V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Kontribusi Komoditi Pertanian (Tanaman Bahan Makanan,
Subsektor tanaman bahan makanan, subsektor perkebunan dan subsektor peternakan merupakan subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap sektor pertanian di Kecamatan Baureno diantara subsektor pertanian yang lain. Besarnya kontribusi suatu komoditi pertanian dapat diketahui dengan membandingkan besarnya nilai produksi suatu komoditi pada masing-masing komoditi pertanian terhadap nilai produksi total komoditi sektor pertanian yang dihasilkan di Kecamatan Baureno. Kontribusi masing-masing komoditi pertanian di Kecamatan Baureno disajikan pada Tabel 22.
commit to user
Tabel 22. Kontribusi Komoditi Pertanian (Tanaman Bahan Makanan, Perkebunan, Peternakan) di Kecamatan Baureno Tahun 2007-2008 (%)
No.
Komoditi Pertanian Tahun Rata-rata
2007 2008
Subsektor Tanaman Bahan Makanan
1. Padi 19,003 17,463 18,233 2. Jagung 1,205 1,431 1,318 3. Ubi Kayu 0,032 0,045 0,038 4. Kedelai 0,474 0,451 0,462 5. Kacang Hijau 1,718 0,240 0,979 6. Mangga 0,560 0,211 0,386 7. Pisang 28,000 78,091 53,046 Subsektor Perkebunan 8. Kelapa 0,058 0,058 0,058 9. Kapuk Randu 0,002 0,002 0,002 10. Tembakau Virginia 4,849 2,772 3,810 Subsektor Peternakan 11. Sapi 0,833 0,618 0,726 12. Kambing 0,224 0,355 0,290 13. Domba 0,372 0,050 0,211 14. Ayam Buras 16,726 1,100 8,913 15. Ayam Ras 14,869 8,188 11,528
Sumber : Analisis Data Sekunder, 2010
Berdasarkan Tabel 22. di atas dapat diketahui bahwa kontribusi komoditi pertanian yang mengalami peningkatan terjadi pada komoditi pisang dimana pada tahun 2007 memberikan kontribusi sebesar 28,000% dan pada tahun 2008 mampu meningkat menjadi 78,091%. Kemudian pada komoditi jagung yang kontribusinya meningkat menjadi 1,431% pada tahun 2008 dan komoditi ubi kayu yang meningkat menjadi 0,045% pada tahun 2008 dan terakhir adalah komoditi kambing yang mengalami peningkatan di tahun 2008 menjadi 0,355% dimana sebelumnya pada tahun 2007 hanya sebesar 0,224%. Berdasarkan Tabel 22. juga dapat diketahui bahwa terjadi kecenderungan kontribusi komoditi pertanian yang menurun. Rendahnya peningkatan kontribusi ini dikarenakan terjadinya penurunan produksi komoditi pertanian, serta penurunan harga jual yang
commit to user
terjadi pada beberapa komoditi pertanian seperti kedelai dan jagung (lampiran 6).
Penurunan kontribusi ini juga dapat dilihat pada komoditi ayam buras, dimana pada tahun 2007 memberikan kontribusi sebesar 16,726% sedangkan pada tahun 2008 hanya mampu memberikan kontribusi sebesar 1,1% yang mengalami penurunan. Bukan hanya pada ayam buras, komoditi pertanian lainnya juga mengalami hal yang sama. Penurunan kontribusi ini juga terjadi pada komoditi kedelai, kacang hijau, mangga, kelapa, tembakau virginia, sapi, domba dan ayam ras. Selain peningkatan dan penurunan kontribusi, salah satu komoditi yang mengalami keadaan yang stabil, yaitu komoditi kelapa. Komoditi kelapa memberikan kontribusi sebesar 0,058% pada tahun 2007-2008. Hal ini dikarenakan komoditi kelapa merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki kemampuan terhadap banjir. Namun, komoditi ini tidak banyak diusahakan oleh masyarakat sebagai tanaman alternatif. Hal ini dikarenakan lahan di wilayah Kecamatan Baureno kurang sesuai. Komoditi kelapa harus dibudidayakan pada tanah yang ideal untuk penanaman kelapa yaitu tanah berpasir, berabu gunung dan berstruktur remah sehingga perakaran dapat berkembang dengan baik (Prabowo, 2007). Sedangkan tanah di Kecamatan Baureno merupakan jenis tanah vertisol/grumusol berwarna hitam pekat yang didominasi jenis lempung montmorillonit. Lempung ini sifatnya mudah membentuk rekahan lebar dan dalam di musim kemarau dan mudah mengembang di musim hujan (Kundarto, 2008). Oleh karena itu kondisi tanah di Kecamatan Baureno tidak sesuai apabila digunakan untuk budidaya komoditi kelapa, karena tanah di Kecamatan Baureno tidak memenuhi syarat untuk perakaran komoditi kelapa.
Secara rata-rata tahun 2007-2008, komoditi pisang merupakan komoditi pertanian yang memberikan kontribusi terbesar yaitu 53,046%. Besarnya kontribusi komoditi pisang ini memberikan bukti bahwa masyarakat sudah mulai membudidayakan tanaman alternatif yang tahan
commit to user
terhadap banjir. Selain komoditi pisang, juga terdapat komoditi kambing yang mengalami peningkatan kontribusi. Komoditi kambing lebih dipilih daripada ternak besar lain seperti sapi. Ketika banjir terjadi, komoditi kambing lebih mudah untuk diselamatkan. Masyarakat juga mampu membawa komoditi kambing dalam jumlah yang lebih besar. Namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi kecenderungan kontribusi yang menurun. Penurunan kontribusi ini terjadi pada 10 komoditi dari total 15 komoditi pertanian. Penurunan ini harus disikapi pemerintah daerah agar potensi komoditi pertanian yang ada dapat ditingkatkan.
B. Klasifikasi Komoditi Pertanian di Kecamatan Baureno dengan Pendekatan Tipologi Klassen
Penentuan klasifikasi komoditi pertanian di Kecamatan Baureno diketahui dengan menggunakan pendekatan analisis Tipologi Klassen. Analisis Tipologi Klassen merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengklasifikasi komoditi pertanian yang menjadi prioritas daerah berdasarkan dua indikator utama, yaitu tingkat laju pertumbuhan dan besarnya kontribusi komoditi pertanian terhadap kontribusi PDRB Kecamatan Baureno.
Laju pertumbuhan komoditi pertanian merupakan proses perubahan yang berupa jumlah produksi maupun harga di tingkat produsen yang terjadi dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan memiliki kriteria tumbuh cepat, jika laju pertumbuhan komoditi pertanian lebih besar atau sama dengan laju pertumbuhan PDRB Kecamatan Baureno. Sedangkan komoditi dikatakan tumbuh lambat, jika laju pertumbuhan komoditi pertanian lebih kecil daripada laju pertumbuhan PDRB Kecamatan Baureno.
Berdasarkan Matriks Tipologi Klassen, komoditi pertanian di Kecamatan Baureno dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu komoditi prima, Komoditi Potensial, komoditi berkembang, dan komoditi terbelakang. Pada Tabel 23. dijelaskan secara rinci pengklasifikasian komoditi pertanian di Kecamatan Baureno tahun 2007-2008.
commit to user
Tabel 23. Matriks Tipologi Klassen Komoditi Pertanian di Kecamatan Baureno Kontribusi Komoditi Laju Pertumbuhan Komoditi Kontribusi Besar (Kontribusi komoditi i > Kontribusi PDRB) Kontribusi Kecil (Kontribusi komoditi i < Kontribusi PDRB) Tumbuh Cepat (rkomoditi i > rPDRB) Komoditi Prima: Pisang Komoditi Berkembang:
Jagung, Ubi kayu dan Kambing
Tumbuh Lambat (rkomoditi i< rPDRB)
Komoditi Potensial:
Padi, Tembakau Virginia, Ayam Buras,
Ayam Ras
Komoditi Terbelakang:
Kedelai, kacang hijau, mangga, kelapa, kapuk randu, sapi dan domba Sumber: Analisis Data Sekunder, 2010
Berdasarkan Tabel 23. diperoleh empat klasifikasi komoditi pertanian di Kecamatan Baureno adalah komoditi prima, komoditi potensial, komoditi berkembang dan komoditi terbelakang. Adapun penjelasan secara rinci mengenai hasil klasifikasi komoditi pertanian di Kecamatan Baureno sebagai berikut :