• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN RELEVANSINYA

B. Lingkungan Hidup

6. Macam-macam Pencemaran Lingkungan

“Pencemaran udara dapat berasal dari sumber tidak bergerak ataupun dari sumber bergerak” (Keraf, 2010: 38). Sumber tidak bergerak ini bisa berasal dari: kebakaran hutan, aktivitas industri, sampah, dll. Sedangkan sumber bergerak

terutama berasal dari bidang transportasi, khususnya kendaraan yang menggunakan sumber energi dari bahan bakar fosil. Pencemaran udara dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit yang berbahaya, seperti: ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), asma, penurunan IQ dan gangguan saraf serta impotensi.

Berbagai aktivitas manusia yang sering kali hanya mengutamakan kepentingan pribadi masing-masing dan kurang memperhatikan keberlangsungan serta kelestarian lingkungan sekitar sering kali menyebabkan pencemaran ini. Bahkan sebagian dari mereka sudah mengerti bahwa kegiatan tersebut dapat merusak lingkungan, namun tetap terus dilakukan. Keraf (2010: 39) berpendapat bahwa:

Salah satu masalah pencemaran udara yang sangat mengganggu adalah pembakaran dan kebakaran hutan. Kebakaran hutan tidak hanya mengganggu kehidupan sosial, ekonomi dan budaya bagi manusia serta mengganggu kesehatan manusia, namun juga mengancam kehidupan seluruh tumbuhan dan hewan.

Dari pernyataan tersebut sangat jelas bahwa kebakaran hutan menjadi salah satu penyebab pencemaran udara. Banyak sekali kerugian yang diakibatkan dari peristiwa ini tidak hanya berakibat pada kehidupan manusia, namun juga merugikan makhluk hidup yang lain seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Apabila dari pihak manusia, kebakaran hutan dapat mengakibatkan gangguan ekonomi, seperti: terganggunya sarana alat transportasi darat dan udara karena terkena imbas dari asap tebal yang diakibatkan oleh kegiatan pembakaran hutan. Permasalahan kesehatan juga dirasakan oleh pihak manusia yaitu munculnya berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan tersebut, misalnya gangguan pernafasan,dll. Dan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan, peristiwa kebakaran dan pembakaran hutan ini juga sangat berdampak negatif, misalnya: dapat mematikan hampir keseluruhan

jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di area hutan yang terbakar tersebut dan karena buruknya kualitas udara yang ada dapat mengancam populasi hewan serta tumbuhan yang berada di lingkungan sekitar hutan tersebut.

b. Pencemaran Air

“Pencemaran air dapat terjadi karena berbagai faktor, misalnya: karena pembuangan limbah maupun karena erosi dan pendangkalan sungai yang terjadi akibat kerusakan hutan” (Keraf, 2010: 39-40). Faktor lain yang dapat mempengaruhi pencemaran air adalah penggunaan pupuk dan insektisida bagi kegiatan pertanian dan perkebunan yang juga dapat berpotensi mencemari air, khususnya air permukaan.

Berbagai kejadian yang dapat mengakibatkan pencemaran air tersebut ada salah satu penyebab yang paling besar dampaknya pada pencemaran air ini. Sejalan dengan Keraf (2010: 42) yang mengatakan bahwa “dari berbagai penyebab pencemaran ini, yang paling besar efeknya kepada pencemaran air terutama diakibatkan oleh limbah, baik limbah yang dihasilkan dari rumah tangga maupun dari limbah pabrik, misalnya dari industri pabrik tekstil, besi dan baja, industri tambang dan lainnya”. Pencemaran air ini disebabkan karena sebagian besar pabrik tersebut masih menggunakan teknologi lama yang tidak ramah lingkungan ataupun proses produksi yang memang tidak ramah lingkungan.

c. Pencemaran Laut

Pencemaran laut juga menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Keraf (2010: 45) menyampaikan gagasannya bahwa:

Pencemaran laut dapat terjadi karena pembuangan limbah cair berupa minyak dari kapal-kapal maupun akibat pencemaran dan kecelakaan aktivitas tambang minyak di lepas pantai. Pencemaran laut juga dapat terjadi akibat pembuangan limbah cair dari proses produksi di darat serta limbah padat berupa sampah dari wilayah perkotaan. Salah satu dampak dari pencemaran laut ini adalah punahnya biota laut serta rusaknya terumbu karang.

Dalam kasus seperti ini Keraf ingin menunjukkan bahwa pencemaran laut juga harus diberikan perhatian yang lebih, karena dari pencemaran laut ini muncul dampak yang serius bagi keberlangsungan lingkungan hidup di sekitar kita, khusunya maklhuk hidup yang berada di laut. Tentu saja yang secara langsung merasakan dampaknya adalah masyarakat yang berada di pesisir pantai serta perairan sekitar pelabuhan. Namun jika ditelusuri lebih lanjut lagi, sebenarnya dampak pencemaran laut tersebut juga dapat berimbas kepada seluruh masyarakat, terutama mereka yang sering mengkonsumsi ikan-ikan laut yang sebenarnya tercemar oleh limbah pabrik di laut.

d. Sampah

“Sampah dibedakan menjadi sampah rumah tangga dan sampah industri. Sampah adalah masalah pencemaran lingkungan hidup lainnya yang semakin meningkat” (Keraf, 2010: 46). Dari ungkapan Keraf tersebut jelas bahwa sampah menjadi salah satu permasalahan yang serius karena semakin meningkatnya permasalahan yang berhubungan dengan sampah ini. Hal ini diperparah lagi dengan deskripsi Keraf (2010: 46) bahwa “adanya kemajuan industri dan adanya perubahan gaya hidup manusia di jaman ini yang semakin modern, menjadikan manusia memproduksi semakin banyak sampah setiap harinya”. Sampah plastik adalah sampah yang paling banyak ikut ambil bagian dalam pencemaran lingkungan. Saat

ini, semakin banyak kebutuhan manusia yang menggunakan plastik, misalnya saja bungkus berbagai makanan dan barang keperluan sehari-hari dan hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup manusia yang semakin modern, serba praktis dan instan.

Menurut Keraf (2010: 46) “sampah jelas menjadi persoalan besar di dunia”. Melihat dari penjelasan Keraf tersebut, kita dapat melihat daerah-daerah di kota, khususnya di kota-kota besar yang mayoritas penduduknya memproduksi sampah dalam skala besar. Jika tidak diolah dengan baik atau dimanfaatkan untuk diolah kembali, sampah membutuhkan area yang cukup luas untuk menampungnya. Sampah juga menimbulkan berbagai pencemaran udara, air dan membutuhkan teknologi yang mahal untuk memprosesnya kembali. Kebiasaan masyarakat yang kurang menyadari akan kelestarian lingkungan hidup seperti membuang sampah secara sembarangan juga menjadi faktor yang memperparah pencemaran sampah ini.