A. Latar Belakang
Perdarahan postpartum adalah perdarahan atau hilangnya darah sebanyak lebih dari 500cc yang terjadi setelah anak lahir baik sebelum, selama, atau sesudah kelahiran plasenta. Menurut waktu kejadiannya, perdarahan postpartum sendiri dapat dibagi atas perdarahan postpartum primer yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir, dan perdarahan postpartum sekunder yang terjadi lebih dari 24 jam
sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran bayi !.".# Manuaba, 200$%.
&ematian ibu hamil dapat diklasi'kasikan menurut penyebab mediknya sebagai obstetric (langsung) dan (tidak langsung). Menurut laporan *+ 200-% bahwa kematian ibu di dunia disebabkan oleh perdarahan sebesar 25, penyebab tidak langsung 20, in/eksi 5, aborsi yang tidak aman 1, eklampsia 2, penyulit persalinan - dan penyebab lain $ epkes 3!, 200-%.
tonia uteri menjadi penyebab lebih dari 0 perdarahan pasca persalinan. ebih dari separuh jumlah seluruh kematian ibu terjadi dalam waktu 24 jam setelah
melahirkan, sebagian besar karena terlalu banyak mengeluarkan darah. *alaupun seorang perempuan dapat bertahan hidup setelah mengalami perdarahan setelah persalinan, namun ia akan menderita anemia berat.
!nsidensi perdarahan postpartum pada negara maju sekitar 5 dari persalinan, sedangkan pada 7egara berkembang bisa mencapai 2- dari persalinan dan
menjadi masalah utama dalam kematian ibu. Penyebabnya 0 dari atonia uteri, $ robekan jalin lahir, sisanya dikarenakan retensio plasenta dan gangguan
pembekuan darah mbar wi, 200%.
i !ndonesia diperkirakan ada 4 juta kasus perdarahan dalam kehamilan. 8etiap tahunnya paling sedikit 2-.000 perempuan mengalami perdarahan sampai
meninggal. Perdarahan pasca persalinan terutama perdarahan postpartum primer merupakan perdarahan yang paling banyak menyebabkan kematian ibu.
Perdarahan postpartum primer yaitu perdarahan pasca persalinan yang terjadi dalam 24 jam pertama kelahiran armin ina, 201%.
Menurut &ementerian &esehatan 3! tahun 200, tiga /aktor utama kematian ibu melahirkan adalah perdarahan 2-%, eklampsia 24%, dan in/eksi %. nemia dan kekurangan energi kronis &9&% pada ibu hamil menjadi penyebab utama
terjadinya perdarahan dan in/eksi yang merupakan /aktor utama kematian ibu. Menurut data *+, di berbagai negara paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, proporsinya berkisar antara kurang dari 0 persen sampai hampir 60 persen epkes 3!, 200%.
Menurut *+, 7egara yang berkembang memiliki angka kematian ibu 25 kematian ibu itu disebabkan oleh Perdarahan Post Partum. :erhitung lebih dari 00.000 kematian maternal pertahun. Menurut bulletin ( American Collage of Obstetrician and Gynecologists) menempatkan perkiraan 40.000 kematian ibu pertahun armin ina, 201%.
B. Defnisi Perdarahan Post Partum
Perdarahan pascapersalinan adalah perdarahan melebihi 500 ml pasca persalinan setelah bayi lahir mbar wi, 200%.
Perdarahan post partum adalah pendarahan yang terjadi sampai 24 jam setelah kelahiran dan biasanya melibatkan kehilangan banyak darah melalui saluran genital ;icky <hapman, 2006%.
Perdarahan pasca partum adalah perdarahan yang terjadi setelah kelahiran bayi, sebelum, selama dan sesudah keluarnya plasenta +arry =orn, 200%.
C. Pembagian Perdarahan Post Partum
Menurut waktu kejadiannnya, perdarahan post partum dibagi atas >
• Perdarahan postpartum primer yang terjadi dalam 24 jam setelah bayi lahir dengan jumlah 500 cc atau lebih.
• Perdarahan postpartum sekunder yang terjadi lebih dari 24 jam sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran bayi, dengan jumlah 500cc atau lebih !.".# Manuaba, 200$%.
D. Etiologi Perdarahan Post Partum
"anyak /aktor yang dapat menyebabkan perdarahan post partum, antara lain 4: :one dimished, :rauma, :issue, :hrombin% >
. :one imished > tonia uteri
tonia uteri adalah suatu keadaan dimana uterus tidak mampu untuk berkontraksi dengan baik dan mengecil sesudah janin keluar dari rahim.
Perdarahan postpartum secara 'siologis di kontrol oleh kontraksi serat ? serat myometrium terutama yang berada disekitar pembuluh darah yang
mensuplai darah pada tempat perlengketan plasenta. tonia uteri terjadi ketika myometrium tidak dapat berkontraksi. Pada perdarahan karena atonia uteri, uterus membesar dan lembek pada palpusi. tonia uteri juga dapat timbul karena salah penanganan kala !!! persalinan, dengan memijat uterus dan mendorongnya kebawah dalam usaha melahirkan plasenta, sedang sebenarnya bukan terlepas dari uterus. tonia uteri merupakan penyebab utama perdarahan postpartum.
"eberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya atonia uteri >
o #eneral anestesi pada persalinan dengan operasi %, nestesi yang dalam.
o @terus yang teregang berlebihan.
o &ehamilan kembar.
o Aetal macrosomia berat janin antara 4500 ? 5000 gram %.
o Polyhydramnion.
o &ehamilan lewat waktu, Partus lama.
o #rande multipara 'brosis otot?otot uterus %.
o !n/eksi uterus chorioamnionitis, endomyometritis, septicemia %.
o Plasenta preBia, 8olutio plasenta Aransisca, 202%. 2. :issue
o 3etensio plasenta
o 8isa plasenta
o Plasenta acreta dan Bariasinya.
pabila plasenta belum lahir setengah jam setelah janin lahir, hal itu
dinamakan retensio plasenta. +al ini bisa disebabkan karena > plasenta belum lepas dari dinding uterus atau plasenta sudah lepas akan tetapi belum
dilahirkan.
Cika plasenta belum lepas sama sekali, tidak terjadi perdarahan, tapi apabila terlepas sebagian maka akan terjadi perdarahan yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya. Plasenta belum lepas dari dinding uterus karena >
o &ontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta plasenta adhesiBa %
o Plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab Bilis komalis menembus desidBa sampai miometrium ? sampai dibawah peritoneum plasenta akreta ? perkreta %
Plasenta yang sudah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum keluar disebabkan oleh tidak adanya usaha untuk melahirkan atau karena salah
penanganan kala !!!. 8ehingga terjadi lingkaran konstriksi pada bagian bawah uterus yang menghalangi keluarnya plasenta inkarserasio plasenta %. 8isa plasenta yang tertinggal merupakan penyebab 20 ? 25 dari kasus
perdarahan postpartum. Aransisca, 202%. 1. :rauma
8ekitar 20 kasus perdarahan postpartum disebabkan oleh trauma jalan lahir akibat >
o 3uptur uterus
o !nBersi uterus
o Perlukaan jalan lahir
o ;aginal hematom
3uptur spontan uterus jarang terjadi, /aktor resiko yang bisa menyebabkan antara lain grande multipara, malpresentasi, riwayat operasi uterus
sebelumnya, dan persalinan dengan induksi o=ytosin. 3epture uterus sering terjadi akibat jaringan parut section secarea sebelumnya.
aserasi dapat mengenai uterus, cerBi=, Bagina, atau BulBa, dan biasanya terjadi karena persalinan secara operasi ataupun persalinan perBaginam dengan bayi besar, terminasi kehamilan dengan Bacum atau /orcep,
walaupun begitu laserasi bisa terjadi pada sembarang persalinan. aserasi pembuluh darah dibawah mukosa Bagina dan BulBa akan menyebabkan hematom, perdarahan akan tersamarkan dan dapat menjadi berbahaya karena tidak akan terdeteksi selama beberapa jam dan bisa menyebabkan terjadinya syok.
9pisiotomi dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan jika mengenai artery atau Bena yang besar, jika episitomi luas, jika ada penundaan antara episitomi dan persalinan, atau jika ada penundaan antara persalinan dan perbaikan episitomi.
Perdarahan yang terus terjadi terutama merah menyala % dan kontraksi uterus baik akan mengarah pada perdarahan dari laserasi ataupun episitomi. &etika laserasi cerBi= atau Bagina diketahui sebagai penyebab perdarahan
maka repair adalah solusi terbaik.
Pada inBersion uteri bagian atas uterus memasuki koBum uteri, sehingga tundus uteri sebelah dalam menonjol kedalam kaBum uteri. Peristiwa ini terjadi tiba?tiba dalam kala !!! atau segera setelah plasenta keluar.
!nBersio uteri dapat dibagi >
o Aundus uteri menonjol kedalam kaBum uteri tetapi belum keluar dari ruang tersebut.
o &orpus uteri yang terbalik sudah masuk kedalam Bagina.
o @terus dengan Bagina semuanya terbalik, untuk sebagian besar terletak diluar Bagina.
:indakan yang dapat menyebabkan inBersion uteri ialah perasat crede pada korpus uteri yang tidak berkontraksi baik dan tarikan pada tali pusat dengan plasenta yang belum lepas dari dinding uterus. Pada penderita dengan syok perdarahan dan /undus uteri tidak ditemukan pada tempat yang laDim pada kala !!! atau setelah persalinan selesai.
Pemeriksaan dalam dapat menunjukkan tumor yang lunak diatas serBi= uteri atau dalam Bagina. &elainan tersebut dapat menyebabkan keadaan gawat dengan angka kematian tinggi 5 ? $0 %. 3eposisi secepat mungkin memberi harapan yang terbaik untuk keselamatan penderita. Aransisca, 202%
4. :hrombin > &elainan pembekuan darah
#ejala?gejala kelainan pembekuan darah bisa berupa penyakit keturunan ataupun didapat, kelainan pembekuan darah bisa berupa >
o +ipo'brinogenemia,
o :rombocitopeni,
o !diopathic thrombocytopenic purpura,
o +9P syndrome hemolysis, eleBated liBer enDymes, and low platelet count %,
o ilutional coagulopathy bisa terjadi pada trans/usi darah lebih dari -unit karena darah donor biasanya tidak /resh sehingga komponen 'brin dan trombosit sudah rusak. Aransisca, 202%
E. aktor !esiko Perdarahan Post Partum
3iwayat hemorraghe postpartum pada persalinan sebelumnya merupakan /aktor resiko paling besar untuk terjadinya perdarahan postpartum sehingga segala upaya harus dilakukan untuk menentukan keparahan dan penyebabnya. "eberapa /aktor lain yang perlu kita ketahui karena dapat menyebabkan terjadinya perdarahan postpartum > . #rande multipara 2. Perpanjangan persalinan 1. <horioamnionitis 4. +ipertensi 5. &ehamilan multiple
6. !njeksi Magnesium sul/at
$. Perpanjangan pemberian o=ytocin Aransisca, 202%
. Mani"estasi Klinik Perdarahan Post Partum
. :anda ? tanda perdarahan post partum secara umum >
o Perdarahan postpartum dapat berupa perdarahan yang hebat dan menakutkan sehingga dalam waktu singkat ibu dapat jatuh kedalam keadaan syok. tau dapat berupa perdarahan yang merembes
perlahan ? lahan tapi terjadi terus menerus sehingga akhirnya menjadi banyak dan menyebabkan ibu lemas ataupun jatuh kedalam syok.
o Pasien mengeluh lemah, limbung, berkeringat dingin, menggigil
o Pada perdarahan melebihi 20 Bolume total, timbul gejala penurunan tekanan darah sistolik E0 mm+g% nadi F00= G menit% dan napas
cepat, pucat +b E-%, e=tremitas dingin, sampai terjadi syok mbar, 200%.
#ejala &linis berdasarkan penyebab> . tonia @teri
#ejala yang selalu ada > @terus tidak berkontraksi dan lembek dan perdarahan segera setelah anak lahir perdarahan postpartum primer%.
#ejala yang kadang?kadang timbul > 8yok tekanan darah rendah, denyut nadi cepat dan kecil,
ekstremitas dingin, gelisah, mual dan lain?lain% 2. 3obekan jalan lahir
#ejala yang selalu ada > perdarahan segera, darah segar mengalir segera setelah bayi lahir, kontraksi uteru baik, plasenta baik.
#ejala yang kadang ? kadang timbul > pucat, lemah, menggigil.
1. 3etensio plasenta
#ejala yang selalu ada > plasenta belum lahir setelah 10 menit, perdarahan segera, kontraksi uterus baik.
#ejala yang kadang ? kadang timbul > tali pusat putus akibat traksi berlebihan, inBersi uteri akibat tarikan, perdarahan lanjutan
4. :ertinggalnya plasenta sisa plasenta%
#ejala yang selalu ada > plasenta atau sebagian selaput mengandung pembuluh darah% tidak lengkap dan perdarahan segera
#ejala yang kadang ? kadang timbul > @terus berkontraksi baik tetapi tinggi /undus tidak berkurang.
5. !nBersio uterus
#ejala yang selalu ada > uterus tidak teraba, lumen Bagina terisi massa, tampak tali pusat jika
plasenta belum lahir%, perdarahan segera, dan nyeri sedikit atau berat.
#ejala yang kadang?kadang timbul > 8yok neurogenik dan pucat !.".# Manuaba, 200$%
#. Patofsiologi Perdarahan Post Partum
Pada dasarnya perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam uterus masih terbuka. Pelepasan plasenta memutuskan pembuluh darah dalam stratum
spongiosum sehingga sinus ? sinus maternalis ditempat insersinya plasenta terbuka.
Pada waktu uterus berkontraksi, pembuluh darah yang terbuka tersebut akan menutup, kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah sehingga perdarahan akan terhenti. danya gangguan retraksi dan kontraksi otot uterus, akan menghambat penutupan pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan yang banyak. &eadaan demikian menjadi /aktor utama penyebab perdarahan paska
persalinan. Perlukaan yang luas akan menambah perdarahan seperti robekan serBi=, Bagina dan perinium.
alam persalinan pembuluh darah yang ada di uterus melebar untuk meningkatkan sirkulasi ke sana, atonia uteri dan subinBolusi uterus menyebabkan kontraksi uterus menurun sehingga pembuluh darah yang melebar tadi tidak menutup sempura
sehingga terjadi per darahan terus menerus. :rauma jalan terakhir seperti epiostomi yang lebar, laserasi perineum, dan rupture uteri juga menyebabkan perdarahan karena terbukanya pembuluh darah, penyakit darah pada ibuH misalnya
a'brinogemia atau hipo'brinogemia karena tidak ada kurangnya 'brin untuk membantu proses pembekuan darah juga merupakan penyabab dari perdarahan dari postpartum. Perdarahan yang sulit dihentikan bisa mendorong pada keadaan shock hemoragik.
epasnya plasenta tidak terjadi bersamaan sehingga sebagian masih melekat pada tempat implementasinya yang akan menyebabkan terganggunya retraksi dan
menimbulkan perdarahan. Perdarahan placenta rest dapat diterangkan dalam mekanisme yang sama dimana akan terjadi gangguan pembentukan thrombus di ujung pembuluh darah, sehingga menghambat terjadinya perdarahan.
Pemebentukan epitel akan terganggu sehingga akan menimbulkan perdarahan berkepanjangan. !.".# Manuaba, 200$%.
FFF "aca Cuga Mengenai Pathway &eperawatan > Perdarahan Post Partum
$. Komplikasi Perdarahan Post Partum &omplikasi perdarahan postpartum adalah
. nemia yang dapat memperlemah kondisi klien, menurunkan daya tahan dan menjadi /aktor predisposisi terjadinya in/eksi ni/as.
2. &ematian akibat kehilangan darah yang tidak dapat ditangani. +arry =orn, 200%
%. Penatalaksanaan Perdarahan Post Partum . Penatalaksanaan Medis
:erapi Medis yang dapat digunakan
o Methergine 0,2 mg peroral setiap 4 jam sebanyak 6 dosis. ukung dengan analgesik bila terjadi kram.
o Pitocin 0 ? 20 unit dalam 000 cc cairan !;
o Methergine 0,2 mg !M bila tidak ada riwayat hipertensi
o Prostin supositoria perBagina, uterus atau rectum
o "ila perdarahan terus berlanjut beri +ernabate ampul per !M setiap 5 menit sebanyak tiga kali. "erikan dosis pertama 0 menit setelah
pemberian Prostin #eri Morgan, 200%. 2. Penatalaksanaan &eperawatan Penunjang Medis
o :ekan bagian segmen uterus bagian bawah dan keluarkan bekuan darah
o Periksa konsistensi uterus
. "ila terjadi atonia, pijat uterus
2. "ila tidak ada respon, lakukan kompresi bimanual 1. "erikan oksitoksik dan atau ergot, seperti berikut >
Pitocin 0 ? 20 unit dalam 000 cc cairan !;
Methergine 0,2 mg !M bila tidak ada riwayat hipertensi
Prostin supositoria perBagina, uterus, atau rectum
"ila perdarahan uterus berlanjut berikan +ernabate ampul per !M setiap 5 menit sebanyak tiga kali. "eri dosis pertama 0 menit setelah pemberian prostin.
4. anjutkan kompresi bimanual 5. Pantau ::; dan tanda syok
o "ila uterus terus berkontraksi dan perdarahan terus berlanjut, perhatikan apakah ada laserasi.
. "ila laserasi Bagina atau perineum derajat pertama atau kedua, segera perbaiki
2. "ila laserasi serBiks atau laserasi Bagina atau laserasi perineum derajat tiga atau empat> jepit perdarahan dan lakukan perbaikan bila terjadi hemostasis
o "ila terjadi tanda ? tanda syok>
. "erikan in/use 3 dengan cepat
2. "aringkan pasien dengan kaki sedikit dinaikkan 1. "erikan oksigen melalui masker
4. Caga pasien agar tetap hangat, beri selimut 5. Pantau tanda ? tanda Bital
o Pada kasus yang ekstrem, pertimbanngkan untuk melakukan hal?hal berikut>
. !njeksi oksitosin secara langsung ke uterus dengan trompet lowa 2. akukan kompresi aorta
1. akukan histerektomi atau I< bila diperlukan
o Penatalaksanaan tindak lanjut akukan uji hemotokrit >
. 8aat 2 jam setelah pelahiran 2. 8aat 24 jam sesudah pelahiran
1. Pertimbangkan pemberian suplemen Dat besi #eri Morgan, 200%.