• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI EKSTERNAL

BAB II. LAPORAN EVALUASI DIRI

A. KONDISI EKSTERNAL

Perkembangan masyarakat pada tatanan nasional dan global memberikan tantangan dan peluang tersendiri bagi perguruan tinggi. Perguruan tinggi mesti merespons secara cepat perkembangan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan masifnya perkembangan dan penggunaan teknologi informasi yang banyak mempengaruhi dan merombak tatanan kehidupan masyarakat, ekonomi, dan politik. Sebagai konsekuensi dari hal itu adalah banyak institusi dan mekanisme tata kelola kehidupan yang selama ini sudah mapan, menjadi tidak lagi relevan dan bahkan punah.

Perkembangan revolusi industri 4.0 mengharuskan pihak Universitas untuk melakukan redefinisi dan penataan ulang berbagai pranata sosial, ekonomi, dan politik. Gagal melakukan hal itu akan membawa konsekuensi terjadinya kehilangan relevansi berbagai sistem. Oleh karena itu, Universitas perlu memiliki kesadaran dan kebutuhan untuk merespon tantangan sosial, ekonomi, dan politik baru sebagai akibat dari perkembangan digital yang telah mengakibatkan terjadinya disrupsi berbagai sendi kehidupan.

Universitas selalu dihadapkan pada kebutuhan untuk menangkap selalu relevan dengan kebutuhan jamannya. Perkembangan universitas selalu terkait dengan tuntutan perkembangan peradaban manusia. Pada era awal, Universitas 1.0 ditandai dengan karakter keilmuan yang bersifat metafisik yang memahami aspek-aspek normatif kehidupan. Tradisi ini tumbuh pada abad pertengahan Eropa. Selanjutnya, versi universitas 2.0 lahir pada era masyarakat industrialisasi dan pasca industrialisasi, di mana fungsi utamanya adalah menghasilkan riset-riset yang didorong oleh kebutuhan teknologi yang menopang industrialisasi dan pembangunan ekonomi. Setelah itu, generasi universitas 3.0 digambarkan sebagai entrepreneurial university, di mana universitas melayani berbagai kepentingan segmen masyarakat, tetapi yang paling utama adalah memenuhi kepentingan internalnya untuk bertahan menghadapi persaingan (Ronald Barnett, 2015).

Pada era sekarang, zaman now, generasi universitas 4.0 merupakan perkembangan paling kontemporer, di mana universitas dihadapkan pada perubahan besar lanskap sosial, ekonomi, politik, sebagai akibat revolusi teknologi digital. Dahsyatnya pertumbuhan sistem informasi teknologi, big data, artificial intelligence, online learning, teknologi 3D, dan sebagainya menuntut universitas untuk bergerak cepat dan cermat dalam mendefinisikan peran dan menyesuaikan karakter institusionalnya. Dengan begitu, Universitas diharapkan tetap relevan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi. Gagal melakukan hal itu akan membawa konsekuensi terlindas dan tertindasnya sistem universitas.

Program Doktor (S3) Ilmu Lingkungan PPs UNSRI, sepenuhnya memperhatikan perubahan-perubahan mendasar tersebut. Karena itu pihak manajemen terus memikirkan dan mengembangkan inovasi pengelolaan kampus yang memungkinkan untuk tetap berkembang dan bahkan mengambil manfaat kemajuan dari perkembangan revolusi industri 4.0. Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam mendidik generasi dan pemimpin masa depan, Program S3 Ilmu Lingkungan PPs UNSRI memastikan perubahan sistem dan penyediaan lingkungan pembelajaran. Dengan begitu, mahasiswa dan segenap civitas akademika menjadi pembelajar yang bisa menangkap dan beradaptasi dengan perubahan secara cepat

Laporan Evaluasi Diri Program Doktor Ilmu Lingkungan PPs UNSRI Tahun 2020 8 (agile powerful learner), sehingga memiliki kemampuan untuk mengikuti dan bahkan menjadi agen perubahan yang aktif.

Perkembangan yang terjadi selama ini telah mampu membawa perubahan mendasar dalam kehidupan sosial-budaya, politik, dan ekonomi. Dari sisi sosial budaya ada pergeseran terkait dengan pola perilaku masyarakat dalam berkomunikasi dan semakin berkembangnya media sosial sebagai instrumen perubahan budaya masyarakat. Arus informasi yang semakin deras juga. membuat semua perkembangan di berbagai belahan dunia bisa dengan mudah diterima dan diketahui masyarakat pada saat yang bersamaan. Dari sisi lingkungan, juga terjadi pergeseran dimana pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan yang menyebabkan pencemaran lingkungan lintas batas negara, termasuk memperburuk dampak pemanasan global. Sementara dari sisi ekonomi ditandai dengan kemunculan berbagai bentuk ekonomi baru yang menggeser perimbangan kekuatan ekonomi global serta memperparah kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Dalam kerangka untuk merespon perubahan-perubahan di atas, skema pengembangan Program Doktor (S3) Ilmu Lingkungan PPs UNSRI diarahkan melalui upaya-upaya yang mengadopsi cara berpikir dan pengenalan sistem digital dalam kehidupan kampus. Ini dilakukan dengan menyediakan berbagai fasilitas yang menopang mentalitas sharing and collaboration sebagai kunci menghadapi perubahan, penyediaan lingkungan creative (creative hub ecosystem), dan mendorong metode pembelajaran yang menekankan pada perpaduan antara aspek-aspek kegiatan yang bersifat kognitif dan afektif, serta pemanfaatan secara optimal teknologi digital. Pengembangan inisiatif-inisiatif menuju universitas 4.0 ini tidak semata ditujukan untuk menghasilkan generasi baru lulusan perguruan tinggi yang memiliki karakter pembelajar kuat dalam menghadapi masa depan yang tidak menentu atau unpredictable, namun juga meletakkan model konkret bagi transformasi tata kelola perguruan tinggi yang mampu beradaptasi secara cepat dan memanfaatkan perubahan revolusioner di abad digital.

Dalam aspek yang lebih kecil atau mikro, arah pengembangan Program Studi juga dimaksudkan untuk merespon atas sejumlah tantangan berupa aspek daya saing, kebutuhan pengguna lulusan, sumber calon mahasiswa, calon dosen, tenaga kependidikan, perubahan sistem pendidikan, dan kebutuhan masyarakat secara luas. Dalam aspek pesaing, sudah mulai banyak universitas yang mengembangkan Program Doktor Ilmu Lingkungan. Untuk itu, PPs mendorong agar Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan PPs UNSRI memiliki karakteristik yang khas yakni ekologi lahan basah sebagaimana tertuang dalam desain kurikulum dan memperkuat PPs UNSRI.

Dari sisi kebutuhan pengguna, alumni Prodi S3 Ilmu Lingkungan diharapkan memiliki skill yang kuat untuk menghadapi berbagai perubahan masyarakat sebagai akibat revolusi industri 4.0 sebagaimana dipaparkan di atas. Sementara dari sisi calon mahasiswa, selain berasal dari berbagai instansi yang relevan, ada kecenderungan semakin banyak mahasiswa yang berasal dari fresh graduate. Sementara itu untuk calon dosen, terutama yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pengetahuan yang memadai dengan kajian Ilmu Lingkungan. Sementara dari aspek tenaga kependidikan, adanya sistem perencanaan yang kuat di PPs UNSRI memungkinkan Prodi memperoleh sumber daya manusia pendukung yang sesuai dengan kebutuhan.

Lebih lanjut, dalam aspek pengajaran, semakin kuatnya pemanfaatan teknologi digital juga mendorong Prodi untuk mulai memperkaya proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber digital maupun metode pengajaran yang memanfaatkan perkembangan

Laporan Evaluasi Diri Program Doktor Ilmu Lingkungan PPs UNSRI Tahun 2020 9 teknologi informasi. Kuliah online sudah terbiasa dijalankan oleh dosen-dosen S3 Ilmu Lingkungan PPs UNSRI.

Berbagai pemetaan tantangan tersebut kemudian direspon dalam rencana pengembangan Prodi Doktor Ilmu Lingkungan. Sebagai sebuah Prodi yang berorientasi pada penciptaan lulusan yang menyokong nilai-nilai wawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Program Studi S3 Ilmu Lingkungan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan nasional dan internasional yang dinamis. Kondisi-kondisi eksternal selalu diperlakukan sebagai faktor pendorong bagi penguatan kelembagaan secara internal. Di level internasional, sejak lama sejumlah mahasiswa mengikuti program peningkatan mutu publikasi internasional (PKPI) atau sandwick-like. Dalam program ini mahasiswa diberi kesempatan untuk internship di lembaga terkemuka di luar negeri serta menghasilkan publikasi internasional yang ditargetkan. Negara-negara tempat program ini adalah Taiwan, Brazil, Jerman, China, Malaysia dan Jepang. Visi yang berorientasi permasalahan lingkungan regional sebagaimana akan dipaparkan di dalam bagian berikutnya adalah bentuk integrasi kondisi eksternal dan internal dalam menyusun rancangan pengembangan Prodi. Dari segi komposisi keilmuan, Dosen Tetap Program Studi (DTPS) menyelesaikan program doktoral dari universitas-universitas ternama di Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Namun demikian, penelitian-penelitian doktoral yang dilakukan pada umumnya sangat berkonteks permasalahan lingkungan pada umumnya. Hal ini sangat mewarnai perkembangan dan peningkatan substansi pembelajaran dan pembentukan keahlian mahasiswa di bidang peminatannya. Program Studi S3 Ilmu Lingkungan memastikan perkembangan lembaga dengan jalan memperhatikan kecenderungan terkini keilmuan di bidang lingkungan secara seksama. Upaya ini secara reguler dilakukan dengan meninjau kurikulum program studi.

Upaya lain juga dilakukan untuk mempertegas sisi-sisi kekhasan program studi dan merumuskan CPL yang responsif terhadap kemajuan ilmu lingkungan terkini. Proses ini melibatkan mahasiswa, dosen pengampu, alumni dan pengguna lulusan mengidentifikasi kondisi-kondisi eksternal yang mengharuskan program studi menyelaraskan desain program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan akan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat global.

Untuk mendorong kualitas internasionalisasi dalam jangka panjang, program studi-program studi yang dipilih sebagai target benchmarking adalah yang pernah menjadi tujuan belajar Dosen Tetap Program Studi (DTPS). Selain itu, program yang sudah pernah menjalin afiliasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat secara intensif selama 5 tahun terakhir juga menjadi bagian dari proses ini. Dari hasil benchmarking, Prodi S3 Ilmu Lingkungan mengembangkan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang menjamin ketercakupan dimensi pengetahuan, sikap dan keterampilan, keseimbangan antara pengembangan kapasitas keilmuan dengan kapasitas profesional lulusan, serta keberlanjutan implementasi ilmu pengetahuan yang didapatkan selama program berlangsung.

Sebagai sebuah Prodi yang berorientasi pada penciptaan lulusan yang menyokong nilai-nilai wawasan lingkungan dan mempunyai kemampuan untuk kerja multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin, Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan nasional dan internasional yang dinamis. Kondisi-kondisi eksternal selalu diperlakukan sebagai faktor pendorong bagi penguatan kelembagaan secara internal.

Perubahan-perubahan lingkungan di wilayah tanah air dan ASEAN memberikan pengaruh yang dominan dalam pengembangan substansi keilmuan. Kebakaran lahan dan hutan pada

Laporan Evaluasi Diri Program Doktor Ilmu Lingkungan PPs UNSRI Tahun 2020 10 saat kemarau panjang serta kejadian banjir di musim penghujan, penggunaan pestisida secara intensif pada areal pertanian di Sumatera Selatan khususnya di lahan basah dan epidemiologi penyakit berasal dari vektor masih mempengaruhi arah penelitian dan pengabdian pada masyarakat program studi.

Visi Prodi S3 Ilmu Lingkungan yang berorientasi lingkungan lahan basah adalah bentuk integrasi kondisi eksternal dan internal dalam menyusun rancangan pengembangan Prodi.

Dari segi komposisi keilmuan, Dosen Tetap Program Studi (DTPS) menyelesaikan program doktoral dari universitas-universitas ternama di Asia, Eropa dan Amerika. Namun demikian, penelitian-penelitian doktoral yang dilakukan pada umumnya sangat berkonteks lahan basah. Hal ini sangat mewarnai perkembangan dan peningkatan substansi pembelajaran dan pembentukan keahlian mahasiswa di bidang peminatannya.

Program Studi S3 Ilmu Lingkungan memastikan perkembangan lembaga memperhatikan kecenderungan terkini keilmuan di bidang lingkungan secara seksama. Upaya ini secara reguler dilakukan dengan meninjau kurikulum program studi. Di tahun 2018, sebagai bagian dari tinjauan kurikulum, Prodi melakukan online benchmarking dengan menganalisa posisi program studi terhadap 5 program S3 Ilmu Lingkungan di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang disusun oleh Program Studi sejalan dengan dinamika di universitas-universitas tujuan benchmarking.

Upaya ini juga mempertegas sisi-sisi kekhasan program studi dan merumuskan CPL yang responsif terhadap kemajuan ilmu lingkungan terkini. Proses ini melibatkan mahasiswa, dosen pengampu, alumni dan pengguna lulusan mengidentifikasi kondisi-kondisi eksternal yang mengharuskan program studi menyelaraskan desain program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan akan pengetahuan dan teknologi lingkungan serta kemampuan untuk mengelola permasalahan lingkungan di perusahaan dan ekosistem lahan basah.

Dari sisi daya saing, program studi S3 Ilmu Lingkungan menawarkan kompetensi khas dan spesialisasi pembelajaran tingkat lanjut yang sangat spesifik. Pengguna lulusan Program Doktor Ilmu Lingkungan tidak terbatas pada perguruan tinggi, pusat penelitian dan organisasi pemerintah daerah yang secara tradisional berperan dalam implementasi pengelolaan lingkungan. Cakupan pengguna lulusan berkembang secara luas meliputi pula lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang mengajarkan ilmu dan teknologi lingkungan, pemerintah daerah, pusat penelitian, lembaga swadaya masyarakat dan lain-lain.

Sejauh ini, sumber calon mahasiswa mayoritas adalah lembaga-lembaga pendidikan tinggi – milik pemerintah dan swasta yang mengajarkan ilmu lingkungan dan kesehatan lingkungan.

Sumber mahasiswa lainnya adalah organisasi pemerintah daerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik pengguna lulusan yang juga adalah lembaga-lembaga pendidikan tinggi karena hampir separuh dari lulusan Program Studi membangun karir sebagai tenaga pengajar. Input dosen Program Studi mayoritas adalah Dosen Tetap Program Studi (DTPS) Kesehatan Lingkungan, program studi Teknik dan sebagainya. Aspek-aspek eksternal juga membentuk komposisi mahasiswa yang sedang dan pernah belajar di Prodi. Setiap tahun, prodi menjadi tuan rumah bagi mahasiswa yang belajar sebagai mahasiswa penuh waktu dengan beragam skema kerjasama nasional yang difasilitasi oleh PPs UNSRI serta Universitas Sriwijaya. Komposisi input yang bervariasi dengan demikian merupakan salah satu kekuatan Prodi. Meskipun didominasi oleh lulusan S2 yang berasal dari Magister Kesehatan Masyarakat, mahasiswa yang mengikuti program S3 Ilmu Lingkungan juga mencerminkan kekayaan latar belakang ilmu yang lain seperti Ilmu Pertanian, Ilmu Teknik, planologi dan Ilmu Sosial. Sumber tenaga kependidikan disesuaikan

Laporan Evaluasi Diri Program Doktor Ilmu Lingkungan PPs UNSRI Tahun 2020 11 dengan kebutuhan kualifikasi unit-unit yang akan ditempati. Sumber daya manusianya diutamakan mereka yang memiliki keahlian sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Sejak tahun 2007, Prodi S3 Ilmu Lingkungan membuka Bidang Kajian Utama (BKU) yaitu Lingkungan Lahan Basah, Lingkungan Agri-Industri-Energi, Sosiologi Lingkungan, Kesehatan Lingkungan dan Ekonomi Sumber daya Lingkungan. Dibandingkan dengan program studi-program studi yang ada di luar negeri, minat Bidang Kajian Utama Kesehatan Lingkungan dan Agro-Industri-Energi juga memiliki nilai daya saing yang tinggi. Afiliasi Program S3 Ilmu Lingkungan dengan lembaga-lembaga nasional dan internasional seperti Bappenas RI, Ohio University USA, Universiti Teknologi Malaysia, Adam Mickiewicz University in Puzman Poland, University of Florence dan lain-lain yang menyokong pengembangan riset lanjutan para mahasiswa.