BAB V. Kesimpulan dan Saran
Lampiran 5: Latar Belakang, Visi, Misi dan Tujuan Sekolah (30)
LATAR BELAKANG, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH A.Latar Belakang
Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi dan pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi yang diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini, kurikulum sekolah dasar pun menjadi perhatian dan pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebijakan.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu, maka dikembangkanlah apa yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Jenjang Sekolah Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Kurikulum SD Pangudi Luhur Kalirejo dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini disusun oleh satu tim penyusun yang terdiri atas unsur sekolah dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, serta dengan bimbingan nara sumber ahli pendidikan dan pembelajaran yang berpengalaman.
Kondisi geografis Samigaluh yang secara umum adalah lingkungan pertanian, etika hidup yang baik sebagai orang Jawa, banyaknya teknologi modern yang sudah masuk, dan juga semakin banyaknya perilaku social yang negative di masyarakat memberi inspirasi bagi kami dalam mengintegrasikan pendidikan formal ke pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal serta global, serta semaksimal mungkin membantu pengembangan diri anak menjadi pribadi yang humanis.Sekolah Dasar Pangudi Luhur Kalirejo adalah sebuah lembaga pendidikan dasar swasta, berada di wilayah UPTD PAUD dan DIKDAS Kecamatan Samigaluh Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo. Kurikulum yang disusun untuk tahun pelajaran 2015/2016 ini merupakan kelanjutan dan pengembangan kurikulum tahun sebelumnya. Dalam penyusunannya diupayakan mempertimbangkan situasi dan kondisi setempat, yakni di daerah pedesaan dan merupakan daerah pegunungan dengan latar belakang sebagian besar masyarakatnya adalah petani ladang. Dengan demikian kurikulum yang dirancang
(31)
ini tidak meninggalkan akar tempat tinggal peserta didik sehingga akan mendukung ketercapaian visi, misi dan tujuan sekolah.
Kurikulum tahun pelajaran 2015/2016 ini disusun sedemikian rupa sehingga diharapkan dapat menjadi jabaran dari visi sekolah. Sehingga dalam kurikulum ini selain dikembangkan sisi intelektual juga dikembangkan kegiatan- kegiatan yang menyentuh sisi afektif. Sisi intelektual dikembangkan melalui pendampingan akademis demi meningkatkan kecerdasan anak; sedangkan sisi afektif lebih diharapkan untuk memperkuat jiwa humanis dan kesadaran akan Tuhan (=beriman).
Dalam pengembangan sisi akademik kami mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang memberi cakupan bahwa pada jenjang pendidikan dasar meliputi kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, mata pelajaran estetika, mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan, dan kegiatan bertanya bagi anak dengan bentuk KOTAK BERTANYA. Kegiatan KOTAK BERTANYA adalah kegiatan yang mewajibkan setiap anak untuk mengajukan pertanyaan apa saja di setiap minggunya dengan satu atau lebih pertanyaan dan sekaligus mencari jawaban bersama atas pertanyaan setiap anak.
Pengembangan sisi humanis ditempuh melalui pertama, mengolah rasa dan hati dengan belajar mengenal alam dengan pendampingan pertanian organik dan interaksi dengan alam sekitar; kedua, pengenalan akan organisasi dan kepemimpinan secara bertahap sesuai tingkatan kelas; ketiga, membangun suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah sebagai sebuah keluarga kedua bagi anak; keempat, pembiasaan-pembiasaan baik di setiap harinya.
Untuk membantu mengembangkan hidup rohani ditumbuhkan melalui pembiasaan berdoa harian saat sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dan kegiatan-kegiatan lain, berdoa bersama seminggu sekali, rekoleksi setiap bulan sekali, ziarah dan kegiatan-kegiatan lain yang secara langsung dan tidak langsung membawa anak kepada kebesaran dan kemaharahiman Sang Semesta.
Sebagai upaya pengembangan kurikulum tahun sebelumnya, pada kurikulum tahun 2015/2016 pengenalan akan alam dimulai dari kelas I,II,III dengan bertanam sayur dan tanaman lain dalam pot. Sedangkan pengembangan diri melalui pendampingan pertanian organik di kebun dimulai dari kelas IV,V,VI. Masing-masing kelas bertanggung jawab atas sebidang lahan sedemikian rupa sehingga dalam setiap minggunya melakukan kegiatan tanam, perawatan, panen, memasarkan dan belajar membukukannya secara sederhana. Dalam pendampingan pertanian organik baik di lahan maupun di pot bukan pertama-tama mengajarkan teknis bertani sehingga anak terampil bertani, melainkan lebih untuk membantu anak mengolah rasa dan hati melalui bergaul dengan sesama teman, tanah, udara, tanaman, binatang dan kaitannya. Soal kemudian menjadi terampil bertani adalah soal lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan pengenalan akan organisasi dan kepemimpinan secara bertahap sesuai tingkatan kelas secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut; kelas III dan IV pengenalan dimulai dengan merancang sebuah program untuk dilaksanakan bagi kepentingan mereka sendiri.
(32)
Kelas V mulai dilatih menangani sebuah program sederhana untuk kepentingan semua peserta didik Sekolah Dasar Pangudi Luhur Kalirejo dalam bentuk mengelola Mading Sekolah, dan kelas VI menangani sebuah program lebih luas untuk kepentingan peserta didik satu sekolah. Dalam tiap tingkatan didampingi mulai dari merancang program, membuat rencana detail, menyusun anggaran biaya, dan melaksanakannya. Untuk kelas I - III dimulai dengan pengenalan akan seni melalui kegiatan seni tari.
Untuk memperkuat kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, peduli lingkungan, kasih sayang sesama makhluk hidup, sportivitas, dan rasa memiliki diupayakan selain dengan kegiatan-kegiatan di atas juga melalui kegiatan OPERA di setiap harinya. OPERA berasal dari bahasa Latin yang berarti bekerjalah. Setiap hari selama 15 menit anak mendapat kesempatan secara bergilir untuk bekerja piket kebun, piket dapur, piket kelas, piket lingkungan, membuang sampah, perawatan tanaman lingkungan sekolah, piket ruangan.
Maka sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional tentang program pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dan nilai-nilai budi pekerti, pendidikan berbasis budaya, serta pendidikan etika berlalu lintas di sekolah-sekolah. Nilai-nilai karakter bangsa tersebut secara imperative adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. Peran sekolah sebagai pusat pengembangan budaya, maka dalam kurikulum ini juga dikembangkan dengan mengacu pada nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dilaksanakan terintegrasi dalam pembelajaran dan seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. Sehingga melalui kurikulum yang disusun ini peserta didik diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka akan keberadaan diri, sesama dan alam sekitar, semakin mampu melayani sesama dan memiliki kesadaran yang tinggi akan Sang Pencipta, seperti terangkum dalam visi sekolah ini yakni ‘humanis dan beriman dan cerdas’.
B. Visi Sekolah
Humanis, beriman dan cerdas. Indikator :
Tumbuh menjadi pribadi yang berbelarasa dan peka terhadap lingkungan Tumbuh menjadi pribadi yang takwa
Cakap secara intelektualitas C. Misi Sekolah
1. Mengembangkan dan menumbuhkan aspek humanitas, sosialitas, religiusitas, dan intelektualitas; melalui :
Pembelajaran dengan pendekatan personal.
Penghormatan atas hidup sesama dan makhluk lain. Penciptaan persaudaraan sejati dan sikap kekeluargaan.
(33) Pengembangan diri pribadi anak.
2. Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa D. Tujuan Sekolah
1. Tujuan Sekolah dalam 4 (empat) tahun, antara tahun 2013 – 2016 a. Pencapaian nilai rata-rata Ujian Sekolah/Ujian Nasional
Meningkatkan mutu pembelajaran dengan tolok ukur peningkatan pencapaian nilai rata-rata Ujian Daerah/Pusat (untuk 3 mata pelajaran yang diujikan secara nasional) sesuai rencana sekolah dalam 4 (empat) tahun, antara tahun 2013 – 2016 yakni sebagai berikut :
1) Tahun pelajaran 2012/2013 menjadi 20,50 2) Tahun pelajaran 2013/2014 menjadi 20,60 3) Tahun pelajaran 2014/2015 menjadi 20,70 4) Tahun pelajaran 2015/2016 menjadi 20,80 b. Pencapaian peringkat sekolah :
Peringkat sekolah se UPTD Kecamatan Samigaluh sesuai rencana sekolah 4 (empat), antara tahun 2013 – 2016 yakni sebagai berikut :
Tahun Pelajaran 2012/2013 peringkat 23 Tahun Pelajaran 2013/2014 peringkat 22 Tahun Pelajaran 2014/2015 peringkat 21 Tahun Pelajaran 2015/2016 peringkat 20
Peserta didik tersemangati dalam proses belajar melalui pemanfaatan kegiatan lomba akademik/olimpiade akademik yang diselenggarakan tingkat kecamatan dan kabupaten.
Peserta didik semakin bersemangat dalam berolahraga dengan adanya tim olah raga beladiri, sepak bola, dan kasti.
Potensi seni peserta didik menjadi lebih optimal melalui kegiatan menari dan paduan suara yang baik dan menyenangkan.
Semakin berkembangnya kemampuan organisasi dan kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan :
1) Mengelola program menginap dan kemping di sekolah untuk kelas IV. 2) Mengelola Mading Sekolah untuk kelas V.
3) Mengelola kegiatan perayaan sekolah untuk kelas VI.
Semakin tumbuh dan berkembang penghayatan ajaran melalui pembiasaan kegiatan keagamaan.
Semakin berkembang nilai-nilai budi pekerti peserta didik dengan cara menanamkan nilai-nilai tersebut yang disisipkan dalam mata pelajaran tertentu dan kegiatan-kegiatan pengembangan diri.
Semakin berkembang rasa ingin tahu dan kritis anak melalui kegiatan KOTAK BERTANYA.
Peserta didik tumbuh rasa memiliki, kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, peduli lingkungan, kasih sayang sesama makhluk hidup, sportivitas melalui kegiatan OPERA.
Peserta didik semakin memahami norma etika berlalu lintas melalui pengembangan pengetahuan dan pembiasaan etika berlalu lintas.
(34)