• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Bagi Kongregasi FdCC

a. Memperkenalkan sedini mungkin keutamaan askese yang merupakan

salah satu keutamaan suster FdCC sesuai dengan wejangan ibu pendiri

St . Magdalena dari Canossa.

b. Membuat program-program pembinaan yang tepat bagi pelaksanaan

praktek askese ini misalnya untuk menanggapi kemajuan dan tuntuan

zaman, para suster FdCC hendaknya diberi kebebasan yang

bertanggungjawab untuk menjadi media dan sarana dalam masyarakat.

c. Meningkatkan hidup Doa yang Kreativ dan pertobatan yang terus

menerus dengan Allah melalui pendampingan pribadi dan sharing

2. Bagi para suster FdCC

a. Keutamaan askese hendaknya menjadi keutamaan yang tetap relevan

bagi para suster FdCC dalam kehidupan mereka sehari-hari serta

dalam karya perutusan.

b. Dengan semangat askese yang telah dihidupi oleh pendiri St.Magdale

na

dari Canossa ini maka para suster FdCC diajak untuk

mempertahankan keutamaan askese dengan mempraktekkan

keutamaan askese ini dengan kesungguhan hati.

c. Dengan belajar bercermin pada diri Kristus yang Tersalib para suster

FdCC diharapkan untuk saling menolong satu dengan yang lainnya

DAFTAR PUSTAKA

Bagus,Lorens.(1996). Kamus Filsafat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka utama.

Budi Purnomo, aloys, Pr (2001). Let go and Let God .Yogyakarta : Kanisius Darmawijaya, St.(2003). Para Rasul Yesus. Kisah tentang kelompok Dua B

elas Rasul. Yogyakarta : Kanisius

Darminta, J. (1994). Nabi dan martir bersama Yesus.Yogyakarta : Kanisius _________(1995). Mistik,devosi dan hidup rohani.Yogyakarta.Kanisius

_________(1997). Yesus Mistikus dan Nabi,Yogyakarta: Kanisius. _________(2001). Yesus Sang Pendoa. Yogyakarta: Kanisius

_________(2003). Perspektif hati dalam etika profesi .Girisonta: Pusat Spiritualitas. Diktat Mahasiswa IPPAK-USD.

________(2005). Kebijaksanaan orang miskin dalam pendagogi salib. Girisonta: Pusat Spiritualitas. Diktat pendalaman Kerohanian Formatif

________(2006). Pertobatan melalui padang gurun dan malam gelap. Yogyakarta: Kanisius

________(2007). Spiritualitas Dasar Kristiani. Girisonta: Pusat Spiritualitas. Diktat Mahasiswa IPPAK-USD.

Dicker,P.J. (1972). Seri puskat 94. Bertobat dan Askesis. Jakarta : Lembaga Kateketik karya Wacana.

Galilea, Segundo (1996). Menjadi murid Kristus. Jakarta : Obor. Giacon, Modesto. (1974). Magdalena di Kanossa. Marcel Beding

(penerjemah). Diterbitkan oleh Putri-Putri Cinta Kasih di Indonesia.

Groom,Thomas,H.(1997). Share Christian Praxis : Suatu Model Berkatekese.

Harjawiyata, Frans,Pr. (1987). Pengalaman akan Allah. Yogyakarta : Kanisius

Heinrich Arnold, J. (2003). Discipleship: Merajut hidup menjadi murid Kristus.Yogyakarta: Kanisius

Heuken, Adolf. (2004). Ensiklopedi Gereja, I Jakarta: Cipta Loka Caraka.

Instruksi kongregasi untuk tarekat hidup bakti dan serikat hidup apostolic (2004) Bertolak Segar Dalam Kristus: komitmen hidup bakti yang diperbaharui di Milenium ketiga.Terjemahan Mgr.Alexsander Djajasiswaja (uskup Bandung). Jakarta : Depdok dan Penerangan, KWI

Nouwen, H. J (1998). Memasuki ruang Batin. Yogyakarta : Kanisius Katekismus Gereja Katolik. (1998). Ende : Arnoldus

Keputusan Resmi Kapitel Umum XV Kongregasi FdCC.(2008). For the sake of Christ with Saint Magdalena.

Kempis, Thomas, A (1977). Mengikuti Jejak Kristus. Jakarta. Obor.

Kitab Hukum Kanonik.(1991).Sekertariat KWI dan Obor.

Konsili vatikan II.(1992). Perfectae caritatis. Dekrit tentang pembaharuan dan penyesuaian Hidup Religius. Dokumen Konsili vatikan II R.Hardawiryana, (penerjemah). Jakarta : Dokumentasi dan penerangan KWI & Obor.

Konstitusi Kongregasi Canosian beserta Directorium (1828). Roma.

Kriswanta.Gregorius, Pr (2009). Menjadi murid Kristus itu gimana sih. Yogyakarta : Kanisius

Lalu,Yosef. (2007).Katekese Umat. Jakarta, Komisi kateketik KWI.

Liagre, Pere,C.S.Sp. (1993). Berpadang gurun bersama St Theresia dari kanak-kanak Yesus. Bandung . Biara carmel lembang.

Lowery. Daniel. (2003) Bertumbuh dalam keutamaan Kristiani. Jakarta : Obor

Martasudjita, E, Pr. (2004). Tuhan yang kita sembah pada salib.Yogyakarta : Kanisius

Merton, Thomas. (1965). Prinsip dasar hidup monastic. Seri Gedono 9 Pertapaan Bunda Pemersatu Gedono,Tromolpos, Salatiga.

O‟Collins,dan Farrugia, Edward G (1991). Kamus teologi.Yogyakarta: Kanisius

Plan Of Formation. (2013). Fabian Thomas ( Penerjemah). Jakarta.Bintaro.

Pollonara Elda. (1988). Memoir St. Magdalena dari Canossa. Marsel beding ( penerjemah). Roma.

Riyanto Agustinus,SCJ. (2010). Persembahan Diri Integral. Jakarta. Diktat bahan persiapan Kaul Pertama Suster-Suster Canossian.

Sardi. L. A, SJ. Askese dalam hidup

sehari-hari. Majalah Rohani, edisi no. 03, tahun ke -60 Maret, 2013 hlm, 8-11.

Serafini, Antonieta, FdCC (1941). Wanita dan Rasul. Kemarin, hari ini dan selamanya. Roma

Serafini, Antonieta FdCC (2002). Bertemu dengan Sang Mempelai. Fabian Thomas ( Penerjemah). Jakarta.Bintaro.

Stefan Leks. (2006). Renungan Tri-Arti. Jakarta.

Suparno.P,SJ ( 2007). Saat jubah bikin gerah 1. Yogyakarta : kanisius Suster-suster Gedono. Apakah kekudusan itu. Pertapaan Bunda pemersatu

Gedono,Tromolpos,Salatiga.

Telaumbanua, Marianus, OFMcap.(1999). Ilmu Kateketik. Jakarta : Obor.

The Rules of the Congregation Of The Daughter Of Charity.( 1981). Roma. Unabridged Rule, Peraturan Lengkap Magdalena dari Canossa.(1981). Roma

Wejangan St.Magdalena. (2001). Jakarta

Yohanes Paulus II,Paus. (1996).Vita consecrate ( Hidup Bakti).R Hardawirjana, (Penerjemah). Jakarta : Depken KWI.(Dokumen asli diterbitkan tahun 1996)

Zuidberg Gerald dan Bruggeman,P (1995). Bisakah iman membebaskan kita dari ketakutan. Yogyakarta: Kanisius.

“ Ambilah Ya Tuhan “

Ambilah Ya Tuhan kemerdekaanku

Kehendakku budi ingatanku

Trimalah semua yang ada padaku

Gunakanlah menurut hasrat-Mu

Hanya Rahmat dan kasih-Mu padaku

Yang ku mohon menjadi hartaku

Hanya Rahmat dan kasih dari-Mu

Cerita pengorbanan diri sejati

Dalam bulan maret 1796 terntara revolusioner prancis dibawah

pimpinan jendral Napoleon Bonaparte bersama pasukannya menyeberangi

semenanjung Italia hendak menaklukkan piedmonte dan Austria. Setelah

menaklukkan kedua tersebut, Napoleon bersama tentaranya bergerak menuju

kota Verona italia. Bonaparte memiliki alasan pula untuk menyerbu verona.

Sesampainya diverona, ia mengirim tentaranya ke setiap sudut kota untuk

menyerbu dan merampas hak penduduk. Ia pun memrintahkan agar semua

biara ditutup.Tentara revolusi prancis bersifat rakus. Mereka menjelajahi

seluruh daerah, membakar dan merusak hasil panen,merampok rumah-rumah

penduduk dan membakar habis rumah-rumah penduduk. Seluruh penduduk

kota venesia sangat ketakutan mereka. Kepanikkan pun melanda. Penduduk

kota mulai mencari tempat pengungsian. Dan tempat yang dituju adalah

venesia.

Magdalena Gabriella Canossa berseta dengan saudara-saudaranya

pun ikut dalam pengusian ke venesia. Ketika berada didalam pengungsian hati

Magdalena dipenuhi dengan kegelisahan. Namun dalam kegelisahannya itu ia

senantiasa berdoa kepada Allah agar mengaruniakan kepada-Nya kekuatan dan

keselamatan bagi keluarga dan penduduk kota Verona. Ditempat pengungsian

ia berusaha untuk melayani para pengungsi dengan cinta dan perhatian serta

mengajarkan kepada mereka akan arti kepercayaan kepada Allah yakni dengan

Pada tanggal 31 juli 1986 ketika keadaan kota Verona mulai kembali

aman, maka semua penduduk Verona termasuk Magdalena bersama dengan

keluraganya kembali ke istana Canossa. Melihat penderitaan warga yang begitu

menyedihkan akibat kehilangan tempat tinggal, maka Magdalena meminta izin

kepada keluarga untuk meninggalkan istana guna mencari tempat untuk

menampung anak-anak serta gadis-gadis miskin yang yang terlantar. Meski pun

ditentang oleh keluarganya, namun Magdalena tetap pada pendiriannya. Ia

melepaskan kedudukannya sebagai putri bangsawan, meninggalkan harta

bendanya serta kehormatan dan tinggal bersama dengan anak-anak miskin.

Pada tahun 1801 ia datang dan menghadap Napoleon untuk meminta

izin mendapatkan sebuah biara, tempat ia dapat berkumpul bersama banyak

gadis miskin dan anak-anak terlantar yang tinggal sendirian, tanpa bantuan

pekerjaan dan makanan. Magdalena dapat meyakinkan Napoleon sehingga

Napoleon mengizinkan untuk membuka sebuah biara yang terdapat di biara

San Zeno. Bersama dengan beberapa gadis yang ditemui di pengungsian

mereka melayani kaum miskin dengan mengajarkan kepada mereka pendidikan

yakni baca dan tulis, mengunjugi yang sakit dan mengajar katekese. Suatu

ketika terjadi kekurangan makanan rekana-rekan yang membantunya mulai

mengeluh” kita kekurangan makanan, kemana kita akan mencarinya”? Yang

lainnya mengeluh mengenai sikap anak-anak yang begitu nakal. Magdelena

mendekati mereka dan kemudian dengan penuh cinta menasehati rekan-rekan

katanya: “bertekunlah dalam doa dan biar Tuhan mengurus segalanya”.

akan menemukkan damai. Selanjutnya Magdalena juga mengatakan bahwa : “

Tantangan dan masalah jangan sampai membuat kita putus asa, malah

sebaliknya menguatkan kita dalam melayani Tuhan”. Ia mengajarkan kepada

mereka untuk tidak cepat mengeluh mengenai sikap dari anak-anak yang

mereka layani, melainkan berani mengorbankan tenaga, pikiran, serta harta

benda mereka untuk melayani anak-anak miskin. Hal inilah kemudian

dituliskannya dalam wejangan dan juga dalam peraturan hidup. Semua

pengorbanan Magdalena membuahkan hasil yakni banyak anak-anak dapat

“Persembahan Hidup”

Hidup kami Tuhan Engkau yang berikan

Kan kami jalani demi panggilan

Hidup ini memang penuh perjuangan, kadang pula

penuh pergulatan

Kepada-Mu hidup kami kembalikan

ke dalam tangan-Mu s‟galanya kusrahkan suka duka

tawa maupun tangisan s‟moga ini jadi kidung dan pujian

Reff :

Kusembahkan hati budi diri kami hidup mati kami dalam

dunia ini biar Kau jagai sampai akhir nanti mengabdi Tuhan

kini sampai mati.

Dokumen terkait