Nama : Sukurdi Iska, SH
Tempat Tanggal Lahir : Kemili, 15 April 1972
Agama : Islam
Alamat : Kemili
Istri : Ningsulistiya
Anak : 1. M. Bilian Diska
2. Faris Hawari
Pendidikan : S1 Hukum
Partai politik : PDIP
Fraksi : Partai Amanat Nasional (PAN)
No. Hp : 082364677116
Dapil : Aceh Tengah 4
Jumlah Suara : 1.219
Pengalaman Kerja : - Anggota DPRK Aceh Tengah Periode 2009-2014
- Reje Kemili 2007-2009
- Pengurus Besar PERBAKIN Aceh Tengah
- Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tengah - Dewan Penasehat Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Tengah
Duduk sebagai wakil rakyat di DPRK Aceh Tengah setelah mendapat kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Tengah 4, yang meliputi Kecamatan Bebesen, Bies, dan Kute Panang.
Pria ini telah bertugas di lembaga dewan selama 2 periode.
Sukurdi Iska, SH adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak terjun ke dunia politik. Periode pertamanya di dewan adalah saat memenangkan Pemilihan Lagislatif tahun 2009.
Kala itu, Sukurdi memperoleh 700 lebih perolehan suara di Dapil Aceh Tengah 4.
Pada pesta demokrasi tahun 2014, bapak 2 anak ini kembali maju sebagai Calon Lagislatif (Caleg) di Dapil Aceh Tengah 4 bersama PDI-Perjuangan. Lagi-lagi dia mendapat kepercayaan masyarakat untuk duduk di dewan. Sukurdi Iska memperoleh 1.219 perolehan suara.
142
143
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Sejak mengemban amanat sebagai wakil rakyat, politisi ini gencar menyuarakan peningkatan potensi wisata daerah, khususnya peningkatan potensi di kawasan Danau Lut Tawar yang menjadi ikon pariwisata Aceh Tengah. Sukurdi Iska bertugas di Komisi B DPRK Aceh Tengah untuk membidangi perekonomian. Dia juga pernah menjabat sebagai ketua di komisi ini.
Sejak usia muda, Sukurdi Iska, sudah terbiasa mengabdikan diri di tengah masyarakat dengan aktif diberbagai organisasi. Dia juga pernah menjabat ketua pemuda di lingkungan tempat tinggalnya di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Dan juga menjabat kepala dusun di kampung tersebut. Lalu juga dipercaya menjabat Kepala Kampung Kemili pada tahun 2007-2009.
Pria ini kemudian mengaku terpanggil untuk meneruskan pengabdianya di tengah masyarakat lewat panggung politik.
Keinginannya adalah agar politisi di daerahnya bisa kompak dan bersatu untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dia percaya bahwa setiap apa yang dilakukan di tengah masyarakat harus dimulai dengan niat yang baik, untuk bisa menuai hasil yang baik pula. Menurutnya, ia telah membuktikan hal itu saat dipercaya menjabat ketua pemuda dan kepala dusun di lingkungan tempat tinggalnya dan kemudian dipercaya lagi untuk menjabat kepala kampung. Akhirnya, ia pun masih menuai kepercayaan dan dukungan dari masyarakat untuk mengemban amanat sebagai wakil rakyat selama dua periode, di DPRK Aceh Tengah.
Setelah terpilih sebagai wakil rakyat, Sukurdi Iska masih terus melanjutkan aktifitasnya di sejumlah organisasi, diantaranya sebagai Pengurus Besar PERBAKIN Aceh Tengah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tengah, dan Dewan Penasehat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Tengah.
Sehari-hari, pria ini adalah sosok yang ramah dan suka bergaul dengan semua kalangan. Dia tidak membeda-bedakan setiap orang yang ditemuinya. Selain aktif berorganisasi sejak usia muda, Sukurdi Iska juga punya kesukaan terhadap seni, khususnya musik.
Dia mahir memainkan alat musik drum. Di masa-masa baru tamat SMA, Sukurdi bahkan punya grup band sendiri dan dia bertugas sebagai penggebuk drum. Sedikitnya, ada 4 grup band yang pernah ia bentuk bersama teman-temannya di masa muda.
Sukurdi Iska menempuh jenjang pendidikan hingga sarjana. Ia menjadi mahasiswa di Universitas Quality dan diwisuda sebagai Sarjana Hukum (SH).
Jenjang pendidikannya dimulai dengan mengenyam bangku sekolah di SD Kemili Takengon pada tahun 1997-1985. Lalu melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Takengon pada tahun 1985-1988 dan SMA Negeri 1 Takengon pada tahun 1988-1991. Di masa SMA, Sukurdi Iska tergolong siswa yang cerdas. Ia selalu masuk dalam 10 besar rangking siswa sejak kelas I hingga tamat SMA.
Sukurdi Iska lahir di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, pada 15 April 1972. Orangtuanya Muhammad Iskandar adalah pensiunan Kantor Departemen Agama Kabupaten Aceh Tengah. Dalam menjalani kehidupannya, Sukurdi Iska selalu ingat pesan orangtuanya untuk berprilaku baik di tengah masyarakat dan tidak menyakiti orang lain.
Sukurdi Iska melepas masa lajangnya dengan mempersunting Ningsulistiya, seorang gadis asal Kampung Tetunyung, Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, yang berprofesi sebagai perawat.
Mereka menikah pada tahun 2002 dan menjalani biduk rumahtangga dengan menetap di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen.
144 145
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
23. ISMAIL
Nama : Ismail
Tempat Tanggal Lahir : Uning Berawang Ramung, 1 Agustus 1975
Agama : Islam
Alamat : Kampung Sepakat Kecamatan
Celala
Istri : Halida wati
Anak : 1. Shalan Aulia
2. Putri Mauliyana
Pendidikan : SLTA
Partai politik : Partai Aceh
Fraksi : Demokrat
No. Hp : 085270472591
Dapil : Aceh Tengah 3
Jumlah Suara : 658
Pengalaman Kerja : - Reje
Ismail mantan Reje Kampung di salah satu desa di Kecamatan Celala ini, memang pernah merasakan pahitnya kehidupan dalam memakmurkan rakyat didesa. Tidak hanya itu hujatan yang di terimanya dalam mengurusi rakyat sudah pasti ada, namun hal itu sudah menjadi sarapan pagi baginya. Walau bagaimanapun sebagai Reje (Kepala Kampung-red) harus tetap setia kepada masyarakat.
Anak ke dua dari pasangan Almarhum Musa Ismail dan almarhumah Rusmina ini paling tidak menyukai “kelompok-kelompok” untuk membangun Tanoh Gayo. Baginya bela rakyat untuk kesejahteraan adalah hal yang utama dan tanpa tawar.
Menurut Ismail, politik itu tidak kejam. Tidak seperti yang di bayangkan orang selagi semuanya bisa menjakankan dengan benar tanpa ada embel-embel apapun. “Jika perjalananya baik, maka baiklah dia sampai ke ujung, jika sudah nafsu maka lahirlah keputusan lain di ujungnya”.
Kepedulian tokoh masyarakat dari Kecamatan Celala ini di buktikannya kepada masyarakat setempat dengan menghentikan beberapa kali galian C yang ada salah satu desa. Baginya, penambangan yang dilaksanakan oleh pengusaha dari luar desa akan merusak lingkungan dan akan membawa petaka bagi rakyat di kemudian hari. Walau usahanya sering kali gagal, karena tidak di dukung oleh pihak-pihak terkait.
146 147
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Pria tamatan sekolah menengah umum ini, akan terus belajar dari tokoh-tokoh politik baik dalam daerah dan luar daerah, bagaimana dirinya bisa bersanding untuk kemajuan Aceh Tengah secara umum. Tampilanya yang sederhana sering kali membawa suasana menjadi cair, bila mendapatkan hambatan dalam satu persoalan.
148
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
24. NAZAR
Nama : M. Nazar
Tempat Tanggal Lahir : Takengon, 13 Agustus 1962
Agama : Islam
Alamat : Jalan 1001 Gelengang
Istri : Nurhayati
Anak : 1. Ananda Lina Quine
2. Merisa Dwi Astuti 3. Ummy Sarah Andayani
4. Rabbiatul Adawiyah 5. Muda Wali Ari Linge
Pendidikan : SMA
Partai politik : Partai Aceh
Fraksi : Demokrat
No. Hp : 08116708438
Dapil : Aceh Tengah 4
Jumlah Suara : 792
Pengalaman Kerja : - Anggota DPRK Aceh Tengah Periode 2009-2014
Duduk di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah selama dua periode. Pada periode pertamanya, politisi Partai Aceh (PA) ini mengemban amanah sebagai pimpinan dewan pada jabatan Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah bhakti 2009-2014.
M. Nazar kembali duduk di lembaga dewan sebagai seorang wakil rakyat setelah memenangkan Pemilihan Lagislatif tahun 2014.
Dia maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Tengah 4, meliputi Kecamatan Bebesen, Bies, dan Kute Panang. Kala itu, dia memperoleh 792 perolehan suara.
Pada periode keduanya di dewan untuk masa bhakti 2014-2019, M.
Nazar bergabung bersama Komisi D DPRK Aceh Tengah yang membidangi keistimewaan dan kesejahteraan rakyat.
Ayah 5 anak ini adalah pria humoris. Dia selalu punya cerita lucu untuk membuat orang-orang disekitarnya tertawa. Baginya, bisa menyenangkan orang lain adalah kesenangan tersendiri untuknya. Dia adalah sosok yang bersahabat.
149
150
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Dia membentuk paguyuban Reuni SMP Negeri 1 Takengon Angkatan 79 karena ingin kembali menjalin silaturrahmi bersama teman-teman sekolahnya tempo dulu. Selaku ketua dari panguyuban yang dibentuknya itu, ia menjadwalkan reuni berlangsung setiap tahun. Tercatat ia pernah melangsungkan reuni di Takengon, di Puncak Jawa Barat, Yogyakarta, hingga ke Malaysia.
Di masa muda, M. Nazar adalah seorang petinju. Dia pernah menjadi juara 2 pertandingan tinju tingkat Provinsi Aceh pada tahun 1982 di Lhokseumawe, Aceh Utara. Semasa kecil, dia punya cita-cita untuk menjadi tentara.Sementara saat konflik berkecamuk di bumi Aceh dulu, sebelum perjanjian damai RI-GAM terlaksana pada tahun 2005 di Helsinki, pria ini merupakan sosok pejuang GAM dari wilayah Gayo. Ia mengaku ikut terjun bersama pejuang GAM karena alasan sejarah Aceh yang tidak mendapatkan keadilan merata dari Pemerintah Pusat.
M. Nazar pernah ditangkap oleh aparat keamanan pada tahun 1990 dan divonis 14 tahun penjara oleh pengadilan. Dia mengisahkan, saat ditangkap ia langsung kehilangan kontak dengan kerabat dan keluarganya. Kala itu tidak ada yang tahu kondisi dan keberadaannya hingga ia dianggap hilang selama 6 bulan.
Keberadaannya baru diketahui oleh pihak keluarga ketika menjalani persidangan di pengadilan. M. Nazar divonis 14 tahun penjara dan menjalani hukumannya di LP Lhokseumawe. Pada masa itu dia pernah dipulangkan untuk menjalani hukuman di LP Takengon selama 2 bulan, karena harus menjadi saksi atas sidang rekannya yang juga ditangkap dan diadili. Setelah jatuh vonis terhadap rekannya itu, M. Nazar di kembalikan ke Lembaga Pemasyarakatan Lhokseumawe.
Dia menjalani vonisnya disana selama 4 tahun.
Kemudian M. Nazar dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara. Disana dia juga menjalani masa hukumannya selama 4 tahun dan akhirnya bebas setelah ada perintah pembebasan Tapol/Napol oleh Presiden Habibie. Terhitung, M. Nazar menjalani masa vonisnya dipenjara selama 8 tahun.
Setelah bebas, pria ini berangkat menuju Helsinki untuk menghadiri perjanjian damai RI-GAM di tahun 2015. Di masa damai Aceh, barulah M. Nazar terjun ke dunia politik sejak Partai Aceh didirikan oleh para mantan pejuang GAM. Dia meniti karir politik di tanah kelahirannya Kabupaten Aceh Tengah.
Pria ini berharap damai Aceh terus terjaga. "Masa lalu itu tidak ada lagi. Sekarang saatnya membangun Aceh. Bagaimana Aceh kedepan menjadi maju dan makmur," ucap M. Nazar.
M. Nazar menempuh jenjang pendidikannya di SD Negeri 3 Takengon, SMP Negeri 1 Takengon, dan STM Langsa. Dia menamatkan sekolah STM-nya pada tahun 1982. Namun ia masih melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Takengon.
M. Nazar adalah sosok siswa yang aktif di masa sekolah. Sejak di bangku kelas I hingga kelas III STM Langsa, dia selalu menjadi ketua kelas. Dia juga menjadi ketua OSIS STM Langsa saat duduk di kelas III.Tamat sekolah M. Nazar berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya di Akademi Ilmu Pelayaran Semarang. Namun ia gagal saat mengikuti seleksi masuk. Kemudian dia mencoba mengikuti seleksi di Akademi Pendidikan Pelayaran Perwira Besar Semarang dan lulus. Tapi pria ini juga tidak menamatkan sekolahnya itu, setelah 2 tahun menjalani pendidikan disana.
151 152
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Tidak melanjutkan sekolahnya M. Nazar lebih memilih memasuki dunia kerja. Di tahun 1984 dia mulai bekerja dengan perusahaan Jepang Shimizu Penta Join Venture (SPJV) pada proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Emas, di Semarang. Ia bekerja disana selama 2 tahun.
M. Nazar kemudian pindah ke Jakarta dengan perusahaan yang sama untuk proyek pembangunan jalan TOL dari Halim ke Kota Jakarta. Perusahaan tempatnya bekerja SPJV kemudian berganti nama menjadi Shimizu Join Venture (SJV) untuk proyek pembangunan Hotel Hilton (Sultan sekarang). Itu pekerjaan terakhir M. Nazar bersama perusaahan tersebut.
Pada tahun 1985 M. Nazar mulai bekerja di PLTA Sigura-gura Medan, Sumatera Utara. Lalu pindah lagi untuk bekerja pada proyek pengelasan pipa di Pangkalan Brandan,SumateraUtara.M. Nazar kemudian pulang kampung untuk bekerja di PT KKA Aceh Tengah pada tahun 1998. Dia bekerja disana selama 2 tahun sebagai juru ledak pada bagian peledakan untuk pembuatan jalan. Pria ini mengisahkan, disanalah awal mula ia ditangkap oleh aparat keamanan atas tuduhan sebagai anggota GAM dan divonis 14 tahun penjara. Ia bebas jelang perjanjian damai RI-GAM di tahun 2015.
M. Nazar lahir di Takengon pada 13 Agustus 1962 di keluarga pasangan (Alm) Abdullah dan Dani. Ia menjalani kehidupan masa kecilnya di Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
Pria ini selalu ingat pesan orangtuanya untuk tidak berjudi dan mabuk-mabukan. "Enti minum enti judi," kata M. Nazar dalam bahasa Gayo mengulang pesan orangtuanya.
M. Nazar menikahi Nurhayati pada tahun 1986. Perempuan yang menjadi pendamping hidupnya itu berasal dari Bandar Lampahan, Kabupaten Bener Meriah. Mereka menjalani biduk rumahtangga dengan menetap di Buntul Gelengan, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
153 154
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
25. ASMAYANTI, A.Md
Nama : Asmayanti, A. Md
Tempat Tanggal Lahir : Takengon, 9 Februari 1988
Agama : Islam
Alamat : Jalan Pahlawan No. 700 Bale Atu, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah
Pendidikan : D IIIEkonomi Manajemen
Perusahaan
Partai politik : Partai Hati Nurani Rakyat
Fraksi : Partai Amanat Nasional (PAN)
No. Hp : 08561737601
Dapil : Aceh Tengah 2
Jumlah Suara : 1.020
Pengalaman Kerja : - Karyawan Kontrak pada P.T Telkom Plaza
Asmayanti, dara berparas cantik ini, tercatat sebagai salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah termuda periode 2014-2019. Bahkan, menjadi satu-satunya perwakilan kaum perempuan di kursi parlemen di kota dingin itu.
Meski baru perdana menggeluti dunia politik, namun kariernya langsung melejit dan terpilih menjadi wakil rakyat.
Sekilas, Asmayanti tak terlihat layaknya anggota dewan.
Karena, disamping usianya yang relatif muda, juga penampilannya yang “modis” tak kentara bahwa ia sebagai salah seorang kader partai politik. Meski begitu, ilmu politiknya tak perlu diragukan lagi.
Mengenakan balutan pakaian muslimah, membuat sosok gadis berusia 27 tahun ini, terlihat lebih religius. Irit bicara namun tak terkesan sombong. Begitulah sekilas sikap yang ditunjukan kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, dalam kesehariannya berkomunikasi dengan sesama anggota dewan maupun dengan kerabat-kerabatnya.
Anak bungsu dari pasangan Asmidi Ali dan Fatmah ini, sebelum berkarier di dunia politik, pernah menjadi karyawan kontrak pada PT Telkom Plaza, Simpang Lima, Banda Aceh. Ketika itu, ia di tempatkan sebagai operator penerima keluhan pelanggan (out boon call). Namun Asmayanti hanya bertahan setahun sebagai operator di PT Telkom
155
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Plaza. Ia memilih berhenti sebagai karyawan kontrak karena beberapa alasan. Sebelum mencalonkan diri menjadi calon legislatif, ia sempat mencari beberapa peluang kerja di tempat lain namun belum berhasil.
Alhasil, meski tidak pernah terpikir sebelumnya, akhirnya Asmayanti terjun ke dunia politik di Tahun 2014.
Sejak menempuh jenjang pendidikan di TK Asyiah Bale Atu, SDN 9 Takengon, SMPN 2 Takengon bahkan usai menamatkan kuliah Diploma Ekonomi Manajemen Perusahaan dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, tidak pernah terbayang akan bekerja untuk kepentingan masyarakat luas. “Kawan-kawan kerja ada yang menyarankan untuk tidak usah menjadi caleg. Tapi dorongan orang tua dan keperihatinan terhadap kaum perempuan, saya akhirnya terjun ke dunia plitik,” ungkap dara yang hobi memasak ini.
Selain dorongan dari orang tua, aturan pemilu legislatif ketika itu, memberikan peluang besar bagi Asmayanti, dan kaum peremupuan untuk ikut berperan di dunia politik. Keharusan partai politik peserta pemilu 2014, mencalonkan setidaknya 30 persen caleg perempuan, menjadi titik awal yang tidak akan pernah dilupakan Asmayanti, karena kesempatan itu yang menghantarkan gadis cantik ini menuju kursi dewan.
Meski tidak pernah mendapatkan pendidikan maupun pengalaman di dunia politik. Statusnya yang masih single tidak menjadi kendala baginya untuk dipercaya masyarakat sebagai wakil rakyat di kursi DPRK Aceh Tengah.Keputusan dan keberaniannya masuk dunia politik dalam usia muda itu mendapat dukungan dari sang ayah, yang selama ini bekerja pada bidang perdagangan kopi. Ia satu-satunya perwakilan perempuan yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak untuk duduk di legislatif. Asmayanti Amd, wanita muda nan cantik berhasil memperoleh 1.020 suara di daerah pemilihan
(dapil) Aceh Tengah Dua, meliputi Kecamatan Pegasing, Atu Lintang, Jagong, dan Kecamatan Linge.
Asmidi Ali yang asli Pegasing, menjadi keputusan bagi dara cantik itu mencalonkandiri dari dapil dua. Sementara dukungan doa pun mengalir dari ibu yang bekerja sebagai tenaga pendidik di SD 5 Lut Tawar.Meski satu-satunya perempuan dari 30 anggota dewan, Asmayanti tidak merasakan kesulitan untuk berkomunikasi dengan semua anggota dewan. “Tidak ada kesulitan berarti untuk komunikasi politik dengan anggota dewan lainnya,” kata Asmayanti.
Sebagai srikandi DPRK Aceh Tengah, Asmayanti melihat program pemberdayaan perempuan masih sangat minim. Dengan hadirnya ia di DPRK setidaknya bisa sedikit memberi perubahan untuk kaum perempuan yang sangat butuh dukungan dalam segala hal.
Asmayanti ingin mencurahkan tenaga dan pikiran dalam memperjuangkan kepentingan perempuan dalam bidang pendidikan dan kesehatan, yang sangat menyentuh semua pihak.
Meski usia muda sudah berkecimpung dikancah politik, bekerja dengan baik adalah satu-satunya cara untuk memberi perubahan untuk apa yang dicita-citakannya. Melaksanakan fungsi DPRK, regulasi, pengawasan dan anggaran harus benar-benar optimal dilakukan demi masyarakat Aceh Tengah yang sejahtera.
Semangat darah muda yang mengalir dalam tubuh Asmayanti, menjadi cambuk untuk bekerja keras dan tidak ingin terlena dengan hal–hal yang tidak perlu. Ia juga berkeinginan bisa memotivasi perempuan untuk menata lebih baik kehidupanbidang pendidikan.
Dimana dengan pendidikan, adalah salah satu cara untuk mengatasi persoalan perempuan di Aceh Tengah, serta berharap generasi muda untuk terus giat melakukan kegiatan positif baik bidang olahraga, seni dan budaya.
156
157
158
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Selain disibukkan dengan urusan politik, Asmayanti melakukan rutunitas sosial dengan bergabung bersama komunitas Hablumminallah wa Hablumminnas (H2), yaitu komunitas sosial pemerhati perempuan. Melalui komunitas tersebut, ia ingin menginventalisir persoalan yang sering dihadapi perempuan di Aceh Tengah.
Selain urusan politik dan sosial, aktivitas Asmayanti kian bertambah. Ia kemudian dipercaya sebagai ketua Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Kabupaten Aceh Tengah. Menurutnya, penyalanggunaan narkoba di Aceh Tengah sudah sangat memprihatinkan. Sebagai pegiat anti narkoba, Asmayanti ingin mensosialisasikan bahaya narkoba yang penanggulangannya sejak dini melalui keluarga.
159
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019