• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : KREATIVITAS GURU MATAMATIKA DAN KURIKULUM

H. Kreativitas Guru dalam Menerapkan Kurikulum

Penerapan KTSP memberikan peluang bagi setiap sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri, dan untuk itu tiap guru yang akan mengajar di kelas dituntut memiliki kemampuan menyusun kurikulum yang tepat bagi peserta didiknya. Diperlukan kompetensi masing-masing guru untuk dapat menyusun KTSP dengan baik dan efektif.

Menurut Mulyasa, agar KTSP dapat dikembangkan secara efektif serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, guru perlu memiliki kompetensi tertentu antara lain :63

1. menguasai dan memahami kompetensi dasar dan hubungannya dengan kompetensi lain dengan baik.

2. menyukai apa yang diajarkannya dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi.

3. memahami peserta didik pengalaman, kemampuan, dan prestasinya.

4. menggunakan metoda yang bervariasi dalam mengajar dan membentuk kompetensi peserta didik.

61

Ngainun Naim, Rekonstruksi Pendidikan Nasional Membangun Paradigma yang Mencerahkan, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 34.

62

Ngainun Naim, Rekonstruksi., hlm. 35. 63

5. mengeliminasi bahan-bahan yang kurang penting dan kurang berarti dalam kaitannya dengan pembentukan kompetensi.

6. mengikuti perkembangan pengetahuan mutakhir. 7. menyiapkan proses pembelajaran.

8. mendorong peserta didik untuk memperoleh hasil yang lebih baik, serta 9. menghubungkan pengalaman yang lalu dengan kompetensi yang akan

dikembangkan.

1. Kreativitas guru dalam perencanaan pembelajaran matematika

Jika pengertian kreativitas guru tersebut dihubungkan dengan perencanaan pembelajaran, maka yang dimaksud dengan keativitas guru dalam perencanaan pembelajaran matematika adalah kemampuan seorang guru untuk meraih aktualisasi diri melalui gagasan atau karya nyata, baik yang bersifat baru maupun kombinasi dari yang sudah ada dalam perencanaan pembelajaran matematika yang menyangkut silabus, analisa mata pelajaran, program tahunan, program semester dan rencana program pembelajaran.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan kreativitas guru dalam perencanaan pembelajaran matematika meliputi dua dimensi yaitu dimensi proses dan produk kreatif.

a. Dimensi proses digunakan untuk mengetahui kreativitas guru selama proses penyusunan perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP. b. Dimensi produk digunakan untuk menilai kreativitas guru tentang silabus

atau RPP yang telah dihasilkan.

Pada hakekatnya bila suatu kegiatan direncanakan lebih dahulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih berhasil. Itulah sebabnya seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan pengajaran. Karena dengan perencanaan dan menyampaikan pengajaran yang baik akan memudahkan peserta didik dalam belajar. Dibutuhkan kreativitas dari masing-masing guru untuk dapat membuat suatu perencanaan pembelajaran yang baik. Pengajaran merupakan rangkaian peristiwa yang direncanakan untuk disampaikan, untuk menggiatkan dan

mendorong belajar peserta didik yang merupakan proses merangkai situasi belajar (yang terdiri dari ruang kelas, peserta didik dan materi kurikulum) agar belajar menjadi lebih mudah.

2. Kreativitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika

Jika pengertian kreativitas guru tersebut dihubungkan dengan pengertian pembelajaran matematika, maka yang dimaksud dengan keativitas guru dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan seorang guru untuk meraih aktualisasi diri melalui gagasan atau karya nyata, baik yang bersifat baru maupun kombinasi dari yang sudah ada dalam usaha yang disengaja yang melibatkan interaksi antara guru dan peserta didik serta menggunakan kemampuan profesional guru untuk mencapai tujuan kurikulum matematika guna memecahkan masalah yang sedang dihadapi yaitu menyampaikan/ memberikan ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan kepada peserta didik di sekolah atau lembaga pendidikan sehingga menyebabkan peserta didik itu mampu melaksanakan sesuatu.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan kreativitas guru dalam proses pembelajaran matematika meliputi dua dimensi yaitu dimensi proses dan produk kreatif.

a. Dimensi proses digunakan untuk mengetahui kreativitas guru dalam proses menemukan ide atau gagasan tentang aktivitas pembelajaran yang akan diterapkan di kelas.

b. Dimensi produk digunakan untuk menilai kreativitas guru yang menunjuk kepada gagasan atau karya nyata guru dalam bentuk penerapanya dalam pembelajaran matematika.

Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan

peran dan kreativitasnya, guru yang kreatif akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat yang optimal.

3. Kreativitas guru dalam penilaian pembelajaran matematika

Jika pengertian kreativitas guru tersebut dihubungkan dengan perencanaan pembelajaran, maka yang dimaksud dengan keativitas guru dalam perencanaan pembelajaran matematika adalah kemampuan seorang guru untuk meraih aktualisasi diri melalui gagasan atau karya nyata, baik yang bersifat baru maupun kombinasi dari yang sudah ada dalam penilaian pembelajaran matematika.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan kreativitas guru dalam penilaian pembelajaran matematika meliputi dua dimensi yaitu dimensi proses dan produk kreatif.

a. Dimensi proses digunakan untuk mengetahui kreativitas guru dalam proses menemukan gagasan tentang model/alat penilaian yang akan digunakan sebagai umpan balik terhadap pembelajaran matematika. b. Dimensi produk digunakan untuk menilai kreativitas guru yang

menunjuk kepada gagasan atau karya nyata guru berupa model/alat penilaian yang digunakan sebagai masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik.

Ditinjau dari sudut profesionalisme tugas kependidikan, kegiatan penilaian merupakan salah satu ciri yang melekat pada pendidik profesional. Seorang pendidik profesional selalu menginginkan umpan balik atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Hal tersebut dilakukan karena salah satu indikator keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik. Diperlukan kreativitas masing-masing guru untuk dapat membuat suatu rancangan penilaian yang benar-banar mampu mengukur kemampuan peserta didik sesuai amanat KTSP. Dengan sistem penilaian yang berkompeten maka hasil penilaian dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan umpan balik bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan.

I. Kerangka Berfikir

Penafsiran konsep kurikulum bagi peneliti dan praktisi pendidikan dapat berbeda satu sama lain. Secara umum, konsep kurikulum dapat didefinisikan sebagai suatu spesifik rangkaian pengetahuan, keterampilan, dan kegiatan untuk disampaikan kepada peserta didik. Penafsiran lain, kurikulum dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian yang direncanakan sebagai panduan guru utuk mengajar dan peserta didik untuk belajar.

Kurikulum terkini yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP tersebut diterapkan pula di MTs N Brangsong Kendal. Matematika sebagai bagian dari kurikulum juga mengalami penyempurnaan baik dalam persiapan maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Dalam KTSP pembelajaran Matematika lebih dipusatkan kepada peserta didik dan guru lebih bertindak sebagai fasilitator pembelajaran yang memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam belajar. Pembelajaran yang dilakukan harus melibatkan peserta didik dengan intensitas yang tinggi demi tercapainya kompetensi bagi masing-masing peserta didik sesuai dengan potensinya.

Mengingat dalam pembelajaran Matematika pemahaman tentang konsep dan prosedur penyelesaian suatu masalah tidak bisa didapatkan secara optimal apabila pembelajaran hanya terpusat pada guru. Dalam KTSP guru juga dituntut untuk memiliki persiapan yang matang baik sebelum pembelajaran maupun pada saat pembelajaran. Guru diberikan kewenangan untuk mengembangkan KTSP sesuai dengan kondisi sekolah, peserta didik, dan potensi daerahnya. Guru juga diberi tugas untuk menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

Mengingat tugas dan beban guru tersebut maka Guru Matematika dituntut untuk memiliki kesiapan dan kompetensi-kompetensi tertentu demi terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan sesuai tujuan. Dalam KTSP, Guru Matematika dituntut untuk dapat berpikir kreatif, berinovasi, dan

berkreasi untuk menciptakan hal-hal baru yang dapat mendukung peserta didik belajar aktif. Akan tetapi, mungkin juga guru telah terbiasa dengan cara-cara mengajar lama sehingga sulit untuk mengadakan perubahan sesuai dengan tuntutan dalam KTSP.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika diperlukan kreativitas yang tinggi dari para guru dalam menerapakan KTSP. Kreativitas guru tersebut antara lain kreativitas dalam merencanakan pembelajaran Matematika, kreativitas dalam proses pembelajaran Matematika, dan kreativitas dalam penilaian pembelajaran Matematika. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk mengetahui bagaimanakah kreativitas Guru Matematika kelas VII di MTs N Brangsong Kendal dalam merencanakan pembelajaran Matematika, dalam proses pembelajaran Matematika, dan dalam penilaian pembelajaran Matematika sesuai KTSP.

Dari pemikiran di atas dapat digambarkan kerangka pemikiran dalam penelitian ini sebagai berikut.

Gambar.1. Skema kerangka Berfikir Keterangan: : diterapkan : dibutuhkan : ditinjau KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PEMBELAJARAN MATEMATIKA PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENILAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA KREATIFITAS GURU MATEMATIKA