• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANUSIA TIDAK DAPAT DITEORIKAN “Kebaikan pada seorang manusia atau lebih belum

+Dari kebudayaan

KALIMAT PERTAMA

09. MANUSIA TIDAK DAPAT DITEORIKAN “Kebaikan pada seorang manusia atau lebih belum

tentu menunjukan kejujuran yang berada pada diri mereka.Kejujuran pada seorang manusia atau lebih belum tentu menunjukan kebaikan yang berada di dalam diri mereka.Tetapi ketulusan yang bersifat positif pada seorang manusia atau lebih, dapat menunjukan kebaikan dan kejujuran yang berada di dalam diri mereka” +Glen Mithel+

Bumi memiliki beberapa benua.Di dalam sebuah benua ada beberapa negara, di dalam sebuah negara ada beberapa pulau, di dalam sebuah pulau ada beberapa budaya, di dalam sebuah budaya ada beberapa ras, di dalam sebuah ras ada beberapa suku, di dalam sebuah suku ada beberapa agama, dan di dalam sebuah agama ada beberapa manusia dengan beberapa sifat dan karakter yang berbeda beda.Tidakah anda terbayang, ada berapakah jumlah sifat dan karakter manusia(Termasuk kombinasi-kombinasi sifat dan karakter manusia), dari setiap manusia yang ada dan hidup di Bumi ini, yang tentunya tidak terhitung jumlahnya?.

Jika anda belum terbayangkan berapa banyak sifat dan karakterik manusia yang ada di Bumi ini, saya akan membantu anda membayangkannya, dengan memberikan penggambaran tentang hal itu, dengan teori rumusan pengkodean manusia yang saya telah ciptakan.Rumusan itu saya namakan pengkodean “-A to Z”, di dalam pengkodean ini saya memasukan satu sifat manusia di setiap huruf A sampai Z (Jika ditambahkan tanda mines{-} berarti sifat atau karekter yang dimaksud, adalah yang berlawanan).

A=JUJUR F=SETIA K=MUDAH MENGALAH P=CERDAS

U=PERCAYA DIRI

B=BAIK G=KUAT L=TENANG Q=KREATIF

V=PERDULI SESAMA

W=MUDAH PERCAYA

D=MURAH SENYUM I=ADIL N= PEMIKIR PANJANG

S=PENGERTIAN X=PROFESIONAL

E=PEKA J=TEGAS O= PINTAR T=RAJIN

Y=PEMIKIR POSITIF

Z=MENGHARGAI ORANG LAIN (Misalnya –A berarti pembohong)

Di dalam pengkodean ini saya mengkodekan satu manusia dengan beberapa huruf, tergantung dengan sifat dan karakter manusianya masing-masing(memungkinkan satu manusia memiliki dua, atau tiga, dan seterusnya alphabet yang sama).Misalnya seorang manusia saya berikan kode AAB-CCFGHO(Memungkinkan pengkodean pada seorang manusia bisa lebih panjang lagi{Terhgantung mausianya}), ini menunjukan bahwa manusia yang memiliki kode ini bersifat jujur(Jujur sekali), baik, sombong (Sombong sekali), setia, kuat, suka memberi, dan pintar.

Ini sekaligus menegaskan bahwa satu manusia dengan manusia lainnya, minimal pasti memiliki satu perbedaan di dalam sifat atau karakteristiknya.Ini juga menunjukan bahwa satu sifat pada seorang manusia tidak menjadi takaran atau patokan dari sifat lainnya yang ada pada manusia tersebut(Misalnya manusia yang peka belum tentu dapat menghargai orang lain{Karena menghargai orang lain dapat dilihat dari satu sisi, yaitu perealisasian dari sikap atau perbuatan yang menunjukan sifat menghargai manusia lainnya yang tercipta dari rasa peka.Atau dengan kata lain manusia yang peka belum tentu merealisasikan kepeduliannya sebagai bentuk menghargai manusia lainnya.}).Dan yang perlu diperhitungkan lagi adalah setiap manusia memiliki takaran yan berbeda beda di dalam satu sifat yang sama(Misalnya saja manusia “A” memiliki sifat AA{Jujur sekali}, dan manusia “B” mempunyai sifat AAA{Sangat jujur sekali}).Saya akan membuktikan dan menegaskan teori saya dengan suatu pertanyaan yang berhubungan dengan fakta di dalam hidup anda.

Pernakah anda merasa anda adalah orang yang jujur?, jika tidak, pernahkah anda menemukan orang yang jauh lebih tidak jujur dibandingkan anda?, pasti jawabannya adalah “ya”(Jika

anda banyak pengalaman dan bertemu dengan berbagai macam manusia).Dan jika anda merasa anda adalah orang yang jujur, pernahkah anda bertemu seseorang yang lebih jujur daripada anda, dan memujinya dengan kata-kata yang merupakan apresiasi yang anda berikan kepadanya, atas kejujurannya yang jauh lebih lagi dibandingkan anda?, pasti jawabannya juga lah “ya”(Jika anda banyak pengalaman dan bertemu dengan berbagai macam manusia).

Itulah bukti bahwa sifat dan karakter setiap manusia, memiliki takaran yang berbeda beda satu dengan yang lainnya.Jika belum mengerti dan jelas juga, saya akan memberikan sebuah penggambaran yang akan membuat anda lebih mengerti tentang apa yang saya jelaskan di dalam bahasan ini.

Di dalam cerita dan penggambaran kali ini, saya hanya membutuhkan dua tokoh yang akan menggambarkan sifat dan karakteristik manusia pada kehidupan sehari hari.Yang pertama adalah ‘A’ dan yang kedua adalah ‘Z’. ‘A’ adalah seorang bapak yang baik, tetapi dia tidak jujur, sedangkan ‘Z’ adalah seorang yang jujur dan tegas.Suatu hari bapak ‘A’ bertegur sapa dengan ibu ‘Z’.Bapak ‘A’ lalu mengajak ibu ‘Z’ membicarakan tentang tagihan listrik di bulan ini, yang naik cukup tinggi dari bulan sebelumnya.Setelah sekitar lima menit mereka berbicara, bapak ’A’ bertanya kepada ibu ‘Z’,

“Bu, apakah ibu memiliki simpanan uang dirumah?, soalnya saya lagi tidak ada uang untuk bayar listrik bulan ini.Soalnya saya belum gajian bu, sedangkan tagihan listrik harus di bayar paling lambat besok, dan kalau memang ada, bolehkah saya pinjam tujuh ratus ribu rupiah saja?.”

Ibu ‘Z’ pun dengan penuh kesadaran dan kejujuran menjawab pertanyaan itu,

“Emm.., oh iya ada kok pak.Bapak ingin meminjamnya?, saya akan berikan sekarang kalau mau, tetapi tanggal tiga puluh besok kalau bisa segara dibalikin ya pak, soalnya saya juga memiliki kebutuhan lainnya, yang harus dipenuhi”

Bapak ‘A’ pun merasa senang akan kejujuran dan kesediaan ibu ‘Z’ untuk meminjamkan uangnya.Ibu ‘Z’ pun merasa yakin kepada bapak ‘A’ dikarenakan ibu ‘Z’ percaya bahwa bapak ‘A’ akan mengembalikan uang tersebut tepat pada waktu yang ditentukan olehnya.

Hari pembayaran listrikpun sudah terlewati, bapak ‘A’ sudah membayar tagihan listriknya.Dan ternyata uang bapak ‘A’ pun masih tersisa banyak, dan lebih daripada cukup untuk membayar tagihan listrik.Pada kenyataannya, bapak ‘A’ meminjam uangnya untuk menambahkan ongkos untuk liburannya bersama keluarganya ke pulau Bali selama dua hari. Waktupun berjalan sampai tibalah hari dimana bapak ‘A’ harus membayar uang tersebut.Di hari itu bapak ‘A’ sedang tidak ada dirumah, dikarenakan dua hari sebelumnya bapak ‘A’ telah pergi berlibur bersama keluarganya tanpa mengingat apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Ditengah liburan bapak ‘A’, ibu ‘Z’ mengingat bahwa bapak ‘A’ harus mengembalikan kepadanya uang yang telah dipinjam darinya seminggu yang lalu.Bapak ‘A’ pun memberikan alasan kepada ibu ‘Z’ dan mengatakan bahwa dia sedang sibuk dengan banyak kerjaannya di kantor, sampai dua hari berturut turut dia tidak pulang kerumahnya, sehingga belum sempat mengembalikan uangnya di hari yang telah ditentukan.Bapak ‘A’ pun akhirnya mengembalikan uang ibu ‘Z’ di hari berikutnya, tepatnya telat satu hari dari hari yang ditentukan.

Di dalam cerita ini, anda sendiri dapat menarik kesimpulan bahwa bapak ‘A’ baik dikarenakan dia bertanggung jawab atas uang yang dipinjamkannya, tetapi bapak ‘A’ tidaklah jujur soal untuk apakah uang yang dipinjmanya itu, dan tentang apa yang membuatnya tidak bisa mengembalikan uang ibu ‘Z’ di tanggal tiga puluh, seperti yang ditentukan sebelumnya.

Anda pun bisa menarik kesimpulan tentang ibu ‘Z’ yang sangat jujur, dan mungkin dinilai polos oleh bapak ‘A’ tetapi dia memiliki ketegasan dalam menagih uangnya di tanggal yang telah ditentukan.

Jika anda sudah mengerti tentang apa yang saya sampaikan, sekarang terbayangkah oleh anda sebanyak apakah jenis sifat dan karakter manusia yang berada di Bumi ini?(Perpaduan yang ada sangatlah banyak, misalnya AAASDGH, -AG-K-L-OPH, JKU-OPL-I-G, GGHUI-KOL, dan sangat-sangat banyak lagi), tentunya itu sangat-sangat banyak dan tidak bisa anda hitung dengan jari jemari anda.Hal ini dikarenakan kemungkinan yang ada sangat-sangatlah banyak, ditambah lagi oleh banyaknya jumlah manusia yang ada di Bumi ini, dengan berbagai macam kondisinya(Membuat manusia sulit untuk diketahui sifat dan karakteristiknya secara detail{Jika anda tidak tau sifat dan karakteristiknya, bagaimana anda menghitungnya?}).

Oleh karena itu disini saya menyimpulkan, bahwa sifat dan karakteristik manusia tidaklah bisa diteorikan, melainkan hanya diperkirakan melalui ilmu ‘PSIKOLOGI’ yang ada saat ini, maupun kedepannya.Tetapi tidaklah mudah memperkirakan sifat dan karakteristik seseorang bahkan jika anda hanya mengusai ilmu ‘PSIKOLOGI’, tanpa menguasai ilmu ‘KEHIDUPAN’(Jarang diketahui, apalagi dimengerti, karena tidak diajarkan di sekolah bahkan sampai jenjang pendidikan paling akhir).

Itu dikarenakan ilmu ‘PSIKOLOGI’ adalah ilmu yang muncul dari sebuah pengamatan yang hanya bertujuan untuk memperkirakan sifat dan karakteristik seorang manusia atau

lebih.Tetapi ilmu ‘KEHIDUPAN’ adalah ilmu yang didapatkan seorang manusia, dan muncul secara alami dari sebuah pengalaman pribadi manusia yang bertujuan untuk mengerti keseluruhan tentang hidup seorang manusia atau lebih, termasuk sifat dan karakteristiknya(Membuat manusia sangat sulit mempelajarinya, bahkan bila dia sekaya apapun.Beda dengan ilmu ‘PSIKOLOGI’ dimana jika anda dapat membayar guru terbaik dengan harga yang tinggi, anda dapat mempelajarinya{Tergantung juga daya tangkapnya}).Maka dari itu ilmu ‘KEHIDUPAN’ jauh lebih akurat untuk membaca sifat dan karakteristik manusia, bahkan dengan ilmu kehidupan anda dapat membaca alasan manusia, kesempatan yang ada, bahkan kondisi yang ada saat ini dan kedepannya, di dalam kehidupan anda.

Dikatakan lebih akurat karena, hanya dengan teori dalam ilmu “PSIKOLOGI”, manusia tidak akan dapat membaca psikologi seseorang manusia dengan akurat.Contohnya saja pada penggambaran saya di bahasan tentang hal kecil yang berhubungan dengan ekspresi.Anda bisa membayangkan ekspresi datar pada orang sombong(Kondisinya pada kehidupan biasanya, tanpa ada masalah yang berarti), dan ekspresi bad mood/sedikit kesal pada orang yang rendah hati(Kondisinya ada suatu masalah yang cukup berarti, yang menyebabkan perasaan itu), kedua ekspresi itu sama tetapi memiliki arti yang berbeda(Setiap pandangan, ekspresi, gerak, cara berbicara manusia, menunjukan sifat dan karakter manusia tersebut, tergantung dari siapakah mereka.Jadi semua itu tidak bisa disamakan dan diratakan hanya dengan ilmu “PSIKOLOGI”).Hanya dengan mengerti merekalah, kita dapat menyimpulkan maksud dari ekspresi mereka masing-masing.

Ditambah lagi di jaman saat ini, banyak sekali manusia yang dapat menutupi siapa dirinya, atau dengan kata lain pandai berakting, yang tentunya dapat membuat sifat dan karakter asli dari manusia tersebut sangat sulit untuk di baca atau diprediksikan hanya dengan ilmu psikologi.

Sekarang terlogikakah oleh anda, seberapa sangat sulitnya manusia untuk di teorikan?, dan terbayangkankah

oleh anda betapa sulitnya kita membaca sifat dan karakteristik seorang manusia, di waktu, tempat, dan kondisi yang berbeda, yang tentunya juga mempengaruhi sifat dan karakteristik seorang manusia?.

Jadi..., janganlah terlalu cepat anda menilai seseorang hanya dari melihatnya, mendengar perkataannya, dan mengetahui tentangnya.Tetapi cobalah mengerti semua tentangnya, dan cobalah sadari bahwa kehidupan ini sangatlah luas untuk dimengerti hanya dari satu sisi dan dari satu sudut pandang saja.