• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH SKENARIO GIE

3.7 Kritik terhadap Rasialisme

Sikap rasis juga ditunjukan dalam naskah skenario Gie karya Riri Riza.

Sikap tersebut terlihat dalam berbagai pernyataan-peryataan umum yang ada dalam naskah ini. Pernyatan itu berisi tentang prasangka rasial terhadap asumsi dan stereotip tentang budaya lain atau golongan lain, dalam hal ini adalah budaya Cina.

Sikap rasis ini merupakan diskriminasi terhadap golongan masyarakat Cina dan golongan lain mempunyai prasangka tertentu terhadap golongan masyarakat Cina.

Hal tersebut ditunjukan ditunjakan dalam pernyataan verbal maupun tertulis oleh beberapa golongan masyarakat. Hal tersebut ditunjukan dalam peryantaaan berikut ini:

(41). EXT. KAMPUS SASTRA RAWAMANGUN – MALAM

…..

PENDUKUNG GMNI

Aaah… Cina banyak omong lu!!

(hlm. 65)

(42). EXT. SEKITAR GAJAH MADA – SIANG

Gie berjalan sambil membaca surat kabar. Ia tak sadar menyebrang jalan. Sebuah mobil yang melintas hamper saja menabraknya

DARI MOBIL ITU, (berteriak)

Oooi Cina…, mau mati lo.

Gie terkejut, kembali ke trotorar dan melanjutkan membaca Koran itu.

(43). EXT. DEKAT LAPANGAN BANTENG – MALAM

Gie berjalan di tepian jalan, baru akan meneyebrang ketika sebuah mobil berwarna gelap,dengan lampu yang sangat terang mendekatinya dengan cepat. Dan dalam hitungan detik Gie melompat mundur, saat mobil itu menjauh ia meliaht segumpal kertas tak jau darinya. Ia membuka kertas itu.

(44). INT. SEBUAH RUMAH DI SEKITAR SENAYAN – MALAM

Gie dan Soenarto duduk berhadapan, mereka saling diam, saling tatap.

Gie menunjuk kertas yang kini tereletak di meja, tak lain adalah tulisan Gie di Mahasiswa Indonesia. Di atasnya tertoreh tulisan dengan tinta merah… kita hanya samar melihat tulisan… CINA, PKI=MATI.

(hlm. 122) Kutipan ini memperjelas keadaan masyarakat masa itu yang melebelkan Golongan Cina adalah simpatisan PKI. Selain itu masyarakat pada waktu itu juga sering menggunakan ujaran verbal untuk membeda-bedakan identitas seolah

Golongam masyarakat keturunan Cina adalah golongan yang berbeda dari keturunan asli Indonesia atau biasa disebut pribumi. Gie berasumsi bahwa membeda-bedakan itu bukan suatu hal yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan ini:

(45). INT. RUMAH PENDUDUK DI LERENG MERAPI – MALAM

…..

GIE

Gue Cuma merasa, mereka bisa memilih cara yang lebih baik…seharusnya mereka memilih cara yang dipakai Thoreu, Gandhi… melakukan protes atas nama seluruh rakyat, atas nama hati nurani, tidak perlu mengkotak-kotakan diri atas nama ras, agama atau golongan apapun…

(hlm. 68) Pernyataan diatas memperjelas sikap Gie yang tidak setuju jika ada pergerakan ataupun sikap yang bersifat mebeda-bedakan. Ia bahkan mengajak teman-teman mahasiswanya untuk selalu mengatasnamakan rakyat, dan tidak terpaku pada ras, agama, atau golongan tertentu.

Berdasarkan paparan pada bab III disimpulkan bahwa kritik sosial yang terdapat dalam skenario Gie Karya Riri Riza secara keseluruhan meliputi:

kesenjangan sosial yang terjadi pada akhir pemerintahan Soekarno; ketimpangan pendidikan yang terjadi pada masa tokoh hidup; kemiskinan; kekerasan militer pada warga sipil; kritik terhadap dwifungsi ABRI; kritik terhadap peristiwa 1965;

kritik terhadap rasialisme.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dalam bab ini akan dijelaskan kesimpulan-kesimpulan yang telah dibahas pada bab yang terdahulu. Berikut akan dipaparkan kesimpulan dari analisis alur.

Kemudian, akan dilanjutkan pembahasan mengenai kritik sosial yang ada pada naskah skenario Gie karya Riri Riza.

Analisis struktur pada penelitian membuktikan jika alur pada naskah skenario ini memiliki tiga tahapan, yaitu tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir.

Tahap awal dalam analisis alur pada bab II meliputi eksposisi, rangsangan, gawatan. Dalam tahap tengah meliputi konflik atau tikaian, rumitan atau komplikasi, klimaks. sedangkan, tahap akhir yaitu leraian atau resolusi, dan selesaian.

Berdasarkan urutan waktu, naskah skenario Gie karya Riri Riza ini menggunakan alur campuran, dimana alur maju dan sorot balik saling mengisi dalam setiap bagian cerita. Sedangkan, berdasarkan kriteria jumlah dapat disimpulkan bahwa alur dalam naskah ini adalah lurus atau segala kejadian berpusat pada tokoh utamanya yaitu Soe Hok Gie.

Dari analisis alur pada naskah skenario Gie karya Riri Riza latar waktu yang ada dalam alur cerita ini hanya dijelaskan pagi, siang, sore, serta malam.

Tetapi jika di runut menurut sejarah, kejadian itu terjadi pada awal tahun 1960 yaitu akhir pemerintahan Orde lama dan Awal pemerintahan Orde Baru.

Pada Bab III peneliti memamparkan hasil analisis tentang kritik sosial pada naskah skenario tersebut. Pada penelitian ini, peneliti menemukan enam jenis kritik sosial yang terdapat dalam naskah skenario Gie karya Riri Riza, yaitu sebagai berikut kesenjangan sosial yang terjadi pada akhir pemerintahan Soekarno;

ketimpangan pendidikan yang terjadi pada masa tokoh hidup; kemiskinan;

kekerasan militer pada warga sipil; kritik terhadap dwifungsi ABRI; Kritik Terhadap Peristiwa 1965; kritik terhadap rasialisme.

4.2 Saran

Naskah skenario Gie karya Riri Rizatelah menambah dan melengkapi kesusastraan Indonesia yang telah ada. Naskah ini sangat menarik sebagai bahan bacaan karena belum banyak penulis naskah yang membukukan karyanya. Selain itu buku ini juga syarat dengan sejarah perjuangan rakyat terutama mahasiswa pada akhir pemerintahan Soekarno berkuasa.

Penulis menyadari masih banyak hal yang bisa dipelajari dalam naskah skenario ini. Peneliti menyarankan bahwa, melanjutkan penelitian menggunakan objek material yang sama peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang perkembangan karakter setiap tokoh yang ada dalam naskah skenario.

DAFTAR PUSTAKA

Ajidarma, Seno Gumira. 2000. Layar Kata: Menengok 20 Skenario Pemenang Citra Festifal Film Indonesia 1973-1992. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya

Asura, Enang Rokajat. 2004. Panduan Praktis Menulis Skenario Dari Iklan Sampai Sinetron. Yogyakarta : Andi.

Dhakidae, Daniel. 2005. Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran.

Jakarta : Pustaka LP3ES Indonesia.

Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model,Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: CAPS

Faruk. 1999. Pengantar Sosiologi Sastra (Dari Strukturalisme Genetik sampai Posmo Modernism). Jakarta: Pustaka Pelajar.

“Gie: Dari Wikipedia Indonesia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia”. Stable URL: http://www.id.wikipedia.org/wiki/

Gie_24k_Tembolok_Laman_Sejenis/. Diunduh: 20/05/2018, 18.00 Jabrohim. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita

Graha.

Kartini, Herawati Budi. 2000. “Kritik Sosial Novel Matinya Sang Penguasa Karya Nawal El-Saadawi”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Sanata Dharma.

Kuntowijoyo. 2006. Budaya Dan Masyarakat. Yogyakarta : Tiara Wacana Kwant. 1975. Manusia dan Kritik. Yogyakarta: Kanisius

Lutters, Elisabeth. 2004. Kunci Sukses Menulis Skenario. Jakarta : Grasindo

Maxwell, John. Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani. http://www.Nordha.multiply.com/journal/item/4-25k.

Diunduh: 20/05/2018, 18.00

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

“Sejarah Gerakan Mahasiswa di Indonesia”. Stable URL: http://id.

wikipedia.org/wiki/Gerakan_MahasiswadiIndonesia- Diunduh: 20 Mei 2018, 18.00

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Sebuah Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Soetomo.1995. Masalah Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Raja Grafinndo Persada

Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta : Pustaka Jaya Sumardjo,Yakob. 1979. Masyarakat dan Sastra Indonesia. Yogyakarta:

Nur Cahya

Ratna, Nyoman Kutha. 2003. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

_________________.2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra.

Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Rickfles, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. PT. Serambi Ilmu Semesta

Riza, Riri. 2005. Gie : Naskah Skenario. Jakarta : Nalar

Yuliati, Lia. 2009. “Perlawanan Tokoh GIE Terhadap Pemereintahan Orde Lama dan Orde Baru Dalam Naskah Skenario GIE Karya Riri Riza Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra”. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma

Dokumen terkait