• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Parsial (Uji Statistik t)

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH MUHAMMAD IKHSAN (Halaman 63-0)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6. Metode Analisis Data

3.6.5. Uji hipotesis penelitian

3.6.5.3. Uji Parsial (Uji Statistik t)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara parsial (individual) terhadap variasi variabel dependen. kriteria pengujiannya adalah: h1 -h5: b1-b5 ≠ 0, artinya secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.kriteria pengambilan keputusannya adalah:

H1-h5 diterima jika thitung> ttabeldan sig < α = 5%

H1-h5 tidak dapat diterima jika thitung<ttabel dan sig >α = 5%

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Responden

Responden dalam penelitian ini terdiri dari, kepala sub bagian keuangan SKPD, bendahara SKPD, dan salah satu staff sub bagian keuangan SKPD. Dalam penelitian ini terdapat 30 SKPD, maka total responden ialah 70 orang dengan gambaran umum responden sebagai berikut :

Tabel 4.1. Gambaran Umum Responden

Keterangan Jumlah

(orang)

Lainnya 20 28,6

SMA 0 0

Sumber : Diolah dari data primer 2018

1. Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri dari 30 orang pria (42,9%) dan 40 orang wanita (57,1%)

2. Berdasarakan jenjang pendidikan terakhir, 17 orang responden (24,3%) dengan pendidikan terakhir diploma, 43 orang responden (61,4%) dengan pendidikan terakhir S-1, dan 10 orang responden (16,3%) dengan pendidikan terakhir S-2.

3. Berdasarkan masa kerja, 2 orang (2,8%) dengan masa kerja dibawah 1 tahun, 25 orang (35,7%) dengan masa kerja 1-3 tahun, 28 orang (40,2%) dengan masa kerja 4-10 tahun, dan 15 orang (21,3%) dengan masa kerja diatas 10 tahun.

4. Berdasarkan pelatihan yang pernah diikuti, 47 orang responden (60,3%) mengikuti 1-2 kali pelatihan, 5 orang responden (6,4%) mengikuti pelatihan sebanyak 3 kali, 6 orang responden (7,7%) mengikuti pelatihan sebanyak 4 kali, 6 orang responden (1,3%) mengikuti pelatihan sebanyak 5 kali,dan 6 orang responden (21,8%) sudah mengikuti pelatihan lebih dari 5 kali.

5. Berdasarkan usia responden, 7 orang responden (9%) berusia dibawah 30 tahun, 47 orang responden (60,2%) berusia 31-40 tahun, 17 orang responden (21,8%) berusia 41-50 tahun, dan 7 orang responden (9%) berusia lebih dari 51 tahun.

6. Berdasarkan jurusan/bidang ilmu pendidikan akhir responden, 20 orang

responden (28,6%) dengan bidang ilmu akuntansi, 10 orang responden (14,2%) dengan bidang ilmu manajemen, 12 orang responden (17,2%) dengan bidang ilmu hukum, 8 orang responden (11,4%) dengan bidang ilmu sosial, 20 orang ressponden (28,6%) dengan bidang ilmu lainnya.

Tabel 4.2. Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KLKPD 70 3,67 4,78 4,2786 ,24403

PSAP 70 3,70 4,80 4,2993 ,26382

PENGARUH SIA 70 3,60 5,00 4,4900 ,32130

SPI 70 3,79 5,00 4,3976 ,27204

KO 70 3,63 4,88 4,2868 ,28226

GG 70 3,89 5,00 4,5175 ,27666

Valid N (listwise) 70

Sumber : Diolah dari data primer 2018

1. Hasil pengukuran variable Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (KLKPD), jumlah data valid sebanyak 70 dengan nilai maksimum 4,78 dan nilai minimum 3,67 serta nilai rata-rata 4,2786 2. Hasil pengukuran variabel Pengaruh Standar Akuntansi Pemerintahan

(PSAP), jumlah data valid sebanyak 70 dengan nilai maksimum 4,80 dan nilai minimum 3,70 serta nilai rata-rata 4,2993

3. Hasil pengukuran variabel Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (PSIA), jumlah data valid sebanyak 70 dengan nilai maksimum 5,00 dan nilai minimum 3,60 serta nilai rata-rata 4,4900

4. Hasil pengukuran variabel Sistem Pengendalian Internal (SPI), jumlah

data valid sebanyak 70 dengan nilai maksimum 5,00 dan nilai minimum 3,79 serta nilai rata-rata 4,3976

5. Hasil pengukuran variabel Komitmen Organisasi (KO), jumlah data valid sebanyak 70 dengan nilai maksimum 4,88 dan nilai minimum 3,63 serta nilai rata-rata 4,2868

6. Hasil pengukuran variable Good Governance (GG), jumlah data valid sebanyak 70 dengan nilai maksimum 5,00 dan nilai minimum 3,89 serta nilai rata-rata 4,2868

4.2. Uji Kualitas Data 4.2.1. Uji Validitas

Data penelitian yang terkumpul dari responden diolah menggunakan bantuan IBM SPSS versi 23.Uji validitas ini dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dan rtabel. Jika rhitung > rtabel maka item pertanyaan dinyatakan valid.

Rtabel dalam penelitian ini ialah 0,2352. Setelah dilakukan pengujian, dengan membandingkan rhitung dan rtabel dari masing-masing item pertanyaan, rhitung dari masing-masing item pertanyaan diatas 0,2352 sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan dalam kuesioner untuk kelima variabel dinyatakan valid.

Tabel 4.3.

Uji Validitas

Item Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

1 0,458 0,2352 Valid

Valid

2 0,360 0,2352

3 0,457 0,2352 Valid

4 0,577 0,2352 Valid

5 0,701 0,2352 Valid

6 0,535 0,2352 Valid

Penerapan standar akuntansi pemerintahan 1 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi

1 0,555 0,2352 Valid

4 0,611 0,2352 Valid Sumber : Diolah dari data primer 2018

4.2.2. Uji Reliabilitas

Setelah dilakukan uji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui apakah indikator atau kuesioner yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat ukur variable dan menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama. Pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan melihat nilai dari cronbach’s alpha, apabila koefisien cronbach’s alpha lebih dari 0,60, maka instrument yang digunakan dikatakan reliable.

Tabel 4.4.

pemerintahan 0,609 Reliabel

Pengaruh SIA 0,668 Reliabel

Sistem pengendalian internal 0,746 Reliabel Komitmen organisasi 0,606 Reliabel

Good governance 0,670 Reliabel

Kualitas laporan keuangan 0,618 Reliabel Sumber : Diolah dari data primer 2018

4.3. Uji Asumsi Klasik 4.3.1. Uji Normalitas

Uji normalitas dapat dilakukan dengan melihat grafik histogram dan probability plot. Jika persebaran data pada grafik probability plot searah dengan garis diagonal maka data dapat dikatakan terdistribusi dengan normal, atau jika grafik histogramnya menunujukkan dan mengikuti pola distribusi yang normal, maka data dapat dikatakan terdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas dapat dikatakan data penelitian terdistribusi dengan normal hal itu dapat dilihat dari gambar 4.1.dimana persebaran data searah dengan garis diagonal, dan pada gambar 4.2. dapat dilihat bahwa grafik histogram mengikuti pola distribusi yang normal.

Gambar 4.1.

Uji Normalitas dengan Grafik Probability Plot Sumber : Diolah dari data primer 2018

Gambar 4.2.

Uji Normalitas dengan Grafik Histogram Sumber : Diolah dari data primer 2018

Disamping dengan memperhatikan persebaran titik-titik dalam diagram plot, uji normalitas juga dapat dilakukan dengan uji statistic Kolmogrov-Smirnov, dasar pengambilan keputusan ialah dengan melihat nilai signifikansinya, jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka data terdistribusi dengan normal dan sebaliknya, jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka data tidak terdistribusi dengan normal. Setelah dilakukan pengujian statistic Kolmmogrov-Smirnov maka didapat nilai signifikansi sebesar 0,064 artinya dapat dikatakan bahwa data terdistribusi dengan normal hal ini dapat dilihat dari tabel 4.5 yang mengatakan bahwa setelah dilakukan pengujian data terdistribusi normal.

Tabel 4.5.

Uji Statistik Kolmogrov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 70

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,15904165

Most Extreme Differences Absolute ,091

Positive ,063

Negative -,091

Test Statistic ,091

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber : Diolah dari data primer, 2018

4.3.2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinearitas (bebas dari multikolinearitas).

Multikolinearitas ini dapat dilihat dari VIF (Varians Inflation Factor). Jika VIF 10 maka tingkat multikolinearitas dapat ditoleransi. Multikolinearitas juga dapat dilihat dari TOL (Tolerance) jika TOL > 10% (0,10) maka multikolinearitas dapat ditoleransi, artinya data yang bebas dari multikolinearitas ialah yang nilai VIF<10 dan TOL > 10. Setelah dilakukan uji multikolinearitas, maka dapat dilihat bahwa nilai VIF < 10 dan TOL > 0,10 yang berarti bahwa multikolinearitas dapat ditoleransi.

Tabel 4.6.

a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

Sumber : Diolah dari data primer 2018

a. Variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan memiliki nilai tolerance 0,531 dan VIF 1,883 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas

b. Variabel Penerapan Sistem Informasi Akuntansi memiliki nilai tolerance 0,277 dan VIF 3,607 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas c. Variabel Penerapan Standar Pengendalian Internal memiliki nilai

tolerance 0,729 dan VIF 1,371 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas

d. Variabel Komitmen Organisasi memiliki nilai tolerance 0,545 dan VIF 1,834 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas

e. Variable Good Governance memiliki nilai tolerance 0,281 dan VIF 3,557 maka dinyatakan bebas multikolinearitas

4.3.3. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi perbedaan varian dari residual satu pengamatan kepengamatan lainnya. Uji ini dilakukan dengan memperhatikan diagram plot, dan memperhatikan persebaran titik-titik pada diagram tersebut, titik-titik tersebut harus menyebar diatas, dibawah maupun disekitar angka 0, titik-titik tersebut tidak boleh hanya diatas atau dibawah saja, serta persebaran titik-titik tersebut tidak boleh membentuk pola-pola tertentu seperti mengumpul, menyebar bergelombang, atau membentuk pola-pola tertentu. Setelah dilakukan uji heterokedastisitas maka titik-titik pada diagram plot tersebar dibawah, diatas dan disekitar angka 0, serta tidak membentuk pola-pola tertentu, maka dapat dikatakan bahwa data yang telah terkumpul lolos uji heterokedastisitas hal ini dapat dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3.

Uji Heterokedastisitas

4.4. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel – variabel bebas (independen) yaitu Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi Dan Good Governance terhadap variabel terikat yaitu Kualitas Laporan Keuangan, apabila variabel independen mengalami kenaikan dan penurunan, juga untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing – masing variabel independen berhubungan positif atau negatif.

Adapun model persamaan yang digunakan adalah menurut Sugiyono (2014:224) sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4+b5X5+e Dimana : Y : Kualitas Laporan Keuangan

X1 : Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan X2 : Pengaruh Sistem Informasi

X3 : Sistem Pengendalian Internal X4 : Komitmen Organisasi

X5 : Good Governance a : Konstanta

e : Standar error

Tabel 4.7.

Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

Sumber : Diolah dari data primer 2018

Dari tabel 4.6.diatas dapat disusun persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :Y = 2,029 – 0,209X1 - 0,064X2 +0,172X3 + 0,672X4 - 0,044persamaan tersebut dapat diintepretasikan sebagai berikut :

1. Nilai Konstanta

Nilai kostanta sebesar 0,326 hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1, X2, X3 X4 dan X5) berupa Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Penerapan Standar Pengendalian Internal, Komitmen Oreganisasi, Dan Good Governance mampu memberikan kontribusi yang besar dalam mempengaruhi kualitas laporan keuangan (variabel terikat) sebesar kelipatan 2,029

2. Nilai Variabel X1 (Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan) Nilai Variabel X1 (Standar Akuntansi Pemerintahan) sebesar -0,209 artinya variabel Standar Akuntansi Pemerintahan memberikan kontribusi negatif dalam mempengaruhi pemahaman

tentang Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar -0,209. Hal ini berarti bila standar akuntansi pemerintahan meningkat sebesar kelipatan 1 x maka Kualitas Laporan Keuangan akan turun sebesar 20,9% demikian juga sebaliknya.

3. Nilai Variabel X2 (Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi)

Nilai Variabel X2 (Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi) sebesar -0,064 artinya variabel Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi memberikan kontribusi negatif dalam mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar -0,064. Hal ini berarti bila pengaruh sistem informasi akuntansi meningkat sebesar kelipatan 1 x maka mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan akan turun yaitu sebesar -6,4% demikian juga sebaliknya.

4. Nilai Variabel X3 (Sistem Pengendalian Internal)

Nilai Variabel X3 (Sistem Pengendalian Internal) sebesar 0,172 artinya variabel Sistem Pengendalian Internal memberikan kontribusi positif dalam mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar 0,172 . Hal ini berarti bila Sistem Pengendalian Internal meningkat sebesar kelipatan 1 x maka akan mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan dan meningkat yaitu sebesar 17,2% demikian juga sebaliknya.

5. Nilai Variabel X4 (Komitmen Organisasi)

Nilai Variabel X4 (komitmen organisasi) sebesar 0,672 artinya variabel Komitmen Organisasi memberikan kontribusi positif dalam

mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar 0,672. Hal ini berarti bila Komitmen Organisasi meningkat sebesar kelipatan 1 x maka akan mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan dan ikut meningkat yaitu sebesar 67,2% demikian juga sebaliknya.

6. Nilai variabel X5 (Good Governance)

Nilai Variabel X5 (Good Governance) sebesar -0,044 artinya variabel Good Governance memberikan kontribusi negatif dalam mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar -0,044. Hal ini berarti bila Good Governance meningkat sebesar kelipatan 1 x maka Kualitas Laporan Keuangan akan turun yaitu sebesar 4,4%

demikian juga sebaliknya.

4.5. Uji Hipotesis

4.5.1. Uji Simultan (Uji-F)

Uji F digunakan untuk melihat apakah semua variabel bebas (Independen) berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variable terikat. Uji simultan dilakukan dengan menganalisis data penelitian yang telah diolah dengan kriteria pengujian yaitu jika nilai Sig F lebih besar dari 0,05 maka secara simultan variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, dan sebaliknya jika Sig F lebih kecil sama dengan (≤) dari 0,05 maka secara bersama-sama (simultan) variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variable terikat (dependen).

Tabel 4.8. Uji Simultan

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 2,364 5 ,473 17,335 ,000b

Residual 1,745 64 ,027

Total 4,109 69

a. Dependent Variable: Y

b. Predictors: (Constant), X1, X2, X3, X4, X5

Sumber : Diolah dari data primer 2018

Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi Dan Good Governance bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan secara simultan atau bersama-sama yang ditunjukkan dengan nilai signifikan 0.000 yang lebih kecil dari 0.05.

4.5.2. Uji Parsial (Uji-T)

Uji statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas atau independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai signifikansi. Jika signifikansi lebih besar dari 0,05 (α) maka secara individu variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat, dan sebaliknya jika signifikasi lebih kecil (<) dari 0,05 (α) maka secara individu (parsial) variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat (dependen).

Tabel 4.9.

a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

Sumber : Diolah dari data primer, 2018 Dari tabel 4.8.dapat dikatakan bahwa :

1. Secara parsial penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,047, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

2. Secara parsial sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan sebesar 0,586 nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

3. Secara parsial penerapan standar pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,049 nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

4. Secara parsial komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat

dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,00 nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05.

5. Secara parsial Good governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah kota Medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,747 nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

4.5.3. Uji Koefisien Determinasi

Uji ini dilakukan untuk mengukur kemampuan variabel-variabel independen yaitu Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi dan Good Governance dalam menjelaskan dan memengaruhi variabel dependen yaitu Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah kota Medan. Koefisien determinasi dapat dilihat pada kolom R square, yang ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 4.10.

a. Predictors: (Constant), X5, X4, X3, X1, X2 b. Dependent Variable: Y1

Sumber : Diolah dari data primer, 2018

Dari tabel 4.10 Nilai R Square sebesar 0.542 atau 54,2%, ini

menunjukkan bahwa variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dalam hal ini Kota medan yang dapat dijelaskan oleh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi dan Good Governance adalah sebesar 54,2 %, sedangkan sisanya sebesar 0,358 atau 35,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini

.

4.6. Pembahasan Hasil Penelitian

4.6.1. Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah kota medan

Secara parsial variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota Medan. Dari hasil penelitian memberikan bukti bahwa dengan adanya kejelasan standar akuntansi pemerintahan yang dipakai, maka akan dihasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Standar akuntansi pemerintahan menjadi acuan yang digunakan pegawai negeri sipili daerah (PNSD) dalam menyusun laporan keuangan pemerintah kota medan.

Dengan telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diganti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan maka ada kejelasan dan ketegasan standar yang bisa dipakai pemerintah kota Medan, dan tidak ada alasan lagi untuk tidak menerapkan SAP. Penerapan SAP menjadi suatu keharusan agar laporan keuangan

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Adhi dan Suardjo (2013) yang melakukan penelitian di Pemerintah Kota Tual, dan Munasyir (2015) yang melakukan penelitian di kabupaten aceh utara, serta penelitian Rukmi Juwita (2013) di provinsi Jawa Barat yang mengatakan penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Inapty dan martianingsih (2016) yang melakukan penelitian di SKPD Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengatakan bahwa penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan pemerintah daerah.

4.6.2. Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota medan

Secara parsial penerapan Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah kota medan. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah kota Medan dapat disebabkan karena sistem informasi akuntansi tersebut belum diterapkan secara efektif dan sepenuhnya di lingkungan SKPD Kota medan, hal ini terlihat dari beberapa jawaban responden yaitu mengenai kurangnya keterampilan dalam menggunakan komputerisasi untuk mendukung pekerjaan dalam menyusun laporan keuangan sehingga tidak optimal nya waktu dalam penyusunan laporan keuangan.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Asril (2017),

dan Diani (2009) yang menyatakan bahwa penerapan Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan daerah. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Silviana (2014) yang mengatakan bahwa penerapan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

4.6.3. Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota medan

Secara parsial penerapan Sistem Pengedalian Internal berpengaruh signifikan terhadap kualitas Laporan Keuangan pemerintah kota medan, Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Sistem Pengendalian Internal yang memadai merupakan salah satu kunci utama keberhasilan peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Semakin memadainya sistem pengendalian internal dalam organisasi pemerintahan daerah akan berdampak terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Sistem pengendalian internal merupakan salah satu faktor yang menentukan keandalan dari laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas tersebut (Ii Baihaqi, 2004). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 menjelaskan bahwa pemerintah harus melakukan penelusuran latar belakang calon pegawai dalam proses rekruitmen sehingga ditempatkan sesuai dengan bidangnya masing-masing dan melakukan pelatihan serta pembinaan demi meningkatkan kualitas pegawai dibidangnya. Sumber daya manusia akan melakukan pekerjaan dengan baik jika ditempatkan sesuai

dengan bidang pendidikannya. Selain penempatan yang sesuai, pemerintah daerah juga harus memberikan pelatihan demi meningkatkan kualitas dari pegawai tersebut. Oleh karena itu, sistem pengendalian internal disuatu instansi pemerintahan daerah harus memadai.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lif saipullah (2017) yang melakukan penelitian di SKPD kabupaten polewali mandar, dan penelitian yang dilakukan oleh Munasyir (2015) yang dilakukan di SKPD Kabupaten aceh utara, serta penelitian Noprial (2015) yang melakukan penelitian di Kabupaten Indragiri hulu yang mengatakan bahwa sistem pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prabangsari (2018) yang melakukan penelitian di lingkungan SKPD Kabupaten Wonogiri yang menyatakan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

4.6.4. Komitmen organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan pemerintah kota medan

Secara parsial Komitmen Organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah kota medan, Ini artinya ketika seorang pegawai mempunyai komitmen yang tinggi terhadap apa yang menjadi pencapaian tujuan organisasi nya maka akan semakin baik pula output nya begitu pun sebaliknya.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya, yaitu oleh

Siahaan (2017), Ifa Ratifah dan M.Ridwan (2012) bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan . Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian penelitian yang dilakukan Rachmawaty (2015) dan Nugi (2012) yang menunjukkan komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

4.6.5. Good governance terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah kota medan

Secara parsial Good Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah kota medan, hal ini dapat disebabkan karena masih banyaknya pegawai di lingkungan SKPD kota medan yang belum mengalami peningkatan atas pengetahuan dan keterampilan pegawai yang akan berpengaruh pada efektifitas kinerja, maka perlu adanya pelatihaan dan pembinaan guna meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing masing.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan Kesuma et al (2017) dan Yoga (2016) yang menyatakan Good Governance tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, hal ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktarina (2016) yang menyatakan bahwa Good Governance berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan mengacu pada perumusan serta tujuan dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan - kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil pengujian parsial menunjukkan :

a. Variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,047, nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05.

b. Variabel secara parsial sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan sebesar 0,586 nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

c. Variabel standar pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,049 nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05.

d. Variabel komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,00 nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05

e. Variabel Good governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,747 nilai signifikansi tersebut diatas 0,05

2. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa penerapan standar akuntansi pemerintahan, system informasi akuntansi, standar pengendalian internal, komitmen organisasi dan good governance informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kota medan dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,007< 0,05 dan nilai F hitung> F tabel ( 17,335 > 2,35).

5.2. Saran

1. Bagi Pemerintah Pusat dan Daerah

Disarankan bagi pemerintah daerah Kabupaten Dairi agar memerhatikan kompetensi sumber daya manusia para pegawai pemerintahan dengan cara menempatkan pegawai dengan memerhatikan dan mempertimbangkan latar belakang pendidikan pegawai tersebut, serta disarankan agar memberikan pelatihan yang memadai kepada para pegawai

Disarankan bagi pemerintah daerah Kabupaten Dairi agar memerhatikan kompetensi sumber daya manusia para pegawai pemerintahan dengan cara menempatkan pegawai dengan memerhatikan dan mempertimbangkan latar belakang pendidikan pegawai tersebut, serta disarankan agar memberikan pelatihan yang memadai kepada para pegawai

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH MUHAMMAD IKHSAN (Halaman 63-0)

Dokumen terkait