BAB I.................................................................................................... 1
C. Manfaat Aksi Perubahan
Rancangan Aksi Perubahan ini untuk selanjutnya akan diimplementasikan menjadi Aksi Perubahan dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, baik kepada pemohon atau Pemerintah Daerah, Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang, Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau maupun terhadap peserta yang akan mengimplementasikan Rancangan Aksi Perubahan itu sendiri. Adapun manfaat yang dapat diberikan dari aksi perubahan ini yakni:
1. Manfaat bagi Team Leader
Adapun manfaat aksi perubahan Team Leader adalah sebagai berikut:
a. Memberikan jaminan bagi Team Leader terhadap kualitas pekerjaan pelayanan pertanahan yang dilaksanakan oleh Tim yang telah dibentuk.
b. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, saling bekerjasama dan saling berbagi keterampilan serta ilmu pengetahuan antara team leader dengan pimpinan, staf maupun stakeholder dalam upaya mencapai tujuan untuk meningkatkan pelayanan pertanahan bagi masyarakat;
c. Meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia yang handal sehingga dapat berkreasi dan berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan pertanahan bagi masyarakat.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 8
2. Manfaat bagi Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau, sebagai berikut:
a. Meningkatkan indeks kepuasan dan kepercayaan Pemerintah Daerah terhadap pelayanan pertanahan yang diselenggarakan;
b. Mengurangi tunggakan pekerjaan pelayanan sertipikasi tanah aset pemerintah yang melebihi standar waktu yang telah ditetapkan;
c. Efisiensi terhadap waktu, tenaga dan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan pertanahan khususnya pelayanan sertipikasi tanah aset pemerintah;
d. Mendukung kegiatan digitalisasi warkah dan penataan warkah pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang.
3. Manfaat bagi Pemohon atau Pemerintah Daerah, sebagai berikut:
a. Mendapatkan kepastian waktu penyelesaian layanan pertanahan;
b. Mendapatkan produk layanan pertanahan yang berkualitas.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 9
BAB II
PROFIL PELAYANAN
A. Gambaran Umum Kota Tanjungpinang
Kota Tanjungpinang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2001 yang ditandatangani oleh Presiden RI Abdurrahman Wahid pada tanggal 21 Juni 2001, dan dicatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 85. Peresmian Kota Tanjungpinang oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Hari Sabarno, dilaksanakan secara serentak bersama 11 kota lainnya pada tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta. Tanggal peresmian Kota Tanjungpinang inilah yang dijadikan sebagai momen peringatan ulang tahun Kota Tanjungpinang sebagai kota otonom.
Dilihat dari luas wilayahnya, Kota Tanjungpinang hanyalah sebuah kota kecil dengan luas wilayah sekitar 239,5 Km² dan sebagiannya merupakan wilayah perairan laut. Namun dari segi jumlah penduduk, Kota Tanjungpinang masuk dalam kategori kota sedang dengan jumlah penduduk saat ini lebih dari 250 ribu jiwa. Dalam perkembangannya dewasa ini, Kota Tanjungpinang yang melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai daerah ibukota provinsi, Tanjungpinang telah menjadi tujuan kedatangan penduduk dari daerah di sekitarnya. Hal itu menjadikan Kota Tanjungpinang semakin memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh, meski sekaligus juga menyimpan kerentanan terhadap permasalahan sosial yang pada umumnya terjadi pada daerah urban.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 10
Posisi Kota Tanjungpinang sangat strategis, disamping berdekatan dengan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, dan Negara Singapura sebagai pusat perdagangan dunia, Kota Tanjungpinang juga terletak pada posisi silang perdagangan dan pelayaran dunia, antara timur dan barat, yakni di antara Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.
Kota Tanjungpinang berada di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dengan letak geografis berada pada 0° 51’
sampai dengan 0° 59’ Lintang Utara dan 104° 23’ sampai dengan 104° 34’ Bujur Timur. Batas-batas wilayah Kota Tanjungpinang adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Teluk Bintan dan Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan
Sebelah Selatan : Kecamatan Mantang dan Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Sebelah Barat : Kecamatan Galang, Kota Batam, dan
Kecamatan Teluk Bintan, Kab.Bintan Sebelah Timur : Kecamatan Bintan Timur dan Kecamatan
Teluk Bintan, Kabupaten Bintan
Wilayah Kota Tanjungpinang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang pada umumnya merupakan daerah dengan dataran landai di bagian pantai, memiliki topografi yang bervariatif dan bergelombang dengan kemiringan lereng berkisar dari 0 – 2 % hingga 40 % pada wilayah pegunungan. Luas wilayah Kota Tanjungpinang mencapai 239,50 Km² yang terdiri dari luas daratan Kota Tanjungpinang sekitar 131,54 Km² dan luas wilayah lautan sekitar 107,96 Km².
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 11
Gambar II.1. Peta Administrasi Kota Tanjungpinang
Kebudayaan Melayu merupakan kebudayaan asli penduduk Kota Tanjungpinang. Dalam perkembangannya sesuai dengan karakteristik sifat heterogen penduduknya, kebudayaan lain juga ikut mengalami perkembangan dengan tetap menghormati Kebudayaan Melayu sebagai kebudayaan asli dalam dalam hubungan sosial kemasyarakatan.
Karakteristik sosial budaya yang heterogen ini juga merupakan suatu potensi untuk pembangunan sanitasi di wilayahnya di masa mendatang karena ditunjang semangat bersama untuk berkembang ke arah yang lebih maju.
B. Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang
Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang adalah Instansi Vertikal di Kota Tanjungpinang yang berada di bawah dan
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 12
bertanggung jawab kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kepulauan Riau.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/
Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan adalah instansi vertikal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di kabupaten/kota yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional.
Kantor Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Badan Pertanahan Nasional di kabupaten/kota yang bersangkutan. Dalam melaksanakan tugas, Kantor Pertanahan menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana, program, anggaran dan pelaporan;
b. pelaksanaan survei dan pemetaan;
c. pelaksanaan penetapan hak dan pendaftaran tanah;
d. pelaksanaan penataan dan pemberdayaan;
e. pelaksanaan pengadaan tanah dan pengembangan pertanahan;
f. pelaksanaan pengendalian dan penanganan sengketa pertanahan;
g. pelaksanaan modernisasi pelayanan pertanahan berbasis elektronik;
h. pelaksanaan reformasi birokrasi dan penanganan pengaduan;
i. pelaksanaan pemberian dukungan administrasi kepada
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 13
seluruh unit organisasi Kantor Pertanahan.
Dalam penyelenggaraan kegiatan pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang, Kepala Kantor dibantu oleh:
a. Subbagian Tata Usaha;
b. Seksi Survei dan Pemetaan;
c. Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran;
d. Seksi Penataan dan Pemberdayaan;
e. Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan;
f. Seksii Pengendalian dan Penanganan Sengketa.
Berikut struktur organisasi Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang:
Gambar II.2. Struktur Organisasi Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang
Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang beralamat di Jalan Simpang Madong Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Terletak sangat strategis karena sangat berdekatan dengan pusat pemerintahan Kota Tanjungpinang.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 14
C. Tugas dan Fungsi Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Uraian tugas jabatan struktural digunakan untuk penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/
Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan, Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran mempunyai tugas melaksanakan, inventarisasi, identifikasi, pengelolaan data dan penyajian informasi kegiatan penetapan hak tanah dan ruang dan pendaftaran tanah dan ruang, pemeliharaan hak atas tanah dan ruang, penatausahaan tanah ulayat dan hak komunal, penetapan dan pengelolaan tanah pemerintah, hubungan kelembagaan serta pembinaan dan pengawasan mitra kerja dan PPAT.
Apabila dirinci uraian tugas Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan, inventarisasi, identifikasi, pengelolaan data dan penyajian informasi kegiatan penetapan hak tanah dan ruang;
2. Pendaftaran tanah dan ruang;
3. Pemeliharaan hak atas tanah dan ruang;
4. Penatausahaan tanah ulayat dan hak komunal;
5. Penetapan dan pengelolaan tanah pemerintah;
6. Hubungan kelembagaan;
7. Pembinaan dan pengawasan mitra kerja dan PPAT.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 15
Penulis saat ini bertugas pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran yang dalam pelaksanaan tugasnya didukung oleh Koordinator Kelompok Substansi Penetapan Hak Tanah dan Ruang, Koordinator Kelompok Substansi Pendaftaran Hak Tanah dan Ruang, Tanah Komunal dan Hubungan Kelembagaan, Koordinator Kelompok Substansi Pemeliharaan Hak Atas Tanah, Ruang dan Pembinaan PPAT, Kelompok Substansi Penetapan dan Pengelolaan Tanah Pemerintah, jabatan fungsional umum dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM).
Salah satu uraian tugas Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang yaitu Penetapan dan pengelolaan tanah pemerintah yang dilaksanakan oleh Koordinator Kelompok Substansi Penetapan dan Pengelolaan Tanah Pemerintah, Namun hingga saat ini posisi jabatan tersebut belum terisi, sehingga dirangkap oleh Kelompok Substansi Penetapan Hak Tanah dan Ruang sebagai pelaksana tugas.
D. Analisis Area Bermasalah
Kebijakan publik dapat berhasil dan sesuai dengan permasalahan yang sebenarnya, diharapkan penyusunan rencana aksi pelayanan publik juga harus dimulai dengan mengidetifikasi isu-isu yang berkembang di tingkat unit organisasi Pejabat Pengawas, yang kemudian dipilih menjadi satu isu strategis sebagai fokus dari aksi perubahan yang akan direncanakan dan dilaksanakan.
Untuk mengidentifikasi isu-isu dapat dengan mudah kita
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 16
peroleh dari pembicaraan orang, apakah isu itu sedang hangat dibicarakan dalam rapat, pertemuan-pertemuan formal ataupun pertemuan-pertemuan informal, dari media massa dan media sosial. Hasil identifikasi tersebut ditindaklanjuti dengan proses pengagasan organisasi dan penggagasan inovasi yang akan dilaksanakan.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang perlu melakukan identifikasi terkait isu-isu yang berkembang di tingkat unit organisasinya agar hasil identifikasi terhadap isu-isu tersebut dapat dilaksanakan suatu aksi perubahan yang dapat menjadi solusi sehingga pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran dapat berjalan dengan lancar serta sesuai dengan tujuan organisasi.
Dari beberapa isu yang relevan dengan tugas pokok dan fungsi seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, diseleksi menjadi beberapa isu strategis, kemudian menjadi satu isu strategis yang dapat dijadikan fokus substansi untuk penyusunan aksi perubahan yang akan dilaksanakan.
Beberapa isu yang dapat diidentifikasi dan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran antara lain: (1) Banyaknya jumlah tunggakan pekerjaan kegiatan pelayanan rutin (PNBP) pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang khususnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran; (2) Belum optimalnya peningkatan kualitas data yakni validasi warkah buku tanah, validasi surat ukur dan validasi persil serta scan dan upload warkah buku tanah dan
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 17
surat ukur; dan (3) Lambatnya pelaksanaan sertipikasi aset pemerintah baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Hasil identifikasi isu dan analisis area bermasalah yang ditemukan di Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang, selanjutnya akan dideskripsikan pada Bab selanjutnya.
E. Sumber Daya di Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang Sumber daya merupakan suatu potensi yang dimiliki oleh orang, materi, maupun unsur lain dalam kehidupan yang mana dapat meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan manusia.
Adapun sumber daya yang dimiliki oleh Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang antara lain Sumber Daya Manusia.
Jumlah Pegawai di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang pada tahun 2021 diuraikan pada tabel II.1 sebagai berikut:
Tabel II.1. Jumlah Pegawai Pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang
No Seksi/Subbagian Jumlah ASN
6 Seksi Pengendalian
dan Penanganan
Sengketa
4 1 5
Sumber: Daftar Urutan Kepegawaian, diolah.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 18
BAB III
ANALISIS MASALAH
A. Identifikasi Masalah Pada Area Tugas dan Fungsi Yang Bermasalah
Permasalahan yang muncul dalam suatu organisasi dapat teridentifikasi dengan cara mendiagnosa organisasi, tujuannya adalah untuk menemukan secara tepat permasalahan dalam organisasi termasuk menemukan secara tepat permasalahan dalam organisasi termasuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya permasalahan sehingga dapat merumuskan solusinya untuk mengatasinya.
Dalam hal dikaitkan dengan tugas dan fungsi pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang, isu strategis yang berkaitan dengan tugas dan fungsi antara lain sebagai berikut:
1. Banyaknya jumlah tunggakan pekerjaan kegiatan pelayanan rutin (PNBP) pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang khususnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran.
Isu ini muncul dikarenakan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang. Banyaknya tunggakan tersebut dikerenakan beberapa permasalahan antara lain masih terdapat kekurangan berkas yang harus dilengkapi oleh pemohon, terdapat permasalahan batas atau sengketa di lapangan, dan mutasi dan rotasi jabatan baik pejabat pengawas maupun pejabat pelaksana.
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 19
Akibat dari banyaknya tunggakan pelayanan rutin (PNBP) tersebut dapat berdampak pada penilaian kinerja pelayanan publik yang rendah terhadap Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau pada khususnya dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional pada umumnya.
Banyaknya jumlah tunggakan pekerjaan rutin (PNBP) per tanggal 22 Maret 2021 pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang dapat dilihat pada tabel III.1 berikut:
Tabel III.1. Rekapitulasi Tunggakan Pelayanan Rutin Tiap Seksi Pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau
No. Seksi Pelaksana
Jumlah Tunggakan
Pelayanan Rutin (Berkas)
Keterangan
1 2 3 4
1 Seksi Survei dan Pemetaan 188
2 Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran 330
3 Seksi Penataan dan Pemberdayaan 9
Total 527
Sumber: Tunggakan Pelayanan Dimuka, Aplikasi KKP2
2. Belum optimalnya peningkatan kualitas data yakni validasi warkah buku tanah, validasi surat ukur dan validasi persil serta scan dan upload warkah buku tanah dan surat ukur.
Isu ini muncul dikarenakan adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, antara lain dikarenakan banyaknya sertipikhat hak atas tanah yang sudah terbit mengingat Kota Tanjungpinang merupakan Kota Tua di Provinsi Kepulauan Riau, keterbatasan sarana dan
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 20
prasarana seperti alat scanner, banyaknya warkah buku tanah dan surat ukur yang link, dan banyaknya bidang tanah yang tidak diketahui lokasinya terutama sertipikat lama serta masih banyaknya tumpang tindih bidang tanah pada Peta Pendaftaran.
Akibat yang mungkin ditimbulkan adalah lambatnya pelaksanaan peningkatan kualitas data dalam rangka mendukung pelayanan elektronik dan penerapan sertipikat elektronik.
Progres peningkatan kualitas data pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang dapat dilihat pada tabel III.2 sebagai berikut:
1 DOMPAK 3284 2606 678 4308 1755 2553 5497 3030 2467
2 SUNGAI JANG 4449 3458 991 4862 1308 3554 5169 918 4251
3 TANJUNG AYUN SAKTI 2197 2083 114 2351 816 1535 2791 401 2390
4 TANJUNG PINANG TIMUR 1952 1256 696 2477 619 1858 2217 284 1933
5 TANJUNG UNGGAT 1745 1441 304 1920 735 1185 2323 291 2032
6 BUKIT CERMIN 749 544 205 815 326 489 812 257 555
7 KAMPUNG BARU 2223 1661 562 2758 522 2236 2594 444 2150
8 KEMBOJA 2608 2295 313 3395 893 2502 3645 401 3244
9 TANJUNGPINANG BARAT 2448 1999 449 3419 620 2799 3230 401 2829
10 KAMPUNG BUGIS 2397 2292 105 2762 1702 1060 4197 3166 1031
11 PENYENGAT 218 218 0 222 218 4 696 688 8
12 SENGGARANG 966 710 256 977 621 356 1470 284 1186
13 TANJUNGPINANG KOTA 1899 1412 487 2330 429 1901 2347 372 1975
14 AIR RAJA 9495 9246 249 10048 4561 5487 12702 8829 3873
15 BATU SEMBILAN 26393 25465 928 29582 15618 13964 30826 24499 6327
16 KAMPUNG BULANG 2175 2026 149 2463 1511 952 2732 2432 300
17 MELAYU KOTA PIRING 4448 4069 379 5421 1431 3990 5810 4550 1260
18 PINANG KENCANA 15320 14804 516 16064 7407 8657 20388 14431 5957
84,966
77,585 7,381 96,174 41,092 55,082 109,446 65,678 43,768
91.31 8.69 42.73 57.27 60.01 39.99
Sumber: Validasi Dokumen, Dashboard Aplikasi KKP2 Total
Persentase (%)
Tabel III.2. Rekapitulasi Progres Peningkatan Kualitas Data Pertanahan Pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 21
3. Lambatnya pelaksanaan sertipikasi aset pemerintah baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Isu percepatan sertipikasi aset-aset pemerintah timbul dikarenakan adanya upaya percepatan pelaksanaan sertipikasi tanah-tanah aset pemerintah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan perjanjian kerjasama dengan Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau. Perjanjian kerjasama tersebut ditindaklanjuri dengan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang. Adanya perjanjian kerjasama dimaksud merupakan inisiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dalam rangka upaya pencegahan tindakan korupsi dengan cara penagamanan aset-aset pemerintah.
Akibat yang ditimbulkan apabila tidak dilaksanakan percepatan sertipikasi aset-aset pemerintah tersebut akan berdampak pada indikasi korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara negara dan dimungkinkan terjadinya jual beli aset-aset pemerintah oleh oknum Pemerintah Daerah.
Banyaknya jumlah permohonan SK pemberian Hak Pakai tanah Instansi Pemerintah pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang, dapat dilihat pada tabel III.3 sebagai berikut:
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 22
Tabel III.3. Rekapitulasi Permohonan SK Pemberian Hak Pakai Instansi pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang
Provinsi Kepulauan Riau
No. Pemohon
Jumlah Permohonan
(Berkas) Keterangan
1 2 3 4
1 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau 12
2 Pemerintah Kota Tanjungpinang 31
Total 43
Sumber: Permohonan SK Pemeberian Hak Pakai Instansi, Aplikasi KKP2
Pada tahun 2021, telah disepakati penetapan target sertipikasi tanah aset antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau dan Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang dengan dikoordinir oleh KPK yakni:
a) Aset Provinsi Kepulauan Riau sejumlah 25 bidang tanah dari total 100 bidang tanah;
b) Aset Pemerintah Kota Tanjungpinang sejumlah 232 bidang tanah dari total 1.010 bidang tanah.
Dari berbagai macam isu strategis pada pembahasan sebelumnya di atas, dapat digambarkan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diharapkan sebagai berikut:
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 23
Gambar III.1. Kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan
Berdasarkan analisa isu permasalahan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran apabila dikaitkan dengan kondisi saat ini dengan
Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan
Belum optimalnya peningkatan kualitas data yakni validasi warkah buku tanah, validasi surat ukur dan validasi persil serta scan dan upload warkah buku tanah dan surat ukur.
Banyaknya jumlah tunggakan pekerjaan kegiatan pelayanan rutin (PNBP) pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang khususnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran.
Lambatnya pelaksanaan sertipikasi aset pemerintah baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Semua bidang tanah yang sudah terbit sertipikat Hak Atas Tanah sudah semuanya dilakukan validasi warkah buku tanah, validasi surat ukur dan validasi persil serta scan dan upload warkah buku tanah dan surat ukur.
Berkurangnya jumlah tunggakan pekerjaan kegiatan pelayanan rutin (PNBP) khususnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran dan zero tunggakan dengan sistem monitoring dan evaluasi serta pengawasan dan pengendalian tunggakan pekerjaan.
Tercapainya seluruh aset pemerintah sudah bersertipikat baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang.
1
2
3
Melayani Profesional Terpercaya
Yulad Nur Rahmad, S.ST
Laporan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP)
Angkatan I Tahun 2021 24
kondisi yang diharapkan, dapat dilihat pada tabel III.4 sebagai berikut:
No Tugas dan Fungsi Kondisi saat ini Isu strategis Gap Kondisi yang diharapkan
1 2 3 4 5 6
1
Melaksanakan, inventarisasi, identifikasi, pengelolaan data dan penyajian informasi kegiatan penetapan hak tanah dan ruang;
1. Tunggakan penerimaa dimuka Seksi PHP masih tinggi, 2. Masih banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja Kantor Pertanahan.
Banyaknya jumlah tunggakan pekerjaan kegiatan pelayanan rutin (PNBP) pada Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang khususnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab pada Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran
2 Pendaftaran tanah dan ruang;
1. Belum semua warkah buku tanah tervalidasi dan terdigitalisasi;
2. Belum semuanya warkah surat ukur tervalidasi dan terdigitalisasi;
3. Belum semuanya bidang tanah yang terbit sertipikat tervalidasi secara spasial.
Belum optimalnya peningkatan kualitas data yakni validasi warkah buku tanah, validasi surat ukur dan validasi persil serta scan dan upload warkah buku tanah dan surat ukur
3 Penetapan dan pengelolaan tanah pemerintah
4 Hubungan kelembagaan
Sumber: Permasalahan Tugas Pokok dan Fungsi Seksi PHP 1. ketidak tahuan pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi terhadap proses penerbitan sertipikat;
2. berkas yang diajukan permohonan sertipikat tidak lengkap;
3. batas bidang tanah aset belum dipasang di lapangan;
4. pendaftaran berkas dilakukan pada akhir tahun anggaran sehingga menjadi tunggakan pekerjaan; 5. Menjadi pantauan Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) terhadap percepatan sertipikasi aset-aset pemerintah.
Lambatnya pelaksanaan sertipikasi aset pemerintah baik Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Daerah Kota Tanjungpinang.
Terwujudnya pelayanan pertanahan yang akuntabel, berkualitas dan berkelas dunia
Belum adanya koordinasi dan upaya pencapaian percepatan sertipikasi aset-aset pemerintah Tabel III.4. Identifikasi Isu Strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi
B. Penetapan Masalah Isu Utama
Banyak kriteria yang dapat digunakan dalam
Banyak kriteria yang dapat digunakan dalam