• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

D. Deskripsi Fokus Penelitian

Adapun deskripsi fokus penelitian yang penulis rancangkan antara lain sebagai berikut :

Mekanisme pelayanana

Registrasi

Indikator Pelayanan di Rumah Sakit Umum Lasinrang

Efektifitas Pelayanan Pelayanan

Kamar 1. Pelayanan

Dokter 2. Pelayanan

Perawat 3. Pelayanan

Obat Pelayanan UGD

1. Mekanisme pelayanan, merupakan cara kerja atau proses kerja dalam suatu rumah sakit dalam memberikan pelayanan terhadap pasien yang meliputi, masukan, proses dan keluaran.

2. Registrasi yang merupakan tempak kunjungan pertama para pasien untuk melakukan transaksi antara pasien/keluarga pasien dengan petugas di rumah sakit Lasinrang kabupaten Pinrang.

3. Ruang Unit Gawat Darurat (UGD), merupakan salah satu bagian ruangan pelayana awal di rumah sakit Lasinrang kabupaten Pinrang untuk diberikan pelayanan pasien yang menderita sakit atau cederah.

4. Pelayanan dokter merupakan proses kegiatan para dokter di rumah sakit umum Lasinrang kabupaten Pinrang untuk melakukan pengengecekan (pemeriksaan) pasien pada tiap paginya,dalam rangka memperhatikan akan perkembangan dan kebutuhan pasien.

5. Pelayanan perawat yaitu petugas rumah sakit Lasinrang kabupaten Pinrang harus cepat dan tepat dalam menangani keluhan pasien, seperti cepat dalam pemasangan infus, dan cepat dalam mengganti cairan pasien apa bila telah habis.

6. Perawatan obat merupakan pemberian obat kepada pasien sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter di rumah sakit Lasinrang kabupaten Pinrang.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian yang di gunakan penulis dalam penelitian ini adalah, kurang lebih dua bulan. Yang berlokasi di rumah sakit umum Lasinrang kabupaten Pinrang. Alasan penulis ingin melakukan penelitian di rumah sakit Lasinrang kabupaten Pinrang ini khususnya di kelas VIP untuk mengetahui mekanisme pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit kepada pasien yang dinilai masyarakat tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. dalam artian, masih banyak petugas yang lambat dalam memberikan pelayanan terhadap pasien selain kelas VIP.

B. Tipe dan Jenis Penelitian

Tipe penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif, dimana hasilnya memberikan gambaran secara umum tentang masalah Mekanisme Pelayanan Pasien Kelas VIP di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.

Jenis penelitian yang digunakan didalam penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, dimana penelitian ini akan mendeskripsikan tentang Mekanisme Pelayanan Pasien Kelas VIP di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.

35

C. Sumber Data

Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

1. Data Primer

Data Primer adalah data yang diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian, sumber data utama dalam penilitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang di peroleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai, oleh karena itu penulis menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi lansung dari sumber informasi yang terpilih.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data-data yang di dapat dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya, berupa dokumen, laporan-laporan tertulis dan lain-lainnya. Penulis menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang ada hubungannya dengan mekanisme pelayanan pasien kelas VIP di rumah sakit umum Lasinrang kabupaten Pinrang.

D. Informan

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang suatu situasi dan kondisi lokasi penelitian. Untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan permasalahan penilitian, penulis menetapkan siapa saja yang menjadi infomannya dan kemudian Penulis memilih 7 orang sebagai informan yang memiliki kapasitas untuk memberikan informasi sesuai dengan masalah yang diteliti yakni di antaranya :

1. Kepala Ruangan VIP : 1 Orang

2. Dokter : 1 Orang

3. Staf Administrasi : 1 Orang

4. Perawat Rumah Sakit : 1 Orang

5. Pasien/keluarga pasien : 3 Oarang

Jumlah Informan : 7 Orang

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini dilakukan dengan cara melalui:

1. Observasi (pengamatan).

Observasi, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan. Observasi dilakukan hanya menggunakan alat indra tanpa pertolongan alat lain, kecuali alat tulis dan catatan.

2. Interview (Wawancara).

Interview, yaitu melakukan wawancara mendalam kepada informan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai suatu kejadian yang terkait dengan masalah yang diteliti. Wawancara di sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi, dengan memperhatikan, agama, usia, norma, bahasa yang di pahami, tingkat pendidikan dan karakteristik sosial budaya lainnya. Walaupun dalam penelitian ini wawancara tidak berstruktur, namun di buat lebih dahulu kisi-kisi wawancara yang berisi pertanyaan untuk memudahkan peneliti pada saat melakukan wawancara.

3. Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu pegumpulan data dengan cara mencatat data-data yang sudah ada, yakni mengenai hal-hal yang berupa catatan buku, surat, transkip, majalah, notulen, arsip-arsip dan peraturan-peraturan. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan dokumen yang ada pada lembaga atau instansi yang terkait atau bahan-bahan yang tertulis yang bertalian dengan situasi latar belakang obyek penelitian dan ini sebagai pelengkap.

F. Teknik Analisis Data

Penulis pada penilitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif, dengan menggunakan analisis data model Milles dan Huberman yakni, (a) mengumpulkan data sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, (b) data reduksi adalah data yang di peroleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu di catat secara teliti dan rinci, artinya mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, (c) data display atau menyajikan data, maka data terorganisasikan tersusun dalam pola hubungan sehingga akan semakain muda dipahami, (d) data kesimpulan langkah ke tiga dalam analisis data yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sugiyono (2013:92)

G. Keabsahan Data

Keabsahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik trigulasi.

Trigulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding

terhadap data itu. Menurut Densin ( Maleong, 2005:330) ada empat macam trigulasi antara lain :

1. Trigulasi Sumber

Trigulasi sumber yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.

2. Trigulasi dengan metode

Trigulasi dengan metode menurut Patton (Maleong, 2005:331) terdapat dua strategi yaitu: (1) pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. (2) pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.

3. Trigulasi dengan penyidikan

Trigulasi dengan penyidikan adalah denagan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data.

4. Trigulasi dengan teori

Trigulasi dengan teori menurut Lincoln dan Guba (Maleong, 2005:331) berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang

Rumah sakit umum Lasinrang merupakan pelayanan kesehatan yang dibangun pada awal tahun 1960 yang terletak di Jalan Lasinrang No. 26 Pinrang.

Perubahan status kelas C berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI Nomor:

543/Menkes/SK/VI/1996 sejalan dengan meningkatnya permintaan pelayanan kesehatan sedangkan sarana dan prasarana sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan maka pada tanggal 1 Agustus 1996 mulai dilaksanakan pembangunan di lokasi baru dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Pinrang H.A. Firdaus Amirullah

Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang yang mulanya menempati luas tanah 3 ha. terletak di Jalan Macan No. 22 di Kelurahan Macorawalie Kecamatan Watang Sawitto, pembangunan rumah sakit dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2001 – sekarang rumah sakit berkembang sangat pesat berkat dukungan Pemerintah Daerah dalam hal ini Drs. H. A. Nawir MP, selaku Bupati Pinrang yang mempunyai perhatian besar terhadap pelayanan kesehatan khususnya di RSU Lasinrang Pinrang. Peresmian secara simbolis bersama Kantor Bupati Pinrang oleh Bapak Gubernur H.Z.B. Palaguna yang operasionalnya dimulai tanggal 1 Agustus 2002

Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang menempati bangunan 7.463.125 M2dengan fasilitas peralatan yang memadai.

40

Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang telah mendapat pengakuan ( Terakreditasi ) dari pusat dengan 5 Pokja yaitu Pelayanan, Administrasi, Perawatan, Unit Gawat Darurat dan Rekam Medis dengan memperoleh nilai sangat memuaskan.

Dalam hal pelayanan rujukan kesehatan, Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang melayani rujukan dari 14 Puskesmas dan 2 rumah sakit swasta yang ada wilayah Kabupaten Pinrang, serta RSU Lasinrang juga menerima rujukan dari luar wilayah Kabupaten Pinrang.

Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang yang secara Teknis Fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Teknis Operasional bertanggung jawab kepada Kepala Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya Pelayanan Kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi terpadu dalam rangka pelaksanaan peningkatan Pelayanan Kesehatan serta pencegahan penyakit dan melakukan upaya rujukan di wilayah Kabupaten Pinrang.

Kepemimpinan Direktur RSU Lasinrang sejak tahun 1961 dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Periode tahun 1961 – 1965 : P.S. TARUK ALLO 2. Periode tahun 1965 – 1971 : Dr. SUTANTYO 3. Periode tahun 1971 – 1975 : Dr. HABAR GARU

4. Periode tahun 1975 – 1979 : Dr. NASARUDDIN RITONGA

5. Periode tahun 1979 – 1984 : Dr. MURSAD ABDI 6. Periode tahun 1984 – 1989 : Dr. F.C.S. SOPACUA

7. Periode tahun 1989 – 1993 : Dr. DWI DJOKO PURNOMO, MPH.

8. Periode tahun 1993 – 1999 : Dr. ABDUL RAUF BAJA 9. Periode tahun 1999 – 2001 : Dr. DALLE MAKKARAKA 10.Periode tahun 2001 – 2008 : Dr. H. MAKBUL TAPA, MARS

11.Periode tahun 2008 – : Drg. Hj. SITI HASNAH SYAM, MARS

a. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI RSU LASINRANG PINRANG

DIREKTUR

Drg. Hj. SITI HASNAH SYAM, MARS

SEKRETARIS

Uraian struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor. 41 Tahun 2007 adalah sebagai berikut:

1. Direktur RSU Lasinrang : Drg. Hj. Siti Hasnah Syam, MARS

2. Sekretaris : H. Salman, SKM

a) Ka. Sub. Bag. Kepegawaian : Hairul, S.Sos

b) Ka. Sub. Bag. Perlengkapan : Andarias Tasarane, S.Sos c) Ka. Sub. Bag. Keuangan : Haruna, S.kep, M.Kes

d) Ka. Bid. Perencanaan & Pengembangan : Dr. Syamsir Usman, MARS e) Sub. Bidang Program & Informasi : Mahyuddin, SKM

f) Sub. Bid. Pengembangan SDM & Remunerasi: Muh. Assidiq, SKM, M.Kes

4. Ka. Bid. Pelayanan Medis : Dr. H. Rifai Umar, MARS a) Sub. Bid. Pelayanan Medis : Hj. Zam zam, SKM

b) Sub. Bid. Penunjang Medik & : Sukarta, SKM, M.Kes Non Medik

5. Ka. Bid. Keperawatan : Sunarsih, S.Kep. NS

a) Sub. Bid. Bimbingan Asuhan : Andi, Saridah, Amd Keperawatan b) Sub. Bid. Logistik & SDM : Sahidah, SKM Keperawatan b. Organisasi Rumah Sakit Umum Kelas C terdiri dari :

a. Direktur

b. Bagian Sekretariat.

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2. Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga 3. Sub Bagian Keuangan

c. Bidang Perencanaan dan SDM

1. Sub Bidang Program dan Informasi

2. Sub Bidang Pengembangan SDM Remunerasi d. Bidang Pelayanan

1. Sub Bidang Pelayanan Medis

2. Sub Bidang Penunjang Medis dan Non Medis e. Bidang Keperawatan.

1. Sub Bidang Bimbingan Asuhan Keperawatan.

2. Sub Bidang Logistik dan SDM Keperawatan.

f. Kelompok Jabatan Fungsional yang terdiri dari : 1. Instalasi;

2. Komite;

3. Staf Medis Fungsional;

4. Satuan Pengawas Intern;

c. Visi dan Misi

Mekanisme penyusunan visi dan misi dimulai dengan penyerapan nilai, harapan dan cita-cita Stakeholder. Pengumpulan dan penjaringan aspirasi dilakukan dengan metode fokus grup diskusion baik secara internal rumah sakit maupun dengan pihak eksternal RS. Sehingga hasil rumusan menjadi suatu perumusan yang berlandaskan ilmiah dan terukur

1. Visi

Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana instansi pemerintah harus di bawa dan berkarya agar konsiten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi tidak lain adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh instansi pemerintah. Dengan mengacu pada batasan tersebut, Visi Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang sebagai berikut:

“Terkemuka dalam kualitas pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah di Sulawesi Selatan”

Proses penetapan visi ini dilandasi oleh berbagai alasan yang sesuai dengan kebutuhan kondisi dari lingkungan eksternal dan internal, diantaranya mengandung makna, bahwa untuk menjadikan rumah sakit umum lasinrang terkemuka dan pelayanan yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

2. Misi

Rumusan misi rumah sakit umum lasinrang berpedoman dengan alat ukur yaitu dengan berlandaskan 4 aspek pokok dari penelitian Balance Scord Card, yakni dengan melihat faktor:

a. Pertumbuhan dan pembelajaran b. Proses bisnis internal

c. Kepuasan pelanggan d. Pertumbuhan pendapatan

Berdasarkan ke 4 hal di atas maka misi RSU Lasinrang dapat di rumuskan sebagai berikut:

a) Melaksanakan pelayanan prima sesuai kebutuhan pelanggang dan standar pelayanan kesehatan

b) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan latihan berkelanjutan

c) Melaksanakan proses kegiatan secara efektif dan efisien yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai

d. Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit

Upaya Rumah sakit umum lasinrang untuk meningkatkan mutu pelayanan ialah dengan melakukan peningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit. Sejak pindah ke lokasi yang baru pada bulan Agustus Tahun 2002 memiliki kemajuan dalam peningkatkan sarana dan prasarana, baik dalam hal desain bangunan, jumlah bangunan dan pengadaan alat-alat kedokteran yang canggih, serta penunjang lainnya baik bersifat medis maupun non medis.

SARANA FISIK RSU LASINRANG PER DESEMBER 2015

URAIAN KETERANGAN

5. Laboratorium

11. Perawatan interna I (cempaka I) 12. Perawatan interna II (cempaka II) 13. Perawatan VIP (anggrek)

Sumber daya manusia merupakan sesuatu yang sangat vital bagi organisasi rumah sakit. Sumber daya di katakan baik bila memiliki kualitas, kuantitas dan komitmen sejalan dengan tujuan dan fungsi rumah sakit. Rumah sakit umum lasinrang memiliki sumber daya manusia yang dapat dibagian atas tenaga medis, paramedis perawatan, paramedis non perawatan dan tenaga non medis.

f. Jenis Pelayanan

Sesuai dengan fungsinya sebagai rumah sakit kelas C dan pusat rujukan penanganan spesialistik dalam wilayah kabupaten Pinrang dan sekitarnya maka rumah sakit umum Lasinrang dengan kemampuan sarana dan prasarana serta

dukungan sumber daya manusia yang dimiliki memberikan pelayanan sebagai berikut:

1. Pelayananan Rawat Jalan, terdiri dari:

a. Poliklinik penyakit dalam

2. PelayananIntensive Care Unit (ICU)

3. Pelayanan Gawat Darurat : Yang di dukung dengan dokter jaga 24 jam.

4. Pelayanan Kamar Jenazah

5. Pelayanan Rawat Inap, yang terdiri dari:

a. Rawat inapinterna b. Rawat inap bedah c. Rawat inap mata d. Rawat inap anak

e. Rawat inapobstetri dan ginekologi f. Intensive Care Unit

7. Pelayanan Penunjang Medis a. Pelayanan laboratorium b. Pelayananradiologi c. Pelayananfisiterapi d. Pelayanan farmasi e. Pelayanan gizi

f. Pelayananambulance/ mobil jenazah 8. Pelayanan Adminstrasi Dan Keuangan

a. Pendaftaran pasien rawat inap b. Loket pembayaran

g. Ruangan Kelas VIP

Kelas VIP adalah ruang dengan privasi tinggi dimana di dalamnya dihuni oleh satu pasien dengan kamar mandi sendiri. Pada kelas ini dapat ditunggu (rooming in), VIP diperuntukkan bagi pasien yang memerlukan penanganan pelayanan kesehatan dan perawatan tertentu. Untuk menempati kamar VIP pasien dituntut untuk membayar lebih tinggi. Kelas VIP ini menempati bangunan paviliun. 12 Fasilitas yang didapatkan pada kamar VIP antara lain:

1) 1 buah tempat tidur 3 crank, lebar 910 mm,bed rail side 2) 1 buah AirConditioning

3) 1 buah lemari es

4) 1 buah TV 21 inci layar datar 5) 1 buahbed side cabinet 6) 1 buahoverbed table 7) 1 buah lemari pakaian

8) 1 buah kamar mandi denganwater heater, shower dan pengharum 9) 1 buahnurse call

10) 1 buah telepon lokal 11) 1 set sofa

12) 1 kursi hadap

Pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien VIP sama dengan pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien rawat inap kelas lain, sesuai dengan standar pelayanan minimal.

B. Mekanisme Pelayanan Pasien Kelas VIP Anggrek 1. Proses Registrasi

Rumah sakit sebagai salah satu intitusi pelayanan umum membutuhkan keberadaan suatu sistem informasi yang handal dan akurat serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanannya kepada para pasien. Pengelolaan data di rumah sakit merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan suatu sistem informasi dirumah sakit. Prosedur administrasi yang sederhana mudah dan cepat merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada pasien. Pelayanan pertama pada proses pendaftaran pasien sangat perlu diperhatikan, semakin cepat dalam mencari data pasien lama maupun pendaftaran bagi pasien baru akan berpengaruh besar terhadap cepatnya layanan medis yang diinginkan oleh pasien hingga pasien melakukan pembayaran pada bagian kasir. Bagi pihak rumah sakit, pembuatan laporan administrasi pada shift-shift yang ada memerlukan waktu yang lama pula.

Hal ini dikarenakan, proses pencatatan pembayaran yang dilakukan oleh pasien dicatat dalam buku. Menurut hasil wawancara dengan Ibu NDH selaku kepala ruangan VIP anggrek di Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang mengatakan bahwa:

“Begini dek, langkah pertama yang harus dilakukan apabila ingin memperoleh pelayanan yakni melalui receptionist, receptionist menanyakan Kartu Berobat pasien (untuk pasien lama) atau mencatat data / identitas pasien dengan lengkap (untuk pasien baru). Menanyakan kepada pasien tentang Poli yang akan dituju. Receptionist menyerahkan pendaftaran pasien ke bagian Rekam Medis untuk dicarikan berkas Status Pasien Rawat Jalan sesuai dengan Nomor Rekam Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat Jalan diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke POLI.

Arahkan pasien ke POLI yang dituju sambil memberikan Kartu Berobat Pasien.Bagian Rekam Medik mencatat di buku kunjungan pasien”.(Hasil wawancara 24 Desember 2015)

Lebih lanjut ditambahkan oleh hasil wawancara dengan Bpk AS selaku Dokter di Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang mengatakan bahwa:

“ Lain halnya dengan pasien yang memiliki jaminan asuransi. Hal pertama yang dilakukan yaitu meminta lembar jaminan, photo copy kartu ASKES / JAMKESMAS / JAMKESDA, dan surat rujukan dari Puskesmas sebagai pelengkap tagihan. Lalu meminta pasien melengkapi persyaratan lainnya yang berhubungan dengan tagihan asuransi yang dimiliki. Kemudian receptionist menyerahkan pendaftaran pasien ke bagian Rekam Medis untuk dicarikan berkas Status Pasien Rawat Jalan sesuai dengan Nomor Rekam Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat Jalan diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke POLI yang dituju”. (Hasil wawancara 24 Desember 2015)

Berdasarkan hasil wawancara diatas terlihat jelas bahwa mekanisme awal yang dilakukan apabila ingin memperoleh pelayanan di Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang yaitu proses registrasi yang dilakukan di loket yang telah disediakan. Hal pertama yaitu receptionist menanyakan Kartu Berobat pasien (untuk pasien lama) atau mencatat data / identitas pasien dengan lengkap (untuk pasien baru). Menanyakan kepada pasien tentang Poli yang akan dituju.

Receptionist menyerahkan pendaftaran pasien ke bagian Rekam Medis untuk dicarikan berkas Status Pasien Rawat Jalan sesuai dengan Nomor Rekam Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat Jalan diantarkan oleh petugas Rekam Medis Pengelolaan data di rumah sakit merupakan salah satu komponen penting dalam

mewujudkan suatu sistem informasi di rumah sakit. Prosedur administrasi yang sederhana mudah dan cepat merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada pasien . Menurut hasil wawancara dengan FTH selaku staf administrasi di ruangan VIP mengatakan bahwa:

“Proses administrasi yang dilakukan cukup memakan waktu dikarenakan masih menggunakan cara manual sehingga prosesnya lambat, belum lagi antrian yang panjang serta sering kali memaksakan untuk melengkapi berkas yang diperlukan tanpa melihat kondisi pasien yang akan berobat”.

(Hasil wawancara 24 Desember 2015).

Lebih lanjut ditambahkan oleh salah seorang pasien JBR yang sedang mengantri di loket administrasi mengatakan bahwa:

“Sebaiknya pihak rumah sakit menambah loket pelayanan administrasi dikarenakan banyaknya jumlah pasien yang berobat tiap harinya, belum lagi masyarakat yang menggunakan asuransi kesehatan yang memakan waktu yang lama dalam menyelesaikan administrasinya. Disamping itu perlu adanya kebijaksanaan bagi pasien yang memerlukan pertolongan dokter dalam melengkapi berkasnya”. (Hasil wawancara 24 Desember 2015)

Berdasarkan hasil wawancara diatas terlihat jelas bahwa Proses administrasi yang dilakukan cukup memakan waktu dikarenakan masih menggunakan cara manual sehingga prosesnya lambat, belum lagi antrian yang panjang serta sering kali memaksakan untuk melengkapi berkas yang diperlukan tanpa melihat kondisi pasien yang akan berobat. Sebaiknya pihak rumah sakit mengantisipasi hal tersebut untuk memudahkan proses berobat pasien. Rumah sakit harus segera mengantisipasi jumlah pasien yang meningkat setiap harinya dengan memperbaiki pelayanan. Namun dalam sistem manajemen pendaftaran dan administrasi pembayaran masih masih menggunakan sistem pencatatan manual, dimana seluruh data-data mengenai pasien dicatat dan disimpan dalam

buku-buku catatan rumah sakit dan proses pembayaran masih dicatat secara manual sehingga waktu yang diperlukan untuk pencarian data pasien dan perekapan administrasi pembayaran. Pada mulanya hal itu bukanlah suatu masalah bagi pihak rumah sakit, namun di saat jumlah pasien per harinya semakin banyak maka pihak rumah sakit saat ini mulai merasa kewalahan dalam hal mengatur data-data mengenai pasien dan perekapan administrasi keuangan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang membutuhkan suatu sistem informasi pendaftaran dan administrasi pada pasien rawat jalan.

Menurut hasil Wawancara dengan MS selaku perawat di rumah sakit mengatakan bahwa :

Kami telah memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan Standar Operasional Prosedur, yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit, hanya saja saat ini kami masih menggunakan SOP tahun 2006 dikarenakan SOP tahun ini sementara direvisi. ( hasil wawancara 24 Desember 2015).

Dari hasil wawancara diatas terlihat jelas bahwa para perawat telah memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan standar operasional prosedur, yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit, hanya saja standar operasional masih menggunakan tahun 2006 bukan tahun masa kini. Dalam hal ini pihak rumah sakit tidak efisien dan efektif dalam menjalankan tugasnya

Dari hasil wawancara diatas terlihat jelas bahwa para perawat telah memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan standar operasional prosedur, yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit, hanya saja standar operasional masih menggunakan tahun 2006 bukan tahun masa kini. Dalam hal ini pihak rumah sakit tidak efisien dan efektif dalam menjalankan tugasnya

Dokumen terkait