• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

5.3 Perdagangan kalong kapauk .1Rantai perdagangan .1Rantai perdagangan

5.3.2 Lokasi penjualan

Perdagangan kalong kapauk dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berjualan keliling dan berjualan menetap di suatu lokasi. Perdagangan kalong kapauk dengan cara berjualan keliling dilakukan dengan mendatangi pembeli (menggunakan sepeda motor) di daerah-daerah yang masyarakatnya memiliki minat yang tinggi untuk mengkonsumsi kalong kapauk (Gambar 16). Pedagang keliling ini juga mengantarkan kalong kapauk ke rumah makan dan warung tuak yang menjual kalong kapauk siap saji. Lokasi rumah makan dan warung tuak akan dijelaskan pada sub-bab karakteristik responden pemilik rumah makan dan warung tuak yang menjual kalong kapauk siap saji.

Gambar 16 Penjualan kalong kapauk dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor.

Perdagangan kalong kapauk dengan berjualan menetap di suatu lokasi dilakukan oleh pemburu kalong kapauk dan oleh pengumpul sekaligus pedagang kalong kapauk. Pemburu yang juga berperan sebagai pedagang kalong kapauk

(hasil tangkapan sendiri) dan pengumpul ini berjualan di pasar-pasar tradisional, yang berlangsung satu kali dalam seminggu. Berdasarkan hasil wawancara, terdapat 5 pasar tradisional yang biasanya menjadi lokasi perdagangan kalong kapauk (Tabel 1).

Tabel 1 Lokasi pasar tradisional yang menjual kalong kapauk, di dalam dan sekitar KHBT

No Kabupaten Kecamatan Desa Lokasi

1 Tapanuli Utara Pahae Jae Sarulla Pasar Sarulla 2 Tapanuli Utara Pahae Julu Onan Hasang Pasar Onan Hasang 3 Tapanuli Tengah Sibabangun Simanosor Onan Huta Padang 4 Tapanuli Selatan Batang Toru Batang Toru Pasar Batang Toru 5 Tapanuli Selatan Batang Toru Huta Raja Pasar Huta Raja 5.4 Karakteristik responden pemanfaat kalong kapauk

Responden terdiri dari pemburu kalong kapauk, pengumpul dan pedagang, pembeli, pemilik rumah makan dan warung tuak yang menjual kalong kapauk siap saji, dan pengkonsumsi kalong kapauk siap saji. Persentase responden berdasarkan masing-masing kategori dapat dilihat pada Gambar 17, sedangkan karakteristik umum seluruh responden pemanfaat kalong kapauk dapat dilihat pada Tabel 2.

Gambar 17 Persentase responden pemanfaat kalong kapauk berdasarkan masing-masing kategori.

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Usia (tahun) 10−15 3 4,35 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 2,70 4 2,55 16−25 4 5,80 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 4 2,55 26−35 26 37,68 1 16,67 2 10,00 3 13,04 8 21,62 40 25,48 36−45 23 33,33 3 50,00 6 30,00 10 34,78 12 32,43 54 34,39 46−55 12 17,39 2 33,33 8 40,00 11 47,83 10 27,03 43 27,39 56−65 1 1,45 0 0,00 4 20,00 1 4,35 6 16,22 12 7,64 Jenis Kelamin Pria 69 100,00 6 100,00 4 85,00 11 47,83 32 86,49 122 77,71 Wanita 0 0,00 0 0,00 16 15,00 14 52,17 5 13,51 35 22,29 Asal Suku Batak Toba 52 75,36 6 100,00 18 90,00 22 86,96 14 37,84 112 71,34 Angkola 6 8,70 0 0,00 2 10,00 2 8,70 4 10,81 14 8,92 Nias 11 15,94 0 0,00 0 0,00 1 4,35 2 5,41 14 8,92 Tionghoa 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 16 43,24 16 10,19 Karo 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 2,70 1 0,64 Agama Islam 1 1,45 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 16,22 7 4,46 Kristen 68 98,55 6 100,00 20 100,00 25 100,00 17 45,95 136 86,62 Budha 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 14 37,84 14 8,92 Pendidikan SD 32 46,38 0 0,00 8 40,00 10 34,78 4 10,81 54 34,39 SMP 23 33,33 0 0,00 7 35,00 7 30,43 13 35,14 50 31,85 SMA 14 20,29 6 100,00 5 25,00 8 34,78 20 54,05 53 33,76

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Matapencaharian Utama Buruh upahan 16 23,19 0 0,00 3 15,00 0 0,00 0 0,00 19 12,10 Kebun keluarga 35 50,72 4 66,67 12 60,00 0 0,00 9 24,32 60 38,22 Pedagang kios/keliling 2 2,90 2 33,33 4 20,00 0 0,00 0 0,00 8 5,10 Pemilik toko 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 12 32,43 12 7,64 Pegawai swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 16,22 6 3,82 PNS 0 0,00 0 0,00 1 5,00 0 0,00 8 21,62 9 5,73 Pemburu 8 11,59 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 8 5,10 Warung makan/minum 0 0,00 0 0,00 0 0,00 7 28,00 0 0,00 7 4,46 Warung tuak 5 7,25 0 0,00 0 0,00 18 72,00 0 0,00 23 14,65 Pelajar 3 4,35 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2 5,41 5 3,18

Keterangan : * = 2 orang pengumpul berasal dari Panti;

5.4.1 Pemburu

Usia pemburu sangat dipengaruhi oleh waktu perburuan. Pada hari libur sekolah dapat dijumpai pemburu berusia belasan tahun, sedangkan pada hari-hari biasa pemburu adalah orang dewasa yang terdiri dari umur 26-55 tahun. Bila dilihat dari latar belakang pendidikannya sebahagian besar pemburu (46,38%) hanya pernah duduk di bangku SD. Pemburu yang berlatar belakang pendidikan setingkat SMA adalah pemburu-pemburu dengan usia lebih muda. Rendahnya pendidikan pemburu juga menjadi penyebab terjadinya perburuan kalong kapauk.

Pemburu kalong kapauk yang berhasil diwawancarai sebahagian besar berasal dari Suku Batak Toba (75,36%) dan Suku Nias (15,94%). Hal ini terjadi karena pemburu dari Suku Batak lebih terbuka dan besedia dalam memberi informasi. Bila ditelusuri lebih dalam lagi ternyata jumlah pemburu yang berasal dari kedua suku ini hampir sama besar. Pemburu kalong kapauk yang berada di pinggiran hutan atau kebun umumnya berasal dari Suku Batak, sedangkan pemburu yang berada di dalam hutan atau kebun umumnya dari Suku Nias. Seluruh pemburu adalah pria dan umumnya beragama Kristen.

Aktivitas perburuan kalong kapauk di dalam dan sekitar KHBT sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Sebanyak 22 responden (31,88%) berburu kalong kapauk lebih dari 10 tahun, 34 responden (49,28%) berburu 5−9 tahun, 11 responden (15,94%) berburu 1−4 tahun, dan 2 responden (2,90%) berburu kalong kapauk kurang dari 1 tahun. Perburuan kalong kapauk dijadikan pekerjaan tambahan, karena umumnya pemburu memiliki pekerjaan tetap (Tabel 2) Responden mengetahui cara perburuan dari orang tua (66,67%) dan dari teman atau lingkungannya (33,33%). Awalnya pengetahuan tentang cara perburuan kalong kapauk ini menyebar dari satu daerah ke daerah lain, karena pemburu juga melakukan perburuan ke daerah-daerah baru yang belum melakukan perburuan.

Berdasarkan hasil wawancara, alasan responden berburu kalong kapauk adalah sebagai matapencaharian tambahan (62,32%), sebagai hiburan (17,39%), menganggap kalong kapauk sebagai hama (13,04%), dan karena adanya pesanan (7,25%). Umumnya pemburu menganggap profesi ini sebagai pekerjaan tambahan, karena meskipun mendapatkan uang yang lebih besar, perburuan hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja (musiman). Perburuan kalong

kapauk karena adanya pesanan terjadi di Desa Sipange, karena di tempat ini perburuan dilakukan tanpa musim.

Jumlah efektif pemburu dalam 1 lokasi penjaringan sebanyak 2-3 orang. Berdasakan hasil wawancara, 48 responden (69,57%) menjawab 2-3 orang dalam setiap lokasi; 15 responden (21,74%) menjawab 3−5 orang; dan 6 responden (8,70%) menjawab lebih dari 5 pemburu dalam 1 lokasi penjaringan. Sistem pembagian hasil perburuan dilakukan dengan membagi rata uang hasil penjualan kalong kapauk. Bentuk pembagian hasil antara pemilik jaring: pemburu (1): pemburu (2) adalah 1:1:1. Apabila jaring yang dipergunakan adalah milik pemburu 1, maka perbandingannya menjadi 2:1.

Anggota dalam setiap kelompok pemburu adalah teman atau anggota keluarga yang dianggap cocok untuk dijadikan teman dalam berburu kalong kapauk. Sebanyak 21 responden (30,43%) menjawab anggota tim masih merupakan keluarga dekat dan 48 responden lainnya (60,57%) menyatakan anggota tim merupakan teman dekat. Responden yang menjawab orang-orang dalam satu lokasi penjaringan biasanya tetap sebanyak 46 orang (66,67%), sedangkan yang menjawab tidak tetap sebanyak 23 orang (33,33%).

Perburuan kalong kapauk yang terjadi belum memperhatikan kelestarian dari kalong kapauk tersebut. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya perlindungan kalong kapauk. Hal tersebut juga didukung oleh hasil wawancara dengan pemburu kalong kapauk yang 100% mengatakan bahwa jumlah hasil tangkapan pemburu semakin berkurang. Menurut responden pemburu, berkurangnya hasil tangkapan disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah pemburu di dalam dan sekitar KHBT. Persepsi responden mengenai upaya perlindungan kalong kapauk dapat dilihat pada Gambar 18.

Gambar 18 Persentase persepsi pemburu mengenai upaya perlindungan kalong kapauk (n = 69).