DAFTAR TABEL
IV. Simulasi Dampak Anggaran KKP 2016 terhadap Pertumbuhan PDB
5.6 Mainstreaming Unsur Penanganan Kerugian dan Kerusakan (Loss and
Damage) Perubahan Iklim ke dalam RUU Perlindungan dan
Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, Petambak Garam di Pesisir
Kebijakan yang direkomendasikan tersebut mengandung implikasi sebagai berikut:
Pembentukan Satuan Tugas (Task Force) guna mendampingi dan memberikan konsultasi di dalam proses mainstreaming unsur kerugian dan kerusakan akibat dampak perubahan iklim ke dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.
Penugasan Satuan Tugas tersebut untuk menyusun kebijakan, strategi, program, peta jalan (roadmap) implementasinya, serta kriteria indikator, basis data, dan proses monitoring dan evaluasi untuk program asuransi perlindungan bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam dengan mengacu pada lesson learned pada Asuransi Petani atau Kelompok Tani dari Kementerian Pertanian.
Satuan Tugas tersebut dapat terdiri dari unsur-unsur Kementerian Kelautan dan Perikanan.
5.7 PDB Sektor Perikanan 2015 dan Proyeksi 2016
Dalam melakukan simulasi dampak anggaran KKP 2016 terhadap pertumbuhan PDB Perikanan, terlebih dahulu harus dilakukan pengelompokan jenis belanja, dan secara umum anggaran KKP dapat dikelompokkan kedalam jenis belanja Rutin (belanja pegawai, operasional perkantoran dan operasional mendukung TUSI), belanja modal, dan belanja subsidi masyarakat (belanja untuk masyarakat/pemda dan bantuan sosial).
Hasil simulasi Model Ekonomi Makro 2010 menunjukkan bahwa dampak dari anggaran KKP 2016 akan dirasakan lebih kuat oleh PDB Nasional. Hal tersebut dapat dimungkinkan karena anggaran KKP juga turut memberikan pengaruh terhadap terjadinya peningkatan permintaan atas produk sektor lain, sehingga dampaknya menjadi jauh lebih besar di tingkat Nasional dibandingkan di tingkat sektoral. Berdasarkan hasil simulasi, besaran pengaruh dari anggaran KKP 2016 terhadap pertumbuhan PDB Perikanan Primer sebesar 8,6%, dan PDB Perikanan Sekunder sebesar 11,0% (total 19,6% terhadap pertumbuhan PDB Perikanan yang diperluas). Pendekatan analisis serupa dapat dilakukan untuk melihat pertumbuhan PDB di sektor perikanan.
Analisis dan Kajian Pembangunan Kelautan dan Perikanan (Refocusing) 72
DAFTAR PUSTAKA
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, 2014. Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API). BAPPENAS: Jakarta.
Boomsma, P., and J. Oosterhaven. 1992. A Double Entry Method for the Construction of Biregional Input-Output tables. Journal of Regional Science, 23(3): 269-284.
Dewan Nasional Perubahan Iklim, 2013. Rekomendasi Kebijakan: Membangun Ketahanan Indonesia terhadap Loss and Damage. Dewan Nasional Perubahan Iklim: Jakarta.
Dunn WN. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik edisi kedua. Wibawa S, Asitadani D, Hadna AH, Purwanto EA, penerjemah: Darwin M, editor. Terjemahan dari Public Policy Analysis: An Introduction. Gajahmada University Press, Yogyakarta
Eriyatno dan F Sofyan. 2007. Riset Kebijakan Metode Penelitian Untuk Pascasarjana. IPB Press. Bogor.
Hewings, G.J.D., and R.C. Jensen. 1986. Regional, International and Multi-regional Input-Output Analysis. In Nijkamp, P (editor), handbook of Regional and Urban Economics, Vol. I, Elseiver Publishers, North Holland, Amsterdam.
Japan International Cooperation Agency, 2015. Report: Detailed Design of Pilot Activity on Crop Insurance in East Java Province.
Jensen, R.C., T.D. Mandeville, and N.D. Karunaratne. 1979. Regional Economic Planning: Generation of Regional Input-Output Analysis, Croom Helm, London
Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2015. Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. KKP: Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, 2015. Intended Nationally Determined Contributions by Republic of Indonesia. Jakarta.
Kresno S, E Nurlaela, E Wuryaningsih, dan I Ariawan. 1999. Aplikasi Penelitian Kualitatif dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Depkes RI. Jakarta.
Makridakis, S., Wheelwright, S.C., dan McGee, V. 1988. Metode dan Aplikasi Proyeksi. Edisi Kedua, Jilid 1. Alih Bahasa: Untung Sus Andriyanto dan Abdul Basith. Penerbit Erlangga, Jakarta.
McMenamin, D.G., and J.E. Haring. 1974. An Appraisal of Non-Survey Techniques for Estimating Regional Input-Output Models. Journal of Regional Science, 14(2): 191-205.
Miller, R.E. and P.D. Blair. 1985. Input-Output Analysis: Foundation and Extensions. Prentice Hall, Inc., Englewood Cliffs, New Jersey.
Muchdie, 1999, Model Input-Output Antar-Daerah: Prosedur Hibrida untuk Ekonomi Kepulauan, Edisi Pertama (ISBN: 979-95745-2-8), Direktorat KTPW-BPPT, Jakarta.
Muchdie, 1999, “Dampak Kebijaksanaan Pengembangan Wilayah KTI terhadap Perekonomian Nasional: Kajian Input-Output Antardaerah” dalam: Alkadri, Muchdie dan Suhandojo (Penyunting), Tiga Pilar Pengembangan Wilayah : Sumberdaya Alam, Sumberdaya Manusia dan Teknologi, Edisi Pertama, (ISBN : 979-95745-1-1), Direktorat KTPW-BPPT, Jakarta.
Muharam, F. 2008. Penawaran Ekspor Tuna Indonesia di Pasar Internasional. Buku: Meningkatkan Kinerja Usaha dan Perdagangan Tuna. BBRSEKP, BRKP – KKP, Jakarta.
Mulyono, S. 2000. Proyeksi Harga Saham dan Nilai Tukar: Teknik Box-Jenkins. Jurnal Ekonomi Keuangan Indonesia. EKI Vol. XLVIII, No. 2. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.
Pindyk and Rubinfeld. 1998. Econometric Models and Economic Forecasts. A Computer Handbook Using Eviews. By Hiroyuki Kawakatsu. Fourth Edition. Irwin McGraw-Hill. Boston-Massachusetts, Burr Ridge-Illinois, Dubuque-Iowa, Madison-Wisconsin, New York.
Richardson, H.W. 1985. Input-Output and Economic Base Multipliers: Looking Backward and Foreward. Journal of regional Science, 25(4): 607-661. Round, J.I. 1978. An Interregional Input-Output Approach to the Evaluation of
Non-Survey Methods. Journal of Regional Science, 18: 179-194.
Schaffer, W.A., and K. Chu. 1969. Non-Survey Techniques for Constructing Regional Inter Industry Models. Papers of Regional Science Association, 23: 83-101.
Smith, P., and W.J. Morrison. 1974. Simulating the Urban Economy. Pion Press, London
Stevens, B.H., G.I. Treyz, D.J. Ehrich, and J.R. Bower. 1983. A New Technique for Construction of Non-Survey Regional Input-Output Models. International Regional Science Review, 8(3): 271-286.
Sudarno S. 2011. History and Lessons Learned. Paper prepared for Revitalising Indonesia’s Knowledge Sector for Development Policy, AusAID, January 2011. The SMERU Research Institute.
Tajerin dan Y. Hikmayani. 2007. Posisi Perikanan Indonesia dalam Persaingan Ekspor di Pasar Internasional selama Periode 1985-2005. BBRSEKP, BRKP – KKP, Jakarta.
UN-Comtrade. 2013. Trade Analysis and Information System (TRAINS) UNCTAD terintegrasi Database WTO dan Database Comtrade, 1990-2011. www.un.org
Analisis dan Kajian Pembangunan Kelautan dan Perikanan (Refocusing) 74 West, G.R., and R.C. Jensen. 1982. An Interregional Input-Output Table for Queensland 1978/79: GRIT III. Report to the Department of Commercial and Industrial Development. Department of Economics. University of Queensland, St. Lucia.
West, G.R. 1986. Alternative Construction Procedures for A State Input-Output table. Report to Center for Economic Analysis and Statistics. West Virgina University.
West, G.R. 1990. Regional Trade Estimation: A Hybrid Approach. International Regional Science review, 13(1): 103-118.
West, G.R., Jensen, R.C., Cheesman, W.E., bayne, B.A., Robinson, J.J., Jancic, H., and Gahart, R.E. 1989. Regional and Interregional Input-Output Tables for Queensland 1985/86. Report to the Queensland Treasury Department. Department of Economics. University of Queensland, St. Lucia.
Widarjono, A. 2007. Ekonometrika: Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan Bisnis. Edisi Kedua. Penerbit Ekonusa, FE-UII, Yogyakarta.
Peraturan Perundangan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2014 tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam Rakyat yang Terkena Bencana Alam.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015-2019.