• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

5. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bisa disebut juga Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Pada lembar kerja ini siswa dituntun untuk menemukan konsep pemahaman terhadap suatu materi pelajaran khususnya matematika. Pada lembar kerja ini berisi petunjuk dan cara pengerjaannya disertai permasalahan yang dikerjakan secara bersama-sama. Pada LKPD terdapat juga tugas-tugas yang diberikan kepada siswa untuk membuat siswa memahami dan dapat meningkatkan komunikasi matematika. Hal ini sejalan dengan pendapat Olteanu (2014).

“The findings suggest that construction of tasks can be a productive basis in helping teachers to make fundamental changes in their understanding of what

they should focus on in a teaching situation to improve mathematical communication.”

Hal ini bermakna pembangunan tugas dapat menjadi dasar yang produktif dalam membantu guru untuk melakukan perubahan mendasar dalam pemahaman mereka tentang apa yang harus mereka fokus pada dalam mengajar situasi untuk meningkatkan komunikasi matematika. yakni dengan pemberian tugas dapat secara produktif membantu guru membuat perubahan mendasar terhadap pemahaman siswa tentang hal yang hatus menjadi fokus guru pada saat mengajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.

Komunikasi dapat tumbuh dari tugas-tugas yang diberikan guru dan tugas tersebut menjadi alat yang penting sehingga siswa bisa memahami dan belajar matematika. Hal ini sesuai dengan pendapat Olteano (2014).

The notion of effective communication is important in this study because through and around tasks teachers and students communicate and learn mathematical ideas. The tasks also become important tools to identify what critical aspects are in students’ learning. In this framework, mathematical tasks pass through three phases: intended tasks as written by curriculum developers or teachers, enacted tasks as set up by the teacher in the classroom, and lived tasks as implemented by students during the lesson.”

Hal ini bermakna gagasan komunikasi yang efektif sangat penting dalam penelitian ini karena melalui dan di sekitar tugas-tugas guru dan siswa berkomunikasi dan belajar ide-ide matematika. Tugas juga menjadi alat penting untuk mengidentifikasi apa aspek penting dalam belajar siswa. Dalam kerangka ini, tugas matematika melewati tiga fase yaitu tugas ditulis oleh kurikulum

pengembang atau guru, tugas berlaku sebagaimana diatur oleh guru di kelas, dan hidup tugas seperti yang diterapkan oleh siswa selama pelajaran

E.1 Pengertian LKPD

Menurut Diknas pedoman Umum Pengembangan Bahan Ajar (dalam Prastowo, 2011:203) Lembar Kegiatan Siswa (LKS) atau bisa disebut LKPD adalah lembaran lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dengan kegiatan di dalam pembelajaran disertai petunjuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas yang memiliki kompetensi dasar yang akan dicapai.

E.2 Unsur-unsur LKPD sebagai bahan ajar

Menurut Prastowo (2011) LKPD terdiri dari enam unsur utama dan format dalam penyusunannya. Berikut unsur LKPD dipandang dari struktur dan formatnya: Tabel 2.3 LKPD dari struktur dan formatnya

No Struktur LKPD Format LKPD

1. Judul Judul

2. Petunjuk belajar Kompetensi Dasar yang akan

dicapai 3. Kompetensi Dasar atau materi

pokok

Waktu Penyelesaian

4. Informasi pendukung Peralatan/ Bahan untuk

menyelesaikan tugas 5. Tugas atau langkah-lagkah kerja Informasi singkat

6. Penilaian Langkah kerja

7. - Tugas yang harus dilakukan

E. 3 Fungsi, Tujuan, dan Manfaat LKPD

LKPD memiliki banyak fungsi, tujuan, dan kegunaan dalam pembelajaran. Berikut penjabaran dari masing-masing kajian yang dijelaskan menurut Prastowo ( 2011: 205-207):

1. Fungsi

a) sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik, namun lebih mengaktifkan peserta didik;

b) sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan;

c) sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih; dan d) memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.

2. Tujuan

a) menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk memberi interaksi dengan materi yang diberikan;

b) menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan;

c) melatih kemandirian belajar peserta didik; dan memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik; dan

d) Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik. 3. Manfaat

a) Memancing peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. b) Membantu siswa menemukan suatu konsep dalam belajar

Menurut Darmodjo dan Kaligis (1992:41-46) LKPD dikatakan berkualitas baik bila memenuhi syarat didaktik, konstruksi, dan teknis.

a. Syarat Didaktik

Syarat ini mengatur tentang penggunaan LKPD yang bersifat universal. Universal bermakna LKPD dapat digunakan untuk semua kemampuan siswa, baik untuk peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. LKPD lebih menekankan pada proses untuk menemukan konsep. Hal terpenting dalam LKPD ada variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan peserta didik. LKPD diharapkan mengutamakan pada pengembangan kemampuan komunikasi sosial,

emosional, moral, dan estetika pada diri peserta didik. Pengalaman belajar yang dialami peserta didik ditentukan oleh pengembangan pribadi peserta didik dan bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.

b. Syarat Konstruksi

Syarat konstruksi ialah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa-kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh pengguna yaitu peserta didik. Syarat konstruksi yaitu menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik dan menggunakan struktur kalimat yang jelas. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar kalimat menjadi jelas maksudnya, yaitu: 1) Hindarkan kalimat kompleks.

2) Hindarkan “kata-kata tak jelas” misalnya “mungkin”, “kira-kira”. 3) Hindarkan kalimat negatif, apalagi kalimat negatif ganda.

4) Menggunakan kalimat positif lebih jelas daripada kalimat negative.

5) Memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.

6) Hindarkan pertanyaan yang terlalu terbuka.

7) Tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan peserta didik.

8) Menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada peserta didik untuk menuliskan jawaban atau menggambar pada LKPD.

9) Menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek. 10) Menggunakan lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata.

11) Dapat digunakan untuk semua peserta didik, baik yang lamban maupun yang cepat.

12) Memiliki tujuan belajar yang jelas serta bermanfaat sebagai sumber motivasi. 13) Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.

c. Syarat Teknis

Syarat teknis menekankan penyajian LKPD yaitu berupa tulisan, gambar, dan penampilannya dalam LKPD sebagai berikut:

1. Tulisan

Teknis menyajikan tulisan yang baik pada LKPD meliputi:

a) Gunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf Latin atau Romawi. b) Gunakan huruf tebal yang agak besar untuk topik, bukan huruf biasa yang

diberi garis bawah.

c) Gunakan kalimat pendek, tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris.

d) Gunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik.

e) Usahakan perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi. 2. Gambar

Gambar yang baik dalam penggambaran masalah pada LKPD adalah yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada pengguna LKPD. Gambar fotografi yang berkualitas tinggi belum tentu dapat dijadikan gambar LKPD yang efektif. Hal penting pada LKPD adalah kejelasan pesan/isi dari gambar itu secara keseluruhan.

3. Penampilan

Penampilan merupakan salah satu penunjang penting pada LKPD. Hal pertama pada saat peserta didik menerima LKPD peserta didik akan tertarik pada penampilan LKPD, bukan isinya. Apabila suatu LKPD ditampilkan dengan penuh kata-kata, kemudian ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, hal ini menimbulkan kesan jenuh sehingga membosankan dan tidak menarik. Hal ini menimbulkan siswa merasa malas untuk mengerjakan LKPD. Begitu pula dengan LKPD yang hanya menggunakan gambar saja. LKPD menampilkan gambar saja membuat pesan dari masalah yang disajikan tidak akan tersampaikan dengan baik. Oleh sebab itu LKPD yang baik yaitu LKPD yang memiliki kombinasi antara gambar dan tulisan.

Sedangkan kualitas LKPD menurut Hermawan (Darmodjo dan Kaligis, 1992) harus memenuhi aspek-aspek penilaian yang meliputi (1) aspek pendekatan penulisan, (2) aspek kebenaran konsep, (3) aspek kedalaman konsep, (4) aspek keluasan konsep, (5) aspek kejelasan kalimat, (6) aspek kebahasaan, (7) aspek penilaian hasil belajar, (9) aspek kegiatan peserta didik, (10) aspek keterlaksanaan, dan (11) aspek penampilan fisik.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dapat disebut LKS adalah bahan ajar yang berisi tugas yang disertai dengan petunjuk dan langkah- langkah dalam menyelesaikan tugas sehingga mampu membuat siswa membangun pengetahuan dan pemahaman secara mandiri serta mengembangkan kemampuan yang diharapkan. LKPD yang dikembangkan mengajukan masalah- masalah kontekstual yang harus disertai gambar dan tulisan.

Dokumen terkait