TINJAUAN PUSTAKA
A. Masalah Disiplin
6. Manfaat Disiplin
Maman Rachman (1999) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah :
a.Mencegah terjadinya perilaku yang menyimpang.
b.Mendorong siswa melakukan perbuatan yang baik dan benar.
c.Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh sekolah.
d.Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
Menurut Moles, Joan Gaustad (1992) tujuan dari disiplin adalah menciptakan keamanan para staf sekolah dan siswa serta membangun suasana belajar yang kondusif. Sedangkan Wendy Schwartz (2001) menyebutkan bahwa tujuan disiplin adalah membantu murid untuk mempertanggung jawabkan perilaku, memahami perubahan sikap, dan berkomitmen untuk memperbaiki sikap yang keliru.
Hal senada juga dikemukakan oleh Wikipedia (1993) bahwa tujuan disiplin sekolah adalah menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman.
Sementara itu menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1999: 97) tujuan disiplin meliputi :
a.Untuk menyadarkan kepada anak bahwa perilaku tertentu selalu akan diikuti hukuman, namun yang lain diikuti pujian.
b.Untuk menyadarkan kepada anak suatu tingkatan penyesuaian yang wajar, tanpa menuntut konformitas yang berlebihan.
c.Untuk membantu anak dalam mengembangkan pengendalian diri dan pengarahan diri, sehingga mereka dapat mengembangkan hati nurani untuk membimbing tindakan mereka.
Gunarsa (2000: 136) menjelaskan bahwa manfaat utama disiplin adalah membantu anak belajar mengendalikan diri dengan lebih baik, menghormati, dan mematuhi otoritas. Gunarsa menegaskan pentingnya disiplin dalam mendidik anak. Melalui disiplin kita dapat melatih anak untuk:
a.Saling menghargai dan menghormati milik orang lain.
b.Segera menjalankan kewajiban yang menjadi tanggung jawab. c.Dapat membedakan tingkah laku yang baik dan buruk.
d.Belajar mengendalikan keinginan dan melaksanakan sesuatu tanpa ada perasaan takut.
Myrna B. Shure, Ph.D (dalam buku Spiritual Parenting 2004: 149) menyebutkan bahwa tujuan disiplin adalah membantu anak belajar membuat pilihan bijak. Hal ini penting terutama pada saat ia dihadapkan dalam keputusan yang sulit.
Ibung, (2009: 94-95), menyebutkan fungsi disiplin sebagai usaha untuk : a. Membantu penyesuaian diri anak dengan lingkungan sosialnya.
Dengan disiplin, anak belajar untuk berperilaku sesuai dengan harapan lingkungan, yang selanjutnya akan menentukan posisi mereka dalam lingkungan tersebut, diterima atau ditolak.
b. Memberi rasa aman
Anak masih terbatas dalam pengalaman dan pemahaman mengenai segala sesuatunya di dunia ini. Jadi akan lebih mudah bagi mereka jika untuk beberapa hal, memiliki patokan yang jelas mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak, apa yang diterima lingkungan apa yang dihindari lingkungan. Adanya disiplin yang jelas mengatur apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak, memudahkan anak beradaptasi dalam lingkungannya dan selanjutnya membuat anak merasa aman.
c. Dengan memiliki rasa aman karena arahan yang jelas, berarti anak juga terhindar dari rasa salah dan rasa malu yang mungkin ia alami jika ia melakukan ”kesalahan” dalam berperilaku di lingkungannya.
d. Dengan arahan yang jelas, berarti anak juga dapat mengembangkan keinginan untuk berbuat baik, benar dan yang terutama adalah perbuatan
yang sesuai dengan harapan lingkungannya dan akan lebih baik lagi jika menghasilkan respon positif dari lingkungan (pujian dan penghargaan). e. Disiplin dalam porsi yang sesuai dengan perkembangan anak akan
membantu mengembangkan pribadi menjadi orang yang peka terhadap lingkungan dan mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut.
f. Hati nurani, atau ”polisi” internal seorang anak juga dapat berkembang dengan adanya disiplin.
Brown dan Brown (1973: 122), mengemukakan pentingnya disiplin dalam proses pendidikan. Berikut ini adalah manfaat disiplin dalam proses pendidikan:
a.Menumbuhkan rasa hormat terhadap otoritas.
Disiplin akan menyadarkan setiap siswa tentang kedudukannya, baik di kelas maupun di luar kelas, misalnya kedudukannya sebagai siswa yang harus hormat terhadap guru dan kepala sekolah.
b.Menanamkan kerjasama.
Disiplin dalam proses belajar mengajar dapat dijadikan sebagai upaya untuk menanamkan kerjasama, baik antara siswa, siswa dengan guru, maupun siswa dengan lingkungannya.
c.Menumbuhkan sikap berorganisasi secara benar.
Disiplin dapat dijadikan sebagai upaya untuk menanamkan dalam diri setiap siswa mengenai kehidupan berorganisasi secara benar.
d. Mengembangkan rasa hormat terhadap orang lain
Dengan adanya disiplin dalam proses belajar mengajar, setiap siswa akan tahu dan memahami tentang hak dan kewajibannya. Mereka akan belajar menghormati dan menghargai hak dan kewajiban orang lain.
e.Belajar melakukan hal penting yang tidak menyenangkan
Dalam kehidupan selalu dijumpai hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Melalui disiplin siswa dipersiapkan untuk mampu menghadapi hal-hal yang kurang atau tidak menyenangkan dalam kehidupan pada umumnya dan dalam proses belajar mengajar pada khususnya.
f.Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin.
Dengan memberikan contoh perilaku yang tidak disiplin diharapkan siswa dapat menghindarinya atau dapat membedakan mana perilaku disiplin dan yang tidak disiplin.
7. Kaitan Antara Sikap Disiplin Dengan Empat Bidang Perkembangan Anak: Pribadi, Sosial, Karier, dan Belajar.
Disiplin sangat berkaitan erat dengan bidang perkembangan anak. Bidang perkembangan itu adalah pribadi, sosial, karier, dan belajar. Salamah (2009) mengatakan bahwa kedisiplinan merupakan tiket menuju keberhasilan. Apabila anak tidak memiliki sikap dan perilaku disiplin maka ia dianggap sebagai anak yang tidak dapat mematuhi dan memenuhi aturan yang telah ditentukan di kelompoknya dan dianggap sebagai anak yang bermasalah. Dengan hal inilah
maka secara otomatis perkembangan sosialnya akan terganggu. Karena ia sudah dipastikan tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Kedisiplinan juga membawa pengaruh yang besar dalam perkembangan belajar anak. Apabila anak tidak menaati aturan belajar yang telah ditentukan oleh sekolah, maka dapat dipastikan bahwa nilai akademik anak tersebut rendah. Misalnya anak tidak pernah mengerjakan PR, tidak membawa buku pelajaran yang telah ditentukan, dan pulang sekolah tidak sesuai dengan jadwal yang berlaku. Anak akan bertumbuh dewasa dan mengembangkan kariernya. Apabila ia tidak mampu mematuhi segala aturan dan norma yang berlaku, dia akan kesulitan mengembangkan karier. Kariernya akan terhambat oleh perilakunya sendri yang tidak disiplin. Dengan demikian perkembangan pribadinya juga akan terhambat. Apabila anak dikucilkan dari lingkungannya dan memiliki prestasi yang rendah, ia pun tidak akan memiliki konsep diri yang positif terhadap dirinya sendiri. Akibatnya ia akan menganggap bahwa dirinya selalu negatif. Dapat disimpulkan bahwa semakin anak menaati aturan yang ditetapkan, maka tugas perkembangannya baik dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier juga semakin berkembang dengan baik.