• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSPEKTUS PADA PT TERBUKA

B. Manfaat Prospektus Terhadap Investor

79

Sumantoro, Op. Cit., hal. 97.

80

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

investor domestik dan asing, perorangan dan institusi yang mempunyai karakteristik masing-masing.81

Semua investor pada prinsipnya mempunyai tujuan yang sama, saat mereka menanamkan uangnya di pasar modal. Informasi diperlukan para investor, karena dengan informasi, maka investor dapat memutuskan efek apa yang akan dibeli, kapan membeli dan kapan menjualnya dengan harapan memperoleh laba sebesar mungkin.

Peran investor dalam pasar modal sangat penting dan merupakan salah satu pelaku utama, karena dari berbagai pelaku dalam pasar modal, investor adalah pihak yang membawa uang untuk masuk ke dalam pasar modal, sehingga tanpa investor tak ada pasar modal.

82

Adapun manfaat dari Prospektus ini adalah menjadi salah satu media informasi, media komunikasi, bahkan juga media promosi, hal ini disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, bahwa Prospektus adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan tujuan agar pihak lain membeli efek. Jadi dengan demikian prospektus tersebut merupakan kepanjangan tangan oleh pemilik perusahaan agar efeknya (saham) dibeli oleh masyarakat yang ingin berinvestasi melalui Pasar Modal. Oleh karena prospektus itu merupakan sarana informasi, sarana komunikasi bahkan sarana promosi, pendistribusiannya yang tepat waktu, keterbukaan, isi pesan dengan bahasa yang sederhana , agar pesan tersebut sampai kepada target sasaran yaitu brokers dealer.83

81

Ahmad Yani & Gunawan Widjaja, Op. Cit., hal 61.

82

http://www.google.co.id/, terakhir kali diakses tanggal 22 April 2008.

83

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

Dalam kaitannya dengan informasi, prospektus mempunyai peranan yang sangat penting karena dengan prospektus inilah investor dapat memperoleh gambaran umum dari perusahaan dan prospeknya. Investor umumnya menggunakan prospektus ini untuk menilai masa depan dari perusahaan yang efeknya atau sahamnya mereka beli. Jadi keterbukaan informasi ini sudah harus dimulai sejak sebuah perusahaan menyatakan dirinya go public, sejak mereka menerbitkan prospektus berkaitan dengan penawaran efek atau sahamnya, selain terbuka dan akurat, informasi inipun harus jujur.

Fungsi prospektus sangat vital bagi setiap investor karena prospektus memberikan pengetahuan yang cukup dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli suatu saham, maka bentuk atau isi dan saat penyampaian prospektus kepada calon investor memerlukan pengaturan yang cukup sehingga dapat bermanfaat sebagai salah atu cara untuk melindungi investor dari penjualan yang curang (fraudulent sales)84

Pada dasarnya ada 3 jenis informasi utama yang perlu diketahui oleh para perantara perdagangan efek, pedagang efek, dan investor. Informasi diperlukan untuk mengetahui kondisi perusahaan yang telah menjual efek dan perilaku efek perusahaan tersebut di bursa. Ketiga informasi ini adalah:

.

85

1. Informasi yang bersifat fundamental

Informasi yang berkaitan dengan keadaan perusahaan, kondisi umum industri yang sejenis, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi dan prospek perusahaan tersebut di masa yang akan datang.

84

Bismar Nasution, Op. Cit., hal. 136.

85

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

2. Informasi yang berkaitan dengan masalah teknis

Informasi yang berhubungan dengan fakor-faktor teknis yang penting untuk diketahui oleh para perantara perdagangan efek dan para pemodal.

3. Informasi yang berkaitan dengan faktor lingkungan

Informasi yang berkaitan dengan faktor lingkungan yang mencakup kondisi ekonomi, politik dan keamanan negara.

Perusahaan yang melakukan penawaran umum dalam pasar modal mempunyai kecenderungan untuk memberikan gambaran yang lebih baik dari pada kenyataan yang sebenarnya, dengan tujuan agar saham yang ditawarkannya diminati oleh masyarakat. Saham perusahaan yang ditawarkan tersebut, tidak mudah diketahui kualitasnya oleh Investor yang berminat membelinya. Investor yang membeli saham perusahaan yang melakukan penawaran umum, berada di luar berusahaan dalam arti tidak terlibat langsung dan tidak mengetahui secara persis tentang peristiwa atau kejadian dan keadaan usaha perusahaan tersebut.86

86

http://www.google.co.id/, terakhir kali diakses tanggal 23 April 2008.

Sama halnya dengan investasi, pada pasar perdana, investor yang bermaksud untuk melakukan investasi di pasar sekunder, selain harus mempelajari prospektus, laporan keuangan emiten, juga perlu memantau perkembangan emiten obligasi tersebut melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bapepam maupun bursa. Informasi yang harus diperhatikan lebih lanjut oleh investor yang akan berinvestasi pada pasar sekunder obligasi antara lain, prospektus.

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

Untuk mengetahui gambaran awal dari emiten dan obligasi yang diterbitkannya, investor perlu mengetahui kondisi awal dari penerbitan obligasi tersebut melalui prospektus. Dengan kata lain, prospektus memberikan gambaran masa lalu dan kondisi saat ini.

Investor dapat pula mempelajari laporan keuangan triwulanan, tengah tahunan, maupun laporan tahunan emiten obligasi yang telah disampaikan kepada Bapepam maupun bursa. Laporan keuangan tersebut merupakan kewajiban emiten obligasi untuk memenuhi ketentuan Bapepam Nomor X K 2: Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala.87

Perlindungan investor merupakan satu kunci di pasar modal. Perlindungan merupakan kebutuhan dasar investor yang harus dijamin keberadaannya. Ini penting dan mutlak karena bagaimana mungkin investor bersedia menanamkan dananya jika tidak ada jaminan perlindungan terhadap investasinya. Perlindungan yang dapat diberikan pemerintah dalam suatu kegiatan bisnis, hanyalah menjamin investor memperoleh informasi yang lengkap mengenai risiko investasi yang dihadapi.88

Masyarakat investor selalu bergantung dan selalu mencari perlindungan dari penjamin emisi dan mengharapkan agar penjamin emisi memeriksa keakuratan pernyataan dan informasi yang tercantum dalam pernyataan pendaftaran. Seperti yang diobservasi oleh SEC dalam kasus The Richmond Corporation bahwa dengan melibatkan diri dalam suatu rencana penawaran efek, pihak penjamin emisi secara implisit menyatakan bahwa penjamin emisi tersebut

87

88

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

melaksanakan penelitian menurut standar-standar yang profesional. Para investor yang mempercayai hal tersebut mendapat perlindungan tambahan secara langsung kepada penilaian mereka terhadap reliabilitas daripada pernyataan-pernyataan yang tercantum dalam prospektus.89

1. Investor yang mempunyai orientasi panjang, mengharapkan adanya longterm capital appreciation. Untuk ini investor harus manganalisis kualitas investasi berdasarkan informasi yang akurat dan aktual untuk mengambil keputusan pengelolaan porfolionya. Filsafat investasi ini harus dikembangkan bersama antara emiten, investor, lembaga keuangan, dan perantara.

Berdasarkan risiko atas perkembangan pasar modal, penggolongan investor, dapat terbagi atas berikut ini:

2. Investor yang mempunyai motivasi investasi jangka pendek, mengharapkan adanya short term capital appreciation. Untuk memperoleh capital gain jangka pendek ini, investor ini, investor berdasarkan informasi yang mereka peroleh sering melakukan penjualan yang dianggap under value.

3. Tingkat bunga dan deviden merupakan unsur yang penting dalam investasi pasar modal. Oleh karena itu, investor dapat memahami kebijakan deviden yang dianut oleh perusahaan go public.90

Investor perlu memahami ruang lingkup perlindungan yang dimilikinya. Oleh karena itu butir-butir berikut harus diperhatikan:

a. Bukan jaminan untuk memperoleh keuntungan (gain). Satu hal yang perlu disadari investor sebelum menginvestasikan dananya di pasar modal,

89

Asril Sitompul, Op. Cit., hal.59.

90

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

bahwa investasi di pasar modal melalui pembelian saham bukan merupakan jaminan bagi investor untuk memperoleh keuntungan. Untuk mengambil keputusan investasi, investor harus benar-benar melakukan evaluasi terhadap jenis saham yang akan dibeli. Apabila tidak mampu melakukan evaluasi, investor dapat meminta pertimbangan dari broker tempat saham itu dibeli.

b. Risiko investasi. Setiap jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan publik tentunya memiliki risiko usaha. Untuk melindungi kepentingan investor terhadap risiko usaha perusahaan tersebut, Bapepam mewajibkan setiap calon perusahaan publik untuk mengungkapkan risiko usahanya dalam prospektus dan mempublikasikan kepada investor.

c. Jaminan untuk memperoleh equal tretment dalam akses informasi. Salah satu syarat untuk terciptanya pasar modal fair dan efisien apabila semua investor bisa mendapatkan dalam waktu dan kualitas yang sama.91

Informasi-informasi tersebut merupakan pertimbangan umum yang sudah sepatutnya dilakukan oleh investor maupun emiten obligasi. Selain itu, investor tentunya perlu melakukan diskusi secara mendalam dengan penasihat keuangan, konsultan keuangan, penjamin emisi maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi. Keputusan yang akan diambil

Informasi-informasi yang sudah dipublikasikan seperti laporan keuangan maupun keterbukaan informasi emiten obligasi dapat diperoleh di Bursa Efek, Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) maupun pada emiten obligasi itu sendiri.

91

Sri Agustina Rejeki Silalahi : Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal, 2008.

USU Repository © 2009

berhubungan dengan besarnya dana yang harus dikeluarkan dan risiko yang akan ditanggung dalam investasi.92

Prinsip keterbukaan menjadi inti di pasar modal dan sekaligus merupakan jiwa pasar modal itu sendiri. Keterbukaan tentang fakta materiel sebagai jiwa pasar modal didasarkan pada keberadaan prinsip keterbukaan yang memungkinkan tersedianyabahan pertimbangan bagi investor, sehingga ia secara rasional dapat mengambil keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.

Tampaknya, investor mulai melirik pasar obligasi yang saat ini sedang marak, namun demikian investor tidak boleh melakukan tindakan yang tergesa- gesa untuk melakukan investasi pada obligasi tanpa suatu perhitungan dan data yang akurat. Investor harus selektif dan tetap berpedoman pada asas kehati-hatian (prudent) dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Sementara bagi emiten obligasi yang akan menerbitkan obligasi, hendaknya juga tidak menggunakan kesempatan yang berarti langsung menerbitkan beberapa kali emisi obligasi tanpa memperhatikan bagaimana kemampuannya dalam memenuhi kewajibannya.