• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONDISI UMUM

4.3 Kondisi Fisik dan Biofisik

4.3.1 Letak, Luas, dan Batas Wilayah

Lokasi Perumahan Danau Bogor Raya terletak di sebelah Selatan Jalan Tol Jagorawi Bogor, Jakarta. Jika dilihat secara geografis terletak antara 106°45’ 37’’ BT -- 106° 48’ 27’’ BT Greenwich dan 6° 23 ‘ 30’’ LS berada pada ketinggian 300-350 mdpl. Peta lokasi perumahan Danau Bogor Raya ditampilkan pada Gambar 4.

Sumber: http://petabesar.blogspot.com// Gambar 4. Lokasi Perumahan Danau Bogor Raya

 

Luas dari Perumahan Danau Bogor Raya mencapai kurang lebih 600 hektar. Perumahan ini juga dikelilingi oleh pegunungan, antara lain Gunung

Pangrango, Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Pancaran, Gunung Geulis, dan Gunung Putri. Batas-batas fisik lokasi perumahan sebagai berikut:

a. Tol Jagorawi di sebelah utara

b. Kampung Pasir Selatan di sebelah selatan c. Kampung Sawah di sebelah barat

d. Kampung Pangulaanb dan Sungai Pabuaran di sebelah timur

4.3.2 Aksesibilitas

Perumahan Danau Bogor Raya dapat dijangkau melalui Jalan Tol Jagorawi dari arah Ciawi dan melalui Baranangsiang di sisi kanan Jalan Tol Jagorawi ke arah Ciawi dan Jakarta, sedangkan beberapa lokasi pemukiman dapat ditempuh melalui Jalan Padjajaran dengan jarak tempuh kurang lebih 10 menit sehingga memudahkan para penghuni untuk mencapai segala penjuru Kota Bogor.

4.3.3 Iklim

Suhu rata-rata bulanan kawasan Perumahan Danau Bogor Raya berdasarkan stasiun pengukur iklim Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Darmaga, Bogor, tahun 2007 adalah 25,75°C dan kelembaban udara rata-rata per bulan 83,25%. Berdasarkan data BMG Darmaga tahun 2003-2007, kelembaban udara rata-rata tahunan sebesar 88,4%. Lama penyinaran rata-rata tahunan sebesar 64,4%. Kecepatan angin berkisar 1-6 knot, dengan rata-rata tahunan sebesar 2 knot.

4.3.4 Geologi, Jenis Tanah, dan Topografi

Secara umum Kota Bogor ditutupi oleh batuan vulkanik yang berasal dari bahan endapan dua gunung berapi, yaitu Gunung Pangrango dan Gunung Salak. Endapan permukaan umumnya berupa sedimen yang tersusun oleh tanah, pasir dan krikil, hasil dari pelapukan endapan.

Jenis tanah di permukiman ini adalah tanah latosol coklat kemerahan, yaitu jenis tanah yang telah mengalami perkembangan profil, bersifat gembur dan agak masam dengan pH 4,5-6,5. Fisik dari jenis tanah ini baik karena mempunyai

daya permeabilitas yang cukup tinggi dan tahan erosi. Lapisan dalam berupa tanah liat yang mengandung bahan-bahan dari gunung berapi dengan kadar bahan organik yang rendah.

Keadaan topografi di Perumahan Danau Bogor Raya secara umum hampir sama di setiap permukiman karena lokasinya yang saling berdekatan. Keadaan topografi perumahan ini merupakan daerah landai. Secara umum, perumahan ini rata-rata memiliki kemiringan 3-15%, yang memiliki karakter landai dan potensi erosi sangat kecil.

4.3.5 Hidrologi

Berdasarkan kedudukan hidrologinya Perumahan Danau Bogor Raya dilalui sungai-sungai besar yaitu Sungai Ciliwung yang mengalir ke bagian barat, Sungai Cikeas dan Sungai Kalibaru yang mengalir ke bagian timur. Beberapa sungai lainnya yang lebih kecil, antara lain sungai Cipabuaran, Cikalasi, Cimenteng, dan Anak Sungai Katulampa. Aliran Sungai Cipabuaran dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi perumahan, club house, dan hotel melalui proses

water treatment plant (WTP).

4.3.6 Vegetasi dan Satwa

Vegetasi dominan sebelum terbangunnya Perumahan Danau Bogor Raya adalah tanaman hias, persawahan yang terdiri dari tanaman pangan seperti padi dan palawija, kebun papaya, kebun singkong, dan kebun campuran. Setelah terbangunnya perumahan Danau Bogor Raya, jenis vegetasi yang dominan adalah tanaman-tanaman yang memiliki fungsi sebagai tanaman peneduh, ornamental, dan pengarah yang berupa pohon, semak, perdu dan tanaman penutup tanah.

Satwa yang ada sebelum terbangunnya Perumahan Danau Bogor Raya terdiri dari satwa darat dan satwa air. Satwa darat yang dapat dijumpai adalah berupa hewan-hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam; kucing, anjing, preyak, dan beberapa jenis burung, sedangkan satwa air yang dapat dijumpai adalah kepiting dan ikan. Setelah adanya pembangunan Perumahan Danau Bogor

Raya, satwa yang dominan adalah beragam jenis burung kecil, beragam jenis serangga, dan hewan-hewan pribadi milik penghuni.

4.3.7 Pencemaran

Pencemaran yang dapat terjadi di suatu pemukiman adalah kebisingan yang berasal dari kendaraan dan polusi udara yang ditimbulkannya. Menurut Oliskifsi dan Mc. Elrossy (1971), kebisingan dapat didefinisikan sebagai suara-suara yang tidak dikehendaki dalam bentuk yang dapat disampaikan oleh media padatan, cair, atau gas yang merupakan suatu bentuk energi di udara, suatu getaran yang memasuki telinga dan menimbulkan suara pada pendengaran.

Lokasi permukiman pada saat ini di antaranya dekat dengan jalan tol, sehingga sangat mungkin dikenai pencemaran melalui suara dan udara yang timbul dari kendaraan pengguna jalan tol. Untuk mengantisipasi pencemaran polusi yang disebabkan kendaraan dapat digunakan tanaman flamboyan (Delonix regia), cempaka (Michelia champaca), pohon asam (Tamarindus indica), dan lain-lain, sedangkan untuk mengurangi kebisingan, dapat digunakan jenis pohon yang memiliki karakter daun berdaun jarum seperti cemara (Araucaria heterophylla).

4.3.8 Visual

Pembangunan Perumahan Danau Bogor Raya ini memanfaatkan pemandangan sekitarnya, yang berupa pegunungan dan persawahan di antaranya, terdapat Gunung Salak yang berada di sebelah selatan tapak (Gambar 5a), Gunung Putri yang berada disebelah timur tapak (Gambar 5b), dan Gunung Pangrango yang berada di sebelah utara tapak.

Matahari terlihat terbit di sebelah timur dan pada saat itu pegunungan yang terdapat di sebelah timur tapak dapat terlihat. Pada saat matahari terbenam, kita dapat melihat pegunungan yang mengelilingi lokasi. Suasana hijau dari sekeliling tapak menambah keindahan dan kesejukan permukiman ini. Di sebelah utara tapak terdapat area persawahan. Potensi visual ini perlu dipertahankan dengan pengelolaan yang tepat.

(a) Gunung Salak (b) Gunung Putri Gambar 5. View Pegunungan yang Terlihat dari Lokasi Perumahan

4.3.9 Keadaan Sosial Ekonomi 4.3.9.1 Mayarakat Sekitar

Masyarakat yang berada di sekitar permukiman ini termasuk ke dalam golongan ekonomi bawah. Keadaan ekonomi yang rendah ini membuat mayoritas penduduk sekitar permukiman ini tidak melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Gambaran tentang tingkat pendidikan masyarakat sekitar perumahan dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Tingkat Pendidikan Masyarakat Sekitar Bogor Raya

No Jenis Pendidikan Desa Jumlah %

I II III IV

1 Belum Sekolah 856 1803 953 592 4207 49.03

2 Tidak tamat SD/ sederajat 81 - - - 81 0.94 3 Tamatan SD/ sederajat 236 240 1440 827 2743 31.96 4 Tamatan SLTP/ sederajat 71 357 435 236 1100 12.82

5 Tamatan SLTA/ sederajat 60 140 120 27 347 4.04

6 Tamatan Akademi 5 72 5 - 82 0.95

7 Tamatan Perguruan Tinggi 2 15 3 - 120 0.23

Jumlah 1312 2627 2956 1682 8680 100

Sumber : Potensi Desa, Tahun 1993/1994 Keterangan :

Mata pencaharian penduduk sekitar permukiman ini adalah bertani, berkebun dan menjadi buruh/pekerja bangunan. Berubahnya lahan pertanian menjadi lahan permukiman, banyak penduduk beralih profesi. Dengan adanya Perumahan Danau Bogor Raya ini, tidak tertutup kemungkinan banyaknya masyarakat yang bekerja di permukiman tersebut. Sebagai bentuk kepedulian PT Bogor Raya Development terhadap warga sekitarnya, secara rutin setiap tahun pada bulan September dilakukan acara bakti sosial berupa pembagian sembako kepada setiap kepala keluarga. Kebijakan tersebut selain bernilai sosial juga bertujuan menjaga keberadaan Bogor Raya dan mendukung keharmonisan Bogor Raya dengan lingkungan sekitarnya.

4.3.9.2 Masyarakat Penghuni

Perumahan Danau Bogor Raya pada awalnya hanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan atau rumah kedua bagi pemiliknya. Namun, seiring dengan waktu, perumahan ini mulai dijadikan sebagai rumah tempat tinggal bagi pemiliknya. Masyarakat penghuni Perumahan Danau Bogor Raya berasal dari berbagai kalangan, yang sebagian besar berasal dari Bogor dan Jakarta dan menjadikan tempat ini untuk investasi jangka panjang. Mata pencaharian penghuni beraneka ragam seperti pengusaha, karyawan swasta, para pegawai PNS, dan BUMN. Hal ini mempengaruhi pembangunan Perumahan Danau Bogor Raya seperti penyediaan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan tingkat sosial dan ekonomi penghuninya. Dengan fasilitas yang disediakan permukiman, para penghuni dapat menikmati kebutuhan secara cepat dan lengkap.

4.4 Konsep Pengembangan