BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil temuan penelitian, berikut dikemukakan beberapa saran yang perlu diperhatikan :
1. Rekomendasi untuk dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan
129
Kepada dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan yang membawahi beberapa SMP Negeri hendaknya lebih intens lagi dalam melaksanakan program pembinaan kepada para stakeholder sekolah. Sekolah memerlukan bimbingan/arahan yang praktis dan mudah agar manajemen yang ada didalamnya berhasil dilaksanakan. Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan juga seharusnya melakukan program pembinaan terhadap kepala sekolah melalui pengawas maupun kerjasama dengan lembaga lembaga perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi para kepala sekolah sehingga dapat menstimulasi peningkatan kinerja dan tingkat profesionalisme para guru yang pada akhirnya akan berimplikasi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.
2. Rekomendasi untuk Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan hendaknya terus melakukan peningkatan, pengembangan dan perbaikan kurikulum agar sesuai dengan perubahan perubahan yang dibutuhkan tanpa menghilangkan esensi visi dan misi fakultas. Fakultas Program-program kemahasiswaan juga perlu untuk diarahkan ke tata pengelolaan manajemen yang berbasis sekolah. Sehingga saat dilapangan mahasiswa manajemen sudah faham komponen-komponen sekolah mana yang perlu dikembangkan dan menjadi program unggulan.
3. Rekomendasi untuk Kepala Sekolah dan Guru
Kepala sekolah dan guru hendaknya terus menjaga jiwa solidaritas masing-masing di sekolah guna menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Kepala sekolah perlu memperhatikan tugasnya dalam hal pembinaan dan peningkatan kualitas guru, dengan turut menilik kepentingan guru dalam meningkatkan keprofesionalannya terutama dalam hal pengajaran seperti pemberian penghargaan bagi guru yang berprestasi dan mengadakan kegiatan yang tepat sehingga hal ini dapat menjadi sarana penunjang peningkatan keprofesionalan para guru di sekolah. Selain kepala sekolah guru juga diharuskan untuk dapat meningkatkan keahliannya hal ini dimaksudkan agar terjadi kesesuaian antara guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) sehingga dapat menunjang keberhasilan pengajaran.
4. Rekomendasi untuk Stakeholder Sekolah a. SMPN 4 Kota Tangerang Selatan
Stakeholder sekolah diharapkan mampu memahami prinsip-prinsip MBS dengan baik. Sekolah membutuhkan banyak kritik dan saran dari walimurid dan masyarakat sehingga sekolah perlu membuka diri untuk lebih baik dalam pelayanannya demi perkembangan sekolah.
b. SMPN 9 Kota Tangerang Selatan
Dalam penerapan MBS, sekolah harus selalu update terhadap informasi terbaru yang ada. Aspek kerjasama dalam MBS perlu ditingkatkan sehingga penerapan MBS yang ada dalam sekolah tidak jauh tertinggal dengan sekolah yang lain
130 c. SMPN 17 Kota Tangerang Selatan
Stakeholder sekolah harus memahami tuntutan standar profesi yang ada jika ingin meningkatkan profesionalismenya. Ini harus menjadi prioritas utama karena sebagai tenaga profesional harus mengikuti tuntutan perkembangan profesi secara global dan tuntutan masyarakat yang menghendaki pelayanan yang lebih baik walaupun kepala sekolah tidak rutin melakukan supervisi pendidikan sehingga dapat menghasilkan output siswa yang baik. Selain itu stakeholder hendaknya membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas dengan sesama guru melalui jaringan kerja atau networking.
d. SMPN 18 Kota Tangerang Selatan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan diharapkan mampu memahami prinsip-prinsip MBS dengan baik agar apa yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip MBS dan selaras dengan tujuan sekolah. Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebaiknya berinisiatif untuk belajar penggunaan teknologi agar dapat menunjang segala pekerjaan yang ada, karena di zaman sekarang ini kegiatan pembelajaran dan kegiatan tata usaha lebih efektif dan efisien apabila menggunakan IT.
e. SMPN 21 Kota Tangerang Selatan
Bagi stakeholder sekolah hendaknya mampu untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya yang belum sesuai dengan tuntutan program dan melengkapi kekurangan sarana prasarana sekolah. Selain itu, kerjasama dengan pihak terkait agar lebih diintensifkan sehingga sekolah bisa mendapatkan bantuan dana dari perusahan atau lembaga selain pemerintah dan orang tua siswa demi berjalannya program-program yang telah diunggulkan oleh sekolah
5. Rekomendasi untuk Penelitian Lebih Lanjut
Penelitian ini mengangkat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi manajemen berbasis sekolah, faktor-faktor selain kompetensi manajerial kepala sekolah dan profesionalisme guru dapat dikembangkan pada penelitian berikutnya. Untuk penelitian selanjutnya yang akan membahas mengenai manajemen Pendidikan kaitannya dengan sumber daya manusia baik tentang variable manajemen maupun yang lain hendaknya menyusun pembahasan yang lebih kompleks dan detail untuk komponen – komponen penting sekolah, terutama dalam penentuan populasi dan sampel sehingga poin yang ingin didapat oleh peneliti dapat disampaikan ke pembaca. Selain itu kepada semua pihak stakeholder diharapkan untuk memiliki komitmen penuh dalam menentukan keberhasilan manajemen berbasis sekolah karena dari manajemen yang baik akan menciptakan mutu yang unggul dan prestasi yang baik.
131
DAFTAR PUSTAKA
Afriansyah, “Manajemen Berbasis Sekolah”, Artikel, Fisip Administrasi Negara, Universitas Diponegoro, 2005
Ahmad Mustafa al-Maraghi, Terjemahan Tafsir al-Maraghi Jilid 13, semarang: PT Karya Toha Putra, 1994
Alius. 2016. “The Effect of Principal Managerial Competence in Developing Cultural Organization and Job Satisfaction MTs Teacher in Jambi.”
International Journal of Science and Research (IJSR) 5(8):46–53. doi:
10.21275/ART2016671.
Amiruddin, dkk.. Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah.
Arifin, Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum), Jakarta: Bumi Aksara, 1995, Cet. Ke- 3
Arikunto, Suharsimi, Metodologi Penelitian, Penerbit PT. Rineka Cipta. Jakarta, 2002.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Apriana, D., Kristiawan, M., & Wardiah, D. (2019). Headmaster’s Competency In Preparing Vocational School Students For Entrepreneurship. International Journal of Scientific & Technology Research, 8(8)
atmodiwirjo, Soebagio. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Ardaditiya Jaya, 2003.
Busher, H., & Saran, R. (Eds.), Managing teachers as professionals in schools., Routledge, 2013.
Daryanto, Administrasi Pendidikan, Jakarta:PT Rineka Cipta,2010.
Depag RI, al-Qur’an al-Karim dan Terjemahannya, Semarang: CV. Toha Putra, 1996.
Departemen pendidikan nasional, paket pelatihan 1, peningkatan mutu pendidikan dasar melalui manajemen berbasis sekolah, peran serta masyarakat, pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, Juni 2005.
132
Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai PustakA, 2004.
..., Kompetensi Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ; Bahan Rujukan Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi, Jakarta Dirjen Dikdasmen, 2003.
Dody Wahyudi Purnama, Pengaruh Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Mutu Kinerja Sekolah, Subang:
Universitas Subang, 2017.
E. Mulyasa, menjadi kepala sekolah professional, Bandung: rosda Karya, 2007.
E. Muly asa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.
_________, Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013.
Ekonomi, Jurnal, and Ali Muhson. 2004. Meningkatkan Profesionalisme Guru:
Sebuah Harapan-Ali Muhson. Vol. 2.
Farid. 2018. “Managerial and Supervision Competence at Junior High School Level.” EUROPEAN RESEARCH STUDIES JOURNAL XXI(Issue 3):327–36.
doi: 10.35808/ERSJ/1064.
Fitri May, Lourena, Hasan Hariri, and Bujang Rahman. 2020. “The Influence of Principal Managerial Competence on Teacher Performance at Schools in Bandar Lampung.” Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah 5(1):121–30. doi:
10.24042/tadris.v5i1.5391.
Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan Remaja, Bandung:Rosda Karya,1999.
Fayruzah El-Faradis, Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru, Tesis UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2016.
Gore, Jennifer, Adam Lloyd, Maxwell Smith, Julie Bowe, Hywel Ellis, and David Lubans. 2017. “Effects of Professional Development on the Quality of Teaching:
Results from a Randomised Controlled Trial of Quality Teaching Rounds.”
Teaching and Teacher Education 68:99–113. doi: 10.1016/j.tate.2017.08.007.
H.A.R. Tilaar, Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002 Cet.
Ke-1.
Habibi, Beni. 2015. “PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL
KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMK BISMEN DI KOTA TEGAL.”
133 Desember (2):188–95.
Hadiyanto, Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan di Indonesia:
Pengantar oleh H.A.R. Tilaar, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Hamzah b. uno, teori variabel keguruan dan pengukurannya, gorontalo : sultan amai press, 2014.
Harris, A., & Jones, M., Professional learning communities and system improvement.
Improving schools, 2010.
Hasibuan, Abdul Aziz, Darwyan Syah, and Marzuki Marzuki. 2018.
“MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA.” Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan 4(02):191–212. doi:
10.32678/TARBAWI.V4I02.1230.
Hermans, Frans, Peter Sloep, and Karel Kreijns. n.d. “Teacher Professional Development in the Contexts of Teaching English Pronunciation.” doi:
10.1186/s41239-017-0059-9.
Horton, W. Designing web-basedtraining: How to teach anyone anythinganywhere anytime. New York: Wiley &Sons. 2000.
John M. Echols dan Hassan Shadili, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia, 1996, Cet. Ke-23.
Kadir, Statistika Terapan Konsep, Contoh, dan Analisis Data dengan Program SPSS/Lisrel dalam penelitian, Depok: Raja Grafindo Persada, 2019.
Karageorgos, Christos, Athanasios Kriemadis, Antonios Travlos, and Dimitrios Kokaridas. 2021. “PLANNING AND IMPLEMENTING TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN EDUCATION: THE CASE OF CYPRUS.” International Journal of Educational Management and Innovation 2(1):2716–2338. doi:
10.12928/ijemi.v2i1.2627.
Kemendiknas. (2007), Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Jakarta: Balai Pustaka.
Kin, Tai Mei, and Omar Abdull Kareem. 2019. “School Leaders’ Competencies That Make a Difference in the Era of Education 4.0: A Conceptual Framework Http://Hrmars.Com/Index.Php/Pages/Detail/IJARBSS JOURNAL HOMEPAGE.” International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 9(4):22–24. doi: 10.6007/IJARBSS/v9-i4/5836.
Kompensasi, Pengaruh, Pengawasan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan, UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG.” JMKSP (Jurnal Manajemen,
134
Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan) 5(2):112–19.
Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan M enghadapi Sertifikasi Guru, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007, Cet. Ke-1.
Lolowang. Implementasi MPMBS di SD Lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Bolaang Mongondow. Jurnal Varia Pendidikan. (Vol. 20/No. 1), 2008.
Malaklolunthu, Suseela, and Faizah Shamsudin. 2011. “Challenges in School-Based Management: Case of a ‘cluster School’ in Malaysia.” Procedia - Social and Behavioral Sciences 15:1488–92. doi: 10.1016/J.SBSPRO.2011.03.316.
Manulang, Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta Timur, Ghalia Indonesia, 1988.
Marmoah, Sri, Hartono Hartono, and Sadiman Sadiman. 2019. “Implementation of School-Based Management Through a Culture of Literacy in Elementary Schools.” DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik 3(2):238. doi:
10.20961/jdc.v3i2.35349.
Masrukhin, Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Se-Wilayah Eks
Karesidenan Pati. Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. 2009.
Muhamad, Andi, Iqbal Akbar Asfar, Politeknik Negeri, and Ujung Pandang. 2019.
“INTEGRASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS):
Kepemimpinan Kepala Sekolah (SCHOOL BASED MANAGEMENT INTEGRATION: Principal Leadership).”
Muhammad Yusak.Tesis.Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan Studi Multi Kasus Di Mts Plus Raden Paku Dan Smp Islam Terpadu Nurul Fikri Trenggalek.2015.Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendiidkan Islam IAIN Tulungagung.
Muh. Saroni, Manajemen Sekolah : Kiat Menjadi Pendidik yang Kompeten, Jogjakrta:
Ar Ruzz Media, 2006.
Mulyasa, Manajemen & kepemimpinan kepala sekolah, Jakarta:Remaka Rosda Karya,2013.
Mulyasa, Manajemen Berbasisis Sekolah, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2006.
Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung: Remaja Rosdakarya,2007.
135
Musfah, Jejen. 2020. “KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ERA PANDEMI.”
Seminar Nasional Arah Manajemen Sekolah Pada Masa Dan Pasca Pandemi Covid-19 0(0).
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1998.
Nuridin, By. 2015. “THE DEVELOPMENT MODEL OF STUDENTS’ GUIDANCE MANAGEMENT BASED ON ISLAMIC ACADEMIC CULTURE IN UNISSULA.” International Journal of Education and Research 3(2).
Nurkolis, Manajemen Berbasis Sekolah, Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 2003.
Oemar Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, Jakarta: PT.
Bumi Aksara, 2006, Cet. Ke-4.
Ridwan, Skala Pengukuran Variebel variebel Penelitian, Bandung : Al Fabeta, 2010.
Robbin, S. P, Perilaku Oganisasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia, 2003.
Robbins, Stephen P, dan Judge. Perilaku Organisasi. Edisi ke 16. Jakarta : Salemba Empat, 2014.
Robbins, Stephen P. Organization theory : structure, design, and applications, Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, 1990.
Rosalina, Risa. 2020. PERSEPSI GURU TENTANG KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG. Vol. 1.
Rosyada, Dede. Paradigma Pendidikan Demokratis. Cet ke4. Jakarta: Kencana, 2013.
Rychen, D. S.dan Salganik, L. H. Key Competencies For a Successful Life and a Well-Functioning Society. Hogrefe & Huber Publishers, 2003.
Sallusu, Edward., Total Quality Management in Education. Yogyakarta: IRCiSoD, 2006 .
Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulallah Sampai Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek. 1948/ 1367H. Mukhtar al Ahadits al-Nabawiyah wa al-Hukm al-Muhammadiyah. Mesir.
Shah, Madiha, and Marwan M. A. Abualrob. 2012. “Teacher Collegiality and Teacher Professional Commitment in Public Secondary Schools in Islamabad, Pakistan.”
136
Procedia - Social and Behavioral Sciences 46:950–54. doi:
10.1016/j.sbspro.2012.05.229.
Slamet PH, pengertian dan tujuan manajemen, jakarta,2000.
Sondang P. Siagian, Fungsi-Fungsi Manajeria.. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Sudirman, dkk. Peran Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru, Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, Vol 4, no.1 Mei 2019.
Sudarwan Danim, visi baru manajemen sekolah, dari unit birokrasi ke lembaga akademik, Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Suhardan, Supervisi Profesional, Bandung: Alfabeta, 2010.
Sumaryanto, Pengaruh Kemampuan Manajerial Pimpinan Terhadap Keberhasilan Program Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jurnal Manajemen Sumberdaya Manusia V . 2 No.1,Des 2007.
Suparlan, Manajemen Berbasis Sekolah dari Teori sampai dengan Praktik, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2013.
Suprapto, Dasar Manajemen, Bandung:Pusat Pengembangan Bahasa Ajar,2013.
Surya Darma. Menumbuhkan Semangat Kerjasama. Jakarta: Depdiknas, 2008.
__________, Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
Syaifuddin Nurdin dan M Basyiruddin Usman, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, Cet. I; Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
Syaikhah J. Alainati. Factors Affecting Individuals’Competency In Organisations UsingKnowledge Creation Model And HRM Practices. London: Brunel University, 2015.
Tauhid LM, Kepribadian Kretif Keterkaitannya dengan Kualitas Interaksi Guru dan Siswa ( Orasi Ilimiah DiesNatalis Universitas Mataram ), 2013.
Usman, M. Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006, Cet.Ke20.
Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Ed. 1 Cet ke 7. Jakarta: PT Rajawali Pers, 2010.
137
LAMPIRAN
Lampiran 01. Instrumen Pra-Validasi
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP IMPLEMENTASI
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
(STUDI KASUS PADA SMP NEGERI TINGKAT KECAMATAN PAMULANG, KOTA TANGERANG SELATAN)
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Angket ini dibuat dan diedarkan dalam rangka penelitian akademik (Tesis) di bidang Manajemen Pendidikan yang berhubungan dengan kompetensi manajerial kepala sekolah, profesionalisme guru, dan manajemen berbasis sekolah
2. Angket ini disebarkan kepada kepala sekolah dan dewan guru selaku pelaku keberhasilan implementasi manajemen berbasis sekolah
3. Angket Terdiri dari :
a. Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah : 42 Pernyataan b. Profesionalisme Guru : 45 Pernyataan c. Manajemen Berbasis Sekolah : 41 Pernyataan
4. Angket diisi secara obyektif dengan memilih / menyontreng / Ceklist salah satu pilihan yang ditawarkan, dengan penjelasan sebagai berikut:
SL : Selalu S : Sering
KD : Kadang-kadang JR : Jarang
TP : Tidak Pernah
5. Demikian Angket ini dibuat, dan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Penyusun Angket
Viika Amalia Ainuna Wati, S.Pd.
Contact Person : 0812-1356-0542 (WA)
138 A. Variabel Manajemen Berbasis Sekolah (Y)
Pernyataan
Pilihan Jawaban SL S KD JR TP 1. Sekolah melaksanakan pengembangan
kurikulum yang meliputi visi misi sekolah secara mandiri
SL S KD JR TP
2. Penyusunan silabus dilaksanakan setelah salahsatu anggota mendapat format dari sekolah lain
SL S KD JR TP
3. Penyusunan dan pengembangan RPP disesuaikan dengan standar yang telah ditentukan
SL S KD JR TP
4. Banyaknya guru di sekolah sudah cukup sesuai dengan perbandingan jumlah peserta didik
SL S KD JR TP
5. Di sekolah masih terdapat guru yang mengampu dua mata pelajaran
SL S KD JR TP 6. Bangunan sekolah memiliki sanitasi
didalam dan diluar yang dapat memenuhi kebutuhan
SL S KD JR TP
7. Sarana prasarana dilengkapi oleh sekolah hanya saat akan ada visitasi pengawas
SL S KD JR TP
8. Sarana dan prasarana ruang kelas kurang memadai
SL S KD JR TP 9. Perolehan sumber dana sekolah untuk
keterlaksanaan program sekolah berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan usaha lain yang sah
SL S KD JR TP
10. Dana koperasi sekolah hanya digunakan untuk mensejahterakan para guru
SL S KD JR TP 11. Sekolah mampu meningkatkan peran
dan fungsi komite sekolah untuk
pelaksanaan program sekolah khususnya dalam bidang pendanaan/keuangan
SL S KD JR TP
139
12. Sekolah memiliki team work (kelompok kerja) yang kompak, cerdas, dan dinamis dalam pelaksanaan program sekolah
SL S KD JR TP
13. Terciptanya iklim kerja yang kondusif hanya dikala pengawas visit
SL S KD JR TP 14. Keluaran (output) program sekolah
merupakan hasil kerja yang efektif antar warga sekolah
SL S KD JR TP
15. Sekolah sulit untuk memiliki hubungan Kerjasama dengan sekolah lain karena berada dibawah naungan pemerintah
SL S KD JR TP
16. Terjalinnya Kerjasama dengan dunia usaha/ dunia industry atau dengan lembaga yang relevan lainnya dalam penyiapan input sekolah (pengembangan kurikulum, dana, sarpras, dll)
SL S KD JR TP
17. Pemerintah memberikan bantuan berupa dana BOS untuk menyelenggarakan kegiatan yang ada disekolah
SL S KD JR TP
18. Komite sekolah pasif dalam memberikan dukungan dana guna kelancaran KBM
SL S KD JR TP 19. Fasilitas sekolah kurang memadai dalam
pelaksanaan kegiatan sekolah
SL S KD JR TP 20. Pemerintah rutin memfasilitasi sarpras
sekolah untuk menunjang kegiatan sekolah
SL S KD JR TP
21. Komite sekolah selalu menampung aspirasi para walimurid dan
menyampaikannya disetiap pertemuan dengan pihak sekolah
SL S KD JR TP
22. Jumlah walimurid yang pasif lebih banyak daripada yang aktif di setiap kegiatan
SL S KD JR TP
23. Pengawas sekolah ikut berpartisipasi aktif dengan menyumbangkan ide/pemikirannya di setiap agenda sekolah
SL S KD JR TP
140
24. Masyarakat ikut memberikan bantuan berupa tenaga disetiap pembangunan gedung sekolah
SL S KD JR TP
25. Komite sekolah hanya menyumbangkan dananya untuk sekolah, sedangkan untuk membantu dalam bentuk tenaga masih enggan
SL S KD JR TP
26. Kepala sekolah melibatkan warga sekolah dan komite dalam pengambilan keputusan terkait dengan perumusan program sekolah
SL S KD JR TP
27. Pelaksanaan perumusan rencana anggaran dan belanja sekolah (RAPBS) hanya dilakukan oleh kepala sekolah dan staf TU
SL S KD JR TP
28. Kepala sekolah melibatkan warga sekolah dan masyarakat (komite sekolah) dalam pengambilan keputusan terkait RAPBS
SL S KD JR TP
29. Dana yang diperoleh oleh sekolah selalu disosialisasikan disetiap pertemuan dengan stakeholder sekolah
SL S KD JR TP
30. Dalam mengikuti kegiatan internal maupun eksternal sekolah, guru selalu mengikutsertakan warga sekolah seperti komite dan masyarakat sekitar
SL S KD JR TP
31. Sekolah membuat media/wadah komunikasi dan informasi untuk memberikan informasi mengenai program-program sekolah
SL S KD JR TP
32. Sekolah hanya memberikan informasi melalui media social saja. Sehingga untuk walimurid yang tidak update tidak akan mengetahui informasi terbaru
SL S KD JR TP
33. Keterbukaan sekolah dalam
menginformasikan keuangan sekolah terbatas hanya pada masyarakat kalangan atas saja
SL S KD JR TP
141
34. Selain diinformasikan melalui media elektronik, sekolah juga memberikan surat pemberitahuan mengenai kegiatan sekolah kepada walimurid
SL S KD JR TP
35. Sekolah membuat laporan tertulis pertanggungjawaban proses dan hasil pelaksanaan program yang dilaporkan kepada warga sekolah,
masyarakat/komite sekolah, dan pemerintah
SL S KD JR TP
36. Sekolah memerlukan waktu yang relative lama untuk membuat laporan
SL S KD JR TP 37. Laporan tertulis mengenai keuangan
sekolah hanya dapat disaksikan oleh staf TU dan kepala sekolah
SL S KD JR TP
38. Sekolah mengadakan pertemuan dengan stakeholder sekolah untuk membahas mengenai program-program sekolah
SL S KD JR TP
39. Sekolah mewajibkan seluruh warganya untuk hadir disetiap pertemuan
SL S KD JR TP 40. Warga sekolah dan komite
sekolah/masyarakat merasa puas terhadap pertanggungjawaban proses dan hasil pelaksanaan program yang disampaikan sekolah (tidak terjadi protes/complain)
SL S KD JR TP
41. Komite sekolah memberikan rewards kepada pihak sekolah sebagai tanda terimakasih atas kerja kerasnya pada saat hari kelulusan peserta didiknya
SL S KD JR TP
B. Variabel Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah (X1)
No. Pernyataan
Pilihan Jawaban SL S KD JR TP
142
1. Kepala sekolah menyusun program sekolah tanpa harus mengadakan musyawarah sebelumnya
SL S KD JR TP
2. Kepala Sekolah Menyusun program sekolah beserta indicator pencapaian yang realistis
SL S KD JR TP 3. Kepala sekolah rutin memilihkan strategi
yang tepat untuk mencapai tujuan sekolah
SL S KD JR TP 4. Kepala sekolah terbuka terhadap gagasan/ide
baru dari para tenaga kerja
SL S KD JR TP 5. Kepala sekolah membangun konsep untuk
mencapai tujuan sekolah
SL S KD JR TP 6. Kepala sekolah kesulitan untuk menganalisis
kekurangan dan kelebihan sekolah
SL S KD JR TP 7. Kepala sekolah mampu mengantisipasi
kebutuhan sekolah yang akan datang
SL S KD JR TP 8. Kepala sekolah sulit menilai kemampuan dan
keahlian seseorang
SL S KD JR TP 9. Kepala sekolah membagi tugas dan tanggung
jawab pegawai berdasarkan kecenderungan hati dan empati
SL S KD JR TP
10. Kepala sekolah membangun tim yang berkomitmen
SL S KD JR TP 11. Kepala sekolah dan para guru saling
menasihati Ketika melakukan kesalahan
SL S KD JR TP 12. Kepala sekolah melibatkan orang lain dalam
mengambil keputusan penting
SL S KD JR TP 13. Kepala sekolah membagi tugas berdasarkan
kemampuan dan komitmen individu
SL S KD JR TP 14. Kepala sekolah mendelegasikan tugas kepada
seluruh staf khususnya pegawai baru
SL S KD JR TP 15. Kepala sekolah merekonsiliasi setiap terjadi
perbedaan pendapat
SL S KD JR TP 16. Kepala sekolah melihat masalah dari berbagai
sudut Pandang yang berbeda untuk mencari solusi
SL S KD JR TP
17. Kepala sekolah lemah dalam mencari solusi yang dapat menghasilkan kemenangan bagi masing-masing pihak yang berselisih (win-win solution)
17. Kepala sekolah lemah dalam mencari solusi yang dapat menghasilkan kemenangan bagi masing-masing pihak yang berselisih (win-win solution)