• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pembelajaran PAIKEM [ Kreatif-Inovatif ]

Dalam dokumen revisi buku pak darmin A4 (Halaman 82-86)

MODEL PAIKEM DAN STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SAINS

B. Konsep Pembelajaran PAIKEM [ Kreatif-Inovatif ]

PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAIKEM dapat didefinisikan sebagai pendekatan mengajar yang digunakan bersama metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para peserta didik merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Selain itu, PAIKEM juga memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman, dan keterampilannya sendiri dalam arti tidak semata- ata disuapi guru. Di antara metode mengajar yang amat mungkin digunakan untuk mengimplementasikan PAIKEM, ialah metode: 1) ceramah plus, 2) diskusi; 3) demonstrasi; 4) role- play; dan 5) simulasi.

Mengapa pendekatan PAIKEM perlu diterapkan? Sekurang-kurangnya ada dua alasan perlunya pendekatan PAIKEM diterapkan di sekolah/madrasah kita, yakni: (1). PAIKEM lebih memungkinkan perserta didik dan guru sama-sama aktif terlibat dalam pembelajaran. Selama ini kita lebih banyak mengenal pendekatan pembelajaran konvensional. Hanya guru yang aktif, sementara para peserta didik pasif, sehingga pembelajaran menjemukan, tidak menarik, tidak menyenangkan, bahkan kadang-kadang menakutkan peserta didik, (2) PAIKEM lebih memungkinkan guru dan peserta didik berbuat kreatif bersama. Guru mengupayakan segala cara secara kreatif untuk melibatkan semua peserta didik dalam proses pembelajaran. Sementara itu, peserta didik juga didorong agar kreatif dalam berinteraksi dengan sesama teman, guru, materi pelajaran dan alat bantu belajar, sehingga hasil pembelajaran meningkat.

PAIKEM dilandasi oleh falsafah konstruktivisme yang menekankan agar peserta didik mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan atau pengetahuan awal yang telah dimilikinya, sehingga mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda. Falsafah pragmatisme yang berorientasi pada tercapainya tujuan secara mudah dan langsung juga menjadi landasan PAIKEM, sehingga dalam pembelajaran peserta didik selalu menjadi subjek aktif sedangkan guru menjadi fasilitator dan pembimbing belajar peserta didik. Pada pembelajaran PAIKEM, maka pengertian Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan atau kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaranyang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan peserta didik dan tipe serta gaya belajar peserta didik. Proses belajar mengajar merupakan sebuah proses interaksi yang menghimpun sejumlah nilai (norma) yang merupakan

MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF KREATIF [Model PAIKEM dalam Konteks Pembelajaran dan Penelitian Sains Bermuatan Karakter]

83 substansi, sebagai medium antara guru dan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan. Sebagai guru, tugasnya tidak hanya mengajar tetapi juga belajar memahami suasana psikologis peserta didiknya dan kondisi kelas. Dalam mengajar, guru harus memahami gaya-gaya belajar peserta didiknya sehingga kerelavansian antara gaya-gaya mengajar guru dan peserta didik akan memudahkan guru menciptakan interaksi edukatif dan kondusif.

Dalam proses pembelajaran di Kelas, seoarng guru harus berusaha agar peserta didik aktif dan kreatif secara optimal. Guru tidak harus terlena dengan menerapkan gaya konvensional. Karena gaya mengajar seperti ini tidak sesuai dengan konsepsi pendidikan moderen. Pendidikan modern menghendaki peserta didik lebih aktif dalam kegiatan interaktif edukatif. Guru bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing sedangkan peserta didik aktif dalam belajar. Semakin aktif dan kreatif peserta didik, maka suasana belajar akan semakin menyenangkan, sehingga proses belajar tidak ada paksaan, dengan rasa sukarela itu, stakeholder dari pendidikan itu akan semakin mudah untuk diajak meningkatkan mutu pendidikan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam proses belajar mengajar seperti memahami prinsip-prinsip proses belajar mengajar, menyiapkan bahan dan sumber belajar, memilih metode yang tepat, menyiapkan alat bantu pengajaran, memilih pendekatan, dan mengadakan evaluasi. Semua kegiatan yang dilakukan guru harus didekati dengan pendekatan sistem, sebab pengajaran adalah suatu sistem yang melibatkan sejumlah kompenen pengajaran dan semua komponen tersebut saling berkaitan dan saling menunjang dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran serta peningkatan mutu pendidikan.

Salah satu pendekatan kreatif yang dapat diterapkan oleh guru selaku pendidik adalah pendekatan PAIKEM. Dengan pendekatan PAIKEM, peserta didik dapat mendapatkan ide-ide sendiri dalam pembelajaran berlangsung dengan pendekatan lingkungan sekitar. Begitu pula guru dengan berbagai ide segar dan menarik yang dilengkapi dengan contoh praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pemahaman mengenai PAIKEM ini diharapkan dapat membantu guru memfasilitasi pembelajaranpeserta didik dengan lebih bermakna. Meskipun yang diharapkan pertama dan utama adalah keaktifan dan kreatifitas peserta didik, namun sebenarnya guru pun dituntut untuk aktif dan kreatif. Agar pembelajaran model ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sudah tentu guru harus merancang pembelajarandengan baik, melaksanakannya, dan akhirnya menilai hasilnya. Sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah proses pembelajaranyang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan peserta didik, mengembangkan kreativitas, sehingga hasil dan proses pembelajaran efektif dalam suasana menyenangkan. Selain itu, PAIKEM juga memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman, dan keterampilannya sendiri dalam arti tidak semata-mata disuapi guru.

Pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM mengutamakan proses pembelajaranyang bersifat student center. Student center mengandung pengertian pembelajaran menerapkan strategi pedagogi mengorientasikan peserta didik kepada situasi yang bermakna, kontekstual, dunia nyata dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi peserta didik ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pembelajaran yang dipelajari sekaligus keterampilan memecahkan masalah. Pengalaman nyata dalam memecahkan masalah di lingkungan sekitar menunjukkan bahwa minat dan prestasi peserta didik dalam bidang sains meningkat secara drastis pada saat mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antar informasi pengetahuan baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah peserta didik miliki atau kuasai. Suatu pembelajaran kreatif hendaknya dimulai dari masalah-masalah aktual, otentik, relevan dan bermakna bagi peserta didik.

Pada PAIKEM, sekurang-kurangnya ada dua hasil belajar yang dicapai, yaitu jawaban terhadap masalah (Produk) dan cara memecahkan masalah (proses). Pembelajaran kreatif inovatif [PAIKEM] ini merupakan trend pembelajaran saat ini. Adapun makna dari pendekatan PAIKEM adalah:

1. Pembelajaran aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari peserta didik dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran informasi atau pengetahuan dari guru belaka. Jika pembelajarantidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari peserta didik sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Aktif di sini bersifat fisik maupun mental. Artinya, aktif dalam mengemukakan penalaran atau gagasan (alasan), menemukan kaitan yang satu dengan yang lain, mengkomunikasikan ide/gagasan, mengemukakan bentuk representasi yang tepat, dan menggunakan semua itu untuk memecahkan masalah.

2. Pembelajaran inovatif, artinya pembelajaran itu dapat mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika peserta didik sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggang waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu setiap peserta didik. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik.

3. Pembelajaran kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan peserta didik, juga peserta didik dapat menjadi kreatif dalam proses pembelajarannya. Artinya, peserta didik kretaif dalam memahami masalah, menemukan ide yang terkait, mempresentasikan dalam bentuk lain yang lebih mudah diterima, dan menemukan kesenjangan yang harus diisi untuk memecahkan masalah. Konsep merencanakan pemecahan masalah adalah alur pemecahan pada memikirkan macam-macam strategi yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah, memilih strategi atau gabungan strategi yang paling efektif dan efisien, dan merancang tahap-tahap eksekusi.

4. Pembelajaran efektif maksudnya, pembelajaran itu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik (kompetensi) setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain. Jadi, efektif artinya berhasil mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan.

5. Pembelajaran menyenangkan adalah suatu pembelajaran yang mempunyai suasana yang mengasyikkan sehingga perhatian peserta didik terpusat secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (time on task) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif.

MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF KREATIF [Model PAIKEM dalam Konteks Pembelajaran dan Penelitian Sains Bermuatan Karakter]

85

C. Proses Model PAIKEM

Pada pendekatan dengan PAIKEM, peran guru sangat penting. Guru dapat berfungsi sebagai fasilitator, motivator, dan pencipta suasana yang aktif, kreatif, efektif dan juga menyenangkan. Guru aktif memantau kegiatan belajar peserta didik, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, mempertanyakan gagasan peserta didik. Jika kondisi ini terjadi, maka peserta didik akan bisa menjadi aktif. Artinya, peserta didik dapat secara aktif membangun konsep, bertanya, bekerja, terlibat, dan berpartisipasi, menemukan dan memecahkan masalah, mengemukakan gagasan dan mempertanyakan gagasan. Di samping itu, guru harus kreatif, artinya guru dapat mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, membuat alat bantu belajar, memanfaatkan lingkungan, mengelola kelas dan sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Guru harus mengembangkan suatu proses pembelajaran yang efektif, yaitu pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaranyaitu terapainya kompetensi peserta didik.

Pembelajaran menyenangkan adalah kegiatan belajar yang menarik, menantang, meningkatkan motivasi peserta didik, mendapatkan pengalaman secara langsung, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta tidak membuat peserta didik takut. Peserta didik senang belajar berarti mengkondisikan peserta didik untuk berani mencoba/berbuat, berani bertanya, berani mengemukakan pendapat/ gagasan, berani mempertanyakan gagasan orang lain, sebagaimana empat pilar pendidikan yang dicanangkan UNESCO. Menurut UNESCO, pembelajaran harus erorie tasi pada learning to know, learning to do, learning to be dan learning

to li e together . Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang menjadikan peserta didik tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaranyang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan peserta didik dalam suasana yang sama sekali tidak ada tekanan, baik fisik maupun psikologis. Jika pembelajaranberada dalam kondisi tekanan, maka akan mengerdilkan pikiran peserta didik, sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. Dalam konsep pembelajaran kreatif [PAIKEM] ruh pembelajaran terletak pada bagaimana hubungan antara guru dan peserta didik dapat dijalin dengan pendekatan didaktik metodik yang bernuansa pedagogis . Artinya, interaksi antara guru da peserta didik tidak terjali de ga ko u ikasi ya g kaku seperti ora g ya g ser a tahu dengan peserta didik yang serba tidak tahu. PAIKEM menggambarkan hal-hal sebagai berikut: 1. Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan

kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara untuk membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik.

3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan e yediaka pojok a a .

4. Guru menerapkan pembelajaran yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.

5. Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Mengapa pendekatan PAIKEM perlu diterapkan? Sekurang-kurangnya ada dua alasan perlunya pendekatan PAIKEM diterapkan di sekolah/ madrasah kita, yakni:

a) PAIKEM lebih memungkinkan perserta didik dan guru sama-sama aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Selama ini kita lebih banyak mengenal pendekatan pembelajaran

konvensional. Hanya guru yang aktif (monologis), sementara para peserta didiknya pasif, sehingga pembelajaran menjemukan, tidak menarik, tidak menyenangkan, bahkan kadang- kadang menakutkan peserta didik.

b) PAIKEM lebih memungkinkan guru dan peserta didik berbuat kreatif bersama. Guru mengupayakan segala cara secara kreatif untuk melibatkan semua peserta didik dalam proses pembelajaran. Sementara itu, peserta didik juga didorong agar kreatif dalam berinteraksi dengan sesama teman, guru, materi pembelajaran dan segala alat bantu belajar, sehingga hasil pembelajarandapat meningkat. PAIKEM dilandasi oleh falsafah konstruktivisme yang menekankan agar peserta didik mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan atau pengetahuan awal yang telah dimilikinya, sehingga mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda.

c) Falsafah pragmatisme yang berorientasi pada tercapainya tujuan secara mudah dan langsung juga menjadi landasan PAIKEM, sehingga dalam pembelajaranpeserta didik selalu menjadi subjek aktif sedangkan guru menjadi fasilitator dan pembimbing belajar mereka.

Dalam dokumen revisi buku pak darmin A4 (Halaman 82-86)