BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Kreativitas Guru Matematika Kelas VII dalam
Kendal
Dari metode wawancara dihasilkan data tentang kreativitas guru dalam menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Data tersebut akan dipaparkan secara apa adanya sebagai berikut.
1. Deskripsi hasil wawancara dan observasi subjek pertama (G1)
Berikut akan dipaparkan data hasil wawancara dengan subjek pertama (G1):
Peneliti : “assalamu’alaikum”
G1 : “wa’alaikumsalam”
Peneliti : “maaf Pak, mengganggu waktunya.”
G1 : “tidak apa-apa mbak.”
Peneliti : “ langsung saja Pak, sebagaimana yang telah saya beri tahu kemarin, untuk data yang saya perlukan maka yang ingin saya ketahui adalah bagaimana Bapak membuat perencanaan
pembelajaran?”
G1 : “disesuaikan dengan materi karena materi yang satu dengan yang
lain itu beda menurut kadar kemampuan anak. Jadi disesuaikan
dengan kadar kemampuan anak.”
Peneliti : “untuk format silabus dan RPP bagaimana Pak?”
G1 : “dari MGMP intern sesama guru matematika di sini. Materinya kan saling terkait makanya harus ada komunikasi antara guru matematika kelas VII, VIII dan IX.”
Peneliti : “kemudian starategi apa yang Bapak gunakan dalam mengajar?”
G1 : “tergantung kemampuan anaknya, kalau di kelas VII A saya banyak menggunakan driil, anak cukup membaca, nanti yang perlu dijelaskan ya dijelaskan seperlunya. Guru tinggal memeriksa hasilnya saja terus nanti kesimpulannya saya sampaikan secara umum di belakang. Kalau kelas VII B saya banyak menerangkan
karena kemampuan membacanya agak rendah jadi diya tidak
cukup membaca saja. Jadi harus ditambah keterangan dari guru.”
Peneliti : “untuk media pembelajarannya, Bapak biasanya menggunakan
media apa?”
G1 : “sementara ini alat peraga saja, media elektronik belum
menggunakan. Paling ya dengan bantuan buku paket dan LKS.”
Peneliti : “bagaimana Bapak mengawali pembelajaran?”
G1 : “kadang kita tarik ke belakang, jadi ilmu prasyarat yang harus dikuasai anak, perlu saya gali dulu anak itu sudahbisa apa untuk mempelajari pelajaran yang akan datang. Kadang juga kembali ke
materi SD.”
Peneliti : “bagaimana Bapak mengisi kegiatan inti pada pembelajaran?”
G1 : “berdasarkan materi, kalau materi yang anak sudah cukup dengan
membaca kemudian latihan ya itu saja. Ya guru banyak sebagai
fasilitator. Disesuaikan dengan kemampuan anak dan materi.”
Peneliti : “kemudian bagaimana mengakhiri pembelajaran?”
G1 : “menyampaikan kesimpulan, latihan akhir tidak tentu karena
materi tidak harus diakhiri dengan soal. Lah itu dengan pertanyaan yang sifatnya acak. Sampai dimana dia bisa menangkap materi yang disampaikan. Contohnya gini kita menerangakan tentang prisma lha kalau pengertian, ciri-ciri tidak
perlu diakhiri dengan soal kan.”
Peneliti : “sekarang untuk penilaian, penilaian yang seperti apa yang sering
Bapak gunakan?”
G1 : “penilaian proses dalam mengikuti KBM, idealnya memang ada
alat khusus tapi karena kadang kalau menggunakan hal-hal yang sifatnya ideal itu malah justru kekurangan waktu. Jadi ya dengan mengamati kegiatan anak itu saja. Kira-kira anak yang sudah mampu saya beri paraf diabsensinya, yang perlu penjelasan saya beri tnda tanya, anak yang perlu penegasan yang lebih rinci lagi saya garis bawah, anak bekerja saya keliling.”
Peneliti : “untuk alat penilaiannya sendiri Pak?”
G1 : “tertulis.”
Peneliti : “untuk mengamati kegiatan peserta didik sudah memakai lembar
observasi atau belum Pak?”
G1 : “belum, saya mengajarnya gini cari cara dari berbagai macam metode itu saya gabung, yang termudah buat guru, termudah buat anak saya gunakan. Dengan model jigsaw dll, untuk anak sini
belum bisa, anak sini untuk diskusi mandiri belum jalan.”
Peneliti : “mengapa belum jalan Pak?”
G1 : “anak belum terbiasa, masih ada rasa takut mengungkapkan pendapat itu masih ragu. Anak yang saya anggap mampu saja
kalau mimpin diskusi belum jalan.”
Peneliti : “untuk sarana dan prasarana pembelajaran yang ada bagaimana
Pak?”
G1 : “alat peraga ada, tapi belum memenuhi, masih terbatas. Lokasinya
terpisah jadi sering tabrakan. Kemampuan ekonomi kurang,
sehingga untuk menambah alat peraga juga terhambat.”
Peneliti : “apa upaya madrasah untuk meningkatkan kreativitas guru Pak?”
G1 : “Program MGMP intern dan ekstern, pelatihan/workshop,
peningkatan jenjang pendidikan dr D3 ke S1, anggaran untuk
membantu/beasiswa.”
2. Deskripsi hasil wawancara dan observasi subjek kedua (G2)
Berikut akan dipaparkan data hasil wawancara dengan subjek kedua (G2):
Peneliti : “assalamu’alaikum”
G2 : “wa’alaikumsalam”
Peneliti : “maaf Pak, mengganggu waktunya.” G2 : “iya, tidak apa-apa mbak.”
Peneliti : “langsung saja Pak, sebagaimana yang telah saya beri tahu kemarin, untuk data yang saya perlukan maka yang ingin saya
ketahui adalah bagaimana Bapak membuat perencanaan
pembelajaran?”
G2 : “saya ambil dari BSNP, apa yang aslinya di dalamnya silabus itu ada yang bisa dikembangkan, ada yang bisa dijabarkan lebih detail, disesuaikan dengan keadaan.”
Peneliti : “untuk format silabus dan RPP bagaimana Pak?”
G2 : “dari MGMP sini bersama-sama guru mapel, mungkin juga pengalaman-pengalaman dari penataran, seminar-seminar, yang berkaitan dengan mapel matematika. Ada diklat kita sharing, kita pake mana yang terbaik kita sesuaikan dengan sini. Untuk RPP juga disusun bersama-sama melalui MGMP, dari permasalahan kemudian kita jadikan satu konsep di sekolahan.”
Peneliti : “kemudian starategi apa yang Bapak gunakan dalam mengajar?”
G2 : “kaitannya dengan materi, jika memang harus pake alat peraga ya sebisanya pake alat peraga. Kalau memang ada dan bisa ya disediakan sendiri/benda-benda di sekitar.ya bagaimana anak bisa memahami.”
Peneliti : “untuk media pembelajarannya, Bapak biasanya menggunakan
media apa?”
G2 : “karena kterbatasan alat peraga, media kita menggunakan proyektor tapi proyektor hanya satu. Kita bergerak ke sana sudah kehilangan jam. Media seadanya alat-alat disekitar, kalau materi-materi yang bisa menggunakan media yang bisa dibuat
sendiri ya dibuat sendiri.”
Peneliti : “bagaimana Bapak mengawali pembelajaran?”
G2 : “mengkondisikan siswa supaya benar-benar siap. Mungkin dengan mengabsen, memberi motivasi, apersepsi, mengingat pelajaran yang sudah lalu.”
Peneliti : “bagaimana Bapak mengisi kegiatan inti pada pembelajaran?” G2 : “secara garis besar banyak menggunakan metode yang biasa,
tanya jawab, kemudian membimbing siswa, memberikan latihan-latihan.kalau diskusi masih kurang bisa jalan. Paling- paling kita tanya, anak-anak suruh tanya, tapi masih kurang keberanian, mungkin masih takut dan belum biasa. Materinya, mungkin juga bingung mau tanya apa.”
Peneliti : “kemudian bagaimana mengakhiri pembelajaran?”
G2 : “memberi umpan balik, memberikan tugas-tugas, PR itu wajib.” Peneliti : “sekarang untuk penilaian, penilaian yang seperti apa yang sering
Bapak gunakan?”
G2 : “pake gabungan, dari test juga, keaktifan siswa, anak-anak yang kelihatan aktif, bekerja sama, ada juga yang hanya menyontoh saja, akan diberikan penilaian tersendiri.
Sementara ini tidak pake lembar observasi untuk pertimbangan. Titik beratnya pada penilaian tertulis tetapi itu juga dari kami itu tetap jadi pertimbangan dalam penilaian. UH, MID, SEMESTER.”
Peneliti : “untuk sarana dan prasarana pembelajaran yang ada bagaimana
Pak?”
G2 : “fasilitas kurang harus, terbenturnya target yang harus dicapai, memakan waktu kalau pake model-model, kemampuan anak sendiri yang agak menengah ke bawah. Lokasi terpisah juga merupakan kendala dalam pemanfaatan media pembelajaran.” Peneliti : “apa upaya madrasah untuk meningkatkan kreativitas guru Pak?” G2 : “penataran-penataran, mengirim secara bergantian, ada OJJ,
pengembangan standar UAN, buku-buku disediakan sekolah, dipinjami juga ada LKS, pelatihan2 untuk keprofesionalan guru, peningkatan pendidikan.
3. Deskripsi hasil wawancara dan observasi subjek ketiga (G3)
Berikut akan dipaparkan data hasil wawancara dengan subjek ketiga (G3):
Peneliti : “assalamu’alaikum”
G3 : “wa’alaikumsalam”
Peneliti : “maaf Bu, mengganggu waktunya.”
G3 : “oh,tidak kok mbak.”
Peneliti : “ langsung saja Bu, sebagaimana yang telah saya beri tahu kemarin, untuk data yang saya perlukan maka yang ingin saya ketahui adalah bagaimana Bapak membuat perencanaan
pembelajaran?”
G3 : “pertama cara menyusunnya lihat SI, menyusun RPP dengan
melihat alokasi waktu, SK juga dilihat, indikatornya, serta
tambahan alat peraga kalau ada alat peraganya.”
Peneliti : “untuk format silabus dan RPP bagaimana Pak?”
G3 : “sebagaimana yang telah saya berikan kepada mbak kemarin.” Peneliti : “kemudian starategi apa yang Bapak gunakan dalam mengajar?” G3 : “pake inquiry”
Peneliti : “untuk media pembelajarannya, Bapak biasanya menggunakan
media apa?”
G3 : “saya gak pernsh gunakan (media elektronik), LCD, CD punya tapi benturan dengan bahasa, jadi gak bisa, yang sering ya buku paket , LKS.”
Peneliti : “bagaimana Bapak mengawali pembelajaran?”
G3 : “pake pre-test tapi gak tertulis, saya tanya aja. Pre-test tanya pelajaran ynag kemarin. Sebelunya ya salam, absen terus mengulas pelajaran yang kemarin dan menyampaikan pelajaran yang akan dipelajari.”
G3 : “menerangkan, tanya jawab terus memberi tugas untuk didiskusikan setelah selesai untuk perwakilan maju presentasi.” Peneliti : “kemudian bagaimana mengakhiri pembelajaran?”
G3 : “kesimpulan juga dengan tanya jawab lagi, kemudian saya yang menyimpulkan bareng-bareng.”
Peneliti : “sekarang untuk penilaian, penilaian yang seperti apa yang sering
Bapak gunakan?”
G3 : “per KD diadakan ulangan, dengan tugas, dengan maju langsung diberi tanda di absensi. Kalau ulangan langsung masuk nilaina disitu. Tapi anak saya yg H itu kan jelek2 jadi nilainya ya
dengan interval tidak nilai asli.”
Peneliti : “apakah ada kendala dalam mengajar?”
G3 : “mengelola kelas, mengkondusifkan kelas, yg H itu wah benr- benar ndak bisa saya. Pernah saya minta bantuan temen saya untuk nungguin di luar kelas Pas saya ngajar, masalahnya dia kan kesiswaan, kereng, dia hanya di luar terus saya ngajar wah enak sekali tapi kalau pas dia ngajar ya gak bisa.Untuk mengembangkan perangkat pembelajaran itu kesulitannya ya di alat peraga menyesuaikan dengan KD-nya itu.”
Peneliti : “apa upaya madrasah untuk meningkatkan kreativitas guru Pak?” G3 : “memperbanyak alat peraga, sekarang baru ada tambahan alat
peraga. Guru sini kan mau buat sendiri waktunya gak cukup ya akhirnya dibelikan.
Penataran diikutkan, Peningkatan pendidikan, D3 disuruh melanjutkan ke S1 diberi beasiswa.
Selain mewawancarai guru matematika kelas VII dalam penelitian ini sebagai subjek penelitian, peneliti juga melakukan wawancara dengan peserta didik yang diajar oleh guru tersebut. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih valid lagi. Kerena data yang diperoleh dari wawancara ini dijadikan sebagai pembanding dengan data yang diperoleh
sebelumnya. Berikut hasil wawancara dengan salah satu peserta didik kelas VII A, VII C, dan VII G.
1. Deskripsi hasil wawancara dengan peserta didik pertama (PD1)
Peneliti : “Assalamu’alaikum”
PD1 : “Wa’alaikumsalam”
Peneliti :“maaf dek sebelumnya mengganggu, saya ingin menanyakan pembelajaran yang dilaksanakan G1 itu bagaimana.”
PD1 : “oh iya mbak.”
Peneliti : “baik langsung saja, bagaimana G1 mengawali pelajaran?”
PD1 : “biasanya dengan salam, kemudian mengabsen siapa yang tidak berangkat, memulai pelajaran.”
Peneliti : “kemudian kegiatan pembelajarannya seperti apa?”
PD1 : “biasanya disuruh baca kemudian diterangkan, kemudian diberi latihan soal.”
Peneliti : “untuk mengakhiri pelajaran, apa yang dilakukan oleh G1?”
PD1 : “biasanya menanyakan sudah paham belum? Disuruh mengerjakan
soal, sudah bisa dicocokkan.”
Peneliti : “bagaimana dengan cara penilaiannya?”
PD1 :“latihan soal dicocokkan kemudian dipanggil nilainya. Alat penilaian test tulis. Nilai MID diumumkan.”
Peneliti : “pernah ngajar pakai diskusi atau yang lain gak dek?”
PD1 :“Belum pernah ngajar pake diskusi, tapi insyaallah bisa pake diskusi.”
Peneliti : “oh, begitu. Baik dek saya rasa cukup, terimakasih ya atas waktu
dan informasi yang telah diberikan. Bisa kembali ke kelasnya
dek.”
PD1 : “iyya mbak, sama-sama. Assalamu’alaikum.” Peneliti : “’alaikumsalam.”
2. Deskripsi hasil wawancara dengan peserta didik kedua (PD2)
Peneliti : “Assalamu’alaikum”
Peneliti :“maaf dek sebelumnya mengganggu, saya ingin menanyakan
pembelajaran yang dilaksanakan G2 itu bagaimana. Tapi
sebelumnya, boleh saya tahu G2 itu seperti apa dek?”
PD2 :“oh iya mbak. G2 tegas sama muridnya, pintar, suka bercanda pokoknya is the best.”
Peneliti : “baik langsung saja, bagaimana G2 mengawali pelajaran?”
PD2 : “mengucapkan salam, biasanya absen biasanya gak. Biasanya tanya
siapa yang ingat terus dikasih kuis. Motivasi pernah untuk
ulangan nilai yang gak tuntas ntar gimana.”
Peneliti : “kemudian kegiatan pembelajarannya seperti apa?”
PD2 : “menerangkan disuruh maju dikasih contoh bagaimana, contoh, maju satu-satu yang berani maju tunjuk jari.”
Peneliti : “untuk mengakhiri pelajaran, apa yang dilakukan oleh G2?” PD2 :“biasanya dikasih PR, kadang-kadang tidak. Biasanya kasih
pertanyaan.”
Peneliti : “bagaimana dengan cara penilaiannya?”
PD2 :“pake laptop diketik misal 75 diketik 75, biasanya nilai ditempel di pengumuman yang remidi siapa yang gak remidi siapa, yang gak ada namanya berarti gak remidi.”
Peneliti : “pernah ngajar pakai diskusi atau yang lain gak dek?”
PD2 :“kadang-kadang pernah, bisa jalan tapi ya memakan waktu tapi bisa kondusif dengan pembagian tugas. Pernah juga dapat tugas buat segiempat kemudian disuruh cari luas, keliling, sisi, dan sudut.”
Peneliti : “oh, begitu. Baik dek saya rasa cukup, terimakasih ya atas waktu
dan informasi yang telah diberikan. Assalamu’alaikum.”
PD1 : “iyya mbak, sama-sama. wa’alaikumsalam.”
3. Deskripsi hasil wawancara dengan peserta didik ketiga (PD3)
Peneliti : “Assalamu’alaikum”
Peneliti :“maaf dek sebelumnya mengganggu, saya ingin menanyakan pembelajaran yang dilaksanakan G3 itu bagaimana. Tapi sebelumnya, boleh saya tahu G3 itu seperti apa dek?”
PD3 : “G3 baik kalau ngajar, enak, faham.”
Peneliti : “baik langsung saja, bagaimana G3 mengawali pelajaran? Dikasih
motovasi atau tidak biasanya dek?”
PD3 : “salam dulu, kadang absen kadang tidak. Biasanya ditanyakan tentang materi sebelumnya. Motivasi kadang dikasih kadang
gak.”
Peneliti : “kemudian kegiatan pembelajarannya seperti apa?”
PD3 : “menerangkan, kasih kesimpulan, dikasih soal, disuruh maju, yang maju dapat nilai.”
Peneliti : “untuk mengakhiri pelajaran, apa yang dilakukan oleh G3?”
PD3 :“salam, PR kadang-kadang. Disampaikan untuk pertemuan
selanjutnya mempelajari materi apa.”
Peneliti :“bagaimana dengan cara penilaiannya? Dan bagaimana untuk mengetahuinya?”
PD3 :“pake test tulis. Hasilnya tahu dengan cara diumumkan di kelas. Untuk nilai MID gak diumumkan, langsung lihat di raport.
Peneliti : “pernah diskusi tidak dek?”
PD3 : “Diskusi ndak pernah, tugas kelompok pernah tapi lupa.”
Kemudian dari angket yang peneliti bagikan, dapat dihasilkan data sebagai berikut.
1. Hasil perhitungan angket penilaian G1
Dari 74 peserta didik diperoleh perhitungan sebagai berikut. Keterangan :
Jumlah : Jumlah peserta didik yang menjawab.
S : Sering.
K : Kadang-kadang.
Tabel 2. Prosentase angket G1 BUTIR SOAL JUMLAH PROSENTASE S K SS S K SS 1 1 1 72 1% 1% 97% 2 21 43 10 28% 58% 14% 3 20 46 8 27% 62% 11% 4 24 35 14 32% 47% 19% 5 9 56 9 12% 76% 12% 6 16 56 2 22% 76% 3% 7 13 54 6 18% 73% 8% 8 32 15 26 43% 20% 35% 9 14 58 1 19% 78% 1% 10 35 15 23 47% 20% 31% 11 35 10 38 47% 14% 51% 12 20 46 7 27% 62% 9% 13 24 45 5 32% 61% 7% 14 18 44 9 24% 59% 12% 15 15 56 2 20% 76% 3% 16 16 55 3 22% 74% 4% 17 30 21 23 41% 28% 31% 18 35 29 9 47% 39% 12% 19 25 32 15 34% 43% 20% 20 3 1 69 4% 1% 93% 21 21 46 6 28% 62% 8% 22 16 57 1 22% 77% 1% 23 15 51 8 20% 69% 11% 24 27 37 10 36% 50% 14% 25 32 39 3 43% 53% 4% 26 32 27 15 43% 36% 20%
2. Hasil perhitungan angket penilaian G2
Dari 183 peserta didik diperoleh perhitungan sebagai berikut. Keterangan :
Jumlah : Jumlah peserta didik yang menjawab.
S : Sering.
K : Kadang-kadang.
SS : Sangat sering.
Tabel 3. Prosentase angket G2
BUTIR SOAL JUMLAH PROSENTASE S K SS S K SS 1 20 2 161 11% 1% 88% 2 61 108 12 33% 59% 7% 3 62 102 14 34% 56% 8% 4 66 75 39 36% 41% 21% 5 31 112 37 17% 61% 20% 6 50 120 9 27% 66% 5% 7 61 98 19 33% 54% 10% 8 41 104 33 22% 57% 18% 9 32 140 8 17% 77% 4% 10 84 22 76 46% 12% 42% 11 54 46 81 30% 25% 44% 12 38 127 16 21% 69% 9% 13 46 106 31 25% 58% 17% 14 71 81 29 39% 44% 16% 15 51 120 10 28% 66% 5% 16 44 120 18 24% 66% 10% 17 62 61 58 34% 33% 32% 18 47 43 91 26% 23% 50% 19 59 72 49 32% 39% 27% 20 19 7 156 10% 4% 85%
21 62 75 43 34% 41% 23% 22 19 156 7 10% 85% 4% 23 76 43 64 42% 23% 35% 24 61 93 27 33% 51% 15% 25 37 124 21 20% 68% 11% 26 42 102 38 23% 56% 21%
3. Hasil perhitungan angket penilaian G3
Dari 32 peserta didik diperoleh perhitungan sebagai berikut. Keterangan :
Jumlah : Jumlah peserta didik yang menjawab.
S : Sering.
K : Kadang-kadang.
SS : Sangat sering.
Tabel 4. Prosentase angket G3
BUTIR SOAL JUMLAH PROSENTASE S K SS S K SS 1 3 0 29 9% 0% 91% 2 15 13 2 47% 41% 6% 3 18 7 6 56% 22% 19% 4 9 14 9 28% 44% 28% 5 14 16 2 44% 50% 6% 6 13 13 6 41% 41% 19% 7 12 15 4 38% 47% 13% 8 13 15 4 41% 47% 13% 9 8 24 0 25% 75% 0% 10 20 6 6 63% 19% 19% 11 8 15 9 25% 47% 28% 12 11 20 1 34% 63% 3% 13 6 24 2 19% 75% 6%
14 17 7 8 53% 22% 25% 15 15 12 5 47% 38% 16% 16 15 13 4 47% 41% 13% 17 8 10 13 25% 31% 41% 18 9 22 1 28% 69% 3% 19 16 12 2 50% 38% 6% 20 4 2 26 13% 6% 81% 21 12 16 4 38% 50% 13% 22 3 29 0 9% 91% 0% 23 12 12 8 38% 38% 25% 24 9 19 4 28% 59% 13% 25 15 13 4 47% 41% 13% 26 12 11 9 38% 34% 28%
C.Analisis Kreativitas Guru Matematika Kelas VII dalam Menerapkan