BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Profil Kota Pematangsiantar
4.1.4. Kondisi Sosial Kota Pematangsiantar
Permasalahan sosial di Kota Pematangsiantar meliputi penduduk miskin dan Pemerlu Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), masalah pendidikan, kesehatan, Keluarga Berencana, keamanan, ketertiban, dan agama.
Tabel 4.7 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kota Pematangsiantar Tahun Garis Kemiskinan
Sumatera Utara 466.122 1.282,04 8,83
Sumber: BPS, Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2019
Berdasarkan Tabel 4.7 diatas diketahui bahwa penduduk Kota Pematangsiantar masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan jumlah 21,99 ribu penduduk dengan penghasilan rata-rata mencapai 502.726 Rupiah/Kapita/Bulan. Jumlah penduduk miskin di Kota Pematangsiantar mengalami penurunan sekitar 0,07% dari tahun sebelumnya yakni mencapai angka 8, 63%.
Banyaknya Permasalahan Pemerlu Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menurut Peraturan Menteri Sosial akan dijabarkan pada tabel dibawah berikut.
Tabel 4.8 Jumlah Pemerlu Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Pematangsiantar Tahun 2020
No Jenis PMKS Jumlah Populasi
1 Anak Balita Terlantar 1 Orang
2 Anak Terlantar 214 Orang
3 Anak Berhadapan dengan Hukum 42 Orang
4 Anak Jalanan 80 Orang
5 Anak dengan Kedisabilitasan (ADK) 71 Orang
6 Anak Korban Tindak Kekerasan atau diperlakukan salah
2 Orang
7 Anak Memerlukan Perlindungan Khusus 12 Orang
8 Lanjut Usia Terlantar 2 Orang
9 Penyandang Disabilitas 285 Orang
10 Tuna Susila 15 Orang
11 Gelandangan 5 Orang
12 Pengemis 10 Orang
13 Pemulung 20 Orang
14 Kelompok Minoritas -
15 Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP)
-
16 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) 25 Orang
17 Korban Penyalahgunaan NAPZA 40 Orang
18 Korban Traffiking -
19 Korban Tindak Kekerasan -
20 Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS) -
21 Korban Bencana Alam 88
22 Korban Bencana Sosial 9
23 Perempuan Rawan Sosial Ekonomi -
24 Fakir Miskin 21.404 KK
25 Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis 1
26 Komunitas Adat Terpencil (KAT) -
Sumber: Dinas Sosial P3A Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel diatas, dapat diketahui bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang terdapat di Kota Pematangsiantar adalah 18 Jenis meliputi Anak Balita Terlantar, Anak Terlantar, Anak Berhadapan dengan
Hukum, Anak Jalanan, Anak dengan Kedisabilitasan (ADK), Anak Korban Tindak Kekerasan atau diperlakukan salah, Anak Memerlukan Perlindungan Khusus, Lanjut Usia Terlantar, Penyandang Disabilitas, Tuna Susila, Gelandangan, Pengemis, Pemulung, Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), Korban Penyalahgunaan NAPZA, Korban Bencana Alam, Korban Bencana Sosial, Fakir Miskin, dan Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis. Fakir Miskin merupakan permasalahan terbesar dan terbanyak dengan jumlah 21.404KK.
4.1.4.2. Penduduk Penyandang Disabilitas
Penyandang Disabilitas merupakan Penduduk Kota Pematangsiantar yang berada di berbagai kecamatan yang ada di Kota Pematangsiantar. Adapun jumlah penyandang disabilitas berdasarkan kecamatannya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9 Jumlah penyandang disabilitas berdasarkan Kecamatan Tahun 2020
No Kecamatan Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
1 Siantar Marihat 28 16 44
2 Siantar Marimbun 2 3 5
3 Siantar Selatan 21 7 28
4 Siantar Barat 15 26 41
5 Siantar Utara 33 32 65
6 Siantar Timur 19 11 30
7 Siantar Martoba 31 18 49
8 Siantar Sitalasari 36 25 61
185 138 323
Sumber: Dinas Sosial P3A Anak Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 4.9 diatas, diketahui bahwa jumlah penyandang disabilitas terbanyak berada di Kecamatan Siantar Utara dengan jumlah penyandang disabilitas sebanyak 65 orang. Selanjutnya disusul oleh Kecamatan
Sitalasari sebanyak 61 orang dan Kecamatan Siantar Martoba sebanyak 49 orang.
Jumlah Penyandang Disabilitas di Kota Pematangsiantar Tahun 2020 mencapai 323 orang dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki yakni 185 orang. Jumlah Penyandang Disabilitas diprediksi akan meningkat dari tahun ke tahun.
Jumlah Penyandang Disabilitas di Kota Pematangsiantar berdasarkan Usia akan dijabarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.10 Jumlah penyandang disabilitas berdasarkan usia Tahun 2020
No Rentang Usia Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
1 0-5Tahun 3 5 8
2 6-17 Tahun 46 30 76
3 18-35 Tahun 46 38 84
4 36-60 Tahun 83 56 139
5 60 Tahun keatas 7 9 16
Jumlah 185 138 323
Sumber: Dinas Sosial P3A Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel diatas, diketahui bahwa jumlah Penyandang Disabilitas lebih banyak berada pada usia produktif yakni rentang usia 18 tahun keatas hingga usia 60 tahun. Jumlah keseluruhan penyandang disabilitas usia produktif adalah 223 orang sedangkan jumlah Penyandang Disabilitas balita, usia anak dan lansia lebih kecil yakni sebanyak 8 orang, 76 orang dan 39 orang. Hal ini menunjukkan bahwa Penyandang Disabilitas di Kota Pematangsiantar memerlukan kebutuhan akan pekerjaan yang layak agar mampu memenuhi kebutuhan hidup secara memadai.
Penyandang Disabilitas terdiri dari 5 jenis yakni disabilitas fisik, disabilitas sensorik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, dan disabilitas
ganda. Jumlah Penyandang Disabilitas berdasarkan jenis kedisabilitasannya diuraikan pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.11 Jumlah penyandang disabilitas berdasarkan jenis disabilitas Tahun 2020
Jenis Disabilitas Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
Disabilitas Fisik 55 40 95
Disabilitas Sensorik
Netra 16 8 24
Rungu 2 2 4
Wicara 4 3 7
Rungu Wicara 10 12 22
Disabilitas Intelektual
Grahita 19 25 44
Downsyndrom 7 8 15
Disabilitas Mental
Gangguan Mental 27 15 42
Autis 17 6 23
Disabilitas Ganda 29 23 52
185 138 323
Sumber: Dinas Sosial P3A Anak Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 4.11 diatas dapat diketahui bahwa Disabilitas Fisik lebih banyak dibandingkan disabilitas lainnya yakni sebanyak 95 orang.
Selanjutnya disusul oleh disabilitas mental sebanyak 67 orang dan disabilitas intelektual sebanyak 59 orang.
Berdasarkan jenis pendidikan yang pernah ditempuh oleh Penyandang Disabilitas, Jumlah Penyandang disabilitas yang tidak sekolah lebih banyak dibandingkan yang sudah bersekolah atau tamat. Hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.12 Jumlah penyandang disabilitas berdasarkan pendidikan Tahun 2020
No Jenjang Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
Sumber: Dinas Sosial P3A Anak Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Penyandang Disabilitas masih banyak yang belum menempuh pendidikan yakni sekitar 144 orang. sedangkan jumlah penyandang disabilitas yang mampu menempuh pendidikan sampai tingkat universitas hanya 7 Orang. Penyandang disabilitas yang menempuh pendidikan hingga jenjang SMA sebanyak 66 orang, SMP sebanyak 41 orang dan SD sebanyak 65 orang. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa Penyandang disabilitas masih belum mendapatkan pendidikan dasar yang layak.
Selanjutnya, Jumlah Penyandang Disabilitas yang tidak bekerja lebih banyak jika dibandingkan yang bekerja. Jumlah Penyandang disabilitas berdasarkan status pekerjaannya akan dijabarkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.13 Jumlah penyandang disabilitas berdasarkan status pekerjaan Tahun 2020
No Pekerjaan Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
Sumber: Dinas Sosial P3A Anak Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 4.13 diatas, diketahui bahwa sebanyak 260 orang Penyandang Disabilitas yang tidak bekerja atau penggangguran. Penyandang disabilitas yang bekerja yakni sebanyak 63 orang terdiri dari jenis pekerjaan sebagai buruh, pedagang, petani, PNS, dan lainnya. Penyandang disabilitas yang bekerja didominasi oleh pekerjaan sebagai buruh dengan jumlah 38 orang. Jumlah penyandang disabilitas yang tidak bekerja terdiri dari beragam usia. Yakni usia balita, usia anak, usia produktif, dan usia lanjut usia. Penyandang disabilitas usia produktif lebih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan atau tidak bekerja.
Oleh karena itu, penyandang disabilitas usia produktif memerlukan aksesibilitas yang mudah untuk memperoleh pekerjaan di Kota Pematangsiantar.
Jumlah Penyandang Disabilitas berdasarkan usia produktif yang tidak bekerja dijabarkan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.14 Jumlah penyandang disabilitas usia produktif tidak bekerja
No Jenis Disabilitas Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
1 Disabilitas Fisik 19 15 34
2 Disabilitas Sensorik 11 13 24
3 Disabilitas Intelektual 15 20 35
4 Disabilitas Mental 32 19 51
5 Disabilitas Ganda 9 12 21
86 79 165
Sumber: Dinas Sosial P3A Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel diatas, diketahui bahwa jumlah penyandang disabilitas usia produktif dengan rentang usia 18 Tahun sampai dengan 60 tahun adalah 165 orang dengan rincian jumlah laki-laki 86 orang dan jumlah perempuan 79 orang.
Berdasarkan jenis disabilitas, jumlah penyandang disabilitas mental lebih banyak
tidak bekerja atau pengganguran dibandingkan jenis disabilitas lainnya yakni sebesar 51 orang dan dilanjut oleh disabilitas intelektual, disabilitas fisik, disabilitas sensorik, dan disabilitas ganda.
Adapun berdasarkan data diatas, jumlah penyandang disabilitas usia produktif usia 18-35 tahun dan usia 36-60 tahun berdasarkan pendidikan yang ditempuh adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 15 Jumlah penyandang disabilitas usia produktif berdasarkan pendidikan
No Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
1 Tidak Sekolah 29 32 61
2 SD/Sederajat 15 21 36
3 SMP/Sederajat 12 14 26
4 SMA/Sederajat 28 11 39
5 D1/D2/D3 2 - 2
6 D4/S1 - 1 1
86 79 165
Sumber: Dinas Sosial P3A Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa penyandang disabilitas usia produktif masih banyak yang belum menempuh pendidikan hingga ke jenjang SMA/sederajat sampai sarjana. Jumlah penyandang disabilitas usia produktif yang tidak bersekolah adalah 61 orang dengan rincian yang tidak bersekolah usia 18-35 tahun berjumlah 36 orang dan usia 36-60 tahun tidak bersekolah berjumlah 25 orang. Penyandang disabilitas yang telah menempuh pendidikan wajib belajar hingga SMA/sederajat hanya berjumlah 39 orang dengan rincian usia 18-35 tahun adalah 12 orang dan usia 36-60 tahun adalah 27 orang. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa penyandang disabilitas usia produktif memerlukan akses pendidikan yang setara dengan yang lain agar mampu bersaing dengan tenaga kerja pada umumnya.
4.1.4.3. Pendidikan
Peningkatan partisipasi sekolah penduduk tentunya harus diimbangi dengan Pemberian sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai..
Ditingkat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), jumlah sekolah pada tahun 2019 ada sebanyak 44 buah dengan jumlah guru sebanyak 291 orang dan murid sebanyak 2.824 orang. Jumlah Sekolah Dasar ada sebanyak 162 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 1.804 orang dan jumlah murid sebanyak 29.125 orang.
Sementara jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) ada sebanyak 42 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 1.208 dan jumlah murid sebanyak 17.783 orang. Pada tahun yang sama, jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) ada sebanyak 30 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 873 orang dan murid sebanyak 15.796 orang.
4.1.4.4. Kesehatan dan Keluarga Berencana
Ketersediaan sarana kesehatan berupa rumah sakit merupakan faktor utama dalam menunjang perbaikan kualitas hidup. Jumlah rumah sakit yang ada di Kota Pematangsiantar pada tahun 2019 ada sebanyak 7 buah. Puskesmas di Kota Pematangsiantar pada tahun 2019 berjumlah 19 unit dan Puskesmas Pembantu sebanyak 8 unit, dan Posyandu ada sebanyak 252 unit. Jumlah Praktek Dokter Umum tahun 2019 sebanyak 288 orang, dokter gigi sebanyak 86 orang dan dokter spesialis sebanyak 188 orang. Sedangkan tenaga medis bidan yang tersedia sebanyak 387 orang dan perawat sebanyak 986 orang. Pada tahun 2019, PUS di Kota Pematangsiantar sebanyak 41.682. Persentase akseptor aktif terhadap PUS pada tahun 2019 sebesar 74,95 persen.
4.1.4.5. Keamanan dan ketertiban
Pelanggaran keamanan dan ketertiban yang terjadi pada tahun 2018 sebanyak 817 kasus, dimana pelanggaran terbesar terjadi pada kegiatan narkoba dan curanmor masing-masing sebanyak 146 dan 95 kasus. Jumlah perkara yang masuk di Pengadilan Negeri Kota Pematangsiantar sebanyak 650 kasus dimana perkara pidana mencapai 58,31 persen. Narapidana yang divonis selama tahun 2018 berjumlah 471 orang di mana dewasa sebanyak 459 orang, dan anak- anak 12 orang.
4.1.4.6. Agama
Sesuai dengan falsafah negara, pelayanan kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kehidupan masyarakat dan mengatasi masalah sosial budaya yang dapat menghambat kemajuan bangsa. Jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2018 yang tercatat di Kementerian Agama Kota Pematangsiantar sebanyak 964 pasangan. Jumlah mesjid di Kota Pematangsiantar pada tahun 2018 sebanyak 129 buah, langgar/ musholla sebanyak 59 buah, gereja sebanyak 189 buah, kuil sebanyak 2 buah, vihara sebanyak 6 buah.
4.1.5. Kondisi Pertanian di Kota Pematangsiantar 4.1.5.1. Tanaman Bahan Makanan
Perkembangan luas panen tanaman padi sawah di Kota Pematangsiantar pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 12,21 persen dari 3.117,2 ha pada tahun 2018, menjadi 2.736,5 ha pada tahun 2019. Produksi padi sawah pada tahun 2019 sebesar 16.320 ton, juga mengalami penurunan sebesar 13,03 persen
dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 18.767 ton. Luas panen tanaman jagung pada tahun 2019 sebesar 578,9 ha, mengalami pertambahan sebesar 3,85 persen dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 557,4 ha. Hal yang sama juga terjadi pada produksi tanaman jagung. Demikian halnya tanaman ketela pohon, luas panen pada tahun 2019 sebesar 214,9 ha dengan produksi 6.490 ton.
4.1.5.2. Peternakan
Jumlah ternak sapi di Kota Pematangsiantar pada tahun 2019 ada sebanyak 329 ekor dan ternak kerbau sebanyak 23 ekor. Untuk unggas, populasi ayam kampung sebanyak 62.500 ekor dan itik sebanyak 4.150 ekor.
4.1.6. Bahan Bakar Minyak (BBM)
Bahan Bakar Minyak (BBM) mempunyai nilai yang sangat strategis yang dapat mendorong laju perekonomian suatu daerah. BBM sebagai alat kontribusi perekonomian memegang peranan yang sangat vital. Pada tahun 2019 jumlah BBM jenis premium yang disalurkan oleh Pertamina sebanyak 1.384 Kilo liter, sementara penyaluran minyak solar sebesar 22.226 Kilo liter dan penyaluran pertalite sebesar 54.519 Kilo Liter. BBM tersebut di distribusikan kepada 9 (sembilan) penyalur SPBU.
4.1.6.1. Listrik
Jumlah pelanggan PLN Cabang Pematangsiantar pada tahun 2019 sebanyak 107.333 pelanggan. Jumlah KWH yang terjual pada tahun 2019 sebesar 236.779.705 KWh dan penyaluran KWH listrik terbesar kepada pelanggan rumah tangga sebesar 123.572.693 KWh.
4.1.6.2. Air Minum
Jumlah pelanggan air bersih dari PDAM Tirtauli di Kota Pematangsiantar ada sebanyak 793.108 pelanggan Dari jumlah tersebut 760.031 adalah pelanggan rumah tangga, 18.248 adalah pelanggan perusahaan/hotel dan lainlain, 7.043 adalah pelanggan tempat ibadah/sosial dan 7.777 pelanggan dari instansi.
4.1.7. Industri
4.1.7.1. Industri Besar Sedang
Jumlah industri besar dan sedang di Kota Pematangsiantar pada tahun 2018 ada sebanyak 22 unit. Jika dibandingkan dengan tahun 2016 jumlah industri sedang dan besar di Kota Pematangsiantar berkurang dari sisi jumlah. Penyerapan tenaga kerja terbanyak pada kelompok industri makanan, minuman dan tembakau yakni 3.227 orang disusul industri kertas percetakan dan penerbitan, yang menyerap tenaga kerja sebanyak 485 orang .
Tabel 4.16 Jumlah perusahaan industri besar dan sedang menurut golongan industri
No Kelompok Industri 2018
1 Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau 15
2 Industri Tekstil, Pakaian jadi, dan Kulit -
3 Industri Kayu dan Barang-barang dari Kayu, termasuk Alat-alat RT dari Kayu
2
4 Industri Kertas Percetakan dan Penerbitan 3
5 Industri Kimia, Minyak Bumi, Batu-bara, Karet, dan Plastik
2 6 Industri Barang-barang Galian Bukan Logam
Kecuali Barang dari Minyak bumi dan Batu bara
-
7 Industri Logam Dasar -
8 Industri Barang-barang dari Logam, Mesin dan Perlengkapannya
-
9 Industri Pengolahan Lainnya -
Jumlah 22
Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 4.16 diatas dapat diketahui bahwa perusahaan industri besar dan sedang yang di Kota Pematangsiantar adalah perusahaan industri makanan, minuman dan tembakau, industry kayu dan barang-barang dari kayu, industry kertas percetakan dan pebertiban, dan indutri kimia. Diketahui bahwa industri makanan, minuman dan tembakau yang lebih banyak beroperasi yakni sekitar 15 perusahaan. Sedangkan industri lainnya belum banyak berdiri di Kota Pematangsiantar.
Jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang menurut golongan industri adalah sebagai berikut.
Tabel 4.17 Jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang menurut golongan industri
No Kelompok Industri 2018
1 Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau 3.227
2 Industri Tekstil, Pakaian jadi, dan Kulit -
3 Industri Kayu dan Barang-barang dari Kayu, termasuk Alat-alat RT dari Kayu
223
4 Industri Kertas Percetakan dan Penerbitan 485
5 Industri Kimia, Minyak Bumi, Batu-bara, Karet, dan Plastik
52 6 Industri Barang-barang Galian Bukan Logam
Kecuali Barang dari Minyak bumi dan Batu bara
-
7 Industri Logam Dasar -
8 Industri Barang-barang dari Logam, Mesin dan Perlengkapannya
-
9 Industri Pengolahan Lainnya -
Jumlah 3.987
Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 4.17 diatas diketahui bahwa jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang sebanyak 3.987 orang. Industri makanan, minuman, dan tembakau memiliki jumlah tenaga kerja terbanyak yakni sebanyak 3.227 orang
atau sekitar 81 persen dari jumlah keselurahan tenaga kerja industri besar dan sedang yang ada di Kota Pematangsiantar.
4.1.7.2. Industri Kecil
Jumlah Industri kecil yang ada di Kota Pematangsiantar pada Tahun 2019 sebanyak 25 unit. Jumlah industri kecil lebih banyak dibandingkan industri besar dan sedang. Adapun jumlah tenaga kerja pada industri kecil mencapai 84 orang.
Tabel 4.18 Jumlah perusahaan industri kecil menurut kelompok industri
No Kelompok Industri 2019
1 Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau 25
2 Industri Tekstil, Pakaian jadi, dan Kulit -
3 Industri Kayu dan Barang-barang dari Kayu, termasuk Alat-alat RT dari Kayu
-
4 Industri Kertas Percetakan dan Penerbitan -
5 Industri Kimia, Minyak Bumi, Batu-bara, Karet, dan Plastik
- 6 Industri Barang-barang Galian Bukan Logam
Kecuali Barang dari Minyak bumi dan Batu bara
-
7 Industri Logam Dasar -
8 Industri Barang-barang dari Logam, Mesin dan Perlengkapannya
-
9 Industri Pengolahan Lainnya -
Jumlah 25
Sumber: Dinas Perindustrian Kota Pematangsiantar
Berdasarkan Tabel 4.18 diatas diketahui bahwa perusahaan industri kecil yang ada di Kota Pematangsiantar hanya industri makanan, minuman, dan tembakau selain itu tidak ada kelompok industri lainnya yang beropersi pada Tahun 2019. Hal ini terlihat dari banyaknya produk-produk makanan dan minuman yang diproduksi meliputi air mineral OH5, Vierra, Sirup Markisa, Roti Ketawa, dll.
Jumlah tenaga kerja yang terdapat pada Perusahaan Industri kecil di Kota Pematangsiantar adalah sebagai berikut:
Tabel 4.19 Jumlah tenaga kerja industri kecil menurut kelompok industri
No Kelompok Industri 2019
1 Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau 84
2 Industri Tekstil, Pakaian jadi, dan Kulit -
3 Industri Kayu dan Barang-barang dari Kayu, termasuk Alat-alat RT dari Kayu
-
4 Industri Kertas Percetakan dan Penerbitan -
5 Industri Kimia, Minyak Bumi, Batu-bara, Karet, dan Plastik
- 6 Industri Barang-barang Galian Bukan Logam
Kecuali Barang dari Minyak bumi dan Batu bara
-
7 Industri Logam Dasar -
8 Industri Barang-barang dari Logam, Mesin dan Perlengkapannya
-
9 Industri Pengolahan Lainnya -
Jumlah 84
Sumber: Dinas Perindustrian Kota Pematangsiantar
Berdasarkan Tabel 4.19 diatas diketahui bahwa jumlah Tenaga kerja di perusahaan Industri Kecil Kota Pematangsiantar sebanyak 84 orang yang berada pada industri makanan, minuman, dan tembakau. Tenaga kerja di industri kecil perlu ditingkatkan untuk membantu perekonomiaan masyarakat.
4.1.8. Panjang Jalan
Sarana jalan merupakan alat untuk memperlancar arus angkutan di dalam mendorong kegiatan perekonomian. Dengan meningkatnya mobilitas penduduk maka prasarana jalan sangat diperlukan guna menunjang kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa. Pada tahun 2019 panjang jalan di Kota Pematangsiantar mencapai 377,696 Km. Dari jumlah tersebut sepanjang 330,358 km sudah diaspal.
4.1.9. Angkutan
Di Kota Pematangsiantar tersedia 2 (dua) jenis alat transportasi darat yakni angkutan bus umum dan kereta api. Pada tahun 2019, jumlah angkutan angkutan
Mopen Kota sebanyak 1.013 unit. Jumlah SIM yang dikeluarkan oleh Sat.Lantas Polresta Pematangsiantar pada tahun 2018 sebanyak 15.934 buah. Jumlah penumpang yang menggunakan angkutan Kereta Api pada tahun 2018 sebanyak 65.223 orang. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada tahun 2018 ada sebanyak 239 kasus, yang sudah diselesaikan sebanyak 162 kasus dengan kerugian materiil sebesar Rp. 376.250.000.000.
4.1.10. Pos
Kantor PT. Pos Indonesia Kota Pematangsiantar pada tahun 2018 telah menerima jenis surat kilat khusus sebanyak 63.384 buah dan yang dikirim sebanyak 48.757. Pos express untuk pengiriman ada sebanyak 6.221 kilogram dan penerimaan ada sebanyak 8.188 kilogram. Pengiriman paket pos ke dalam negeri dan luar negeri ada sebanyak 4.729 paket dan penerimaan paket pos dari dalam negeri dan luar negeri ada sebanyak 6.147 paket. Penerimaan wesel pos oleh Kantor PT. Pos Indonesia Kota Pematangsiantar sebesar 29.014,98 juta rupiah dengan frekuensi penerimaan sebanyak 18.276 kali, sementara pengiriman wesel pos sebesar 39.044,77 juta rupiah dengan frekuensi pengiriman sebanyak 15.760 kali.
4.1.11. Pengeluaran Penduduk dan Konsumsi
Pola pengeluaran rumah tangga per kapita per bulan mengalami pergeseran. Pengeluaran bukan makanan dan pengeluaran makanan mengalami penurunan dari tahun 2018 ke tahun 2019. Pola pengeluaran rumah tangga menjadi salah satu indikator untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat.
Pengeluaran per kapita pada tahun 2019 sebesar Rp. 1.371.493-, terdiri dari
pengeluaran untuk makanan sebesar Rp. 566.979,- dan untuk pengeluaran bukan makanan Rp. 528.283,-. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran digunakan untuk konsumsi makanan, berarti sebagian besar dari penduduk masih memprioritaskan pemenuhan untuk kebutuhan primer (makanan), yaitu sebesar 51,77 persen.
4.2. Hasil Penelitian Lapangan
Hasil penelitian akan dikemukakan mengenai hal-hal yang menjadi temuan peneliti di lapangan sesuai dengan tujuan yang terdapat dalam penelitian untuk menggambarkan aksesibilitas penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan di Kota Pematangsiantar. Hasil temuan lapangan peneliti peroleh melalui proses pengumpulan data dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Studi dokumentasi dilakukan sebagai pendukung data primer yang diperoleh dari jurnal dan buku-buku yang memuat kajian penyandang disabilitas dan ketenagakerjaan.Wawancara mendalam dilakukan kepada beberapa pihak yang memiliki kapabilitas dan kompetensi yang mampu menunjang penelitian diantaranya adalah Wakil Ketua Komisi 1 Anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Kasubbid Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pematangsiantar, Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar, Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Manager PT. Pos Indonesia (Persero) Kota Pematangsiantar, Supervisor PT. Bumisari Prima, HRD PT. Alfamart, Supervisor PT. Ramayana
Lestari Sentosa, Pemilik Kilang Padi CV. Horas, Penyandang disabilitas, dan Organisasi Penyandang Disabilitas. Selain itu, Observasi juga dilakukan untuk melihat aktivitas dan kegiatan penyandang disabilitas, kebijakan pemerintah, LSM atau organisasi masyarakat serta lingkungan tempat tinggal penyandang disabilitas.
4.2.1. Pengaturan Undang-Undang mengenai Aksesibilitas Penyandang Disabilitas dalam Memperoleh Pekerjaan di Kota Pematangsiantar
Undang-Undang merupakan payung hukum pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas untuk bekerja. Salah satu aturan yang mengatur hak bekerja bagi penyandang disabilitas adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 31 yang b b hw Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri . B Undang-Undang tersebut dapat diartikan bahwa penyandang disabilitas sebagai warga negara berhak memperoleh kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak.
Hal ini dipertegas kembali dengan lahirnya Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas yang menjelaskan mengenai kuota penyandang disabilitas bekerja baik di Pemerintahan, Perusahaan BUMN maupun Perusahaan Swasta. Sanksi yang diberlakukan juga tidak main-main. Jika melanggar akan dikenakan sanksi berupa ancaman pidana maksimal 6 bulan dan/atau denda maksimal 200 juta rupiah. Pemerintah memiliki kewajiban untuk
melaksanakan Undang-Undang tersebut sebagai upaya pemenuhan hak bekerja bagi Penyandang Disabilitas.
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang