• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

4. Korpus 4 Episode 2 Scene 2

a. Makna Denotasi

Scene ini diawali dengan gambar landscape langit dengan framing berupa daun pepohonan yang diikuti gambar Upin dan Ipin yang terlihat sedang asyik bermain bersama Mei-Mei dan Rajoo. Gambar ini menggunnakan jarak pengambilan medium long-shot dengan teknik pergerakan kamera tracking. Gambar selanjutnya berupa Ipin dan Upin

commit to user

yang kegirangan karena telah berhasil memenangkan permainan dari Mei-Mei dan Rajoo dengan berseru “yeeyeeee, menang yeeyeee menang” yang diikuti gambar ekspresi Rajoo dan Mei-Mei yang kecewa karena kalah. Selanjutnya Mei-Mei dan Rajoo saling beradu argumen tentang kekalahan mereka, Mei-Mei memulai dengan kalimat “tu lah Rajoo, sebab kamulah kita kalah” yang dijawab Rajoo “mana ada,kamulah berat sangat”.

Visualisasi berikutnya berupa gambar Upin dan Ipin yang tampak kelelahan dan Upin bergumam “eui, penatnyaa..” kemudian disambut Ipin “hauslah pula..” gambar ini menggunakan teknik pengambilan gambar dengan high angle. Selanjutnya diikuti gambar Rajoo yang menanggapi keluhan Upin dan Ipin dengan kalimat “ha, sebab kau orang menang, mari saya belanja kau orang minum” yang diikuti gambar Upin dan Ipin yang sumringah dan menjawab “baik Boss!” akan tetapi di tanggapi Mei-Mei “eh, kamu berdua kan puasa” gambar ini menggunakan teknik medium close-up. Kemudian disusul gambar Upin dan Ipin yang dengan kompak menjawab “puasa puasa” sambil mengangguk-anggukan kepala.

Visualisasi berikutnya berupa Rajoo yang meyakinkan Upin dan Ipin dengan kalimat “halah tak apa, orang tak tahu” yang disusul dengan ekspresi senang Upin dan Ipin dengan kalimat “betul betul betul”. Visualisasi dilanjutkan dengan Mei-Mei yang berisik keras melarang Upin dan Ipin “tak boleh! Lu punya Tuhan tau a, nanti ya Lu punya Tuhan

commit to user

menanggapi “ha, banyak betul!” gambar ini menggunakan teknik medium close-up.

Adegan dilanjutkan dengan gambar Rajoo yang disertai off screen sound Mei-Mei “Lu kena puasa sampai habis” yang diikuti dengan Rajoo yang menanggaipinya “ya lah ya lah, Mei-Mei betul... kita semua balik lah”. Visualisasi dilanjutkan dengan gambar extreme long shot mereka berempat di depan rumah yang diiringi suara Upin dan Ipin “jangan lupa, besok main lagi!” dan kemudian ditutup dengan kalimat “Ok!!” dari Mei-Mei dan fade out untuk menutup scene ini.

b. Makna Konotasi

Scene ini diawali dengan gambar landscape langit dengan framing berupa daun pepohonan yang diikuti gambar Upin dan Ipin yang terlihat sedang asyik bermain bersama Mei-Mei dan Rajoo. Gambar ini menggunnakan jarak pengambilan medium long-shot dengan teknik pergerakan kamera tracking, pada jarak ini tubuh manusia terlihat dari bawah lutut sampai ke atas, tubuh fisik manusia dan lingkungan sekitar relatif seimbang (Pratista, 2008: 105). Tracking merupakan pergerakan kamera akibat perubahan posisi kamera secara horisontal (Pratista, 2008: 110). Dalam adegan ini terlihat ekspesi Upin dan Ipin yang bahagia bermain bersama teman-temannya. Bahagia diperlihatkan pada bagian bawah wajah dan kelopak mata bawah serta ekspresi kerutan terbentuk mulai dari hidung ke arah ujung luar di belakang sudut bibir, pipi

commit to user

terangkat, kelopak mata bawah memperlihatkan kerutan di bawahnya dan mungkin terangkat tapi tidak tegang (Ekman, 2009: 175).

Gambar selanjutnya berupa Ipin dan Upin yang kegirangan karena telah berhasil memenangkan permainan dari Mei-Mei dan Rajoo dengan berseru dan melakukan “toss” pinggang “yeeyeeee, menang yeeyeee menang” yang diikuti gambar ekspresi Rajoo dan Mei-Mei yang kecewa karena kalah. Gerakan ‘toss’ tersebut merupakan sebuah pesan gestural untuk mengungkapkan sebuah perasaan positif dan ungkapan kesukaan atas peristiwa yang telah terjadi (Rakhmat, 2003: 290). Ekspresi kecewa terlihat dimana sudut-sudut bagian dalam alis ditarik ke atas, kulit dibawah alis membentuk segitiga, dengan dudut bagian dalamnya naik, sudut kelopak mata atas bagian dalam dinaikkan dan sudut-sudut bibir turun atau bibir bergetar (Ekman, 2009: 194).

Visualisasi berikutnya berupa gambar Upin dan Ipin yang tampak kelelahan dan Upin bergumam “eui, penatnyaa..” kemudian disambut Ipin “hauslah pula..” gambar ini menggunakan teknik pengambilan gambar dengan high angle. High angle mampu membuat sebuah obyek seolah tampak lebih kecil, lemah, serta terintimidasi (Pratista, 2008: 106) sehingga sosok Upin dan Ipin terlihat lemah untuk memperkuat rasa haus dan capek yang dirasakan oleh Upin dan Ipin.

Selannjutnya terlihat Mei-Mei yang berisik keras melarang Upin dan Ipin untuk melanggar puasa yang mereka jalankan dengan mengikuti ajakan Rajoo untuk dibelikan minum. Dalam adegan ini gambar Mei-mei

commit to user

menggunakan teknik loudness suara yang tinggi untuk memberikan kesan pentingnya pesan yang disampaikan Mei-mei untuk tidak melanggar aturan puasa yang dilaksanakan oleh Upin dan Ipin. Loudness atau volume menunjukkan kuat-lemahnya suara. Sineas dapat mengontrol volume sesuai dengan kebutuhan serta tuntutan cerita (Pratista, 2008: 157).

Dalam scene ini, terlihat Mei-Mei yang notabene merupakan keturunan Tionghoa dan bukan beragama Islam dengan sadar dan tegas menghormati dan menghargai Upin dan Ipin yang menjalankan ibadah puasa dengan mengingatkan Upin dan Ipin ketika mereka hendak dibelikan minum oleh Rajoo. Sikap Mei-Mei, Upin, Ipin dan Rajoo yang ditunjukkan dalam scene ini merupakan contoh sifat tegas dan pengendalian diri dimana Mei-Mei berisik keras melarang Upin dan Ipin untuk menerima ajakan membeli minulan oleh Rajoo, sedangkan Rajoo, Upin dan Ipin berhasil mengendalikan diri untuk tidak mengikuti keinginan mereka membeli minum.

Tegas merupakan sikap atau perilaku yang tidak ragu-ragu dan dalam keadaan sulit berani mengambil keputusan yang pasti (Zuriah, 2007: 84). Pengendalian diri merupakan sikap dan perilaku yang mempertimbangkan keseimbangan antara dorongan dari dalam diri (berupa dorongan nafsu) dan dari luar diri (berupa aturan-aturan yang mengekang) (Zuriah, 2007: 84). Kedua sikap tegas dan pengendalian diri tersebut termasuk dalam unsur sifat budi pekerti. Selain itu, Mei-Mei dan Rajoo menujukkan sikap Toleransi terhadap Upin dan Ipin yang menjalankan ibadah puasa.

commit to user

Toleransi yang ditunjukkan merupakan toleransi positif dimana isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima dan dihargai (Masykur, 2001: 5).