menjadi Tentara. Dia bahkan pernah mengikuti seleksi masuk tentara, namun gagal. Akhirnya di memilih jalan hidupnya di bidang perdagangan kopi dan menuai kesuksesan.

Pria ini selalu berpandangan bahwa kepentingan orang banyak harus diutamakan dari kepentingan pribadi. Itulah mengapa ia termotivasi terjun ke dunia politik. Keputusannya itu pun menuai hasil positif dengan meraih kepercayaan masyarakat untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat.

Wahyuddin menempuh jenjang pendidikan hingga tingkat SMA. Pernah mengenyam bangku kuliah namun tidak menamatkannya. Ia memulai jenjang pendidikan di SD Silih Nara, SMP Silih Nara, lalu melanjutkan sekolah di STM Langsa. Wahyuddin menamatkan sekolah STM-nya di tahun 1995.

Wahyuddin lahir di Celala pada 17 Juni 1974, di keluarga pasangan (Alm) M Nasir dan Halimah. Ayahnya Alm M Nasir adalah sosok tokoh masyarakat di Kampung Celala dan pernah menjabat sebagai Kepala Kampung Celala selama 25 tahun.

Wahyuddin juga pernah menjadi kepala kampung disana mengikuti jejak ayahnya. Dia selalu ingat pesan orangtuanya untuk terus melakukan sesuatu yang bermanfaat terhadap orang banyak.

"Berbuet sosial terhadap jema dele si bermanfaat ken jema dele," ucap Wahyuddin dalam bahasa Gayo mengulang nasehat orangtuanya.

87 88

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

12. H. HAMDAN, SH

Nama Lengkap : H. Hamdan, SH

Tempat Tanggal Lahir : Takengon, 17 Juli 1968

Alamat : Simpang IV Bebesen

Istri : Nuraini

Anak : 1. Bima Israk Mijaya

2. Adham Mahara 3. Rijki Saherman 4. Putri Hamdahyani

Pendidikan : S1 Hukum

Partai politik : Nasional Demokrat (NASDEM)

Fraksi : Nasional Demokrat (NASDEM)

No. Hp : 085262843593

Dapil : IV

Jumlah Suara : 800/709

Pengalaman kerja : Wiraswasta

Tanda jasa : -

Mengemban amanat untuk duduk di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, setelah mendapatkan kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Tengah 4, yang meliputi Kecamatan Bebesen, Bies, dan Kute Panang. Hamdan, SH maju sebagai Calon Lagislatif dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Pemilihan Lagislatif tahun 2014 dan berhasil memperoleh 709 perolehan suara.

Hamdan dilantik sebagai wakil rakyat masa bhakti 2014-2019 untuk periode pertamanya di lembaga dewan. Kiprah politiknya tergolong manis, dia dipercaya menjabat Ketua Fraksi Nasdem dan Ketua Badan Kehormatan DPRK Aceh Tengah. Hamdan juga dipercaya untuk berperan di Komisi A DPRK Aceh Tengah yang membidangi pemerintahan.

Sejak duduk di lembaga dewan, bapak 4 anak ini getol menyuarakan kepeduliannya terhadap generasi muda Gayo.

Keinginanya adalah bagaimana generasi muda di daerahnya bisa aktif melakukan berbagai kegiatan positif dan tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

89 90

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Menurutnya, kondisi di tengah masyarakat Gayo sekarang semakin krisis akidah. Dia sangat mengharapkan pendidikan agama dan pendidikan formal di daerahnya bisa berjalan seiringan, untuk melahirkan generasi-generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia.

Politisi ini juga kerap menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk tidak salah dalam berdemokrasi dan memilih pemimpin. Ia percaya bahwa pemimpin yang amanah akan mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik di tengah masyarakat. Hamdan bahkan telah mensosialisasikan hal itu sejak awal maju sebagai Calon Lagislatif dengan menjadikannya sebagai jargon kampanye. Dia menyebarkan spanduk dan baliho yang bertuliskan "Pemilih cerdas akan melahirkan wakil (pemimpin) yang amanah".

Dia menyebut bahwa masyarakat harus membongkar kebiasaan lama untuk mulai cerdas berpolitik, karena pada hakikatnya rakyatlah yang menentukan pemimpin. Menurutnya ketika masyarakat sudah mampu untuk berdemokrasi dengan baik, maka perubahan daerah ke arah yang lebih baik akan terwujud.

Saat memutuskan untuk ikut berpartisipasi pada Pemilihan Lagislatif tahun 2009, pria ini merencanakan maju dari Daerah Pemilihan Aceh Tengah 1 yang meliputi Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, dan Kecamatan Bintang.

Namun rencananya itu batal karena permintaan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, yang notabene masuk dalam wilayah Dapil Aceh Tengah 4. Hamdan mengaku bahwa dia akhirnya menurut untuk mencalonkan diri di Dapil Aceh Tengah 4 dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat disana.

H. Hamdan, SH adalah sosok yang tegas. Kehadirannya di parlemen selalu membawa warna tersendiri untuk tetap menyuarakan kepentingan rakyat. "Prinsip saya adalah dapat mewarnai tapi saya tidak dapat diwarnai," ucapnya.

Pria penyuka warna hijau dan putih ini mengaku selalu menjaga sifat keikhlasan untuk bekerja ikhlas. Keinginannya adalah bagaimana pendidikan, agama, dan ekonomi masyarakat di daerahnya bisa maju.

Hamdan menempuh jenjang pendidikan di SD Negeri 6 Takengon, SMP Negeri 1 Takengon, dan SMA Negeri 2 Takengon. Ia menamatkan sekolah SMA-nya pada tahun 1988. Pendidikannya berlanjut di Universitas Darma Agung Medan Sumatera Utara. Ia kuliah di Jurusan Ilmu Hukum dan diwisuda pada tahun 1993.

Hamdan lahir di Takengon pada 17 Juli 1968. Ia adalah anak ke 5 dari 7 bersaudara di keluarga pasangan H. Gama Abdurrahman (Guru Gama) dan Hj Nur Samah. Ayahnya Guru Gama adalah seorang guru yang kemudian juga berprofesi sebagai pedagang tembakau.

Hamdan selalu ingat pesan orangtuanya untuk jujur, amanah, dan hidup bermanfaat bagi orang banyak. "Masalah gere kenal pe geh, apalagi kenal," ucap pria ini dalam bahasa Gayo mengulang pesan orangtuanya.

Pria ini melepas masa lajangnya dengan menikahi Nuraini, pada tahun 1995. Perempuan yang menjadi pendamping hidunya itu berasal dari Kampung Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Nuraini adalah lulusan Akademi Perbankkan dan menjabat sebagai Kepala Cabang BPD Pegasing, Aceh Tengah pada tahun 2015.

91

92

65 66

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

13. SYIRAJUDDIN. AB

Nama Lengkap : Syirajuddin. AB Tempat Tanggal Lahir : Takengon, 12 Mei 1961

Alamat : Lot Kala Kecamatan Kebayakan

Istri : Rina Awaliyah PH

Anak : 1. Nabigh King Djibrilnida

2. Nibrasz Nebuchkavit Kalimatullah

Pendidikan : SMA

Partai politik : Partai Amanat Nasional (PAN) Fraksi : Partai Amanat Nasional (PAN)

No. Hp : 081281984179

Dapil : Aceh Tengah 1

Jumlah Suara : 985

Pengalaman kerja : - IPAGA Jakarta tahun 1984 - PPM Jakarta Selatan tahun 1986 - Organisasi Nakula Sadewa Jakarta

tahun 1988

- IMAGA Medan tahun 1989 - PPM Aceh Tengah tahun 1993 - Wakil Ketua Kosgoro Aceh Tengah

tahun 1994

- Pengurus Yayasan H Abdul Salam tahun 1998

- Koordinator Umum LSM Gergel Langit tahun 2002

- Pendiri dan pembina LSM Semangat tahun 2002

- Wakil Ketua DPD PAN Aceh Tengah tahun 2004

- Sekretaris DPD PAN Aceh Tengah tahun 2004

- Ketua DPD PAN Aceh Tengah tahun 2010

- Ketua Koperasi Sara Raden Pilo tahun 2009

93

94

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

- Ketua Komisi C DPRK Aceh Tengah tahun 2009

- Ketua Komisi D DPRK Aceh Tengah tahun 2011

- Ketua Umum PERCASI Aceh Tengah tahun 2009

- Dewan Pengawas Keuangan KONI Aceh Tengah tahun 2009 dan tahun 2014

- Pengurus DPW PAN Aceh tahun 2010-2015

- Ketua Bidang Pengkaderan Pemuda Koperasi tahun 2008

- Dewan Pembina Laskar Merah Putih tahun 2010-2014

- Ketua Umum PERTINA Aceh Tengah tahun 2010-2014

Tanda jasa : -

Duduk sebagai wakil rakyat di DPRK Aceh Tengah selama dua periode. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengemban kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Tengah 1 yang meliputi Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, dan Bintang. Dia memperoleh 985 perolehan suara pada Pemilihan Lagislatif tahun 2014 dan dilantik sebagai anggota DPRK Aceh Tengah masa bhakti 2014-2019.

Syirajuddin AB mengemban tugas pertamanya di lembaga dewan pada periode 2009-2014, setelah memenangkan Pemilihan Lagislatif tahun 2009. Kala itu dia juga maju dari PAN dan memperoleh kepercayaan masyarakat dari Dapil Aceh Tengah 1. Sejak mengemban amanat sebagai wakil rakyat, pria ini getol menyuarakan reformasi tata kelola pemerintahan yang bersinergi dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Sosok pria nyenterik dan suka bercanda ini mulai terjun ke dunia politik sejak bergabung dengan PAN pada tahun 2004. Tapi secara tidak langsung, Syirajuddin mengaku sudah mengenal dunia politik sejak lama, bahkan semasa ia masih duduk di bangku sekolah SMA.

Hal itu adalah karena latar belakang keluarganya. Ayahnya (Alm) Abubakar Salam adalah seorang pejuang di Tanoh Gayo.

Syirajuddin AB lahir dan tumbuh besar dalam keluarga yang berdedikasi tinggi terhadap hal-hal terkait sosial kemasyarakatan dan suka berbuat sesuatu untuk kepentingan orang banyak.

Karena itu, Syirajuddin AB juga tumbuh sebagai sosok yang selalu peka terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan di daerahnya. Ia selalu termotivasi untuk bisa menyuarakan hal-hal terkait kemaslahatan umat dan memperjuangkan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan orang banyak.

Dalam pandangannya, tugas sebagai seorang wakil rakyat adalah ibadah jika bisa menempatkan diri sebagai kuli rakyat, untuk benar-benar memperjuangkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak dan selalu berpihak kepada kepentingan rakyat. Dia percaya bahwa sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.

95 96

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Nyentrik, berpembawaan unik, dan suka berakah (bercanda) serta bersahabat adalah karakter yang melekat pada sosok politisi ini.

Dia adalah tokoh yang dekat dengan semua kalangan. Suka berdiskusi dengan siapa saja membahas segala hal terkait sosial kemasyarakatan, ekonomi, budaya, dan kemajuan daerahnya.

Syirajuddin AB adalah sosok yang selalu ingin mengabdikan hidupnya untuk orang banyak. Bisa menjadi seseorang yang berguna dan bermanfaat di tengah masyarakat. Hari ini harus lebih bermanfaat dari hari kemarin adalah moto hidupnya. Dalam pandangannya, hidup yang baik berbeda dengan hidup yang bermanfaat. Karena itu dia lebih menekankan kepada hidup yang bermanfaat. Dia juga mengatakan, selalu ingin bisa membantu orang yang miskin dan bodoh.

Pria ini juga memiliki kegemaran terhadap benda-benda kuno dan antik peninggalan peradaban sejarah Gayo. Dia bahkan punya sejumlah koleksi terkait kegemarannya itu yang ia simpan dengan baik di rumahnya. Obsesinya adalah bagaimana sejarah bangsa Gayo bisa diketahui asal muasalnya. Dia juga ingin mendirikan museum pribadi tentang Gayo.

Seorang Syirajuddin AB adalah penyuka warna putih, hitam, merah, dan kuning. Menurutnya itu adalah warna Gayo yang bisa dilihat dari penampilan kerawang gayo. Makanan favoritnya adalah cecah terasi. Untuk minuman dia adalah penggemar berat kopi gayo yang menjadi minuman favoritnya setiap hari.

Dia juga punya sejumlah hobi diantaranya adalah membaca, catur, biliyard, bridge, sepak bola, tinju, musik, berakah (bercanda), dan mengoleksi barang antik khususnya terkait peninggalan sejarah Gayo.

Di waktu kecil, Syirajuddin AB punya cita-cita untuk menjadi tentara. Dia menyukai unsur komando di tubuh tentara yang menurutnya sesuai dengan karakter di dalam dirinya. Selain itu, unsur kedisiplinan dan ketegasan serta berani mengambil resiko yang melekat di tubuh tentara menurutnya adalah hal yang positif untuk di contoh sebagai cara memimpin.

Di usia muda, Syirajuddin AB sudah menjadi sosok yang aktif di berbagai organisasi. Dia sendiri mencatat sejumlah organisasi yang pernah digelutinya sejak tahun 1984 hingga sekarang. Diantaranya adalah :

Syirajuddin AB menempuh jenjang pendidikannya di SD Nangka Kebayakan, SMP Negeri 1 Takengon, dan SMA Negeri Takengon. Dia menamatkan SMA pada tahun 1982. Dia lalu ingin menggapai cita-citanya untuk menjadi seorang tentara dengan mengikuti seleksi masuk AKABRI di tahun 1983 namun gagal. Dia juga mengikuti seleksi masuk sekolah pilot di tahun yang sama di Jakarta, tapi juga masih belum beruntung.

Tujuan lainnya dibenak Syirajuddin kala itu adalah menempuh pendidikan Sosial Politik di Universitas Veteran Jakarta. Alasannya karena dia ingin menimba ilmu politik luar negeri dan sangat ingin mengetahui peta politik di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah yang menurutnya adalah pusat kekuatan politik dunia. Namun sayang keinginannya itu tidak mendapat restu dari orangtuanya.

Syirajuddin kemudian mengikuti anjuran dari pihak keluarganya untuk melanjutkan pendidikannya di Sekolah Perbankan Nasional (Perbanas) Jakarta. Walau mengaku tidak punya minat untuk sekolah disana, Syirajuddin AB tetap menjalaninya pendidikannya selama 3

97 98

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

tahun diPerbanas.Dia melihat hal positif lain dari sekolahnya itu, yakni di bidang olahraga sepak bola yang selalu memiliki prestasi. Dia menyebut pembinaan olahraga sepak bola di Perbanas kala itu sampai berprestasi hingga ke luar negeri. Syirajuddin sendiri adalah penggemar sepak bola. Dia pernah berprestasi di bidang sepak bola semasa SMA bersama tim sekolahnya dengan menjuarai sepak bola Persitas tahun 1982.

Semasa sekolah di Perbanas, Syirajuddin AB juga aktif dalam organisasi internasional Inggris Raya VSO yang bergerak di bidang pendidikan dan pertanian. Dia bergabung dalam organisasi tersebut selama 2 tahun.

Dia akhirnya tidak lagi melanjutkan pendidikannya di Perbanas karena kerap bepergian. Syirajuddin gemar mendatangi berbagai tempat yang belum pernah dikunjunginya. Dia mulai punya ketertarikan untuk mempelajari kultur yang ada di setiap daerah tentang hal-hal terkait sosial budaya dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Syirajuddin AB lahir di Takengon pada 12 Mei 1961. Dia adalah anak ke 8 dari 10 bersaudara di keluarga pasangan (Alm) Abubakar

Syirajuddin AB lahir di Takengon pada 12 Mei 1961. Dia adalah anak ke 8 dari 10 bersaudara di keluarga pasangan (Alm) Abubakar

Dokumen terkait