Terdapat berbagai masalah kompleks yang t erj adi di sekolah. Sepet i diket ahui bahwa sekolah t erdiri dari beberapa komponen dengan permasalahan masing-masing. Tent u saj a permasalahan ant ar komponen saling berkait dan mempengaruhi.
1.
Siswa
•
Kekerasan & perkelahianSuasana damai di sekolah sangat t erganggu dengan adanya kekerasan di sekolah dalam berbagai bent uk misalnya premanisme hingga t awuran ant ar siswa baik sat u sekolah at au ant ar sekolah. Tawuran biasanya melibat kan sekolah lain (ant ar sekolah). Masalah yang memicu sebenarnya sederhana saj a, misalnya: masalah pacar, t ersinggung harga dirinya, dendam t urunan. Tawuran j uga dapat t erj adi dengan warga masyarakat (para preman) yang sering memancing kerusuhan di luar gerbang sekolah.
Tawuran sebagai bent uk penyaluran kegiat an yang murah bagi siswa golongan ekonomi menengah ke bawah (wakil SMU Cengkareng I) Sekolah mempunyai “ musuh bebuyut an” sehingga t awuran t et ap ada (wakil SMU 7)
Karena di sekit ar sekolah banyak preman maka beberapa t eman- t eman j adi t erpengaruh dan ikut -ikut an keras (Slamet )
Kalau sampai ada desas-desus mau ada t awuran rasanya j adi was- was mau sekolah, padahalyang t awuran it u bukan sekolah sendiri melainkan sekolah t et angga (Cit ra)
•
Kurangnya penegakan disiplinSuasana damai di sekolah sangat t erganggu dengan kurangnya disiplin dalam menaat i perat uran-perat uran sekolah. Pada dasarnya perat uran yang ada di sekolah sudah cukup banyak, namun hal t ersebut belum cukup ef ekt if karena f akt or pelakunya. Siswa kadang merasa perat urannya t idak adil dan t erlalu keras, apalagi mereka t idak dilibat kan dalam perumusan sehingga merasa sah-sah saj a unt uk melanggar
Perilaku kurang disiplin yang disebut kan subj ek adalah: membolos sekolah, t erlambat masuk sekolah, membawa barang-barang yang t idak diperbolehkan, ramai saat j am kosong, berpakaian dan berpenampilan sembarangan, merokok.
Tiadanya disiplin dimulai dengan pelanggaran t erhadap perat uran- perat uran kecil (SMU II Ciput at )
Siswa menganggap ent eng dat ang t erlambat at au membolos Perat uran t erlalu ket at dan kadang t idak adil karena sering t idak menanyakan alasan kenapa siswa t erlambat (Michael)
Kadang merokok di dalam kelas dan t awuran dengan sekolah lain (Waf a)
Banyak siswa yang bolos (Yuli)
•
Pemakaian NARKOBA dan minuman kerasSuasana damai di sekolah sangat t erganggu dengan pemakaian obat -obat an t erlarang dan minuman keras. Adanya siswa yang menyalahgunakan narkoba menyebabkan ada rasa t idak aman bagi siswa lain. Pihak sekolah danguru j uga merasa sangat berat hat i. Narkoba menj adi masalah yang sulit karena memang mempunyai j aringan pengedar yang sulit dilacak apalagi diberant as. Biasanya sekolah t elah berusaha unt uk mencegah dan merazia namun siswa selalu disuplai oleh pihak-pihak di luar. Hal ini t ampak pada pengungkapan Awan, salah seorang pesert a diskusi yang mengat akan “ Pemakaian narkoba akibat pengaruh lingkungan dan t eman sebaya, biasanya anak yang kena t u karena ada masalah di rumah git hu! Biar di sekolah dit ert ibin j uga biasanya mereka ada masalah di rumah git hu. Teruskadang yang nawarin t u preman-preman yang di luar sekolah, kalau pulang sekolah mereka maksa-maksa, nge- grat isin zat nya it u”
Anak yang menggunakan narkoba, it u membuat was-was karena mereka meresahkan (Cit ra)
Pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan sekolah membuat sekolah t idak damai (Harvad)
•
Pemerasan antar siswa/ premanisme/ pemalakanKenyamanan di sekolah hilang begit u ada oknum-oknum siswa yang suka bert indak sewenang-wenang t erhadap t emannya. Pemalakan biasanya dilakukan oleh sekelompok orang (genk) karena benar-benar mengej ar uang at au hanya gagah-gagahan saj a. Keduanya membuat siswa lain j adi harus selalu berj aga-j aga dan menghindar dari pembuat onar. Yang membuat t eman-t eman j adi merasa nggak aman it u karena preman-preman sekolah sendiri. Ment ang-ment ang kakak kelas t rus malakin adik kelas. Ment ang-ment ang badannya kuat t erus malakin t eman (Cit ra)
Siswa dikompas oleh siswa dari sekolah lain (SMU 2 Semarang) Pemalakan bikin sekolah gak damai (Slamet )
Mengkompas t eman sendiri (Kepsek SMU Jayapura, SMU 1 Jambi, SMU 1 Pont ianak)
•
Senioritas dan kesenj angan ant ar kelompokBudaya adik kelas vs kakak kelas lebih menyusahkan bagi siswa kelas rendah. Sej ak adik kelas masuk selalu dit anamkan bet apa berkuasanya kakak kelas. Pada beberapa sekolah kondisi ini sangat kent al sehingga berbagai f asilit as dan acara sekolah selalu dipisah-pisah berdasarkan angkat an kelas. Pelecehan yang dilakukan oleh kakak kelas membuat kehidupan organisasi dan ekst ra kurikuler di sekolah sangat t erhambat .
Garis bat as berlebihan ant ar kelompok siswa j uga membuat suasana kurang damai karena t iap gap mengedepankan kepent ingan kelompok t anpa mau berkompromi. Gap muncul dengan bat asan kondisi ekonomi, j enis hobby yang digelut i maupun gap ant ar organisasi ekst ra kurikuler.
Di t empat saya yang namanya j adi kelas 1 rasanya susah banget . Ada sekian banyakhal yang diat ur, dilarang dan dilanggar haknya oleh kakak kelas (Adhit ya)
Seniorit as yang berlebihan, dimulai saat menj adi siswa baru, saling menindas sert a emperuncing gap dan seniorit as (Bagus)
2.
GURU, KARYAWAN
•
Kurang disiplinSebagai pihak yang lebih t ua dari komponen sekolah, guru dan karyawan dij adikan siswa sebagait eladan. Namun, karena ket erbat asannya sering pula guru/ karyawan j uga kurang disiplin. Misalnya dalam hal ket erlambat an masuk dan j am pelaj aran yang kosong. Terkadang pelanggaran yang dilakukan hanya kecil saj a t api karena siswa menganggap guru/ karyawan sebagai orangt ua maka pelanggaran kecil t ersebut sangat mengecewakan siswa dan akan dij adikan ‘ dasar hukum’ unt uk meniru.
Guru kan pendidik, kalau guru saj a memberi cont oh nggak bener t erus gimana dengan siswa? (Fariz)
•
Otoriter dan kurang dekat; komunikasi dengansiswa kurang bagus
Hubungan guru-siswa yang t egang dan kaku membuat siswa merasa suasana damai di sekolah sangat berkurang.
Hubungan ant ar siswa, guru-siswa t idak harmonis/ j auh (Ade) Ot orit as guru (Fariz, Nina)
Ket idakamanan muncul karena kebekuan ant ara guru dan siswa (wakil SMU I Bekasi)
3.
LINGKUNGAN SEKITAR
•
Letak sekolah di pusat keramaianKedamaian sulit t erwuj ud bila sekolah berada di lingkungan yang t idak mendukung suasana pendidikan. Jalan yang t erlalu ramai & bising, mal & pusat perbelanj aan sebenarnya t idak cocok unt uk t erlalu dekat dengan sekolah. Preman dan pengangguran yang berkeliaran di luar sekolah j uga membuat siswa t erancam ket ika akan berangkat maupun pulang dari sekolah. Bahkan kadang masyarakat sekit ar sekolahlah yang memicu perkelahian.
Sekolah saya berada di t engah-t engah kawasan PSK hingga dari lant ai 2 siswa sekolah saya dapat melihat kost -kost an PSK yang sedang berleha-leha (SMU 2 Ciput at )
Yang kadang memicu perkelahian j ust ru preman-preman di luar sekolah (Hasan)
Let ak sekolah di dekat pabrik pest isida (SMU 1 Medan) campur t angan masyarakat pada perkelahian ant ar siswa (SMU Bonggomeme Goront alo)
4.
SARANA PRASARANA
•
Kondisi gedung sekolah j elek dan kotor•
Belum memiliki pagar yang memadai•
Satu bangunan digunakan oleh lebih dari sat usekolah