• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pembinaan,Pengembangan,Pemanfaatan dan Analisis Data dan Informasi

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKASANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PERTANIAN

2. Laporan Pembinaan,Pengembangan,Pemanfaatan dan Analisis Data dan Informasi

a. Laporan Analisis Harga dan Kinerja Perdagangan Komoditas Pertanian

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mempunyai visi menjadi pusat bagi penyediaan data dan informasi sektor pertanian, khususnya bagi para pengambil kebijakan sektor pertanian dan masyarakat umum, termasuk di dalamnya data dan informasi harga komoditas pertanian. Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengumpulan, penyusunan dan publikasi data dan analisis harga komoditas pertanian yang bersumber dari Kemeterian Perdagangan, BPS dan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kemeterian Pertanian. Publikasi dalam bentuk buletin harga komoditas beserta ulasan dan peramalannya beberapa periode ke depan secara rutin setiap bulan, serta harga beberapa komoditas pertanian yang diperdagangkan secara internasional. Peramalan harga komoditas pertanian sangat berguna bagi sistem peringatan

dini, khususnya pada saat-saat tertentu terjadinya gejolak harga, dengan mengetahui gejolak harga yang diramalkan terjadi di masa datang, maka kebijakan yang akan diambil akan lebih terarah.

Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar yaitu sekitar 14,46 persen pada tahun 2008 atau merupakan urutan kedua setelah sektor industri pengolahan.

Sementara itu perdagangan dalam negeri (domestik) dan perdagangan luar negeri (internasional) untuk komoditas pertanian yang meliputi sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan masih cukup luas untuk terus dikembangkan, mengingat sektor pertanian masih mampu bertahan meskipun terjadi krisis ekonomi di Indonesia tahun 1997, dan krisis global beberapa tahun terakhir ini sehingga dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian nasional.

Disisi lain pengembangan globalisasi perdagangan antar negara telah berjalan dengan penerapan berbagai kebijakan dan kesepakatan dari sidang WTO, dan pembentukan kerjasama antar negara dalam suatu kawasan seperti APEC, NAFTA dan AFTA. Pada kawasan yang lebih kecil terjalin kerjasama ekonomi sub regional Indonesia dengan pembentukan kawasan segitiga pertumbuhan khususnya dengan Singapura-Johor dan Riau (SIJORI) dan kerjasama Indonesia-Malaysia dan Thailand (IMT-GT), termasuk forum kerjasama antar Negara Brunei, Indonesia, Malaysia dan Philippina (BIMP-EAGA) (Ditjen P2HP, 2007).

Berdasarkan hal tersebut, Pusat data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) pada tahun 2011 akan dilakukan analisis terhadap kinerja perdagangan komoditas pertanian yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana kinerja perdagangan beberapa komoditas unggulan pertanian serta posisi Indonesia di pasar internasional akan produk pertaniannya. Analisis kinerja perdagangan komoditas pertanian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengguna data dan informasi serta bagi pengambil kebijakan sektor pertanian.

Tujuan

1. Melakukan pengumpulan dan analisis data harga komoditas pertanian

2. Menyusun publikasi data dan analisis harga komoditas pertanian sebagai sarana penyampaian informasi sektor pertanian.

3. Melakukan analisis terhadap kinerja perdagangan komoditas pertanian tahun 2012.

informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana kinerja perdagangan beberapa komoditas unggulan pertanian serta posisi Indonesia di pasar internasional akan produk pertaniannya. Sasaran

1. Tersedianya data dan hasil analisis harga komoditas pertanian 2. Tersusunnya buku analisis kinerja perdagangan komoditas

pertanian volume 4 no. 1 dan no. 2 tahun 2012.

3. Terlaksananya analisis kinerja perdagangan beberapa komoditas pertanian

4. Terdistribusinya data dan hasil analisis sebagai informasi pendukung kebijakan sektor pertanian

Output

1. Buletin Analisis Perkembangan Harga Komoditas Pertanian (12 Edisi) berisi ulasan perkembangan harga komoditas pertanian dan proyeksi 2 bulan kedepan per mingguan 13 komoditas yaitu beras, jagung, kedele, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, bawang merah, cabe, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam dan telur di 13 ibu kota provinsi serta harga gabah per provinsi, didistribusikan ke lingkup Kementerian Pertanian dan user yang memerlukan data harga komoditas pertanian, salah satunya dari kedutaan Thailand

2. Buletin Analisis Harga Internasional Sektor Pertanian (4 Edisi) ulasan perkembangan harga internasional beberapa komoditas pertanian yaitu beras, jagung, kedele, gandum, pisang, jeruk, kakao, kopi, teh, minyak sawit, karet dan daging sapi. Distribusi ke lingkup Kementrian Pertanian

3.

Buku Statistik Harga Komoditas Pertanian 2012 (1 Edisi) Harga produsen, Harga Konsumen dari BPS dengan jenis data : Harga eceran dari Kementerian Perdagangan; Harga sayuran di Kramat Jati; Harga Internasional; Database Harga Komoditas Pertanian, periode tahun 2008 s.d 2012

b. Laporan Analisis Indikator Makro Sektor Pertanian

Salah satu misi dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian adalah melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penyebaran data dan informasi pertanian. Dalam rangka mendukung pencapaian misi tersebut, maka dilakukan pengadaan data sekunder indikator makro dan penyusunan publikasi dengan output sebagai berikut: a. Data Ekspor Impor.

b. Data Agregat, meliputi data Produk Domestik Bruto (PDB), Indeks Harga Konsumen, Inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), Investasi, Kredit dan tingkat suku bunga, Nilai Tukar Rupiah dan Upah buruh.

c. Buletin Indikator Makro Sektor Pertanian bulan Januari s.d. Desember 2012

d. Buletin Ekspor Impor Komoditas Pertanian triwulan I s.d. triwulan IV 2012.

e. Buku Saku Statistik Makro Sektor Pertanian triwulan I s.d. triwulan IV 2012

f. Buku Statistik Makro Sektor Pertanian tahun 2011.

Dengan tersedianya data dan informasi tentang indikator makro sektor pertanian, diharapkan dapat mendukung pengambil kebijakan dalam rangka meningkatkan peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

 Melakukan pengumpulan data sekunder ekspor impor pertanian, Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Pertanian, investasi, Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), tingkat suku bunga, serta kredit investasi, IHK negara Asean, dan upah buruh sektor pertanian.

 Melakukan penataan database Ekspor-Impor sektor pertanian.

 Melakukan analisis indikator makro sektor pertanian periode tahun 2012

 Menyusun buletin bulanan dan triwulanan indikator makro, Buku Saku Indikator Makro sektor pertanian 2012 dan Buku Statistik Makro sektor pertanian 2011 sebagai sarana penyampai informasi perkembangan sektor pertanian secara makro.

Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

 Tersedianya data ekspor impor pertanian, Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Pertanian, investasi, Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), tingkat suku bunga, serta kredit investasi, IHK negara Asean, upah buruh.

 Tersediaan database ekspor-impor yang tertata dengan baik.

 Tersusunnya buku saku indikator makro sektor pertanian dan buku statistik makro sektor pertanian.

 Terlaksananya analisis data indikator makro sektor pertanian serta terbitnya buletin indikator makro secara kontinyu, meliputi :

- Buletin ringkas bulanan - Buletin triwulanan

- Terdistribusinya data dan hasil analisis makro sebagai informasi pendukung kebijakan sektor pertanian.

Output :

1. Buletin Bulanan (12 Edisi) berisi data Ekspor – Impor per sub sektor dan komoditas; IHK/Inflasi Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Pengeluaran; NTP per sub sektor dan provinsi serta NTP pertanian sempit (Bulanan)

2. Buletin Triwulanan Ekspor Impor (4 Edisi) berisi data per sub sektor, per komoditas, per negara tujuan ekspor, per negara asal impor

3. Buku Saku Triwulanan (4 Edisi) berisi data PDB, Investasi, Ekspor-Impor, IHK/Inflasi, NTP, Perkreditan, Suku Bunga

4. Buku Statistik Makro Tahunan (1 Edisi) berisi Tabulasi dan analisis deskriptif 5 tahun terakhir sbb: PDB, Investasi, Ekspor-Impor, IHK/Inflasi, NTP, Perkreditan, Suku Bunga, APBN Pertanian, Konsumsi, Nilai Tukar Rupiah, Upah Buruh.

5. Database Ekspor Impor Pertanian Dapat diakses melalui web Kementan sbb : Direct link website eselon 1 : http://database.deptan.go.id/eksim, Link untuk umum : http://www.deptan.go.id/

c. Laporan Analisis dan Penataan data Konsumsi

Dalam rangka mendukung target pembangunan pertanian diantaranya swasembada berkelanjutan dan peningkatan diversifikasi pangan maka diperlukan ketersediaan data dan informasi konsumsi yang lengkap. Data konsumsi yang selama ini tersedia bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), BPS yang dilaksanakan setiap tahun dan dapat memberi gambaran pola konsumsi pangan penduduk di suatu wilayah yang didasarkan pada besarnya pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi. Selain itu juga data ketersediaan pangan yang bersumber dari Neraca Bahan Makanan (NBM) yang diterbitkan oleg Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian yang dapat memberi gambaran penyediaan, penggunaan dan ketersediaan bahan pangan per kapita di suatu wilayah. Data NBM diperoleh dari perhitungan dengan komponen penyusunnya diantaranya data produksi, ekspor, impor, stok, tercecer, untuk bibit, pakan, diolah untuk industri dan bahan makanan. Oleh karen itu data NBM untuk beberapa komoditas terdapat perbedaan yang cukup jauh dengan data konsumsi dari Susenas, untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap metode perhitungan NBM untuk beberapa komoditas yang cukup jauh dari data konsumsi-Susenas.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) mempunyai misi diantarnya melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyebaran data dan informasi pertanian didalamnya termasuk data konsumsi pangan. Oleh karena itu Pusdatin pada tahun 2012 akan

melakukan kegiatan penataan databse dan kajian data konsumsi yang dapat digunakan untuk melengkapi ketersediaan data konsumsi secara series dan terupdate serta melakukan kajian sejauh mana keragaan dan prediksi konsumsi pangan serta penyediaan, penggunaan pangan serta ketersedian per kapita pangan di Indonesia. Kajian konsumsi ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan sector pertanian dan pengguna data dan informasi lainnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

 Melakukan pengumpulan data konsumsi dan penyediaan database konsumsi pangan

 Melakukan kajian dan analisis data konsumsi Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

 Tersedianya datanase konsumsi pangan secara series dan lengkap  Tersajinya hasil kajian dan analisis konsumsi pangan.

Output :

1. Buletin Konsumsi Pangan (4 Edisi), Vol 3 No. 1 Beras, tomat, durian, kakao dan telur itik; Vol 3 No.2 Ubi kayu, Nenas, Cabe merah, Gula pasir, daging sapi; Vol 3 No. 3 Kedele, kacang hijau,bawang merah,teh, telur ayam;Vol 3 No.4 jagung, bawang putih, pepaya, susu, kopi

2. Buku Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2012

d. Laporan Analisis dan Penataan Data Iklim, OPT, dan Bencana Alam

Sektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan yang penting dalam menunjang kehidupan sebagian besar masyarakat. Semua potensi sumber daya pertanian, terutama komoditas strategis perlu dikembangkan. Dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkaitan dengan hal tersebut di atas, dukungan data & informasi terkait sektor pertanian sangat diperlukan, agar kebijakan yang diambil tepat dan terarah dan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pertanian serta kesejahteraan petani. Salah satu dukungan data & informasi yang sangat diperlukan adalah data iklim. Hal tersebut karena kondisi iklim sangat mempengaruhi kegiatan usaha tani yang berlangsung. Perubahan iklim akan menyebabkan terjadinya perubahan pola curah hujan, kelembaban

kekeringan, kebanjiran dan serangan OPT yang pada akhirnya akan berdampak serius terhadap sektor pertanian. Faktor iklim ini akan berpengaruh terhadap produktivitas berbagai komoditas pertanian. Sehubungan dengan uraian di atas, data terkait iklim, OPT dan bencana alam sangat diperlukan untuk mendukung analisis dan prediksi terhadap produktivitas komoditas pertanian. Tesedianya data dan informasi yang relevan akan sangat mendukung penyusunan kebijakan pembangunan sektor pertanian secara umum. Data dan analisis yang disusun diharapkan juga dapat menjadi acuan bagi para pengguna data dan informasi lainnya seperti instansi terkait, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain.

Tujuan :

1. Melakukan pengumpulan dan penataan basis data iklim, OPT dan bencana alam.

2. Melakukan analisis dan prediksi terhadap data iklim, OPT dan bencana alam.

3. Menyusun buku statistik dan buku analisis data iklim, OPT dan bencana alam sebagai sarana penyampai informasi.

Sasaran :

1. Tersusunnya basis data iklim, OPT dan bencana alam sebagai hasil dari pengumpulan data yang dilakukan.

2. Terlaksananya analisis dan prediksi data iklim, OPT dan bencana alam.

3. Terdistribusinya buku statistik dan hasil analisis sebagai informasi pendukung kebijakan sektor pertanian.

Output:

1. Buletin Analisis (4 buletin) 2. Buku Statistik Iklim, OPT & BA 3. Laporan Akhir Kegiatan

e. Laporan Analisis dan Penataan Data Sarana Pertanian

Selama ini, data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) yang tersedia masih belum memadai, baik dari segi akurasi data maupun dari segi penyajian dan penyebaran informasinya. Data yang tersaji dari sumber yang berbeda masih sering berbeda sehingga menimbulkan keraguan bagi para pengguna data dan informasi untuk pengambilan keputusan.

Berbagai data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) amat diperlukan oleh para pimpinan

Kementerian Pertanian khususnya sebagai bahan pendukung untuk menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian. Selain itu masyarakat pelaku agribisnis, pengusaha, investor, mahasiswa dan lain-lain untuk berbagai keperluan. Agar data dan informasi di atas dapat dengan mudah disebarluaskan, maka perlu disusun dalam bentuk format yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk lebih memudahkan pengguna data tersebut perlu disebarluaskan dalam bentuk CD yang berisi data kuantitatif sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian), maupun yang berisi informasi hasil analisis dan kajian sub sektor pertanian yang sangat berguna bagi para pimpinan Kementerian Pertanian, serta informasi mengenai kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan usaha di bidang pertanian.

Selain itu kegiatan penataan data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian), akan ditambahkan muatan berupa analisis data. Hal ini dimaksudkan agar data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) yang telah tersusun dapat pula dimanfaatkan informasi lebih lanjut oleh para pengambil kebijakan. Tujuan :

 Melakukan analisis data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) sehingga lebih bermanfaat bagi para pengambil kebijakan.

 Menyusun informasi data sarana pertanian ke dalam media elektronik (CD) dan buku.

 Menyebarluaskan data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) dalam bentuk buku dan media elektronik (Compack Disk).

Sasaran :

 Tertatanya data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) dalam media komputer.

 Terlaksananya analisis data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian).

 Tersedianya data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) dalam media CD dan buku.  Terlaksanaya penyebaran data dan informasi sarana pertanian

(pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) dalam media CD dan buku.

Output :

 Buku Statistik Sarana Pertanian  Workshop

f. Laporan Analisis dan Penataan Data SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani

Selama ini, data dan informasi SDM pertanian, penduduk, kemiskinan, dan kelembagaan petani yang tersedia masih belum memadai, baik dari segi akurasi data maupun dari segi penyajian dan penyebaran informasinya. Data yang tersaji dari sumber yang berbeda masih sering berbeda sehingga menimbulkan keraguan bagi para pengguna data dan informasi untuk pengambilan keputusan.

Berbagai data dan informasi sub sistem hulu di antaranya adalah data SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani sangat diperlukan oleh para pimpinan Departemen Pertanian khususnya sebagai bahan pendukung untuk menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian, sehingga kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat pertanian dapat ditingkatkan. Agar data dan informasi di atas dapat dengan mudah disebarluaskan, maka perlu disusun dalam bentuk format yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk lebih memudahkan pengguna data tersebut perlu disebarluaskan dalam bentuk CD yang berisi data kuantitatif sub subsistem hulu pertanian, maupun yang berisi informasi hasil analisis dan kajian sub sektor pertanian yang sangat berguna (diperlukan) bagi para pimpinan Departemen Pertanian, serta informasi mengenai kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di bidang pertanian.

Tujuan :

 Mengelola dan menata data dan informasi melalui program komputerisasi.

 Melakukan analisis data SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani sehingga lebih bermanfaat bagi para pengambil kebijakan.

 Menyusun informasi dalam media elektronik (CD) dan media cetak.  Menyebarluaskan data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam bentuk buku dan media elektronik (Compack Disk).

Sasaran :

 Tertatanya data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam media komputer.  Terlaksananya analisis SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan

Kelembagaan Petani.

 Tersedianya data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam media CD dan cetak.

 Terlaksanaya penyebaran data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam media CD dan cetak

Output :

 Tersedianya Buku Daftar Alamat Kementan,Badan Ketahanan Pangan,Dinas Lingkup Pertanian, Kelembagaan Petani(Bakorluh)  Tersedianya Buku Statistik Siap Cetak

 Tersedianya Buku Analisis  Laporan Akhir

g. Laporan Analisis dan Penataan Data Tenaga Kerja Pertanian

Pembangunan pertanian secara umum menghendaki dukungan analisis data dan informasi yang lengkap. Bagi pengambil keputusan hasil analisis data dan informasi yang lengkap sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, dan bagi pelaku bisnis bidang pertanian informasi tersebut sangat berguna bagi pengembangan bisnisnya. Karena itu perlu dikembangkan analisis data semua potensi di sektor pertanian termasuk simberdaya manusianya. Khususnya dalam hal ini adalah data ketengakerjaan, yang berguna untuk perumusan kebijaksanaan, perencanaan, evaluasi dan monitoring pembangunan pertanian.

Sektor pertanian memiliki keterkaitan dengan industri hulu dan hilir yang kuat dan beragam, maka sektor inipun dapat menciptakan efek pengganda (multiplier effects) yang menjadi tulang punggung dari pembangunan suatu wilayah. Oleh karena sebagian besar kegiatan pertanian berada di perdesaan dan dikerjakan oleh rakyat banyak, maka sektor pertanan juga dapat membantu mengatasi problema urbanisasi kurang terdidik/trampil yang selama ini menjadi salah satu permasalahan nasional utama.

Selain rendahnya pendidikan dan keterampilan kendala lain dalam ketenagakerjaan pertanian adalah: (1) produktivitas tenaga kerja yang relatif rendah dibandingkan dengan dengan tenaga kerja di sektor lainnya; (2) keragaman kualitas tenaga kerja masih sangat besar; (3) alikasi curahan jam kerja seorang petani tidak melulu terkonsentrasi pada pertanian; (4) daya tarik bagi generasi muda untuk tetap berada atau memulai terjun di sektora pertanian makin melemah; (5) adanya kesenjangan gender.

yang rendah. Hal ini menghambat petani untuk memanfaatkan peluang pasar, modal, informasi dan menguasai iptek pertanian. Disamping itu permasalahan tenaga kerja pertanian juga terkait dengan struktur usaha di sektor pertanian yang menguntungkan pada produktivitas lahan dan masih bersifat intensif tenaga kerja.

Keberadaan sumberdaya alam pertanian dan semakin menurun akibat konversi lahan pertanian ke non pertanian serta mengalami degradasi, sementara angkatan kerja semakin bertambah sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga tekanan terhadap sumberdaya pertanian seperti lahan dan dan air semakin besar. Skala usaha semakin kecil sehingga pemanfaatan tenaga kerja juga rendah, akibatnya sektor pertanian semakin gurem.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sebagai unsur penunjang Kementerian Pertanian mempunyai kewajiban untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan membuat kajian ketenagakerjaan di sektor pertanian.

Tujuan:

1. Menyusun buku statistik data tenaga kerja sektor dan subsektor pertanian 2007-20011.

2. Menyusun metode proyeksi tenaga kerja sektor

3. Menghitung proyeksi tenaga kerja sektor dan subsektor pertanian tahun 2012 – 2013.

Sasaran:

1. Tersusunnya statistik data tenaga kerja sektor dan subsektor pertanian.

2. Tersedianya metode proyeksi tenaga kerja sektor pertanian

3. Tersedianya proyeksi data tenaga kerja sektor dan subsektor pertanian.

Output:

1. Buku Statistik Tenaga Kerja Pertanian, 2009-2011

2. Buku Analisis Proyeksi Tenaga Kerja Pertanian, 2012-2014 3. Buku Laporan Akhir

3. Laporan Pembuatan/Pengembangan Sistem, Data, Statistik dan