• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALA$ MA&'AL PLA(E&)A

Dalam dokumen Makalah Perdarahan Post Partum (Halaman 56-65)

4 esember 200 J hapsari266 . P97+@@7

. atar "elakang

erdarahan pas)apersalinan adalah kehilangan darah lebih dari 500 ml melalui jalan lahir &ang terjadi selama atau setelah persalinan kala III. erkiraan kehilangan darah biasan&a tidak

seban&ak &ang sebenarn&a# kadangkadang han&a setengah dari &ang sebenarn&a. *arah tersebut ter)ampur dengan )airan amnion atau dengan urin. *arah juga tersebar pada spons# handuk# dan kain# di dalam ember dan di lantai. =olume darah &ang hilang juga berariasi akibatn&a sesuai dengan kadar hemoglobin ibu. "eseorang ibu dengan kadar hemoglobin normal akan dapat men&esuaikan diri terhadap kehilangan darah &ang akan berakibat 'atal pada &ang anemia.

erdarahan pas)apersalinan adalah sebab penting kematian ibu P kematian ibu &ang disebabkan oleh perdarahan (perdarahan pas)apersalinan# pla)enta preia# solutio plasenta# kehamilan

ektopik# abortus# dan ruptura uteri$ disebabkan oleh perdarahan pas)apersalinan. "elain itu# pada keadaan dimana perdarahan pas)apersalinan tidak mengakibatkan kematian# kejadian ini sangat mempengaruhi morbiditas ni'as karena anemia dapat menurunkan da&a tahan tubuh. erdarahan  pas)apersalinan lebih sering terjadi pada ibuibu di Indonesia dibandingkan dengan ibuibu di

luar negeri.

erdarahan setelah melahirkan atau post partum hemorrhagic ($ adalah konsekuensi

 perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta# trauma di traktus genitalia dan struktur sekitarn&a# atau keduan&a.Q*iperkirakan ada 1+ juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunn&a paling sedikit 12,.000 !anita mengalami perdarahan sampai meninggal. "ebagian  besar kematian tersebut terjadi dalam !aktu + jam setelah melahirkan. *i Indonesia# "ebagian  besar persalinan terjadi tidak di rumah sakit# sehingga sering pasien &ang bersalin di luar

kemudian terjadi perdarahan post partum terlambat sampai ke rumah sakit# saat datang keadaan umumhemodinamikn&a sudah memburuk# akibatn&a mortalitas tinggi. enurut *epkes 9I# kematian ibu di Indonesia (2002$ adalah :50 ibu tiap 100.000 kelahiran hidup dan +3 dari angka tersebut disebabkan oleh perdarahan post partum.

erdarahan &ang disebabkan karena retensio plasenta dapat terjadi karena plasenta lepas

sebagian# &ang merupakan indikasi untuk mengeluarkann&a. lasenta belum lepas dari dinding uterus karena;

a$. /ontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta (plasenta adhesia$

 b$.lasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab ili korialis menembus desidua sampai miometrium sampai di ba!ah peritoneum (plasenta akretaperkreta$.

lasenta &ang sudah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum keluar# disebabkan oleh tidak adan&a usaha untuk melahirkan atau karena salah penanganan kala III# sehingga terjadi lingkaran konstriksi pada bagian ba!ah uterus &ang menghalangi keluarn&a plasenta (inkarserasio

 plasenta$. "ehingga dilakukan tindakan manual plasenta. . :ujuan Penulisan

. :ujuan @mum

ampu memahami se)ara men&eluruh tentang anual lasenta dan )ara pengeluaran manual  pasenta.

. :ujuan khusus

. Mampu memahami yang dimaksud dengan manual plasenta. 2. Mengetahui indikasi manual plasenta

1. Mengetahui langkah?langkah manual plasenta . :!7C@7 :93!

. Pengertian

anual plasenta adalah prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasin&a pada dinding uterus dan mengeluarkann&a dari kaum uteri se)ara manual &aitu dengan melakukan tindakan inasi dan manipulasi tangan penolong persalinan &ang dimasukkan langsung kedalam kaum uteri. ada umumn&a ditunggu sampai 30 menit dalam lahirn&a plasenta se)ara spontan atau dgn tekanan ringan pada 'undus uteri &ang berkontraksi. Bila setelah 30 mnenit plasenta belum lepas sehingga belum dapat dilahirkan atau jika dalam !aktu menunggu terjadi perdarahan &ang  ban&ak# pasenta sebaikn&a dikeluarkan dengan segera.

anual plasenta merupakan tindakan operasi kebidanan untuk melahirkan retensio plasenta. %eknik operasi plasenta manual tidaklah sukar# tetapi harus diperkirakan bagaimana persiapkan agar tindakan tersebut dapat men&elamatkan ji!a penderita.

. 9tiologi

Indikasi pelepasan plasenta se)ara manual adalah pada keadaan perdarahan pada kala tiga  persalinan kurang lebih +00 )) &ang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase#

retensio plasenta setelah 30 menit anak lahir# setelah persalinan buatan &ang sulit seperti 'orsep tinggi# ersi ekstraksi# per'orasi# dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir dan tali pusat putus. 9etensio plasenta adalah tertahann&a atau belum lahirn&a plasenta hingga atau melebihi !aktu 30 menit setelah ba&i lahir. ampir sebagian besar gangguan pelepasan plasenta disebabkan oeh gangguan kontraksi uterus.

anual plasenta dilakukan karena indikasi retensio plasenta &ang berkaitan dengan ; . Plasenta belum lepas dari dinding uterus dikarenakan>

a$ lasenta adhesie &aitu kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta

 b$ lasenta akreta &aitu implantasi jonjot korion plasenta hingga memasuki sebagian lapisan miometrium

)$ lasenta inkreta# &aitu implantasi jonjot korion pla)enta hingga men)apaimemasuki miometrium

d$ lasenta perkreta# &aitu implantasi jonjot korion plasenta &ang menembus lapisan otot hingga men)apai lapisan serosa dinding uterus.

e$ lasenta inkarserata# &aitu tertahann&a plasenta didalam kaum uteri &ang disebabkan oleh konstriksi ostium uteri.

. Plasenta sudah lepas, akan tetapi belum dilahirkan dan dapat terjadi perdarahan yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya

1. 3etensio plasenta tanpa perdarahan dapat diperkirakan arah penderita terlalu banyak hilang,

&eseimbangan baru berbentuk bekuan darah, sehingga perdarahan tidak terjadi,

&emungkinan implantasi plasenta terlalu dalam. . Pato'siologi

anual plasenta dapat segera dilakukan apabila ;

 :erdapat riwayat perdarahan postpartum berulang.  :erjadi perdarahan postpartum melebihi 400 cc Pada pertolongan persalinan dengan narkosa.

Plasenta belum lahir setelah menunggu selama setengah jam.

anual plasenta dalam keadaan darurat dengan indikasi perdarahan di atas +00 )) dan teriadi retensio plasenta (setelah menunggu C jam$. "eandain&a masih terdapat kesempatan penderita retensio plasenta dapat dikirim ke puskesmas atau rumah sakit sehingga mendapat pertolongan &ang adekuat.

*alam melakukan rujukan penderita dilakukan persiapan dengan memasang in'use dan memberikan )airan dan dalam persalinan diikuti oleh tenaga &ang dapat memberikan  pertolongan darurat.

. :anda dan #ejala Manual Plasenta

. namnesis, meliputi pertanyaan tentang periode prenatal, meminta in/ormasi mengenai episode perdarahan postpartum sebelumnya, paritas, serta riwayat multipel /etus dan polihidramnion. 8erta riwayat pospartum sekarang dimana plasenta tidak lepas secara spontan atau timbul perdarahan akti/ setelah bayi dilahirkan.

2. Pada pemeriksaan perBaginam, plasenta tidak ditemukan di dalam kanalis serBikalis tetapi secara parsial atau lengkap menempel di dalam uterus.

1. Perdarahan yang lama F 400 cc setelah bayi lahir. 4. Placenta tidak segera lahir F 10 menit.

Unt'k %en$e+'a!kan &+asenta #an$ /e+'% +e&as 9ika %asi( a)a :akt' )a&at %en*/a teknik %en'!'t C!e)e #ait' 'te!'s )i%asase &e!+a(an se(in$$a /e!knt!aksi /aik5 )an )en$an %e+etakkan  9a!i )i/e+akan$ 'te!'s )an i/' 9a!i )i)e&ann#a5 'te!'s )i&en*et )i anta!a 9a!i"9a!i te!se/'t )en$an %aks') 'nt'k %e+e&askan &+asenta )a!i )in)in$ 'te!'s )an %enekann#a ke+'a!. Tin)akan ini ti)ak+a( se+a+' /e!(asi+ )an ti)ak /+e( )i+ak'kan se*a!a kasa!.

"ebelum mengerjakan manual plasenta# penderita disiapkan pada posisi litotomi. /eadaan umum  penderita diperbaiki sebesar mungkin# atau diin'us <a-l atau 9inger Laktat. Anestesi diperlukan

kalau ada constriction ring  dengan memberikan suntikan diaEepam 10 mg intramuskular. Anestesi ini berguna untuk mengatasi rasa n&eri. 6perator berdiri atau duduk dihadapan ula dengan salah satu tangann&a (tangan kiri$ meregang tali pusat# tangan &ang lain (tangan kanan$ dengan jarijari dikun)upkan membentuk keru)ut.

Ga%/a! 1. eregang tali pusat dengan jarijari membentuk keru)ut

*engan ujung jari menelusuri tali pusat sampai plasenta. ika pada !aktu mele!ati seriks dijumpai tahanan dari lingkaran kekejangan (constrition ring $# ini dapat diatasi dengan

mengembangkan se)ara perlahanlahan jari tangan &ang membentuk keru)ut tadi. "ementara itu# tangan kiri diletakkan di atas 'undus uteri dari luar dinding perut ibu sambil menahan atau

mendorong 'undus itu ke ba!ah. "etelah tangan &ang di dalam sampai ke plasenta# telusurilah  permukaan 'etaln&a ke arah pinggir plasenta. ada perdarahan kala tiga# biasan&a telah ada  bagian pinggir plasenta &ang terlepas.

Ga%/a! 2. 8jung jari menelusuri tali pusat# tangan kiri diletakkan d i atas 'undus

 Qelalui )elah tersebut# selipkan bagian ulnar dari tangan &ang berada di dalam antara dinding uterus dengan bagian plasenta &ang telah terlepas itu. *engan gerakan tangan seperti mengikis air# plasenta dapat dilepaskan seluruhn&a (kalau mungkin$# sementara tangan &ang di luar tetap menahan 'undus uteri supa&a jangan ikut terdorong ke atas. *engan demikian# kejadian robekan uterus (per'orasi$ dapat dihindarkan.

Ga%/a! ,. engeluarkan plasenta

"etelah plasenta berhasil dikeluarkan# lakukan eksplorasi untuk mengetahui kalau ada bagian dinding uterus &ang sobek atau bagian plasenta &ang tersisa. ada !aktu ekplorasi sebaikn&a sarung tangan diganti &ang baru. "etelah plasenta keluar# gunakan kedua tangan untuk

memeriksan&a# segera berikan uterotonik (oksitosin$ satu ampul intramuskular# dan lakukan masase uterus. Lakukan inspeksi dengan spekulum untuk mengetahui ada tidakn&a laserasi pada agina atau seriks dan apabila ditemukan segera di jahit.

ika setelah plasenta dikeluarkan masih terjadi perdarahan karena atonia uteri maka dilakukan kompresi bimanual sambil mengambil tindakan lain untuk menghetikan perdarahan dan

ika tindakan manual plasenta tidak memungkinkan# jaringan dapat dikeluarkan dengan tang ()unam$ abortus dilanjutkan kuret sisa plasenta. ada u mumn&a pengeluaran sisa plasenta dilakukan dengan kuretase. /uretase harus dilakukan di rumah sakit dengan hatihati karena dinding rahim relati' tipis dibandingkan dengan kuretase pad a abortus. "etelah selesai tindakan  pengeluaran sisa plasenta# dilanjutkan dengan pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau  per oral. emberian antibiotika apabila ada tandatanda in'eksi dan untuk pen)egahan in'eksi

sekunder.

. &omplikasi

/ompikasi dalam pengeluaran plasenta se)ara manual selain in'eksi  komplikasi &ang

 berhubungan dengan trans'usi darah &ang dilakukan# multiple organ 'ailure &ang berhubungan dengan kolaps sirkulasi dan penurunan per'usi organ dan sepsis# ialah apabila ditemukan plasenta akreta. *alam hal ini illi korialis menembus desidua dan memasuki miometrium dan tergantung dari dalamn&a tembusan itu dibedakan antara plasenta inakreta dan plasenta perkreta. lasenta dalam hal ini tidak mudah untuk dilepaskan melainkan sepotong demi sepotong dan disertai dengan perdarahan. ika disadari adan&a plasenta akreta sebaikn&a usaha untuk mengeluarkan  plasenta dengan tangan dihentikan dan segera dilakukan histerektomi dan mengangkat pula sisa

sisa dalam uterus.

. P389@3 &!7!& M7@ P897: 2. Persetujuan :indakan Medik

In'ormed )onsent merupakan perstujuan dari pasien dan keluarga terhadap tindakan medi) &ang akan dilakukan terhadap dirin&a oleh dokterbidan. ersetujuan diberikan setelah pasien

diberikan penjelasan &ang lengkap dan objekti' tentang diagnosis pen&akit# upa&a pen&embuhan# tujuan dan pilihan tindakan &ang akan dilakukan.

. Persiapan 8ebelum :indakan . Pasien

. <airan dan selang in/use sudah terpasang. Perut bawah dan lipat paha sudah dibersihkan.

2. @ji /ungsi dan kelengkapan peralatan resusitasi

1. 8iapkan kain alas bokong, sarrung kaki dan penutup perut bawah

4. Medikamentosa

. nalgetika Phetidin ?2 mgGkg "", &etamin +cl 0,5 mgGkg "":, :ramadol ?2 mgGkg ""%

1. tropine 8ul/as 0,25?0,55 mgGml

4. @teretonika ksitosin,9rgometrin, Prostaglandin% 5. <airan 7a<l 0, dan 3

6. !n/use 8et

$. arutan ntiseptik PoBidon !odin 0% -. ksigen dengan regulator

. Penolong

. "aju kamar tindakan, pelapis plastic, masker dan kaca mata > 1 set 2. 8arung tangan ::Gsteril > sebaiknya sarung tangan panjang

1. las kaki sepatu boot karet% > 1 pasang 4. !nstrument

1$ /o)her; 2# "puit 5 ml dan jarum suntik no 23 2$ angkok tempat plasenta ; 1

3$ /ateter karet dan urine bag ; 1 +$ Benang kromk 20 ; 1 rol 5$ artus set

. Pencegahan !n/eksi 8ebelum :indakan

"ebelum melakukan tindakan sebaikn&a men)u)i tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air &ang mengalir untuk men)egah in'eksi. engeringkan tangan dengan handuk bersih lalu pasang sarung tangan *%%steril.

. :indakan Penetrasi &e &aBum @teri

. !ntruksikan asisten untuk memberikan sedati/ dan analgetik melalui karet in/use.

2. akukan kateterisasi kandung kemih.

<abut kateter setelah kandung kemih dikosongkan.

. Cepit tali pusat dengan kocher kemudian tegakan tali pusat sejajar lantai.

2. 8ecara obstetric maukkan satu tangan punggung tangan ke bawah% kedalam Bagina dengan menelusuri tali pusat bagian bawah.

1. 8etelah tangan mencapai pembukaan serBiks, minta asisten untuk

memegang kocher kemudian tangan lain penolong menahan /undus uteri. 4. 8ambil menahan /undus uteri, masukan tangan ke dalam kaBum uteri

sehingga mencapai tempat implantasi plasenta.

5. "uka tangan obstetric menjadi seperti memberi salam ibu jari merapat ke pangkal jari telunjuk%.

6. Melepas Plasenta dari indig @terus

. :entukan implantasi plasenta, temukan tepi plasenta yang paling bawah

"ila berada di belakang, tali pusat tetap di sebelah atas. "ila dibagian depan, pindahkan tangan ke bagian depan tal pusat dengan punggung tangan

menghadap ke atas.

"ila plasenta di bagian belakang, lepaskan plasenta dari tempat

implantasinya dengan jalan menyelipkan ujung jari di antara plasenta dan dinding uterus, dengan punggung tangan mengahadap ke dinding dalam uterus.

"ila plasenta di bagian depan, lakukan hal yang sama dinding tangan pada dinding kaBun uteri% tetapi tali pusat berada di bawah telapak tangan kanan. . &emudian gerakan tangan kanan ke kiri dan kanan sambil bergeser ke cranial

sehingga semua permukaan maternal plasenta dapat dilepaskan.

-atatan ; "ambil melakukan tindakan# perhatikan keadaan ibu (pasien$# lakukan penanganan &ang sesuai bila terjadi pen&uliit.

. Mengeluarkan Plasenta

. 8ementara satu tangan masih berada di kaBum uteri, lakukan

eksplorasi ulangan untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yang masih melekat pada dinding uterus.

2. Pindahkan tangan luar ke supra sim'sis untuk menahan uterus pada saat plasenta dikeluarkan.

1. !nstruksikan asisten yang memegang kocher untuk menarik tali pusat sambil tangan dalam menarik plasenta ke luar hindari percikan

darah%.

4. etakan plasenta ke dalam tempat yang telah disediakan. 5. akukan sedikit pendorongan uterus dengan tangan luar% ke

dorsokranial setelah plasenta lahir.

 erhatikan kontraksi uterus dan jumlah perdarahan &ang keluar  . ekontaminasi Pasca :indakan

Alatalat &ang digunakan untuk menolong di dekontaminasi# termasuk sarung tangan &ang telah di guanakan penolong ke dalam larutan antisepti)

. <uci :angan Pascatindakan

en)u)i kedua tangan setelah tindakan untuk men)egah in'eksi. . Perawatan Pascatindakan

. Periksa kembali tanda Bital pasien, segera lakukan tindakan dan instruksi apabila masih diperlukan.

2. <atat kondisi pasien dan buat laporan tindakan d dalam kolom yang tersedia.

1. "uat instruksi pengobatan lanjutan dan hal?hal penting untuk dipantau. 4. "eritahukan pada pasien dan keluarganya bahwa tindakan telah seesai

tetapi pasien masih memerlukan perawatan.

5. Celaskan pada petugas tentang perawatan apa yang masih diperlukan, lama perawatan dan apa yang perlu dilaporkan.i 3umah 8akit%

. P97@:@P 2. &esimpulan

anual plasenta adalah prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasin&a pada dinding uterus dan mengeluarkann&a dari kaum uteri se)ara manual &aitu dengan melakukan tindakan inasi dan manipulasi tangan penolong persalinan &ang dimasukkan langsung kedalam kaum uteri.

Indikasi pelepasan plasenta se)ara manual adalah pada keadaan perdarahan pada kala tiga  persalinan kurang lebih +00 )) &ang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase#

tinggi# ersi ekstraksi# per'orasi# dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir dan tali pusat putus. lasenta sudah lepas# akan tetapi belum dilahirkan dan dapat terjadi perdarahan &ang merupakan indikasi untuk mengeluarkann&a. ampir sebagian besar gangguan pelepasan plasenta

disebabkan oeh gangguan kontraksi uterus. . 8aran

. Masyarakat uas

as&arakat maupun ibuibu dalam masa kehamilann&a# dapat menjaga kesehatan selama hamil dengan maksimal# makanmakanan &ang bergiEi# konsumsi ?e dan istirahat &ang )ukup agar selama proses persalinan tidak terjadi kega!atan. "erta mampu memahami alasan dilakukann&a manual plasenta apabila plasenta belum lahir M 30 menit setelah ba&i lahir dan terjadi perdarahan agar dapat men&elamatkan pasien sesegera mungkin.

. Petugas &esehatan

etugas kesehatan harus mengetahui sedini mungkin pen&ebab plasenta tidak lahir segera setelah  ba&i lahir# serta melakukan tindakan segera apabila pasien mengalami perdarahan kala III# dan

merupakan indikasi untuk dilakukan&a manual plasenta dan untuk menurunkan angka kematian ibu.

"umber ; koleksi ediague.!ordpress.)om dikumpulkan oleh 94.apsari

Dalam dokumen Makalah Perdarahan Post Partum (Halaman 56-65)

Dokumen terkait