• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

F. Manfaat Penelitian

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Para guru dapat memanfaatkan berbagai jenis permainan bahasa sebagai alternatif teknik dalam proses belajar kosakata bahasa Inggris.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baru terhadap pihak-pihak yang terkait, masing-masing diuraikan sebagai berikut:

a. Bagi siswa, mendapatkan kesempatan belajar bahasa Inggris dalam suasana yang menyenangkan, dapat meningkatkan gairah untuk belajar dan mempunyai keingintahuan tentang kosakata bahasa Inggris melalui teknik pembelajaran permainan bahasa melalui laboratorium multimedia Town4kids.

b.

Bagi guru, diharapkan dapat mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas di sekolah, serta dapat memahami dan berinovasi dalam hal pengajaran bahasa Inggris melalui teknik pembelajaran permainan bahasa di laboratorium multimedia Town4kids.

c.

Bagi peneliti sendiri, diharapkan peneliti juga dapat mengembangkan penelitian ini sebagai seorang peneliti dan sebagai seorang guru.

BAB II

KERANGKA TEORETIK

A. Penguasaan KosaKata

1. Pengertian Kosakata

Berbeda dengan bayi/balita yang belajar bahasa ibunya, pembelajar bahasa kedua sudah mempelajari dan mengetahui bagaimana kategori budaya mereka. Dengan kata lain, pembelajar bahasa kedua memakai jalan pintas dalam proses untuk memahami dunia sekitarnya dan dengan langsung belajar kosakata dari bahasa kedua dengan membuat pemetaan kosakata tersebut secara langsung kedalam bahasa ibunya. Richard dan Renandya menjelaskan “Vocabulary is a core component of language proficiency and provides much of the basis for how well learners speak, listen, read and write”. 2 Kosakata diartikan sebagai komponen bahasa yang mendasar. Walaupun dalam bahasa Inggris ada 4 kemampuan dasar, yaitu menulis, membaca, mendengar dan berbicara, namun penguasaan kosakata merupakan kebutuhan mendasar untuk menguasai ke 4 kemampuan tersebut.

Kosakata diartikan pula sebagai sebuah konten dan fungsi yang ada pada kata-kata sebuah bahasa yang dipelajari sehingga kosakata menjadi

2 Jack C Richards and Renandya Willy A, Methodology in language teaching: An Anthology of Current Practice, (USA : Cambridge University Press, 2003) P. 4

sebuah bagian dari kepahaman, berbicara, membaca dan menulis seorang anak. Kosakata diartikan sebagai kata-kata yang memiliki arti baik ketika didengarkan maupun dilihat, meskipun tidak melalui sebuah proses ketika seseorang menggunakan kosakata tersebut untuk berkomunikasi.

Menurut Dictionary longman of contemporary English, Vocabulary is all the words that someone knows or uses.3 Yang artinya kosakata merupakan semua kata yang diketahui maupun yang digunakan oleh seseorang ataupun sebagian orang.

Dalam berkomunikasi melalui bahasa, kosakata memiliki peranan yang sangat penting. Makna suatu wacana sebagai bentuk penggunaan bahasa sebagian besar ditentukan oleh kosakata yang digunakan dalam pengungkapannya. Hal tersebut senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Nunan:4 ”one of the most influential structural linguistic of the day, went so far as to argue that vocabulary was the eastest aspects of language to learn and that it hardly required formal attentionin the classroom.”

Salah satu struktural bahasa yang paling berpengaruh saat ini adalah kosakata, kosakata diartikan sebagai aspek yang paling mudah untuk mempelajari bahasa. Tanpa kosakata seseorang tidak akan dapat menggunakan struktur dan fungsi bahasa dalam komunikasi secara

3 Longman Dictionary of Contemporary English (England; pearson education, 2009)p.1959

4 David Nunan, Language Teaching Methodology, (New York : Prentice Hall, 1998), p. 117

komprehensif. Melalui kosakata kita dapat melihat seberapa baik kemampuan dasar pembelajar dalam mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.5 Kemampuan siswa dalam memproduksi kata-kata atau kalimat dalam bentuk ujaran tertulis dan lisan akan menggambarkan bagaimana penguasaan kosakata tersebut dalam ingatan siswa.

Berdasarkan definisi kosakata di atas, kosakata dapat disimpulkan sebagai sejumlah kata didalam sebuah bahasa yang digunakan oleh para pembicara untuk berkomunikasi dengan pembicara lain, baik itu bahasa lisan maupun bahasa tulisan.

2. Pengertian Penguasaan

Yang dimaksud dengan ‘penguasaan’ dalam penguasaan kosakata diambil dari kata mastery yang dikemukakan oleh Dictionary Longman of contemporary English, Mastery of a language is thorough understanding or great skill of a language. 6 Penguasaan sebuah bahasa memiliki arti lebih dari hanya mengetahui seluruh kata dalam bahasa tersebut. Ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata bukan berarti menguasai seluruh kosakata bahkan dalam bahasa sendiripun selalu terbatas dan tidak pernah lengkap. Pertumbuhan dalam pengetahuan arti kata berjalan seiring dengan bertambahnya pengalaman siswa dan memakan waktu.

5 Jack C Richards and Renandya Willy A, Methodology in language teaching: An Anthology of Current Practice, (USA : Cambridge University Press, 2003) P. 225

6 Dictionary of Contemporary English (England; pearson education, 2009)p.1076

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, penguasaan berarti perbuatan (hal dan sebagainya) menguasai atau menguasakan.7 Dalam hal ini, penguasaan yang dimaksud adalah penguasaan kosakata yang digunakan untuk mengetahui makna dari kata yang digunakan oleh siswa, yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Kosakata menjadi bagian yang penting dalam melakukan komunikasi, karena dalam penguasaan, seseorang akan melakukan suatu proses atau cara mengartikan kata yang dimilikinya.

Penguasaan dapat disimpulkan sebagai kemampuan seseorang terhadap pengetahuan kosakata yang dapat diimplementasikan dalam penggunaan bahasa sehari-hari khususnya dalam mempelajari bahasa asing.

3. Penguasaan Kosakata

Penguasaan kosakata menurut Heaton dibedakan antara kosakata aktif dan kosakata pasif. 8 Berkaitan dengan ini, kata-kata aktif itu seolah-olah terlontar keluar tanpa dipikir panjang untuk merangkaikan gagasan-gagasan yang dipikirkan oleh pembicara dan penulis. Sebaliknya kata-kata pasif adalah kata yang dapat dikatakan hampir tidak dapat digunakan oleh

7www.kbbi.web.id (http:/www.kbbi.web.id/kuasa) p.1

8 Heaton JB, “Writing English Language Test “(England; Longman Group Limited, 1990)p.41

seseorang, tetapi menimbulkan reaksi apabila bahasa yang kita dengar/

dibaca orang tersebut.

Menurut Djiwandono, penguasaan kosakata dalam meningkatkan keterampilan berbahasa seseorang menyangkut dua hal, yakni penguasaan kosakata pasif reseptif dan penguasaan kosakata aktif produktif.

Penguasaan jenis kosakata pasif reseptif berupa pemahaman arti kata tanpa disertai kemampuan untuk menggunakan atas prakarsa sendiri atau hanya mengetahui arti sebuah kata ketika digunakan orang lain atau disediakan untuk sekedar dipilih. Seseorang dengan kemampuan ini hanya dapat memahami arti suatu kata ketika kata itu didengar atau dibaca pada wacana orang lain tanpa disertai kemampuan untuk secara spontan dan atas prakarsa sendiri menggunakan dalam wacananya sendiri. Sedangkan penguasaan kosakata aktif produktif tidak hanya berupa pemahaman seseorang terhadap arti kata yang didengar atau dibaca melainkan secara nyata dan atas prakarsa serta penguasaannya sendiri mampu menggunakan dalam wacana untuk mengungkapkan pikirannya.9

Berdasarkan pernyataan di atas dapat diketahui bahwa dalam pembelajaran bahasa di sekolah keterampilan membaca dan menyimak atau mendengarkan merupakan bagian dari kosakata pasif reseptif. Sedangkan keterampilan berbicara dan menulis termasuk dalam klasifikasi penguasaan kosakata aktif produktif. Pengembangan kosakata siswa yang berasal dari

9 M.Soenardi Djiwandono, Tes Bahasa Pegangan Bagi Pengajar Bahasa, (Jakarta: PT.Indeks, 2008),p.126

penyerapan informasi dari pihak lain termasuk dalam klasifikasi penguasaan kosakata pasif reseptif. Sedangkan penguasaan kosakata aktif produktif berupa pengajaran siswa dalam berbahasa.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penguasaan kosakata merupakan pembendaharaan seseorang tentang kata-kata dalam berbagai bidang yang dapat digunakan dalam percakapan, sehingga proses komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan pesan yang dimaksudkan dapat tersampaikan.

4. Bagaimana Penguasaan Kosakata Anak

Mengenai pemerolehan bahasa kedua (bahasa inggris) pertama bagi anak, menurut Grady: “Most children start producing words sometime between the ages of eight and twelve months or so, and many children have ten words in their vocabulary by the age of fifteen months. Things gradually pick up speed from that point on. Whereas an eighteen – month – old child may learn only one or two new words a day. A four – years – old will often acquire a dozen, and a seven – years – old will pick up as many as twenty”.10 Hampir semua anak mulai mengenal kata antara usia delapan sampai dengan dua belas bulan, dan banyak anak yang memiliki sepuluh kata pada usia limabelas bulan. Pada usia delapan belas bulan, anak hanya dapat mempelajari satu sampai dua kata baru dalam sehari, tetapi pada usia empat tahun anak akan memperoleh banyak kata baru, bahkan pada usia tujuh

10 William O’Grady, How Children Learn Language, (Cambridge University Press. 2005), P. 43

tahun, anak akan semakin banyak memperoleh kata baru sampai ia berusia dua puluh tahun.

Apa yang hendak dikatakan oleh Grady disini bahwa: kemampuan anak untuk mengetahui bahasa sangat terbatas, mereka cukup baik dalam belajar bahasa tetapi tidak terlalu baik atau kurang mengetahui apa yang sedang diucapkan atau yang akan diucapkan. Kemampuan anak dalam belajar memahami makna kata yang pertama kali dipelajarinya adalah melalui pendengarannya, apa yang dia dengar itulah yang dapat diucapkannya.

Djiwandono mengatakan bahwa penguasaan kosakata dapat dibedakan ke dalam penguasaan yang bersifat reseptif dan produktif, untuk memahami dan menggunakan kosakata. 11 Penguasaan kosakata yang merupakan bagian dari pengajaran bahasa dapat dikatakan sebagai pemahaman siswa untuk menggunakan kosakata. Dalam konteks ini konsep penguasaan kosakata mengacu kepada keberhasilan siswa dari tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu pengajaran bahasa. Maka yang dimaksud dengan penguasaan yang bersifat reseptif adalah untuk kosakata pasif dan penguasaan yang bersifat produktif untuk kosakata aktif.

Pembelajaran kosakata bahasa Inggris kepada siswa Sekolah Dasar sebaiknya disesuaikan pada karakteristik mereka sebagai “young learners”

dan cara mereka belajar. Mengajar bahasa Inggris pada anak-anak, dalam

11 M.Soenardi Djiwandono, op.cit,p.129

hal ini siswa Sekolah Dasar berbeda dengan mengajar siswa remaja atau orang dewasa. Menurut Harmer, anak-anak terutama berusia 9 – 10 tahun memiliki cara belajar yang berbeda dengan remaja dan orang dewasa.

Mereka lebih cepat mengalami kebosanan, dan mudah kehilangan minat hanya dalam waktu 1o menit. Maka dapat dipandang bahwa siswa sekolah Dasar memiliki cara yang berbeda dalam belajar kosakata, diantaranya:12 1. Siswa akan merespon suatu arti kata ketika mereka tidak memahami kata

yang disampaikan oleh seseorang.

2. Siswa lebih menyukai belajar secara tidak langsung daripada langsung.

3. Pemahaman siswa terhadap suatu makna tidak hanya berasal dari penjelasan, tetapi apa yang mereka lihat dan dengar serta kesempatan yang terjadi dalam proses interaksi.

4. Pada umumnya siswa belajar dengan antusias dan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal yang ada disekitar kehidupan mereka.

5. Siswa membutuhkan perhatian dan bimbingan yang berbeda dari guru.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penguasaan kosakata bahasa Inggris bagi seorang anak akan mempunyai tahapan tersendiri. Mereka akan mampu dalam satu bidang belum tentu dibidang lain akan baik juga. Jadi, ada tahapan yang harus dilalui oleh seorang anak dalam penguasaan bahasa.

5. Kosakata Bahasa Inggris

12 Jeremy Harmer, The Practice of English Language Teaching, (New York : Longman, 2001), p.38

Longman Dictionary of contemporary English mendefinisikan kosakata sebagai “ Vocabulary is All the words in a particular language”. 13 Kosakata dalam bahasa Inggris juga serupa dengan kosakata bahasa lain, dimana kosakata tersebut merupakan seluruh kata yang digunakan oleh perorangan maupun kelompok. Kosakata tetap akan memiliki sebuah arti ketika kata tersebut terdengar atau terlihat meskipun tidak dinyatakan oleh masing-masing individu untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Berdasarkan pada definisi kosakata diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kosakata merupakan sejumlah kata dalam sebuah bahasa, yaitu bahasa Inggris dan kumpulan yang digunakan oleh para pembicara dalam satu bahasa untuk berkomunikasi satu dengan lainnya, baik itu dalam hal berkomunikasi secara lisan maupun tulisan.

Kalau kita mengingat-ingat bagaimana kita atau anak-anak menguasai bahasa Indonesia, rasanya tidak pernah ibu/ayah kita mengajari kita dengan memberikan deretan kata-kata untuk dihapal kemudian digunakan dalam berbahasa sehari-hari. Akan tetapi, kita menguasai banyak kata-kata dari lingkungan dan konteks yang mengelilingi kata-kata tersebut. Selalu ada asosiasi antara kata dan objek atau kata dan tindakan yang dimaksud. Paparan (exposure) terhadap penggunaan sebuah kata yang berulang-ulang pun turut serta menanamkan pemahaman kita mengenai makna kata tersebut. Sebagaimana yang dikatakan oleh

13Longman Dictionary of Contemporary English (England; pearson education, 2009)p.1959

Cameron mempelajari sebuah kata baru bukanlah hal yang sederhana yang hanya dapat dilakukan sekali saja dan kemudian selesai.14

Cameron menegaskan bahwa mempelajari kosakata bukan sekadar mempelajari kata-kata namun juga mempelajari tentang kata-kata tersebut baik yang berupa sebuah kata ataupun yang berupa frasa (formulaic chunks).15 Peran kata yang paling dasar dalam pemerolehan bahasa adalah penggunaan kata benda (noun) untuk menamai benda. Kata-kata yang berhubungan dengan penamaan ini diperoleh anak-anak melalui ostensive definition (Cameron), yaitu melalui penglihatan ataupun sentuhan terhadap objek yang dinamainya. Implikasi pedagogisnya, guru dapat melakukan kegiatan “listening dan identifying”.

Ketika sebuah kata diperoleh (acquired) dan bukan dihapalkan, makna kata tersebut akan terus berkembang seiring dengan pengalaman anak yang semakin kaya dan semakin sering bertemu dengan penggunaan kata tersebut dalam berbagai konteks. Sekadar hapal dan mengerti makna kata saja tidak cukup. Secara bertahap anak juga harus terpaparkan pada word families ataupun kata lain yang masih berhubungan. Contoh: walk, walked, walking, walks, a walk. Tentunya pemaparan terhadap kumpulan kata tersebut tidak dengan memberikan daftar dan meminta anak-anak untuk menghapalkannya.

14 Lynne Cameron, Teaching Language to Young Learners, (Cambridge : Cambridge University Press, 2001).p78

15 Ibid, p.82

Hatch dan Brown sebagaimana dikutip Cameron mengulas lima langkah penting dalam pembelajaran kosakata, yaitu:16

a. memiliki sumber untuk bertemu dengan kata-kata baru;

b. memiliki gambaran berupa visual maupun audio mengenai bentuk dari kata-kata baru;

c. mempelajari makna kata-kata tersebut;

d. memiliki kaitan ingatan yang kuat antara bentuk dan makna kata-kata baru tadi;

e. menggunakan kata-kata tersebut.

Kelima proses ini sejatinya terjadi berulang-ulang agar sesuatu yang baru selalu dapat dipelajari dan diingat. Cameron mengungkapkan bahwa sebuah kata baru perlu dimunculkan setidaknya lima sampai enam kali dalam satu unit sebuah buku pelajaran agar dapat dipelajari oleh anak.

Bahkan Cameron menyarankan agar kata-kata tersebut tidak hanya muncul pada unit tertentu saja melainkan dihadirkan pula di beberapa unit lainnya dan bahkan di buku pelajaran lain dengan level yang berbeda. Oleh karena itu recycling (pengulangan) sangat bermanfaat agar anak-anak dapat mengingat kembali kata-kata yang pernah dipelajarinya.

6. Jenis kosakata dalam Bahasa Inggris a. Noun (Kata Benda)

16 Ibid, p.84

Longman Dictionary mendefinisikan kata benda sebagai “noun is a word or group of words that represent a person, a place, a thing or activity, or a quality or idea”. 17 Kata benda dapat berupa orang, benda, kegiatan maupun sebuah kualitas atau ide, dan kata benda dapat digunakan sebagai sebuah subjek ataupun objek sebuah kata kerja. Sebagai contoh, didalam bahasa Inggris memakai kata benda dan kata kerja, sehingga kita dapat menggabungkan the dog bites (anjing menggigit) dan the dogs bite (anjing menggigit).Tetapi kita tetap mengutamakan anjing sebagai yang utama dan menggigit yang kedua, karena kata kerja mengambil angka dari subjeknya.

Sedangkan Thomson and Martinet membagi kata benda menjadi 4 jenis: (a) common nouns, contoh: dog, man, table, etc. (b) Proper nouns, contoh: France, Madrid, Mrs Smith, Tom,etc. (c) Abstract nouns, contoh:

beauty, charity, courage, etc. 18 Common nouns adalah kata benda secara umum, kata benda yang bisa meliputi: nama hewan, seperti anjing, kucing, kelinci, dll, nama benda matii, seperti meja, kursi, tas dll. Proper nouns adalah nama-nama seperti nama Negara, nama orang, dll. Abstract nouns adalah kata benda abstrak seperti kecantikan, kedermawanan, dll.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penguasaan kosakata anak dari usia satu tahun sampai pada dua belas tahun akan mengalami perkembangan. Penguasan kosakata benda dapat mereka peroleh dengan

17 Longman Dictionary, Dictionary of Contemporary English (Pearson Education.England. 2009) , p.

1191

18 Thomson and Martinet. A Practical English, (Oxford university Press, New York. 1986) P. 24

cara mendengarkan orang lain berbicara atau melihat benda-benda disekeliling mereka yang ditemuai dalam kehidupan sehari-hari.

b. Verb (Kata Kerja)

Finegan menyatakan verbs has a set of related forms (talk, talks, talked, talking) and the basic form – the one without an ending – can be preceded by ‘can’ or ‘will” 19 dimaksudkan adalah kata kerja merupakan kata yang memiliki perbedaan antara masa lampau dan masa sekarang. Dan sedangkan menurut Longman Dictionary, “verb is a word or group of words that describes an action, experience, or state, such as see, read, etc”. 20 Kata kerja adalah kata yang mewakili sebuah kata ataupun kelompok kata yang menggambarkan sebuah perbuatan, pengalaman seperti melihat, membaca, menulis, melukis, dll.

c. Adjective (Kata Sifat)

Menurut Longman Dictionary, “Adjective is a word that describes a noun or pronoun, such as ‘happy’ in the sentence ‘I’ll try to make you happy”.

21 Maksud dari Longman , Kata sifat merupakan sebuah kata yang menggambarkan kata benda atau kata keterangan, seperti ‘bahagia’ didalam

19 Edward Finegan, language Its Structure and use (United state; Thomson wardsworth, 2004), p. 42

20 Longman Dictionary, Dictionary of Contemporary English (Pearson Education.England. 2009) , p.

1948

21 Ibid,p.21

kalimat ‘Saya akan mencoba membuatmu bahagia’. Berarti kata sifat merupakan salah satu kosa kata, baik itu didalam bahasa Inggris maupun bahasa lainnya yang digunakan untuk melengkapi sebuah kalimat.

Menurut Hornby, “Adjective is a word that describes a person or thing, for example; big, red and clever in a big house, red bag, and a clever idea.”

22 maksudnya, kata sifat merupakan sebuah kata yang menggambarkan seseorang atau sesuatu, sebagai contoh: besar, merah dan pandai di dalam phrasa sebuah rumah yang besar, tas yang besar dan sebuah ide yang gemilang, yang berarti kata sifat juga merupakan sebuah kata yang melengkapi kata benda.

Dengan adanya pemilahan kosakata menjadi 3 bagian, yaitu kata benda, kata kerja dan kata sifat, maka peneliti akan memfokuskan pada peningkatan penguasaan kosakata ketiganya.

7. Penilaian Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris

Dalam bidang pendidikan pada umumnya dan bidang pengajaran khususnya, tes dipahami sebagai alat, prosedur atau rangkaian kegiatan yang digunakan untuk memperoleh contoh tingkah laku seseorang yang memberikan gambaran tentang kemampuan dalam suatu bidang pengajaran tertentu. Kemampuan berbahasa mengacu kepada kemampuan yang berhubungan dengan penguasaan kosakata dalam komunikasi nyata

sehari-22 Hornby, A.S. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. (New York: Oxford University Press. 1994), p. 22

hari. Dan dalam kajian kebahasaan, kemampuan berbahasa dibedakan dari kompetensi berbahasa dan ketrampilan berbahasa.

Dalam penyelenggaraan pengajaran pada umumnya, termasuk pengajaran bahasa, tes bahasa memiliki tempat dan peranan yang secara jelas terkait di dalamnya, dan bahkan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengajaran itu sendiri. Dalam teori dan penyusunan serta perencanaan pengajaran, digambarkan sebagai suatu proses yang terdiri dari tiga komponen utama yang tidak terpisahkan satu dari yang lainnya. Ketiga komponen itu adalah : tujuan pengajaran, pelaksanaan pengajaran dan penilaian hasil pengajaran.

Pemilihan kosakata sebagai bahan tes perlu mempertimbangkan pula kosakata yang hendak diteskan tersebut dimaksudkan untuk tes penguasaan kosakata yang bersifat aktif atau pasif. 23 Kosakata pasif adalah kosakata untuk penguasaan reseptif, kosakata yang hanya perlu untuk dipahami dan tidak digunakan. Kosakata aktif adalah kosakata yang dipergunakan. Jumlah kosakata pasif jauh lebih banyak dibanding kosakata aktif.

Jika dikaitkan dengan kegiatan pemakaian bahasa, tes kosakata dapat dibedakan ke dalam penguasaan reseptif dan produktif. Sementara itu bila dikaitkan dengan ada tidaknya keterlibatan aspek-aspek kebahasaan yang lain dan sekaligus dikaitkan dengan komunikasi bahasa, tes kosakata,

23 Soenardi Djiwandono, op.cit, p.127

dapat dibedakan menjadi tes diskrit, integratif dan pragmatik. 24 Namun tidak menutup kemungkinan dengan upaya teknik tertentu, tes kosakatapun dapat dibedakan ke dalam tes yang menuntut aktivitas berfikir pada tingkatan kognitif tertentu. Akan tetapi pada kenyataannya tes kosakata hanyalah sampai pada tingkat analisis.

Berdasarkan teori dan konsep yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa penguasaan kosakata merupakan jumlah kosakata yang dapat dipahami dan digunakan seseorang baik yang bersifat produktif maupun reseptif.

B. Perkembangan Bahasa Anak 1. Pengertian Perkembangan

Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kualitatif baik pada aspek fisik maupun psikis sebagai pengaruh dari proses pertumbuhan dan belajar. Istilah perkembangan mengacu pada bagaimana orang tumbuh, beradaptasi dan mengalami perubahan dalam hidup mereka, baik perkembangan fisik, kepribadian, sosial emosi, kognitif, dan bahasa.25 Ada dua isu yang diperdebatkan tentang psikologi perkembangan. Pertama adalah perkembangan yang diakibatkan dari pengalaman yang telah dialami, kedua adalah proses perkembangan itu sendiri.

24 Ibid, p.128

25 Robert E. Slavin, Educational Psychology: Theory and Practice Eighth Edition, (United State of America : Pearson, 2006), p.30

Isu pertama adalah kontroversi nature dan nurture merupakan proses perkembangan secara alami, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor keturunan dan biologis, atau yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pengalaman.

Pada saat ini, banyak para ahli psikologi yang percaya bahwa kombinasi nature dan nurture mempengaruhi perkembangan melalui faktor biologi yang

Pada saat ini, banyak para ahli psikologi yang percaya bahwa kombinasi nature dan nurture mempengaruhi perkembangan melalui faktor biologi yang