• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pauline Rudd

Apa arti keberadaan kita? Apakah, jika ada, maksud dari semua usaha kita untuk hidup lebih dari sekedar bertahan secara fisik? Mengapa mimpi kita tentang dunia menemukan keindahan, kebenaran, dan kedamaian sangatlah mendesak? Dan kenapa kita menjawab banyak pertanyaan dan membawa diri kita untuk bertemu dengan tantanga yang tidak mungkin?

Banyak sekali, jika tidak semuanya dari kita telah menemukan dorongan yang sangat kuat untuk berpegang teguh diri kita pada pencaraian hidup yang panjang untuk menjawab pertanyaan seperti hal tersebut. Lebih jauh lagi pada saat komitmen kita merasakan andrenalin mengalir dan nadi kira berpacu sebagaimana jantung kita berdenyut dengan cepat. Dengan sendirinya kita mengakuikita tidak memilih pilihan yang mudah, diamna perjalan tersebut akan melibatkan risiko yang tidak dapat diperkirakan, dimana penelitian tersebut akan menuntut ―darah,

165 kerja keras, air mata dan keringat,‖ dan sesuatu yang terbaik yang harus kita tawarkan menegnai diri kita akan menjadi hampir tidak cukup bagi tugas tersebut.

Pada mulanya, kita bahkan tidak pernah tahu dengan tepat apakah ini yang kita cari. Seperti ksatria king Artur dalam pencariannya mengenai Holy grail, kita harus masuk masuk hutan dalam tempat yang gelap dimana tidak ada baytasnya.

Kita tidak dalam kompetisi anatar satu dengan lainnya; penyelidikan akan membawa kita pada jalan yang berbeda yang panjang. Meskipun kita belajar secara pasti dari mereka yang berada disekitar kita, pada akhirnya kita bertanggung jawab untuk mengikuti secara tepat bats kita sendiri, untuk hal ini hanya dengan melakukan dari masing-masing kita akan membuat kontribusi yang unik kepada keseluruhan total ilmu dan pengetahuan manusia.

Kualitas yang telah lama diakui sebagai sesuatu yang penting dalam semacam penyelidikan termasuk dorongan, pandangan, integritas, ketekunan, menghormati yang lain, komitmen, kerendahan hati, dan semua yang meliputi, atribut yang beraneka bentuk, cinta. Ini semua adalah muatan kata dengantambahan nada yang puitis. Akan tetapi semua itu juga setiap hari ideal dimana kita hadir untuk mengharapkan seseorang untuk menikamatinya sepuasnya, apakah mereka iotu direktur perusahaan, ilmuan, artis, teolog, penenliti, pekerja tangan, perawat atau politisi.

Ksatria King Arthur, yang juga pemikir agama dsan filusuf, tahu bahwa kalau kita bercita-cita kepada kebaikan, tak ada seorangpun dari kita dapat berharap untuk mencapai potensi kita yang penuh. Sebagaimana St. Paul dalam suratnya pada Korintians, kita harus memperoleh iman yang cukup untuk memindahkan gunung dan kita harus memahami semua misteri, akan tetapi jika kita tanpa cinta, semua kerja kita, semua usaha kita, dan semua usaha kita adalah tidak berharga sama sekali.

Pembagian pengalaman kita mengkat kita bersama-sama dan jauh lebih kuat dari pada perbedaan kita. Apapun yang kita panggil, smua pencarian makna dipahami dalam kabut dimana memberikan isyarat yang tidak diketahui kita dengan segenap segenap potensi dan kemungkinan yang tidak terbatas. Kita

166 semua berjuang untuk mengungkapkan masa lalu kita, seperti memahami impian tentang kenyataan.

Bagi beberapa orang, berkontemplasi pertama tersebut adalah transformasi kedalam kedudukan pertnyaan atau seri pertanyaan; yang lainnya mengekspresikannya dalam musik atau memahat, dan meski banyak dari kita menafsirkan mereka sebagai pertemuan dengan kehidupan Tuhan. Kebutuhan kita untuk hadir pada istilah tersebut (pertemuan dengan Tuhan) dengan anugerah kreatif mengamanatkan kita semua pada pencarian melalui ekspresi artikulasi yang kita dapat membaginya dengan yang lain. Kita tekun pada setiap tingkat untuk menemukan catatan yang tepat, warna yang benar, kata yang tepat, pengalaman yang definitive.

Selanjutnya perubahan mimpi kita terhadap kenyataan menunjukkan pada kita semua kepada kemungkinan dari kegagalan, membuka ketidak cukupan kita, mengenai penyimpangan apa yang sebenarnya muncul dan tidak dapat disselewengkan sebelum usaha kita untuk menggengamnya, mendifinisikan, dan memberikan bentuk terhadap apa yang kita alami dalam kekabutan. Kekaguman yang kecil dimana kesempatan untuk berjanji pada penyelidikan kadang-kadang menakutkan, selalu menglhami kekaguman, menuntut dorngan yang tanpa kecuali, dan memerlukan ditemani dengan pandanagn tentang apa yang dapat diraih.

Lebih jauh lagi, untuk memperkaya dan mengembangkankontribusi kita sangat lah penting bagi kita untuk membagi pengalaman kita dengan mereka yang menjalani yang berbeda dengan kita. Bagi seorang ilmuan dan agamawan untuk bergiat dalam sebuah diskusi dimana terdapat pertemuan pikiran bukanlah tugas yang sepele. Semangat, visi, ketekunan, menghormati yang lain, komitmen, rendah hati, dan cinta adalah tidak pernah dibutuhkan dari pada ketika kita berkontemplasi membagi sesuatu yang berharga tidak terbatas pada kita dengan seseorang yang siapa saja kita percayai yang tidak menghargai hal itu, atau lebih parah lagi, memandang rendah terhadap hal itu.

Generasi kita bergerak dalam skala besar pengkotakan pengetahuan. Kita adalah dalam masa spesialis dan informasi yang kebablasan adalah kenyataan

167 sehari-hari. Sangat sedih untuk mengatakan dengan system yang kita ketahui dengan baik, dimana kita memilikimotoritas dan pnegetahuan. Bagaimanapun juga, pertanyaan mendasar ―Untuk apakah semua pengetahuan kita yang meningkat in?‖ membutuhkan pembicaraan yang mendesak dan oleh kita semua. Kita harus berani untuk bicara satu dengan lainnya bahkan terhadap resiko untuk merubah ide kita dalam terangnya informasi baru. Jika kita memahami meski sedikit dari inti alam semsesta, sifat Tuhan, atau apakah arti untuk menjadi manusia, kita butuh untuk mengkombinasikan semua pengetahuan kita yang dapat membawa kita dari berbagai pandangan kita.

Sains telah membuka pandangan kenyataan dalam bidah seperti komunikasi, penjelajahan angkasa, rekayasa genetika, robot, dan kedokteran. Agama beasar dunia adalah warisan yang tak ternilai harganya yang dengan keunikannya, memeilki pontensi untuk menggabungkan dan mengekspresikan semua aspek dari pengalaman manusia melalui puisi, seni, musik, symbol, dan ritual. Mereka dapat mengembangkan untuk mengakomodsi harapan terdalam dan aspirasi dari setiap generasi baru. Akan tetapi hal ini akan terjadi kita semua membutuhkan untuk berefleksi pada pengetahuan sekarang yang muncul dari disiplin tertentu dan untuk menghubungkan ini pada kebutuhan terdalam dari spirit manusia.

Pailine Ruud adalah Dosen pada universitas dan Peneliti Tamu Senior Institut Glycobilogi pada Universitas Oxford. Ia adalah anggota dari Kominitas AnglicanSt. Mary the Virgin di Wantage.

Dokumen terkait