• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Penilaian Kualitas Terjemahan

Dalam dokumen NINUK SHOLIKHAH AKHIROH (Halaman 42-54)

Bagan 1: Proses penerjemahan menurut Nida dan Taber (Suryawinata & Haryanto, 2003:24)

4 The source sentence is not translated at all into the target sentence, i.e it is ommited or deleted.

4.2 Manfaat Penilaian Kualitas Terjemahan

Penilaian terhadap kualitas terjemahan atau kritik terhadap suatu karya terjemahan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan terjemahan. Secara tidak langsung, kritik ini akan mengungkapkan kemampuan penerjemah (Nababan, 2003:84-85). Terjemahan yang berkualitas menunjukkan bahwa penerjemahnya memiliki kompetensi penerjemahan yang baik.

32

Lebih lanjut, Honig dalam Nababan (JLB, 2004), menyatakan bahwa ada beberapa pihak yang mendapatkan manfaat dari penilaian kualitas terjemahan, yaitu:

1. Pembaca teks bahasa sasaran 2. Penerjemah professional

3. Peneliti di bidang penerjemahan 4. Peserta pelatihan penerjemahan

Lebih luas lagi, penilaian kualitas terjemahan yang reliabel akan lebih memajukan dunia penerjemahan. Penilaian terjemahan sangat penting karena dua alasan: (1) untuk menciptakan hubungan dialektik antara teori dan praktik penerjemahan; (2) untuk kepentingan kriteria dan standar dalam menilai kompetensi penerjemahan, terutama apabila kita menilai beberapa versi teks BSa dari teks BSu yang sama. (Machali, 2000:108).

5. Jurnalisme

Jurnalisme (juga sering disebut jurnalistik) merujuk pada semua kegiatan media massa dalam mengumpulkan dan menyajikan informasi kepada publik. Jurnalisme merupakan alat pemasok kebutuhan orang dalam berkomunikasi. Jurnalisme mencakup media cetak dan elektronika yang menyampaikan berita dan informasi kepada khalayak umum. Surat kabar, majalah, radio, televisi, layanan online berbagai situs penyedia berita merupakan bagian dari media massa. Jurnalisme masa kini dipenuhi dengan berbagai layanan akses berita yang menggunakan teknologi komputer dan internet. Dunia jurnalisme juga mengenal

33

adanya ‗kantor berita‖, yakni sebuah organisasi yang menampung liputan-liputan jurnalistik internasional dan menjualnya kepada berbagai koran dan majalah (Santana, 2005: 12).

Di Indonesia, menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982, pers adalah lembaga kemasyarakatan, alat perjuangan nasional yang mempunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa, yang bersifat umum berupa penerbitan yang teratur waktu terbitnya, diperlengkapi atau tidak diperlengkapi dengan alat-alat milik sendiri berupa percetakan, alat-alat foto, klise, mesin-mesin stensil atau alat-alat teknik lainnya (Djuroto, 2000: 4).

Terdapat Sembilan prinsip jurnalisme, yakni: 1) menyampaikan kebenaran, 2) memiliki loyalitas kepada masyarakat, 3) memiliki disiplin untuk melakukan verifikasi, 4) memiliki kemandirian terhadapa apa yang diliputnya, 5) memiliki kemandirian untuk memantau kekuasaan, 6) menjadi forum bagi kritik dan kesepakatan publik, 7) menyampaikan sesuatu secara menarik dan relevan kepada publik, 8) membuat berita secara komprehensif, 9) memberi keleluasaan wartawan untuk mengikuti nurani mereka (Kovach dan Rosenstiel dalam Santana, 2005: 6)

Perlu diingat bahwa media massa diakses oleh massa yang heterogen (berasal dari berbagai golongan dan bidang ilmu). Nilai-nilai jurnalisme mengedepankan kebebasan berekspresi, keobjektifan, dan kejujuran. Namun, media juga harus ingat bahwa posisinya berada di tengah-tengah masyarakat yang cenderung mengendalikannya. Pandangan, nilai-nilai serta pemikiran yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat Indonesia, turut mempengaruhi sudut

34

pandang penyampaian berita. Sudut pandang tersebut sangat mempengaruhi pemilihan kata-kata dan gaya bahasa penulisan berita.

Ada berbagai kepentingan yang bermain dalam media massa: kepentingan ideologi masyarakat dan negara, kepentingan kapitalisme pemilik modal, kepentingan keberlangsungan lapangan kerja bagi karyawan dan sebagainya. Dalam posisi inilah bias media menjadi satu hal yang tak terhindarkan (Sobur, 2006). Dilihat dari ketentuan dasar, menurut GBHN, media massa diberi tugas melestarikan nilai-nilai budaya bangsa. Hal ini turut mempengaruhi kinerja wartawan penerjemah dalam tugas penerbitan berita internasional di sebuah surat kabar.

Masih ada banyak hal yang merupakan karakteristik khusus jurnalisme, yang sangat berpengaruh pada berbagai proses kerja jurnalistik, termasuk proses penerbitan berita Internasional yang melibatkan proses yang cukup kompleks.

5.1 Koran

Penyampaian informasi dalam kegiatan jurnalisme dilakukan melalui media, baik yang bersifat visual, audio, maupun audio-visual. Koran merupakan salah satu media yang bersifat visual. Lebih lazim disebut media cetak, koran menyampaikan informasi secara terstruktur, dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang diatur dalam halaman-halaman.

Dilihat dari segi pembaca target, dikenal dua jenis koran, yaitu koran lokal dan koran nasional. Sementara jika dilihat dari isi berita, terdapat koran umum, dan koran dengan minat khusus. Koran dengan minat khusus merupakan koran dengan konsentrasi pada bidang tertentu, misalnya koran bisnis.

35

Muatan utama koran, tentu saja adalah informasi aktual yang disampaikan pada tiap halamannya. Namun, dalam setiap terbitan koran, bisa dipastikan muncul pula berbagai iklan. Sisi lain pers sebagai sebuah bisnis menuntut hal tesebut. Iklan-lah yang menutup biaya produksi sebuah koran. Tanpa iklan, tak bisa dibayangkan berapa harga selembar koran. Demi kepentingan bisnis, bahkan tak jarang iklan menempati posisi-posisi strategis yang biasanya ditempati oleh berita-berita utama.

Telah disinggung sebelumnya bahwa koran memuat berita aktual yang terkini. Akan tetapi, sebuah peristiwa yang terjadi tidak dapat disampaikan kepada publik dalam jeda waktu beberapa menit setelah kejadian, seperti halnya berita televisi. Koran memiliki siklus terbit. Jadi berita yang terjadi setelah penerbitan koran, tentu saja akan disimpan untuk penerbitan berikutnya.

Struktur penerbitan pers mencakup organisasi yang cukup luas, yakni Bidang Redaksi, Bidang Cetak dan Bidang Usaha. Namun yang terkait langsung dengan pemberitaan dalam surat kabar adalah Bidang Redaksi (Editor Department). Struktur sederhana Bidang Redaksi dapat digambarkan dalam figur berikut:

- Pemimpin Redaksi adalah orang pertama yang bertanggung jawab terhadap semua isi penerbitan pers. Tugas utamanya adalah mengendalikan kegiatan keredaksian di perusahaannya, yang meliputi penyajian berita, penentuan liputan, pencarian fokus pemberitaan, penentuan topik, pemilihan berita utama (headline) dan sebagainya. Pemimpin redaksi, dalam melaksanakan

36

tugasnya, dibantu oleh redaktur pelaksana, redaktur halaman dan asisten redaktur.

- Sekertaris Redaksi adalah pembantu pemimpin redaksi dalam hal administrasi keredaksionalan, misalnya: menerima surat-menyurat yang terkait dengan keredaksionalan, mengirim honor penulis dari luar, dan lain-lain.

- Redaktur Pelaksana bertugas membantu pemimpin redaksi dalam melaksanakan tugas-tugas keredaksionalan.

- Redaktur (Editor) adalah petugas yang bertanggung jawab terhadap isi halaman surat kabar. Tugas redaktur adalah menerima bahan berita, baik dari kantor berita, wartawan, koresponden atau bahkan press release dari lembaga, organisasi, instansi pemerintah atau perusahaan swasta, kemudian menyeleksi mana yang layak diberitakan.

- Wartawan atau reporter adalah seseorang yang bertugas mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi menjadi berita, untuk disiarkan melalui media massa. Wartawan pada sebuah penerbitan media cetak disebut wartawan media cetak. Dari status pekerjaannya, ada tiga jenis wartawan, yaitu: wartawan tetap, wartawan pembantu dan wartawan lepas (freelance). - Koresponden (stringer) atau lazim disebut wartawan pembantu adalah

seseorang yang berdomisili di suatu daerah, diangkat atau ditunjuk oleh suatu penerbitan pers untuk memberikan laporan secara kontinyu tentang peritiwa yang terjadi di daerahnya

37 5.2 Berita

- Jenis Berita

Tulisan yang ada di koran pada umumnya berupa berita dan opini. Berita adalah tulisan yang sepenuhnya berisi fakta, sehingga diharapkan bersifat objektif. Sedangkan tulisan opini merupakan opini penulis tentang suatu hal. Beberapa contoh tulisan opini, adalah: tajuk rencana, surat pembaca, karikatur, editorial. Ishwara (2005: 52), seorang wartawan Kompas, menyampaikan dua jenis berita: 1) Berita yang terpusat pada peristiwa (event centered news) yang khas menyajikan peristiwa hangat yang baru terjadi, dan umumnya tidak diinterpretasikan, dengan konteks yang minimal, tidak dihubungkan dengan situasi dan peristiwa yang lain. 2) Berita yang berdasarkan pada proses (process- centered news) yang dihubungkan dalam konteks yang luas melampaui waktu.

Berdasarkan sifat kejadian berita, terdapat berbagai jenis berita: 1) Berita yang diduga, misalnya: berita pelantikan pejabat, berita kunjungan presiden, berita peresmian oleh pejabat. 2) Berita tak diduga, misalnya: berita kecelakaan dan berita tentang bencana alam.

Berdasarkan bidang yang dicakup, terdapat berbagai jenis berita, yakni: 1) berita ekonomi, 2) pendidikan, 3) politik, 4) olahraga dan 5) kriminalitas. Berdasarkan jarak kejadian, terdapat: 1) berita lokal (kota propinsi/daerah), 2) berita nasional dan 3) berita mancanegara.

Berita juga dapat dibedakan berdasarkan teknik atau gaya penulisannya. Dalam hal ini, berita dapat dikategorikan sebagai: 1) berita langsung atau straight news dan 2) feature. Berita langsung biasanya berbentuk eksposisi, sedangkan

38

feature biasanya berbentuk deskripsi atau pemerian. Sementara, feature masih dapat dibedakan lagi menjadi feature informatif, feature histori, feature ilmiah dan pengalaman pribadi.

- Nilai Berita

Tulisan yang dimuat di koran tentu saja telah melalui penseleksian berdasarkan nilai berita atau news value. Nilai berita menjadi ukuran yang berguna, atau yang bisa diterapkan untuk menentukan layak berita (newsworthy). Nilai berita merupakan suatu hal yang sulit didefinisikan. Beberapa elemen nilai berita yang mendasari pelaporan kisah berita adalah:

- Immediacy atau timelines: terkait dengan kesegaran peristiwa yang dilaporkan - Proximity: keterdekatan peristiwa dengan pembaca atau pemirsa dalam

keseharian hidup mereka.

- Consequence: berita yang mengubah kehidupan pembaca adalah berita yang mengandung nilai konsekuensi.

- Conflict: peristiwa-peristiwa perang, demonstrasi atau kriminal merupakan contoh elemen konflik di dalam pemberitaan.

- Oddity: peristiwa yang tidak biasa terjadi

- Sex: kerapkali menjadi elemen utama, namun bisa juga menjadi elemen tambahan bagi pemeberitaan tertentu, seperti pada olahraga, selebriti, atau kriminal.

- Emotion atau human interest: menyangkut kisah-kisah yang mengandung kesedihan, kemarahan, simpati, ambisi, cinta, kebencian, kebahagiaan atau humor.

39

- Prominence: ketika seseorang terkenal, dia akan menjadi pusat berita. Unsur keterkenalan menarik minat pembaca berita.

- Suspense: elemen ini menunjukkan sesuatu yang ditunggu-tunggu, terhadap sebuah peristiwa, oleh masyarakat.

- Progress: elemen ini merupakan elemen ―perkembangan‖ dari elemen yang ditunggu masyarakat. (Santana, 2005: 18-20) Berita yang dianggap memiliki nilai tinggi, dipilih menjadi Headline (HL) suatu halaman. HL memiliki porsi halaman yang lebih besar dibanding berita- berita lainnya. Besarnya halaman untuk HL berbeda antara halaman luar dengan halaman dalam. Seringkali HL di halaman awal harus dipotong untuk dilanjutkan di halaman dalam. Pemotongan dan penyambungan ini sekaligus memberikan tempat bagi berita-berita yang bernilai tinggi lain, tapi tidak menjadi HL.

- Kategori Berita

Jurnalistik membakukan beberapa kategori pemberitaan, Yakni:

- Hard News: merupakan desain utama dari sebuah pemberitaan. Isinya menyangkut hal-hal penting yang langsung terkait dengan kehidupan pembaca, pendengar atau pemirsa. Ini menyangkut hal-hal yang penting, yang harus segera diberitakan.

- Feature News: adalah kisah peristiwa atau situasi yang menimbulkan kegemparan atau imaji-imaji (pencitraan). Kisahnya didesain untuk menghibur, namun terkait dengan hal-hal yang menjadi perhatian atau mengandung informasi.

40

- Sport News: berita olahraga bisa masuk kategori hard news atau feature. Berita ini mencakup rangkuman hasil pertandingan atau rangkaian kompetisi musiman juga berbagai bidang yang terkait dengan olahraga, dari atlet-atlet, tokoh olahraga serta penggemar fanatik olahraga.

- Social News: mencakup kisah-kisah kehidupan sosial. Berita sosial juga bisa masuk dalam kategori hard atau feature. Umumnya meliputi pemberitaan yang terkait dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

- Interpretive: dalam kategori berita ini, wartawan berupaya untuk memberi kedalaman analisis dan melakukan survey terhadap berbagai hal yang terkait dengan peristiwa yang hendak dilaporkan.

- Science: berita yang memuat ihwal kemajuan perkembangan keilmuan dan teknologi.

- Consumer: berita ini membantu khalayak yang ingin membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari baik yang bersifat primer dan sekunder.

- Financial: berita yang memfokuskan perhatian pada bidang-bidang bisnis, komersial atau investasi. Para penulisnya memiliki referensi akademis atau kepakaran terhadap subyek yang dibahasnya.

Dalam penelitian ini, objek yang digunakan adalah berita berjenis straight news dan berkategori hard.

- Sumber Berita

Eugene J. Webb dan Jerry R. Salancik dalam Ishwara (2005: 67) mengatakan bahwa ada beberapa petunjuk yang dapat membantu wartawan dalam mengumpulkan informasi, yaitu:

41

1) Observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita. 2) Proses wawancara

3) Pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik 4) Partisipasi dalam peristiwa.

Bahan berita dapat dikumpulkan dari berbagai informasi yang diperoleh wartawan melalui berbagai cara. Ada berita yang diperoleh melalui wawancara dengan nara sumber, ada berita yang ditulis berdasarkan press release atau undangan sebuah acara yang diterima oleh wartawan. Jurnalis juga dapat menulis berita berupa laporan acara yang digelar suatu institusi atau laporan pandangan mata suatu musibah. Secara umum, sumber berita yang diperoleh dengan cara tersebut, merupakan sumber berita yang memberikan "bahan mentah" yang masih harus diolah lagi oleh wartawan agar menjadi berita yang siap terbit.

Ada pula berita yang diperoleh dari sumber yang memberikan "berita jadi". Sumber yang dimaksud adalah situs atau kantor berita. Dalam hal ini, wartawan men-download tulisan yang telah di –upload oleh situs atau kantor berita. Wartawan hanya tinggal melakukan relatif sedikit editing, atau penyesuaian dengan gaya bahasa yang digunakan medianya. Namun untuk berita yang diperoleh dari media asing, maka wartawan harus menerjemahkan lebih dulu berita tersebut.

Dalam menulis berita yang berasal dari "sumber jadi", wartawan sering menggabungkan beberapa sumber sekaligus, misalnya menggabungkan berita dari situs AP dan Reuters. Untuk penulisan berita yang berasal dari situs atau kantor berita, wartawan biasanya mencantumkan sumber, entah di dalam berita atau di

42

luar berita dengan dicetak tebal dan ditempatkan setelah titik kalimat terakhir. Sementara itu, jika wartawan melakukan penerjemahan, maka inisial namanya ditulis sebelum nama sumber berita.

- Format Penulisan Berita

Bahasa koran biasanya compact (tidak bertele-tele), banyak digunakan verba dengan kategori actional maupun relational. Actional verb digunakan untuk menceritakan suatu kejadian yang menekankan pada happening-nya (biasanya pada berita tipe hard dan straight). Relational verb digunakan untuk menyatakan berita yang menekankan pada being-nya (biasanya pada berita soft atau feature). Pemilihan kata harus setepat dan seefektif mungkin agar bisa membentuk bahasa yang compact. Terutama untuk bagian judul, kata-kata sebisa mungkin harus provokatif atau menarik minat dan rasa ingin tahu pembaca. Penamaan atau naming juga perlu diperhatikan dalam penulisan berita.

Format berita terdiri dari judul, lead, isi/tubuh berita dan penutup (Ishwara, 2005: 98). Segala jenis berita disampaikan melalui teknik penulisan berita Piramida Terbalik, bagian atasnya lebar, bagian bawahnya menyempit. Isi berita ditekankan di bagian awal, semakin kebawah menuju bagian akhir semakin berkurang nilainya dengan sisipan-sisipan keterangan (Santana, 2005: 22).

Lead adalah bagian terpenting, paling kuat dan menonjol, yang merupakan inti dari keseluruhan berita. Bagian ini mengusik pembaca untuk melanjutkan baca. Lead ini menjawab pertanyaan 5 W + 1 H (who, what, when, where, why dan who) berkenaan dengan berita yang ditulis. Setelah lead, bagian berita berikutnya adalah isi/tubuh berita. Bagian ini berisi fakta atau kutipan yang

43

mendukung lead, termasuk menyebutkan sumber informasi. Bagian penutup (ending) umumnya berisi kutipan sumber utama yang menyimpulkan isu keseluruhan, enjelasan mengenai tindakan selanjutnya atau fakta tambahan lain (Ishwara, 2005: 98)

Dalam dokumen NINUK SHOLIKHAH AKHIROH (Halaman 42-54)

Dokumen terkait