Mary Douglas (1921‐2007), menjelaskan tentang gagasan kosmos lele, yang adalah morfologi dan pengetahuan dalam konteks kehidupan orang Afrika Tengah. Inti dari hal itu bahwa, gagasan kosmos lele sebagai bentuk
simbol peraturan tentang kesehatan, yang menjadi dasar hubungan sosial dan kehidupan beragama. Peraturan tersebut menunjuk kepada penolakan keadaan fisik (tubuh) yang kotor, juga terhadap binatang yang lebih bersifat dilarang untuk dimakan, sebab unsur itu merupakan satu bagian dari kehidupan alam semesta. Oleh karena itu hal tersebut merupakan pusat kebudayaan lele, di mana bagian terbesar dinyatakan oleh satu nilai yang lebih bersifat dominan yakni, kebaikan/kebajikan buhonyi. Buhonyi, untuk petunjuk kepada rasa malu, hidup serdehana dan sikap rendah hati. Buhonyi mempunyai arti kesopanan. “Buhonyi
is the sense of propriety.”95 Itu adalah reaksi orang baik
mempunyai kepekaan untuk sesuatu kelakukan yang tidak patut. Buhonyi memberikan standar untuk semua hubungan sosial, juga sandi atau kode moral bagi kosmos lele. Bukan pada binatang yang pada dasarnya makhluk tanpa buhonyi. Dengan demikian buhonyi adalah produk kebudayaan bukan kebaikan alam. Penjelasan itu mengenai gagasan‐gagasan
95 Mary Douglas,
antara interaksi kosmos lele dengan buhonyi untuk perilaku kehidupan sehari‐hari dan hubungan sosial. Oleh karena itu
buhonyi didasarkan pada gagasan kosmos lele.
Selain itu buhonyi mempunyai sifat penting bagi bagi masyarakat Afrika Tengah. Mereka melakukan hal itu dalam kehidupan setiap hari dan keagamaan, maka akan muncul keserba‐ragaman larangan di waktu‐waktu tertentu. Walaupun sesuatu dapat terlihat secara langsung, tetapi bukan dari ritual dan mite atau doktrin.
Like many other primitive peoples the Lele have no
systematic theology, nor even anyhalf‐‐systematised
body of doctrines through which their religion can be
studied. As practised by them, it appears to be no
more than a bewildering variety of prohibitions,
falling on certain people all the time, or on everybody
at certain times. But what is intelligible in them is not
extracted from the rituals and presented in the form
of myths or doctrines.96
Penjelasan ini memberi gambaran sosial munculnya kosmos lele merupakan gagasan yang diwujudkan dalam larangan bagi kehidupan sosial, kebudayaan dan agama
dengan penggunaan simbol‐simbol dari objek‐objek alam semesta. Larangan itu adalah sebuah paham abstrak. Bertitik tolak dari hal ini barangkali ada hubungan erat dengan pengertian paham atau agama alam, berdasarkan pada objek alam semesta yang membangun pengetahuan kepercayaan atau agama alam. Agama alam adalah kontekstual dari dan di alam semesta, sehingga bersifat natural. Untuk itu alam semesta dianggap merupakan bagian dari Tuhan. Dengan demikian alam semesta adalah Tuhan, sehingga wujud rasa Tuhan ada dimana‐mana. Manifestasi dalam alam semesta sebagai tempat hidup dan kerja manusia. Untuk itu dengan cara pemujaan dan aktivitas ritual, sehingga dirasakan keseimbangan hidup, keselamatan dan ketentraman hidup. Dengan demikian maka bukan teologi secara sistematis atau sebagian dari doktrin agama, yang berpengaruh pada kehidupan sehari‐ hari dan kehidupan beragama. Simbol pada struktur kosmos
Pertama, “simbol struktur kosmos lele dalam konteks dunia sekular dapat ditemukan suatu pendekatan semacam agama lele. Itu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hal dan kewajiban moral, serta tata cara dalam perilaku kolektif.”97
Kedua, “simbol struktur kosmos lele pada aktivitas sosial menjadi dasar sistem norma baik bagi individu maupun kelompok.”98 Ini artinya, simbolisme pada kosmos lele sebagai tanda peringatan untuk melakukan perbuatan baik pada lingkungan terhadap objek alam, manusia dan binatang dalam kehidupan.
Ketiga, “simbol struktur kosmos lele merupakan bagian dari sistem budaya dan sistem sosial.”99 Namun
97
Ibid., 9. By learning the symbols in their secular context we can find a kind of back‐door approach to Lele religion. We need to appreciate their idea of propriety, their ideals ofwomanhood and menhood, and of personal cleanliness, in order to interpret their rites.
98
Ibid., 9‐10. For instance, the Lele inhabit the southern margin of the tropical forest of the Kasai District. They grow maize, hunt, weave raffia, and so on. Of all their activities, hunting is the highest in their own esteem.
99
Ibid., 10. Animal symbolism in their religion is a whole subject in itself. The point I wish to emphasize here is the constant reiteration in daily social
demikian, di samping itu dalam keadaan tertentu, lele juga merupakan sistem simbolik pada agam, khususnya cara memuja.
a. Simbol struktur kosmos lele berarti cara memuja. Ini adalah simbolisme lele sebagai petunjuk cara memuja dengan simbol‐simbol di dalam dan melalui ritus.
Like all ritual, they are symbolic, but their meaning
must remain obscure to the rites themselves. It is
like a religion whose liturgical language, because it
draws on a vocabulary which is well‐‐understood
in nonliturgical writings.100
Penjelasan itu memberi gambaran tentang sistem keagamaan lele terdiri dari aktivitas ritual dilakukan secara bersama menurut pola tertentu, sehingga untuk melakukan ritus didasarkan pada liturgi/peribadatan. b. Simbol struktur kosmos lele berarti hubungan timbal
balik di antara tiga unsur yaitu manusia, binatang dan roh
intercourse of the basic distinction, the opposition between mankind and animal kind.
di dalam satu sistem tunggal. Masing‐masing mempunyai satu batasan tetapi ada interaksi di antara mereka.
Like religion us based on certain assumptions
about the interrelation of humans, animals, and
spirits. Each has a defined sphere, but there is
interaction between them. The whole is regarded
as a single system.101
Penjelasan ini memberi gambaran tentang simbolisme lele menunjuk pada tiga unsur itu dalam hubungan linear. c. Simbol struktur kosmos lele berarti peraturan tentang
kesehatan dan sopan santun.
Among the Lele I found that rules of hygiene and
etiquette, rules of sex and edibility feel into or
were derived from submerged assumption about
how the universe works. It was evident that a very
satisfactory fit, and the structure of nature as they
thought it, was given in the way that their thought
was rooted in community life.102
Dalam hal ini berdasarkan pemikiran dan struktur alam sebagaimana dipikirkan oleh komunitas.
101
Ibid., 35. 102 Ibid., x.
Dari penjelasan tersebut di atas maka teori Douglas tentang simbol struktur kosmos lele, intinya adalah “gagasan masyarakat Afrika Tengah mengenai alam semesta dan perilaku beragama sebagai pelambang (simbol) hubungan sosial dan beragama terbangun dari konteks kehidupan alam.”103 Dalam hal ini simbol struktur kosmos lele menunjukkan bahwa substansi, peran dan kedudukannya menunjuk pada alam semesta sebagai pusatnya. Oleh karena itu mungkin saja berhubungan erat dengan sejarah alam masyarakat itu, yang berpengaruh pada lingkungan sosial (sistem norma atau peraturan seperti pada buhonyi, kesehatan, sopan santun dan sebagainya). Demikian juga pada lingkungan hidup yang terdiri dari binatang, tumbuhan, objek, daya dan keadaan, walaupun terkesan penuh dengan ambivalen. Untuk itu struktur kosmos lele dan gagasan kepercayaan
103
Ibid., 9‐10. It is not surpising that the richest vein of symbolism is derived
from reflection on the animal world, on its relation to the human sphere, and on the relation between the different breeds of birds and beasts.They are keenly interested in the natural history of their region and their attitude to animals is a fraught with ambivalence.
yang dibangun semcam agama alam adalah konten lele, yang mencakup unsur larangan dan unsur cara memuja, dari sistem struktur kosmos lele itu sendiri dalam dunia sosial masyarakat Afrika Tengah.