• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sains dan agama, pada masa lalu bersumpah menjadi musuh, nampaknya menjadi berhadapan untuk bekerjasama dalam abad 21 ini. Lihatlah pada judul dari beberapa buku yang diterbitkan pada akhir dekade ini: Dapatkah Saintis Percaya? Oleh Nevill Mott, Pikiran Tuhan ileh Paul Devis, Ilmu tentang Tuhan oleh Gerald Schroeder. Ini bukanlah karya yang aneh tetapi akademik terkemuka.

158 Selalu terdapat ilmuan yang juga menjadi ahamawan yang kuat—Isaac Newton, Michael Faraday, dan James Clerk Maxwell adalah contoh yang terkenal. Akan tetapi ini adalah representasi dari minoritas kecil, dan sampai saat ini kebanyakan dari kolega mereka adalah agnostik. Bagaimanapun juga dalam pertengahan terakir abad ini, para sekularis mengakui untuk menempatkan Tuhan dalam pikiran mereka.

Fred Hoyleahli astrofisika dan kosmologi ternama, adalah jenis contohnya. Hoyle memulai karir ilmiahnya sebagi ateis. Setelah Perang Dunia II, disaat timbulnya teka-teki mengenai proporsi dari elemen yang berbeda, hidrogen, oksigen, karbon, besi, penghantar, dan seterusnya, di alam semesta ini—mengapa beberapa orang berkomentar dan yang lainnya jarang—ia memilki pikiran yang cemerlang. Mengira bahwa mereka dibentuk dalam interior bintang yang panas dan luas pada masa awal perkembangan alam semesta; yang itu menjadi mungkin untuk menghhitung proporsi kehadiran elemen di alam semesta saat ini dari struktur inti yang diturunkan oleh laboratorium eksperimen fisika nuklir. Hoyle memulai program ini dan segera mewnemukan hambatan yang serius. Karbon adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan, akan tetapi dengan data pada penyelesainnya itu menjadi tidak stabil dan menyebabkan tidak dapat bertahan. Hanya dengan cara ide luar yang berani bahwa terdapat adanya tingkat energi yang sampai sekarang tidak ditemukan dalam inti karbon yang kecil. Ekeperimen telah disusun, dan tingkatannya telah ditemukan secara tepat sebagaiman ayang diperkirakan. Hoyle menjadi yakin bahwa ini bukanlah kebetulan akan tetapi bukti dari desain yang rumit.

Selama beberapa dekade, bukti dari disain menjadi jeals dimana-mana. Massa dari dua pemilih dasar persoalan, elektron dan proton, telah dikenal pada permulaan abad ini. Rasio mereka dalah ―lam yang konstan‖. Tak ada orang yang banyak perhatian tentang hal itu. Akan tetapi lantas para ilmuan menjadi sadar bahwa dengan pentingnya nilai vital yang tepat—jika hal itu berubah dalam jumlah yang kecil, sebagaimana kita tahu kehidupan akan menjadi tidak mungkin lagi. Tidak hanya itu, jenis yang sama dari ―fine-tuning‖ telah ditemukan dalam alam konstan yang lain dan dalam aspek dasar dari asatronomi alam semesta ini.

159 Selanjutnya kesimpulan yang dapat digambarkan sesuai dengan pikiran agama. Pertama, terdapat desain dalam alam semesta—sebagaimana Hoyle sebutkan dalam outobiografinya: ―Pandangan ateistik bahwa alam semsta hanya terjadi disini tanpa tujuan dan sekalipun dengan struktur logika yang sangat indah sekali nampak bagi Saya menjadi hal yang bodoh.‖ Kedua, bahwa manusia adalah gambaran penting dalam desain alam –untuk mengutip Freeman Doysen, ahli fisika teorits terkemuka, ―saya tidak merasa seperti makluk asing di alam semesta ini. Semakin banyak saya mengkaji alam semesta ini dan belajar secara detail arsitekturnya, saya menemukan semakin banyak bukti bahwa alam semsta dalam beberapa arti harus diketahui bahwa kita dalah pendatang‖. Ini berbeda nyata sekali dengan pandangan konvensional mengenai evolusi bahwa manusia muncul tanpa direncanakan.

Keuntungan dari hubungan tempaan antara sains dan agama menjadi bukti tidak saja dalam mencoba untuk memahami alam semsta secara luas dan bagaimana sebagai makluk hidup yang datang disini, tetapi juga semakin dekat ke rumah. Saya merujuk kepada cara sains dan teknologi yang berdampak pada masayarakat.

Kita semua sadar tentang keuntungan yang diberikan oleh jenis penelitian dan pengembangan. Setipa aspek dari hidup kita sehari-hari telah dipengaruhinya. Rumah menajdi nyaman disemua musim, standar kehidupan meningkat secara tajam, otomatisasi telah mengalihkan hal yang membosankan dari pekerjaan yang kasar dan menyusutnya pekerjaan mingguan. Transportasi modern memudahkan kita untuk bepergian dengan mudah, kemajuan dalam pengobatan telah meningkatkan secara tajam harapan untuk hidup, dan ledakan informasi telah memudahkan kita untuk memilih pengetahuan yang tepat dari kepentingan subjek.

Akan tetapi kita juga menjadi sadar konsekuensi tertentu yang tidak kita inginkan ketika sainsdan teknologi jatuh pada tangan bebas. Jalan air telah terpolusi oleh limbah kimia, penggunaan reaktor nuklir telah memunculkan kecelakaan yang mengerikan seprti Chernobil dengan pengaruh yang panjang dan serius, dan pelepasan gas-gas tertentukedalam atmosfir mungkin akan membawa pada pemanasan global dengan konsekuensi yang tak dapat diduga. Penemuan

160 obat serangga nampak pertama kali menjadi hadiah dari surga untuk melindungi dan menaikkan suplai makanan kita. Akan tetapi setelah beberapa tahun serangga asli menjadi terbunuh, dan tempat mereka diganti dengan yangb lebih mematikan, dan perlawanan yang lebih menegangkan.Burung dan ayam yang makan seranggga menjadi teracuni; obat serangga menemukan jalannya masuk kedalam tubuh manusia dan menyebabkan kanker. Curahan hujan membasuh zat kimia kedalam bumi dan kedalam kebutuhan air.

Penemuan dari struktur molekul DNA yang mengkontrol gen dan keturunan dalam makluk hidup telah membuka pintu pada rekayasa genetika. Sekarang, hal itu menjadi tampak, gen yang mengkontrol personalitas, kemampuan, dan sifat pembawaan lainnya yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya mungkin berubah. Bagaimana luarbiasanya jika kerusakan turunan yang menyebabkan hemopilia, anemia sikel sel, cystic fibrosis, dan penyakit lain yang menakutkan yang dapat dibenarkan. Akan tetapi bagaimana mengkawatirkan jika kekuatan untuk merubah personalitas manusia telah dieksploitasi. Ini adalah pukulan uatama akhir-akhir ini ketika para ilmuan berhasil dalam kloning kambing. Mungkinkah hal ini diperluas kepada manusia? Sekumpulan pertanyaan besar adalah muncul dimana sains dengan segala yang dimilikinya tidak dapat melengkapi untuk mengerjakan. Mengapa tidak mengambil agama sebagai patner?

Albert Einstein, ilmuan terbesar abad ini, menulis pada tahun 1942: ―Agama tanpa sains adalah buta, sains tanpa agama adalah pincang.‖ Sekitar duapuluh tahun sebelumnya ilmuan besar lainnya, William Bragg, berkata sebagai berikut: ―Kadang-kadang seseorang bertanya jika agama dan sains tidak berlawanan satu dengan lainnya. Mereka, dalam arti bahwa ibu jari dan jari-jari tangan saya adalah berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini dalam arti dimana segalanya dapat digenggam.‖ Sangat penting bahwa ketika pemerintahan Inggris akhir-akhir ini menetapkan komite untuk melaporkan etika tentang Kloning, mereka menunjuk sekertaris John Polkinghorne, ahli fisika energi tinggi yang terkemuka, yang berpindah ke teologi dan ditasbihkan menjadi pendeta. Mungkin ini adalah gembar-gemboran abad 21.

161 Cyril, F.R.S., adalah mantan guru besar Fisika pada Bar-llan University di Israel, dulunya ia adalah presiden akademik Jerusalem College of technology dan Guru Besar Fisika Teoritis pada King’s College, London, Domb telah dianugerahi penghargaan The Max Born pada Tahun 1981.

.

Dokumen terkait