BAB III METODE PENELITIAN
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Karena keterbatasan waktu, dana dan berbagai hal penelitian ini akan dilaksanakan pada setiap SMP Negeri di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Sedangkan untuk waktu penelitian, penelitian ini dimulai sejak bulan
79
November 2020 untuk mendapatkan data data pendukung yang menunjukan urgensi dilakukannya penelitian atau pre riset, kemudian proses penelitian dan pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2021 ketika semua instrumen telah diuji kevalidan dan reliabelannya.
Penelitian dilakukan secara bertahap dari mulai observasi hingga penulisan hasil analisis/laporan. Penelitian ini dimulai pada bulan Oktober 2020 sampai bulan Juni 2021
80 C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Arikunto (2015:117) populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian. Jadi yang dimaksud populasi adalah individu yang memiliki sifat yang sama walaupun prosentase kesamaan itu sedikit, atau dengan kata lain seluruh individu yang akan dijadikan sebagai obyek penelitian. Sedangkan menurut Sugiyono (2002:136), populasi adalah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Dalam penelitian kuantitatif populasi merupakan salah satu hal yang esensial dan perlu mendapat perhatian dengan seksama apabila peneliti ingin menyimpulkan suatu hasil yang dapat dipercaya dan tepat guna untuk daerah (area) atau objek penelitiannya. Jika peneliti ingin menyimpulkan sesuatu aspek tertentu, atau pada individu tertentu, atau pada individu tertentu dalam area tertentu atau terhadap peristiwa tertentu, ia perlu menentukan terlebih dahulu apa batasan wilayah, ojek atau peristiwa yang akan diselidikinya. Wilayah, objek, atau individu yang diselidiki memiliki karakteristik tertentu, yang akan mencerminkan atau memberi warna pada hasil penelitian. Secara umum ada beberapa karakteristik populasi yaitu antara lain (Nazir, 2003) :
a. Merupakan keseluruhan dari unit analisis sesuai dengan informasi yang akan diinginkan.
b. Dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda atau objek maupun kejadian yang terdapat dalam suatu area atau daerah tertentu yang telah ditetapkan.
c. Merupakan batasan (boundary) yang mempunyai sifat tertentu yang memungkinkan peneliti menarik kesimpulan dari kejadian tersebut.
d. Memberikan pedoman kepada apa atau siapa hasil penelitian itu dapat digeneralisasikan.
Dari beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi adalah keseluruhan objek dan subjek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu yang digunakan dalam sebuah penelitian, adapun populasi target dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan para guru di SMP Negeri tingkat Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Berikut penjelasan mengenai jumlah masing-masing kepala sekolah dan guru di SMP Negeri tingkat Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.
Tabel 3.3 Target Populasi Penelitian
Nama Sekolah Kepala Sekolah Guru Jumlah Total SMPN 4 Kota Tangerang
Selatan
1 47 48
SMPN 9 Kota Tangerang Selatan
1 48 49
SMPN 17 Kota Tangerang Selatan
1 54 55
81 SMPN 18 Kota Tangerang
Selatan
1 41 42
SMPN 21 Kota Tangerang Selatan
1 44 45
Jumlah Populasi 5 234 239
Berdasarkan table tersebut dapat diketahui bahwa jumlah populasi penelitian adalah 239 responden yang terdiri dari 5 kepala sekolah dan 234 guru.
2. Sampel
Menurut Sugiono (2007 :73) dalam bukunya, teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Dalam teknik sampling ada dua macam yaitu probality sampling dan non probability samping. Probability sampling diratikan sebagai teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sedangkan non probability sampling dimaknai sebagai teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atu anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Teknik sampel ini menggunakan jenis Proportionate Stratified Random Sampling yaitu teknik pengambilan dilakukan sampel bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Dalam hal ini dikarenakan responden yang dipilih adalah dari tempat mengabdi dan posisi yang berbeda.
Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan para guru di SMP Negeri tingkat Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan yang berjumlah 239. Dalam penelitian ini penulis mempersempit populasi yaitu jumlah seluruh populasi sebanyak 239 , dan besarnya sampel ditetapkan menggunakan teknik Slovin menurut Sugiyono (2011:87). Adapun penelitian ini menggunakan rumus Slovin karena dalam penarikan sampel, jumlahnya harus representative agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dan perhitungannya pun tidak memerlukan tabel jumlah sampel, namun dapat dilakukan dengan rumus dan perhitungan sederhana.
Berdasarkan rumus Slovin, maka besarnya penarikan jumlah sampel adalah sebagai berikut :
Keterangan:
n = Ukuran sampel/jumlah responden N = Ukuran populasi
E = sig. = 0,05
Responden yang akan dijadikan sasaran sampel penelitian menggunakan taraf kesalahan 5%. Dalam menentukan jumlah sampel yang akan dipilih, penulis
82
menggunakan tingkat kesalahan sebesar 5%, karena dalam setiap penelitian tidak mungkin hasilnya sempurna 100%, makin besar tingkat kesalahan maka semakin sedikit ukuran sampel.
Jadi rentang sampel yang dapat diambil dari teknik Solvin adalah antara 10-20 % dari populasi penelitian. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 239 yang masing-masing terdiri dari 5 kepala sekolah dan guru, sehingga presentase kelonggaran yang digunakan adalah 5% dan hasil perhitungan dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Maka untuk mengetahui sampel penelitian, dengan perhitungan sebagai berikut:
n =
2391+239 (0,05)Β²
n =
2391,5975
n = 149,6 disesuaikan oleh peneliti menjadi 150 responden.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, sampel yang didapat berjumlah 150. Jumlah sampel yang telah didapat selanjutnya dibagi menjadi 5 kelas sesuai dengan strata agar penentuan jumlah sampel dalam masing-masing sekolah mempunyai proposisi yang sama. Perhitungan jumlah sampel setiap strata dapat dihitung dengan rumus:
Sampel = Populasi
Total Populasi x Total Sampel
Berdasarkan data, populasi diambil dari 5 sekolah maka pengambilan sampel juga harus dihitung setiap jumlah responden dari masing-masing sekolah.
Perhitungan pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling disajikan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3.4
Data Perhitungan proportionate stratified random sampling No. Nama Sekolah Perhitungan Strata Hasil
1. SMPN 4 Kota Tangerang Selatan
48/239 x 150 30 responden 2. SMPN 9 Kota Tangerang
Selatan
49/239 x 150 31 responden 3. SMPN 17 Kota
Tangerang Selatan
55/239 x 150 34 responden 4. SMPN 18 Kota
Tangerang Selatan
42/239 x 150 26 responden 5. SMPN 21 Kota
Tangerang Selatan
45/239 x 150 29 responden
Jumlah 150 responden
Dari tabel diatas peneliti mengambil sampel kepala sekolah dan guru ditiap sekolah dengan pemberian angket yang sama agar antara kepala sekolah dan guru dapat menilai masing-masing kriteria pernyataan yang diajukan peneliti.
83 D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui 2 tahap yaitu : Studi dokumen dan studi lapangan.
1. Studi dokumen (Kepustakaan )
Teknik ini digunakan untuk mencari informasi terkait peraturan tentang kepala sekolah dan guru, termasuk mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan, dan mencari landasan teori yang menjadi landasan penelitian. Dokumen yang digunakan pada penelitian ini adalah data kepala sekolah dan guru, arsip sekolah, dan bukti pencapaian keberhasilan sekolah yang berupa foto, piagam, maupun yang sudah berhasil diterapkan disekolah.
2. Studi lapangan
Peneliti melakukan pengumpulan data pada objek penelitian di lapangan melalui :
a. Wawancara yaitu pengambilan data dengan pendekatan tatap muka dan daring, informasi dari proses wawancara digunakan sebagai data pembanding dengan hasil data yang didapat dari angket dan studi dokumen. Dalam pelaksanaan penelitian ini wawancara dilakukan kepada kepala sekolah dan perwakilan dari para guru yang diteliti.
b. Angket yaitu berupa daftar pertanyaan kepada responden, daftar pertanyaan dibuat berdasarkan indikator masing masing teori dan konsep yang diuraikan dalam kerangka pemikiran. Dalam penelitian ini angket menjadi instrumen utama untuk mendapatkan data primer penelitian, angket pada penelitian ini menggunakan skala likert.
Tabel 3.4
Penskoran Skala Likert (Ridwan, 2010) Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Selalu (5) Tidak Pernah (5)
Sering (4) Jarang (4)
Kadang-kadang (3) Kadang-kadang (3)
Jarang (2) Sering (2)
Tidak Pernah (1) Selalu (1) E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dari ketiga variabel penelitian adalah angket model skala likert juga dilengkapi dengan pedoman wawancara/interview. Penyusunan angket pada setiap variabel dilakukan dengan langkah sebagai berikut : a) Membuat kisi-kisi masing masing variabel berdasarkan indikator variabel. b) Penyusunan butir butir soal sesuai indikator variabel, c) melakukan analisis rasional untuk melihat kesesuaian dengan indikator serta ketepatan menyusun butir angket dari segi isi dan aspek yang diukur.
1. Instrumen Manajemen Berbasis Sekolah a. Definisi konseptual
Manajemen berbasis sekolah (MBS) berdasarkan konstruk dari tinjauan teori dalam penelitian ini didefinisikan sebagai proses mengelola sumber
84
daya secara efektif untuk mencapai tujuan yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dalam mendorong pengambilan keputusan partisipatif secara langsung semua komponen warga sekolah, yang meliputi : kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan masyarakat.
b. Definisi operasional
Berdasarkan konstruk teori maka manajemen berbasis sekolah yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah proses pelaksanaan atau penerapan konsep manajemen yang menggunakan karakteristik MBS. Maka implementasi kepemimpinan kepala sekolah dalam MBS yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peran kepala sekolah mempersiapkan implementasi MBS di SMP Negeri tingkat Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
c. Kisi-kisi instrument
Tabel 3.5
Kisi-kisi instrument variable manajemen berbasis sekolah Variabel Indikator Sub-Indikator
No.Item
85 Akuntabilitas
1. Pelaporan 2. Pertemuan 3. Kepuasan
terhadap sekolah
35 38 40,41
36,37 39
3 2 2
Jumlah Total 41
2. Instrumen kompetensi manajerial kepala sekolah a. Definisi konseptual
Berdasarkan konstruk tinjauan teori dalam penelitian ini kompetensi manajerial didefinisikan sebagai kapasitas individu yang meliputi kemampuan perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan dan supervisi dalam mengelola orang lain dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif.
b. Definisi operasional
Berdasarkan konstruk pada penelitian ini maka kemampuan manajerial kepala sekolah didefinisikan sebagai seperangkat kemampuan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan supervisi yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam mengelola orang lain dan memanfaatkan berbagai sumber daya, untuk mencapai tujuan sekolah.
c. Kisi-kisi instrument
Tabel 3.6
Kisi-kisi instrument variable kompetensi manajerial kepala sekolah Variabel Indikator Sub-indikator
No. Item Jumlah Positif Negatif
Kompetensi Manajerial
Kemampuan merencanakan
1. Menyusun program sekolah 2. Menciptakan ide 3. Berpikir imajinatif
2,3 4,5 7
1,6 4
2 1
86
3. Instrumen profesionalisme guru a. Definisi konseptual
Secara konseptual, profesional memiliki aturan-aturan dan teori, dimana keberadaan teori adalah untuk dilaksanakan dalam praktik dan unjuk kerja.
Teori dan praktik merupakan perpaduan yang tidak dapat dipisahkan.
Keterampilan yang dimiliki seorang guru dalam sebuah profesi sangat didukung oleh teori yang telah dipelajarinya. Jadi seorang guru yang profesional itu dituntut untuk lebih banyak belajar, membaca dan mendalami
87
teori tentang profesinya. Suatu profesi bukanlah sesuatu yang permanen, ia akan mengalami perubahan dan mengikuti perkembangan kebutuhan manusia atau dalam hal ini adalah peserta didiknya.
b. Definisi operasional
Berdasarkan konstruk teori maka profesionalisme guru yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pekerjaan yang dilakukan oleh ahli dimana dalam pekerjaan itu harus memiliki 4 kompetensi dalam mengajar yang antara lain kompetensi pedagogic, kompetensi social, kompetensi keperibadian, dan kompetensi professional.
c. Kisi-kisi instrument
Tabel 3.7
Kisi-kisi instrument variable profesionalisme guru Variabel Indikator Sub- indikator No. Item
Jumlah
88
F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Sebelum instrumen digunakan sebagai instrumen penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas guna mendapatkan instrumen yang secara valid dapat mengukur variabel penelitian dan konsistensi yang objektif.Pengujian validitas untuk instrumen angket atau kuesioner dalam penelitian ini akan menggunakan rumus product moment,yaitu :
rxy = π΅βπΏπβ(βπΏ)(βπ)
β[{NβX2β(βπ)2} {πβπ2β(βπ)2}]
Dengan Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
βxy : Jumlah perkalian variabel X dan Y
βx 2 : Jumlah Kuadrat nilai X
βy 2 : Jumlah Kuadrat nilai Y (βx) 2 : Jumlah X dikuadratkan (βy) 2 : Jumlah Y dikuadratkan
Uji validitas Instrumen pada penelitian ini dijabarkan dalam tabel hasil validitas instrumen pada lampiran , untuk setiap variable dengan jumlah responden 150 memiliki r table 0,1603. Dari perhitungan validitas dan realibilitas tersebut diperoleh instrument valid sebagai berikut.
Tabel 3.8
Hasil Validitas Instrumen
89
Variabel Interpretasi Butir Soal Jumlah Presentase Kompetensi
Sedangkan reliabilitas instrumen diuji menggunakan rumus analisis alpha cronbach yaitu :
r11 = ( π
πβ1) (
1 β
π΄π2π‘π2π‘) Dengan Keterangan :
r11 = Reliabilitas yang dicari
n = Jumlah item pertanyaan yang diuji
β ππ‘ 2 = Jumlah Varians skor tiap tiap item ππ‘ 2 = Varians Total
Kedudukan variabel dalam suatu penelitian dan hubungan antar variabel sangat menentukan kerangka penelitian yang digunakan. Pada hakikatnya variabel merupakan konsep yang mempunyai variasi nilai misalnya nilai tinggi dan rendah atau kurang, sedang dan tinggi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis variabel yang dilihat dari klasifikasi variabel berdasarkan posisi dan fungsi dalam penelitian diantaranya yaitu variabel eksogen dan endogen eksogen dengan model hubungan asimetris.
Dengan menggunakan aplikasi SPSS seperti terlampir hasilnya pada lampiran 3 maka didapatkan hasil analisis reliabilitas alpha Cronbach masing masing variabel sebagai berikut :
90 Tabel 3.9
Hasil Uji Realibilitas Instrumen
Variabel Alpha Cronbach Keterangan
Kompetensi Manajerial
Kepala Sekolah (X1) 0,914 Reliabel
Profesionalisme Guru
(X2) 0,912 Reliabel
Manajemen Berbasis
Sekolah (Y) 0,903 Reliabel
Semua Instrumen dalam variabel dikatakan reliabel jika hasil analisis Alpha Cronbach Lebih besar dari 0,06 (Sujarweni, 2014). Maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa semua instrumen variabel pada penelitian ini adalah reliabel.
G. Teknik Analisis Data
Hubungan antar variabel dalam penelitian ini diuji menggunakan model path analysis. Menurut Kadir (2015) Model ini bermanfaat untuk melihat fenomena yang diteliti, memprediksi nilai variabel bebas, faktor dominan yang menentukan kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan pengujian hipotesis. Analisis jalur memungkinkan penghitungan pengaruh variabel terhadap variabel terikat baik secara langsung maupun tak langsung.
Berikut adalah tahapan analisis data menggunakan model path analysis.
1. Uji Persyaratan Analisis Jalur dan Komparasi
Dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil pengolahan data tentang variabel variabel penelitian menggunakan perhitungan statistik inferensial dengan alat analisis jalur (path analysis) dengan uji persyaratannya adalah (1) normalitas, (2) homogenitas, (3) linieritas, (4) multikolinearitas, (5) autokorelasi, dan (6) heteroskedastisitas (Sudarmanto, 2008).
a. Uji Normalitas (Kolmogorov Smirnov)
Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas data sebagai persyaratan analisis dalam melakukan pengajuan hipotesis. Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini mensyaratkan data variabel harus berdistribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas data yang digunakan adalah uji Lilliefors melalui bantuan perangkat SPSS 25.00, dengan asumsi bahwa uji ini dianggap lebih akurat dengan jumlah responden 154. Uji normalitas ini menggunakan taraf kepercayaan sebesar 95% atau dengan taraf kesalahan 0,05.
Dengan hipotesis sebagai berikut :
H0= Data berdistribusi normal, jika nilai sig. > 0,05 H1 = Data tidak berdistribusi normal, jika nilai sig.< 0,05 Adapun Rumus dari uji Shapiro Wilk adalah sebagai berikut :
Keterangan :
91 Xi = Angka ke i pada data
π = Rata-rata Data
πΌπ = Koefisien test shapiro Wilk ππβπ+1 = Angka Ke n-i+1
Pada data Untuk uji normalitas pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan aplikasi SPSS 25.00 melalui uji Shapiro Wilk dengan asumsi apabila nilai sig. < 0,05 berarti data tidak normal. Sebaliknya jika nilai sig. > 0,05 maka data berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas (Levene)
Uji homogenitas pada penelitian ini menggunakan uji Levene, uji Levene digunakan untuk menguji kesamaan varians dari beberapa populasi, hipotesis yang digunakan pada uji ini adalah :
Ho : π1 = π2 β¦ β¦ β¦ = ππ
H1 : ππ β ππ π’ππ‘π’π π ππππππ‘ππ¦π π ππ‘π’ πππ πππππ (π,π) Untuk rumus levene adalah sebagai berikut :
Maka sesuai dengan hipotesis apabila homogenity of variances < 0,05 data dinyatakan tidak homogen dan sebaliknya jika homogenity of variances >
0,05 maka data dikatakan homogen.
c. Uji Linearitas (Deviation)
Sebelum melakukan analisis parametrik pada path analisis dilakukan uji linearitas dengan asumsi bahwa hubungan antar variabel membentuk pola yang linear. Jika garis hubungan antara variabel membentuk garis lurus maka analisis regresi untuk path analisis bisa dilanjutkan, namun jika garis hubungan antara variabel eksogen dan endogen tidak membentuk garis lurus maka analisis regresi tidak dapat dilakukan.
Rumus Yang digunakan pada uji linearitas menurut Sugiyono (2013) adalah sebagai berikut :
JK (T) = Y2 JK (A) = (π΄π)2
π
JK (b/a) = b
{ Ξ£
XY - (π΄π)(π΄π)π}
= {π π΄ππβ(π΄π)(π΄π)2}
π {π π΄π2β(π΄π)2}
JK (S) = JK (T) β JK (A) β JK (b/a) JK (TC) =
Ξ£ {Ξ£
Y - (π΄π)2π}
JK (G) = JK (S) β JK (TC)
92 Keterangan :
JK (T) = Jumlah Kuadrat Total JK (A) = Jumlah Kuadrat Koefisien a JK (b\a) = Jumlah Kuadrat Regresi JK (S) = Jumlah Kuadrat Sisa JK
(TC) = Jumlah Kuadrat Tuna Cocok Hipotesis pada uji ini adalah :
Nilai sig. deviation From Linearity > 0,05 = hubungan linear Nilai sig. deviation From Linearity < 0,05 = Hubungan tidak Linear.
d. Uji Multikolinearitas
Untuk menguji masalah multikolinieritas dapat melihat matriks korelasi dari variabel bebas, jika terjadi koefisien korelasi lebih dari 0,80 maka terdapat multikolinieritas(Gujarati, 2006). Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas antar variabel, salah satu caranya adalah dengan melihat dari Variance Inflation Factor(VIF) dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel bebas terhadap variabel bebas lainnya. Berikut persamaan model :
VIF :VIF= 1/(1-r2ij)
Berdasarkan model persamaan VIF tersebut maka apabila nilai korelasi antara variabel bebas dengan 1, maka perolehan nilai VIF yang tidak terhingga.
Sebaliknya apabila tidak terjadi kolinearitas antar variabel-variabel bebas (korelasi = 0), maka nilai VIF akan sama dengan 1.
Dengan menggunakan SPSS 25.00 uji ini dapat dilakukan dengan menggunakan asumsi bahwa jika nilai Tolerance > 0,10 artinya tidak terjadi multikolinearitas dan jika nilai tolerance < 0,10 maka terjadi multikolinearitas.
Kedua, Jika VIF > 0,10 maka terjadi multikolinearitas dan jika VIF < 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas.
e. Uji Autokorelasi (Durbin Watson)
Uji Autokorelasi menurut Ghozali 2016 bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kesalahan pengganggu periode t terhadap kesalahan pengganggu periode sebelumnya pada regresi linear. Model regresi yang baik adalah jika tidak terdapat autokorelasi pada hubungan antar variabel penelitian. Uji autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson dengan kriteria sebagai berikut :
Untuk rumus durbin Watson adalah :
Dengan hipotesis sebagai berikut : Ho : π= 0, artinya tidak ada autokorelasi Ha : π= 0, artinya ada autokorelasi
93
Dengan menggunakan program SPSS 25.00 dapat dilakukan pengukuran uji Autokorelasi dengan asumsi sebagai berikut :
d < dl atau d > 4 - dl : terdapat autokorelasi du < d < 4 - du : Tidak Terdapat Autokorelasi 4 β du < d < 4 β dl : Tidak dapat ditarik kesimpulan f. Uji Heteroskedastisitas (Gletsjer)
Uji heteroskedasitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual antara satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode glejser. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel-variabel bebas terhadap nilai absolut residualnya (Gujarati, 2004). Sebagai pengertian dasar, residual adalah selisih antara nilai observasi dengan nilai prediksi; dan absolut adalah nilai mutlaknya. Jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolut residu lebih dari 0,05 maka tidak terjadi masalah hateroskedastisitas.
Adapun rumus yang dipakai adalah sebagai berikut : ei = a + Γ Xi + vi
Dengan menggunakan SPSS 25.00 dapat dilakukan pengukuran uji heteroskedasitas glejser dengan asumsi sebagai berikut :
Sig. > 0,05 : tidak terjadi hateroskedastisitas Sig. < 0,05 : terjadi hateroskedastisitas 2. Analisis Jalur dan Hipotesis
a. Analisis Jalur Hubungan antar Variabel
Sebelum menganalisis tentang persamaan jalur terlebih dahulu diberikan gambaran diagram jalur :
Gambar 3.10 Diagram Jalur Penelitian
Persamaan struktural untuk diagram di atas adalah sebagai berikut : X2 = p21X1 + π
Y = py1X1 + py2X2 + π
Melalui gambaran diagram diatas peneliti melakukan uji korelasi variabel X1 pada variabel X2 (r12), variabel X2 pada variabel Y (ry2) kemudian
X1
X2
Y
ry1 py2
ry2 py2 p12
r12
94
variabel X1 pada variabel Y (ry1). Selanjutnya ditentukan koefisien jalur dengan langkah langkah berikut:
1) Menentukan Matriks Korelasi
Tabel 3.11 Matriks Korelasi
rij X1 X2 Y
X1 1,00 β¦ β¦
X2 1,00
Y 1,00
Pada tahap ini rumus korelasi dilakukan untuk masing masing variabel kompetensi manajerial kepala sekolah (X1), profesionalisme guru (X2) dan manajemen berbasis sekolah (Y).
2) Menentukan Koefisien Jalur r12 = p21
r1y = py1 + py2.r12 r2y = py1. r12 + py2
3) Uji Signifikansi Koefisien Jalur
Uji signifikan Koefisien jalur identik dengan uji signifikansi koefisien persamaan regresi, yaitu keduanya menggunakan statistik uji-t. Maka analisis jalur formula uji t adalah :
a) Jika pengaruh sederhana maka, sbi =
β
(1βππΒ²)(πβπβ1)
,
dengan k = jumlah variable eksogen b) Jika pengaruh parsial maka,sbi =
β
(1βπ 2)π·ππ(πβπβ1) Keterangan :
Pji = Koefisien jalur Xi ke Xj
R 2 = Koefisien determinasi Y atas X1 dan X2 K = banyaknya variabel bebas
Dii = elemen baris dan kolom ke-i dari diagonal utama matriks invers.
Dengan sb = standar error, standar eror ini ditentukan oleh pengaruh sederhana atau pengaruh parsial variabel eksogen terhadap endogen kriteria uji t ini adalah H0 diterima jika ti β€ t tabel, dan H0 ditolak jika ti> ttabel.
Dengan menggunakan derajat bebas (df) = n-k-1.
95
Namun pada penelitian ini analisis jalur diperoleh melalui aplikasi SPSS 25 menggunakan input regresi linear pada menu analisis. Analisis dilakukan terhadap tabel hasil output Summary untuk nilai R2 , kemudian tabel Anova untuk nilai F hitung, dan tabel Coefficient untuk nilai koefisien, t hitung dan nilai signifikan.
b. Analisis Perbandingan Hasil Variabel
Analisis perbandingan pada penelitian ini menggunakan uji test sampel bebas yang artinya kedua sampel yang digunakan untuk dicari perbandingannya keberadaannya tidak saling memengaruhi atau dengan kata lain kedua sampel yaitu kepala sekolah negeri dan swasta independent.
Adapun langkah langkah pengujian hipotesis dengan analisis Uji-t Sampel Bebas adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan hipotesis
2) Menghitung harga βtβ ditulis βt0 atau t hitungβ dengan rumus dibawah ini : t0 = π1βπ2
ππ
3) Menentukan harga t tabel berdasarkan derajat bebas (db), yaitu db = n1 + n 2 -2 (n1 dan n2 jumlah data kelompok 1 dan 2)
4) Membandingkan harga t0 dan ttabel dengan 2 kriteria : Jika t0 β€ ttabel maka (H0) diterima Jika t0 β₯ ttabel maka (H0) ditolak
5) Kesimpulan pengujian Jika H0 diterima berarti tidak ada perbedaan parameter rata rata populasi Jika H0 ditolak berarti ada perbedaan parameter rata rata populasi
6) Selanjutnya menentukan proporsi varians atau ukuran mengenai besarnya pengaruh (effect size) variabel perlakuan terhadap kriterium yang dinyatakan dengan rumus koefisien determinasi yang diturunkan dari transformasi statistik uji t dan r dengan rumus :
r2 = π‘0Β² π‘02+ππ
Selanjutnya pada penelitian ini analisis komparasi antar variabel tidak dilakukan secara manual namun dilakukan dengan bantuan SPSS 25. Dengan dasar pengambilan keputusan :
Jika Nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, maka terdapat perbedaan signifikan antar variabel pada sampel bebas.
Jika Nilai Sig. (2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan signifikan antar variabel pada sampel bebas.
Analisis menggunakan bantuan SPSS 25.00 didapatkan setelah data
Analisis menggunakan bantuan SPSS 25.00 didapatkan setelah data