Bab IV: Analisis Indikator Kualitas Sektor Kesehatan dan Kebijakan Pemerintah
4.1. Kualitas Sektor Kesehatan: Global Health Security Index (GHSI)
Global Health Security Index adalah salah satu indeks pengukuran kesehatan dari 195 negara di dunia. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan masing-masing negara dalam mengurangi Global Catastrophic Biological Risks (GCBRs) atau resiko bencana biologikal global. Laporan terakhir dari indeks ini terbit pada tahun 2019 dan hanya berjarak 45 hari dari kasus pertama COVID-19 ditemukan di China. GHS yang dijadikan sumber dari penelitian ini adalah laporan GHSi dari tahun 2019 atau tepat satu tahun sebelum pandemi.
Global Health Security Index (GHSI) adalah indeks yang digunakan dengan tujuan sebagai alat ukur untuk menilai kesiapan negara dalam melawan epidemi yang nantinya berpotensi untuk menjadi pandemi. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan masing-masing
negara dalam mengurangi Global Catastrophic Biological Risks (GCBRs) atau resiko bencana biologikal global.
Indeks GHS berupa nilai dari rentang 0 sampai 100, dengan 100 sebagai nilai yang paling baik. Nilai ini tidak merefleksikan kesempurnaan dari kualtias kesehatan negara. Hanya saja angka yang tinggi merefleksikan keadaan yang lebih dipreferensikan untuk dimiliki oleh negara-negara dalam konteks menjaga kesehatan masyarakatnya.
Rentang nilai dari 0-100 ini menghasilkan tiga tingkatan. Negara-negara dengan nilai 0-33,3 masuk dalam tingkat “nilai bawah”. Kelompok negara dengan nilai di antara 33,4-66,6 termasuk dalam tingkat “moderat” sedangkan yang berada di rentang 66,7-100 merupakan tingkat “nilai atas”. Nilai rata-rata GHS dari 195 negara adalah 40,2 dari total 100. Secara khusus GHS menemukan bahwa tidak ada negara yang siap sepenuhnya dalam merespon
“penyebaran internasional dari patogen baru”.
Indeks GHS terbentuk melalui 140 pertanyaan yang terfokus untuk memberikan penilaian terhadap kesiapan negara dalam menghadapi pandemi. Keseluruhan pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dikategorikan lagi ke dalam 6 kelompok, berdasarkan 34 indikator, dan 85 sub-indikator. Enam kelompok utama yang diteliti adalah
i. Pencegahan pertumbuhan patogen
ii. Pendeteksian awal dan pelaporan potensi epidemi yang memungkinkan pandemi iii. Kecepatan respon dan kemampuan mitigasi perkembangan epidemi
iv. Struktur kesehatan yang cukup dan mampu dalam melindungi tenaga kesehatan v. Komitmen untuk memperbaiki kemampuan, jarak, dan mengikuti standar global vi. Total resiko dan kerentanan negara terhadap ancaman biologikal.
Masing-masing nilai dari enam kelompok ini memiliki persentase nilai yang berbeda yang nantinya akan menjadikan indeks GHS dari masing-masing negara. Persentase kepentingan setiap kategori nilanya hampir sama. Kategori i. memiliki berat 16,3% dan kategori ii. dan iii. memiliki berat 19,2%. Kategori iii-v berturut-turut adalah 16,7%, 15,8% dan 12,8%.
Kategori ii. dan iii. adalah yang paling tinggi dengan persentase 19,2. Dibandingkan dengan indikator lain, kedua indikator ini berfokus kepada deteksi awal dan kemampuan respon pemerintah dalam memitigasi epidemi. Artinya, kemampuan negara dalam mencegah pandemi mempengaruhi nilai GHS lebih besar dibanding indikator-indikator lain.
4.1.1. Global Health Security Index (GHSI): Amerika Serikat dan Korea Selatan
Tabel 4.1 Perbandingan GHSI Amerika Serikat dan Korea Selatan
Kategori Proporsi Rata-rat a global
Amerika Serikat Korea Selatan
Nilai Peringkat Global
Nilai Peringkat Global
1 16,3% 34,8 83,1 1 57,3 19
2 19,2% 41,9 98,2 1 92,1 5
3 19,2% 38,4 79,7 2 71,5 6
4 16,7% 26,4 73,8 1 58,7 13
5 15,8% 48,5 85,3 1 64,3 23
6 12,8% 55 78,2 19 74,1 27
Total 100% 40,2 83,5 1 70,2 9
Amerika Serikat menempati peringkat 1 dalam peringkat GHS tahun 2019. Nilai yang dicapai adalah 83,5 dari 100. 4 dari 6 indikator tersebut, Amerika Serikat menempati posisi satu. Dari kategori 1 sampai 6 nilai berturut-turut adalah 83,1; 98,2; 91,9; 73,8; 85,3; dan 78,2. Nilai tertinggi adalah 98,2 untuk kategori ii. pendeteksian awal dan pelaporan potensi epidemi yang memungkinkan pandemi.
Amerika Serikat selalu menempati posisi 1 kecuali pada indikator 3 dan 6. Indikator 3 adalah kemampuan cepat dalam merespon dan memitigasi epidemik. Pada indikator 3 nilai Amerika Serikat 79.7, berbeda 12.2 poin dari peringkat nomor satu yaitu Inggris. Indikator 6 adalah tentang resiko dan kerentanan terhadap ancaman biologi di mana Amerika Serikat berada pada posisi 19 dengan indeks sebesar 78,2 berbeda sebanyak 9,7 poin dari peringkat pertama Liechtenstein.
Korea Selatan memiliki indeks GHS sebesar 70,2. Nilai ini menempatkan mereka berada di posisi 9 dari 195 negara. Nilai masing-masing dari ke-enam kategori secara berurutan adalah 57,3, 92,1, 71,5, 58,7, 64,3, dan 74,1. Nilai paling tinggi adalah 92,1 dalam kategori dua yang merupakan pendeteksian awal dan pelaporan potensi epidemi yang memungkinkan pandemi.
Sedangkan nilai paling rencah adalah 57,3 pada kategori i yang merupakan i. pencegahan pertumbuhan patogen. Berdasarkan nilai masing-masing kategori ini, peringkat Korea Selatan perkategori secara berturut-turut adalah 19, 5, 6, 13, 23, dan 27. Peringkat paling tinggi merupakan kategori ii. sedangkan peringkat terendah adalah kategori iv.
Secara keseluruhan nlai masing-masing kategori dari Amerika Serikat, dan Korea Selatan memiliki nilai di atas rata-rata nilai global. Walau GHS menghimbau bahwa tidak ada negara
yang betul-betul siap dalam menghadapi pandemi, Amerika Serikat menjadi negara yang dianggap paling siap relatif dengan negara lain yang diteliti.
4.1.2. Perbandingan Global Health Security Index (GHSI)
Daftar peringkat dari total agregat nilai GHSI ditambah daftar peringkat dari masing-masing indikator membuat GHSI memiliki total 7 daftar peringkat. Dari ketujuh peringkat ini, GHSI mengkategorikan lagi negara menjadi tiga berdasarkan kesiapannya yaitu yang paling siap, lebih siap dan paling tidak siap. Amerika Serikat unggul di semua indikator dibandingkan dengan Korea Selatan. Dari tujuh daftar peringkat ini indikator, Amerika Serikat selalu dikategorikan sebagai kelompok yang paling siap oleh GHSI. Sedangkan, Korea Selatan selalu masuk di dalam kelompok yang paling siap juga kecuali dalam daftar peringkat untuk indikator i dan iv.
Dalam daftar peringkat agregat, perbedaan dari total nilai kedua negara adalah 13,3 poin, dan 8 peringkat. GHSI mengkategorikan negara-negara yang menduduki peringkat agregat 1 sampai 13 sebagai kelompok negara paling siap. Artinya, Amerika Serikat dan Korea Selatan masuk sebagai negara yang dianggap paling siap oleh GHSI, karena mereka masing-masing menduduki posisi 1 dan 9 secara agregat.
Kedua negara memiliki kelebihan yang sama, yakni nilai tertinggi mereka ada di indikator ii.
Berdasarkan penilaian, sektor kesehatan Amerika Serikat dan Korea Selatan paling baik kualitasnya dalam pendeteksian dan pelaporan potensi dari epidemi yang berbahaya. Selain itu, kedua negara juga memiliki kelemahan yang sama. Amerika Serikat dan Korea Selatan kualitas kesehatannya paling lemah dalam indikator vi. Artinya, kedua negara ini cukup rentan terhadap ancaman biologikal.