• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

9. Korpus 9 Episode 6 Scene 2

a. Makna denotasi

Scene ini diawali dengan gambar high angle suasana meja makan dimana Upin dan Ipin bersama teman-temannya yang bersiap untuk makan, dalam gambar ini terlihat Opah menyuruh mereka untuk duduk “ha, duduk duduk! Ha, makanlah kenyang kenyang!”. Visualisasi

commit to user

dilanjutkan dengan gambar Ehsan yang menikmati makanan diikuti gambar suasana meja makan, saat itu Ehsan berkata “eh gang, lepas ini kita berraya ke rumah Pak Mail dengan Tuk Dalang nak tak!” yang diikuti jawaban serempak dari teman-temannya “nak nak!”

Adegan dilanjutkan degan gambar Fizi yang mengatakan “tapi kan, tahun lepas Pak Mail kasih 20 sen saja!” gambar ini menggunakan teknik medium shot. Adegan selanjutnya berupa ekspresi terkejut Rajoo yang mengatakan “iya?” yang diikuti dengan Ehsan “halah, Tuk Dalang tu lagi tak nak buka pintu!” adegan ini menggunakan teknik medium shot. Scene ini dilanjutkan dengan visualisasi Upin dan Ipin yang mengatakan “ish, kok dekoknya!” disusul dengan Mei-Mei “ya lo, banya bahil!” saat itu juga Opah menanggapi pembicaraan mereka “ish, budak-budak tak baik cakap macam tu..”. visualisasi berikutnya telihat Rajoo, Ehsan dan Fizi yang menyesal diiringi offscreen sound Opah “kita pergi berraya untuk bersalam, minta maaf, bukan untuk duit!”

Adegan dilanjutkan masih dengan Opah yang berkata “tapi kalau kita dapat duit, Alhamdulillah, haha” adegan ini menggunakan teknik medium close up. Visualisasi berikutnya berupa gambar Mei-Mei dan Rajoo yang sedang menikmati makanannya diikuti dengan in frame Kak Ros yang kemudian berbicara kepada mereka “ha, kau orang semua yang dapat dosa dengan siapa-siapa baik pergi minta maaf!”. Selanjutnya terlihat reaksi kaget Upin dan Ipin yang kemudian mengingat beberapa kesalahan yang dilakukan mereka. Scene ini kemudian diikuti degan gambar Opah

commit to user

yang sedang duduk kemudian masuk offscreen Ehsan “Opah, kita nak pergi lah” dilanjutkan dengan Ehsan yang meminta bersalaman “nak salam” gambar ini menggunakan posisi kamera over shoulder Opah.

Visualisasi scene ini diteruskan dengan gambar medium close up Opah yang terlihat senang menyalami anak-anak diiringi offscreen sound Mei-Mei “makasih Opah” diikuti offscreen sound Ehsan “Opah nampak cantik hari ini. Makasih Opah, selamat raya”. Gambar selanjutnya terlihat Opah yang memberikan bungkusan semacam amplop kepada Ehsan dan Fizi sambil bersalaman dengan mereka. Fizi terlihat mengucapkan sselamat kepada Opah “Selamat hari raya!” dan Opah mengingatkan Ehsan dan Fizi “hah, tahun depan rajin-rajinlah puasa lagi, ya?” Visualisasi berikutnya berupa medium shot Fizi yang menjawab “ya lah Opah, Fizi janji nak puasa penuh tahun depan!” diikuti dengan Ehsan “Ehsan pun! Ehsan pun!”

Selanjutnya terlihat ekspresi bahagia Opah yang diiringi offscreen sound Upin “Rajoo, kau dapat berapa ringgit?” diikuti dengan gambar Upin, Ipin, Rajoo serta Mei-Mei yang terlihat senang mendapatkan uang. Gambar ini diiringi dengan offscreen sound Opah yang memanggil Ipin “haa Ipin” dan Ipin pun menengok. Visualisasi berikutnya berupa gambar close up Opah yang melanjutkan perkataannya “puasa tak mati kan?” diikuti gambar Upin dan Ipin yang tersenyum mengangguk dan menjawab “hmm, betul betul, tak mati pun! Opah, kita orang seronok dapat puasa penuh! Baru the best raya!” lalu Upin dan Ipin berkata kepada Ehsan dan

commit to user

Fizi “Fizi, Ehsan, kalu tahun depan tak puasa penuh, nanti tak boleh raya!” diikuti dengan gambar Fizi dan Ehsan yang tersipu malu. Gambar selanjutnya terlihat Upin dan Ipin yang mengajak teman-temannya “yo lah, kita pergi berraya jo! Kita pergi kak minta maaf ke semua orang!” yang langsung diikuti gambar long shot Upin dan teman-temannya yang serempak menjawab “betul betul betul!” scene ini ditutup dengan gambar Opah yang tersenyum.

b. Makna Konotasi

Scene ini diawali dengan gambar high angle suasana meja makan dimana Upin dan Ipin bersama teman-temannya yang bersiap untuk makan, dalam gambar ini terlihat Opah menyuruh mereka untuk duduk “ha, duduk duduk! Ha, makanlah kenyang kenyang!”. Teknik high angle ini digunakan untuk memperlihatkan suasana meja makan saat itu. Visualisasi dilanjutkan dengan gambar Ehsan yang menikmati makanan diikuti gambar suasana meja makan, saat itu Ehsan berkata “eh gang, lepas ini kita berraya ke rumah Pak Mail dengan Tuk Dalang nak tak!” yang diikuti jawaban serempak dari teman-temannya “nak nak!”. Adegan ini

menggambarkan Ehsan yang mengajak temean-temannya untuk

merayakan hari raya ke rumah Tuk Dalang yang disetujui oleh teman-temannya dengan gembira. Ekspresi gembira ini terlihat ketika mereka semua berekspresi gembira ketika menjawab ajakan Ehsan. Ekspresi bahagia erlihat dari sudut-sudut bibir ditarik ke belakang dan keatas, mulut

commit to user

mungkin dan mungkin juga tidak terpisah, dengan gigi yang terpampang atau tidak terpampang, pipi terangkat (Ekman, 2009: 175).

Adegan dilanjutkan degan gambar Fizi yang mengatakan “tapi kan, tahun lepas Pak Mail kasih 20 sen saja!” gambar ini menggunakan teknik medium shot. Adegan selanjutnya berupa ekspresi terkejut Rajoo yang mengatakan “iya?” yang diikuti dengan Ehsan “halah, Tuk Dalang tu lagi tak nak buka pintu!” adegan ini menggunakan teknik medium shot. Teknik medium shot yang digunakan bermaksud untuk untuk menggambarkan obyek yang berbicara saat itu. Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari pinggang ke atas. Gestur serta ekspresi wajah mulai tampak. Sosok manusia mulai dominan dalam frame (Pratista, 2008:105).

Scene ini dilanjutkan dengan visualisasi Upin dan Ipin yang mengatakan “ish, kok dekoknya!” disusul dengan Mei-Mei “ya lo, banya bahil!” saat itu juga Opah menanggapi pembicaraan mereka “ish, budak-budak tak baik cakap macam tu..”. visualisasi berikutnya telihat Rajoo, Ehsan dan Fizi yang menyesal diiringi offscreen sound Opah “kita pergi berraya untuk bersalam, minta maaf, bukan untuk duit!”. Offscreen sound dapat dimanfaatkan sineas sebagai efek kejutan, ketegangan, informasi cerita, dan sebagainya (Pratista, 2008: 161).

Adegan tersebut mengandung pessan dari Opah bahwa dalam merayakan hari raya tujuannya adalah untuk bersilaturahmi dan meminta maaf, bukan untuk mencari uang. Dalam adegan ini Upin dan teman-temannya mengalami suatu proses pembelajaran dengan cara

commit to user

mendengarkan. Situasi ini memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar. Seseorang menjadi belajar dan tidak dalam situasi ini, tergantung ada atau tidaknya kebutuhan, motivasi, dan sikap seseorang itu. Dengan adanya kondisi pribadi seperti itu memungkinkan seseorang tidak hanya mendengar, melainkan mendengarkan secara aktif dan bertujuan.

Mendengarkan yang demikian akanmemberikan manfaat bagi

perkembangan pribadi seseorang (Dalyono, 2009: 219).

Adegan dilanjutkan masih dengan Opah yang berkata “tapi kalau kita dapat duit, Alhamdulillah, haha” adegan ini menggunakan teknik medium close up. Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari dada keatas (Pratista, 2008: 105). Shot ini memperlihatkan Opah yang menjelaskan tentang bersyukur ketika mendapatkan rejeki. Bersyukur merupakan salah satu unsur pembentuk sikap budi pekerti. Bersyukur adalah sikap dan perilaku yang pandai berterimakasih atas rahmat dan nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2207: 83).

Visualisasi berikutnya berupa gambar Mei-Mei dan Rajoo yang sedang menikmati makanannya diikuti dengan in frame Kak Ros yang kemudian berbicara kepada mereka “ha, kau orang semua yang dapat dosa dengan siapa-siapa baik pergi minta maaf!”. Selanjutnya terlihat reaksi kaget Upin dan Ipin yang kemudian mengingat beberapa kesalahan yang dilakukan mereka. Scene ini kemudian diikuti degan gambar Opah yang sedang duduk kemudian masuk offscreen Ehsan “Opah, kita nak pergi

commit to user

lah” dilanjutkan dengan Ehsan yang meminta bersalaman “nak salam” gambar ini menggunakan posisi kamera over shoulder Opah.

Dalam adegan tersebut terlihat Opah yang berpesan kepada Upin dan teman-temannya tentang makna hari raya dan tentang meminta maaf. Meminta maaf tentang kesalahan yang diperbuat merupakan cerminan tindakan dari sikap yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab merupakan salah satu unsur pembentuk dari sikap budi pekerti yang baik. Bertanggung jawab adalah sikap dan perilaku yang berani menanggung segala akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya (Zuriah, 2007: 83).

Visualisasi scene ini diteruskan dengan gambar medium close up Opah yang terlihat senang menyalami anak-anak diiringi offscreen sound Mei-Mei “makasih Opah” diikuti offscreen sound Ehsan “Opah nampak cantik hari ini. Makasih Opah, selamat raya”. Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari dada ke atas (Pratista, 2008: 105). Offscreen sound memungkinkan sineas untuk bereksplorasi dengan berbagai efek suara (Pratista, 2008: 161).

Gambar selanjutnya terlihat Opah yang memberikan bungkusan semacam amplop kepada Ehsan dan Fizi sambil bersalaman dengan mereka. Amplop ini melambangkan rejeki yang harus disyukuri yang telah dijelaskan Opah pada adegan sebelumnya. Fizi terlihat mengucapkan sselamat kepada Opah “Selamat hari raya!” dan Opah mengingatkan Ehsan dan Fizi “hah, tahun depan rajin-rajinlah puasa lagi, ya?” Visualisasi berikutnya berupa medium shot Fizi yang menjawab “ya lah

commit to user

Opah, Fizi janji nak puasa penuh tahun depan!” diikuti dengan Ehsan “Ehsan pun! Ehsan pun!”. Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari pinggang ke atas (Pratista, 2008:105).

Selanjutnya terlihat ekspresi bahagia Opah yang diiringi offscreen sound Upin “Rajoo, kau dapat berapa ringgit?” diikuti dengan gambar Upin, Ipin, Rajoo serta Mei-Mei yang terlihat senang mendapatkan uang. Gambar ini diiringi dengan offscreen sound Opah yang memanggil Ipin “haa Ipin” dan Ipin pun menengok. Offscreen sound memungkinkan sineas untuk bereksplorasi dengan berbagai efek suara (Pratista, 2008: 161). Visualisasi berikutnya berupa gambar close up Opah yang melanjutkan perkataannya “puasa tak mati kan?” diikuti gambar Upin dan Ipin yang tersenyum mengangguk dan menjawab “hmm, betul betul, tak mati pun! Opah, kita orang seronok dapat puasa penuh! Baru the best raya!” lalu Upin dan Ipin berkata kepada Ehsan dan Fizi “Fizi, Ehsan, kalu tahun depan tak puasa penuh, nanti tak boleh raya!” diikuti dengan gambar Fizi dan Ehsan yang tersipu malu.

Gambar selanjutnya terlihat Upin dan Ipin yang mengajak teman-temannya “yo lah, kita pergi berraya jo! Kita pergi kak minta maaf ke semua orang!” yang langsung diikuti gambar long shot Upin dan teman-temannya yang serempak menjawab “betul betul betul!” scene ini ditutup dengan gambar Opah yang tersenyum. Tersenyum menandakan akan rasa bahagia akan kejadian tersebut (Nierenberg & Calero, 2009: 108).

commit to user

Dalam adegan ini Upin dan Ipin mendapatkan suatu pembuktian tentang puasa yang tidak menyebabkan mati. Proses pembelajaran tentang sikap beriman didapat melalui proses latihan atau praktek. Latihan atau praktek adalah termasuk aktivitas belajar. Orang yang melaksanakan kegiatan berlatih tentunya sudah mempunyai dorongan untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat mengembangkan sesuatu aspek pada dirinya. Dalam kegiatan berlatih atau praktek, segenap tindakan subyek terjadi secara integratif dan terarah ke suatu tujuan. Hasil dari latihan atau praktek itu sendiri akan berupa pengalaman yang dapat mengubah diri subyek serta mengubah lingkungannya (Dalyono, 2009: 225).