• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lapisan Artifak Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo

F. Analisis Data

2. Lapisan Artifak Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo

Lapisan artifak dalam budaya sekolah memiliki perwujudan secara fisik dan perilaku warga sekolah.

a. Fisik

Perwujudan fisik dari budaya sekolah di Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo dapat diamati dari fasilitas serta dokumen pendukung lain guna mengimplementasi pendidikan karakter. Fasilitas yang terdapat di Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo terdiri dari:

1) Perpustkaan; satu bangunan kayu yang terdiri atas dua ruangan, satu ruangan digunakan untuk menyimpan buku bacaan peserta didikdan satu runagan lain digunakan untuk membaca dan ruang serbaguna bagi peserta didikdan seluruh warga sekolah.

2) Kantor Fasilitator; bangunan kayu lantai dua yang terdiri dari tiga ruangan yang biasanya digunakan untuk ruang fasilitator dan menyambut tamu dari instansi luar yang yang berkunjung di SD SABS.

3) Mushola; biasa digunakan untuk sholat berjamaah warga Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo terutama pada saat sholat Ashar. Saat sholat Dhuhur warga

66

sekolah baik siswa, fasilitator, seluruh warga sekolah melakukan sholat di masjid sekitar sekolah secara bergantian. Dua masjid tersebut terletak di Utara sekolah dan di Selatan sekolah. Hal tersebut memiliki tujuan menjadi salah satu cara agar warga sekolah dapat berinteraksi dengan masyarakat dengan dua golongan.

4) Ruang kelas terdiri dari saung-saung, bangunan kayu, maupun rumah pohon digunakan untuk pembelajaran dengan konsep dalam kelas. Saung-saung yang digunakan untuk belajar digunakan secara bergantian atau dapat dikatakan sesuai dengan kebutuhan dan tidak bersifat tetap. Seperti dokumentasi yang diperoleh saat penelitian sebgai berikut;

konstruksi kayu dan bambu sengaja dipilih untuk mengurangi beban psiklogis anak selama belajar di kelas. Harapannya dengan pembelajaran yang berlangsung di kelas saung dan sebagian besar berada di outdoor akan menanamkan pemahaman bahwa belajar bisa dilakukan di manapun. Tidak hanya di ruang bernama kelas kotak berjendela. Setiap jengkal bumi adalah ruang pembelajaran (Dokumentasi Profil Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo).

5) Lapangan; lapangan biasa digunakan untuk berbagai kegiatan outdoor seperti baris berbaris, olah raga atau senam usebelum belajar, panahan, night camp dan kegiatan lainnya.

6) Area berkebun dan bercocok tanam (Green Lab); Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo berkebun, bercocok tanam dimana saja selama area dapat ditanami dan tidak mengganggu tetapi sekolah menyediakan beberapa area untuk bercocok tanam berbagai macam jenis tumbuhan. Area tersebut semi kolam yang diberi tanah diatasnya. Seperti dokumentasi yang diperoleh saat penelitian sebgai berikut;

67

Green lab. Berupa lahan pertanian/berkebun tanaman holtikulura, buah naga, tanaman berkayu [kelengkeng, rambutan, nangka, jati, mahoni dll], tanaman obat, kolam ikan, kandang ternak [burung merpati, ikan nila merah, ayam kate dan kelinci, yang lain lainnya menyusul insyaAllah] (Dokumentasi Profil Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo).

7) Ruang bioskop; satu ruang lantai dasar dapat digunakan untuk berbagai macam aktivitas termasuk untuk menonton film maupun kegiatan yang memerlukan layar LCD guna menunjang pembelajaran.

8) Bank sampah; satu ruang khusus penampungan sampah yang dapat diolah kembali seperti kardus, kertas dan plastik; dan

9) Semua sudut di SD SABS dapat digunakan untuk belajar.

Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo memiliki fasilitas fisik lain selain berbentuk ruangan yaitu tempat sampah yang terbuat dari kayu maupun kantung- kantung goni yang dibedakan jenis-jenis sampah yaitu organik, plastik dan kertas. Selain itu Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo juga memiliki peralatan yang secara tidak langsung membentuk karakter anak antara lain;

1) Panahan; salah satu olah raga yang difasilitasi oleh sekolah. Olah raga panahan melatih dan menguji berbagai karakter anak seperti komunikasi, kerjasama, peduli sosial, fokus dan lain sebagainya. Di Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo tidak hanya mengajarkan peserta didikuntuk olah raga memanh saja tetapi membuat sendiri alat panah yaitu busur dan anak panahnya, belajar mengusahakan yang diinginkan, melatih daya juang, kemandirian dan mental anak.

2) Kolam asik; salah satu sudut di Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo yang digemari. Kolam air biasa, untuk bermain peserta didiktetapi di kolah ini

68

membuat banyak karakter tumbuh seperti kerjasama, komunikasi, peduli sosial dan sesama, kreatifitas dan lain sebagainya. Anak bebas masuk dan bermain di dalam kolam kecil ini, interaksi yang timbul melatih komunikasi dan kerjasama dengan baik. Kratifitas dan kepedulian muncul ketika menghadapi masalah tertentu dan anak dilatih untuk memecahkan masalah itu sendiri dan tidak sedikit muncul dan berkembang di kolam ini.

3) Rumah pohon; terdapat banyak rumah pohon dan saung-saung di Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo. Rumah Pohon dan saung-saung berfungsi untuk pembelajaran dan arena peserta didikmelakukan aktivitasnya.

4) Ayunan tinggi rendah; termasuk ayunan yang berada di sekolah alam ini jumlahnya cukup banyak dan memadai untuk bermain anak-anak. Sebagian besar ayunan di SD SABS dibuat sendiri oleh pemilik yayasan. Terdapat alasan mengapan ayunan dibuat sendiri dan dibuat tinggi dan rendah atau bisa dikatakan tingginya ang beragam. Alasan ayunan dibuat beragam tingginya yaitu agam memunculkan komunikasi dan kerja sama antar peserta didikdan tidak sedikit peserta didikyang memilih ayunan yang tinggi dan meminta tolong kakak kelas yang postur badan lebih besar dan tinggi untuk menolong. Seperti yang diungkapkan oleh pemilik yayasan sebagai berikut;

Ayunan itu saya bikin tinggi pendek, itu ada artinya, jadi anak-anak kebanyakan suka yang paling tinggi, maka dari itu dia butuh orang bisa membatu mereka untuk memainkan itu, akhirnya yang dimintain tolong A (Wawancara 3, SS pemilik yayasan, 17 Februari 2017).

69 b. Perilaku Warga Sekolah

Perwujudan pendidikan karakter berupa perlaku peserta didikdi Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo secara formal tidak semua direncanakan melalui rapat atau program-program khusus tetapi langsung diintegrasilkan dalam pelaksanaan pembelajaran dan aktivitas lain yang mendukung penanaman karakter peserta didikyang baik. Adapun kegiatan yang direncanakan guna membentuk mental, kepribadian dan karakter anak antara lain;

1) Pembelajaran yang menerapkan dua kurikulum; Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo menerapkan dua kurikulum, kurikulum KTSP dan kurikulum tematik dari sekolah. Kurikulum sekolah berawal dari penentuan tema, tema di sekolah alam ini berganti sekitar dua bulan benda, lingkungan, dan Indonesia. Mengacu standar kompetensi yang ditetapkan Depdiknas Republik Indonesia dan menjadikan alam sebagai media belajar dalam rangka pembentukan karakter anak. Kurikulum di SD SABS diintregasikan dengan pengalaman yang distrukturkan yang didapat peserta didikdi alam melalui metode spider web. Kurikulum Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo terintregrasi dalam : (a) Kurikulum akhlak, melalui konsep teladan pengembangan EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) yang diimplementasikan secara praktis, (b) Kurikulum ilmu pengetahuan / knowledge, disusun secara holistik menggunakan spider web agar logika ilmiah peserta didikberkembang secara integral. Sehingga mampu atau terbiasa mengamati fenomena alam, mencatat data, melakukan eksperimen, dan membentuk sebuah teori, (c) Kurikulum Kepemimpinan / Leadership, kegiatan utama berupa Outbond untuk

70

membentuk karakter kepemimpinan anak dengan mengembangkan nilai-nilai adil, amanah, musyawarah, kerjasama, melindungi, mengayomi, membela kaum yang lemah dan menjaga keseimbangan alam, (d) Kurikulum Kewirausahaan / Entrepreneurship, menjadikan anak memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dan terbiasa untuk mendapatkan sesuatu dengan kerja keras dan halal. Metode yang digunakan dengan berbisnis dari hasil kerja, kreasi dan jerih payah peserta didikdi kebun / green lab memanfaatkan daerah aliran sungai bengawan solo dan potensi ekonomi lokal sekitar (Dokumentasi Profil Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo)

2) Night camp dan penerimaan raport tematik; kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang penerapan kurikulum tematik yaitu pertanggungjawaban proyek atau kegiatan yang telah berlangsung selama satu tema dengan penerimaan raport kepada orang tua/wali, berdiskusi perkembangan peserta didik secara personal, pajang karya peserta didik di sekolah maupun work with parent serta berkemah di lapangan sekolah.

3) Sholat berjamaah; Sekolah Dasar Alam Bengawan Solo memiliki identitas sholat tepat pada waktunya. Setiap mendengar adzan warga sekolah alam langsung mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat di masjid terdekat atau di mushola sekolah.

4) Outing class; kegiatan ini menunjang peserta didik untuk belajar secara langsung atau menemui ahlinya sesuai dengan tema masing-masing kelas.

71

5) Out Tracking Fun Adventure (OTFA); merupakan kegiatan ekspedisi ke pantai yang melatih kemandirian, kerjasama, kerja keras, daya juang. Seperti wawancara yang dilakukan kepada fasiltator kelas empat Tosca;

kemah, sepedaan OTFA (out tracking fun adventure) di pantai, jadi kita tracking berbahagia tetapi ada tantangan melatih kemandirian, kerjasama, kerja keras, daya juang di lapangan, gimana dia membersamai adik adik, bagaimana memecahkan masalah, kita ada upacara tapi bebas (Wawancara 4, MS fasilitator, 23 Februari 2017) 6) Jum’at sarapan bersama; kegiatan rutin setiap pekan yaitu sarapan bersama keluarga SD SABS dengan membawa bekal masing-masing dari rumah yang dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda.

7) Kembang Mekar; acara yang sepenuhnya dikonsep oleh pihak orang tua/wali peserta didik. Acara ini meninap bersama keluarga di kebun SD SABS dengan mendirikan tenda, setiap keluarga satu tenda dan dikemas dengan serangkaian kegiatan antara lain berkemah, api unggun, games, sarapan bersama, jalan- jalan bersama keluarga.

8) Dan lain sebagainya

Dokumen terkait